Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Pemanasan belum permulaan


__ADS_3

Hari yang begitu melelahkan bagi semua panitia dan juga keluarga yang jauh sebelum hari H menguras energi pikiran dan tenaga mempersiapkan semuanya hingga akhirnya pesta yang sempurna tercipta,yang terlibat dalam perhelatan hajat besar keluarga Pak Surapraja bukan hanya event organizer saja tapi orang orang Hotel juga di libatkan,semua pro aktif ingin mensukseskan acara.


Tak ada pesta yang tak usai semua pasti akan berakhir sebesar apapun pesta,semewah apapun pesta diadakan akhirnya sempurna selesai juga,menyisakan capek dan lelah kembali ke suasana semula perlu waktu dan istirahat yang di jalani.


Tapi tak ada kata lelah untuk sepasang pengantin di hari usainya pernikahan dan resepsi semangat baru keduanya pasti terasa di dada semua orang yang mengalaminya,ingin segera usai,ingin segera berduaan sebagai pengalaman sah dan halal pertama kalinya,galaunya dalam penantian dan ingin segera terobati.


Begitu juga pasangan Adrian dan Aryanti setelah orang tuanya dan saudaranya bersama kerabatnya pamit dan hanya menyisakan panitia dengan dirinya, Ibu dan Bapaknya Aryanti pertama pamitan setelah semua tamu pulang dan tinggal keluarga di dalam gedung resepsi.


Ibunya memeluk Aryanti dengan perasaan tenang di hatinya telah sekian banyak pepatah di jejalkan kepada anaknya dan sekarang saatnya melepas anaknya melangkah bersama pilihan hatinya yaitu suami sahnya sekali lagi Mamanya Aryanti memeluknya sambil berbisik di telinganya,entah rahasia apa yang di bisikan nya.


"Jadilah istri yang baik..." sambil tersenyum melepas pelukan dan menatap wajah cantik putrinya, Aryanti tersenyum juga dan mengangguk pasti.


Adrian membimbing Aryanti memasuki kamar Hotel impiannya yang sudah di pesannya jauh-jauh hari sesuai keinginannya,harum semerbak melati menyeruak menyambut mereka waktu pertama membukakan pintu,Aryanti berkeliling kamar dengan kagumnya setelah sebelumnya membuka selop pengantinnya yang begitu bikin pegal betisnya,


kamar yang penuh bunga bunga dengan tempat tidur ber seprai pink ukuran besar dengan taburan melati di atasnya.


Adrian menyalakan AC sampai suhu terendah dan membiarkan Aryanti duduk di meja rias membuka satu persatu roncean melati yang menghias kepalanya,Adrian membuka kulkas dan mengambil minum lalu menuangnya di dua gelas lalu membawanya ke samping Aryanti dan menyimpannya di meja kecil samping tempat tidur.


Terlihat Aryanti begitu susah membuka semua pernak-pernik yang menempel di tubuh dan kepalanya,Adrian meraih bahu istrinya dan membimbingnya berdiri lalu membantu membuka satu persatu semua sampai selesai,tinggal gaun panjangnya yang tersisa dan kerudung nya, Aryanti juga membalas membuka kancing jas dan dasi Adrian dan menyimpannya di atas sofa.


"Mas aku ganti baju dulu ya boleh ? terasa berat rasanya terlalu lama nempel di badan"


Adrian mengangguk sambil tersenyum,dan Aryanti membuka lemari kecil yang menempel ke dinding mengambil gaun tidurnya dan masuk ke kamar mandi,Adrian membuka setengah gorden kaca dan melihat pemandangan malam yang menakjubkan di luar sana,gemerlap bintang di langit yang cerah mendamaikan suasana,tetapi tidak dengan hatinya,terasa seperti gemuruh tak menentu menanti saat waktunya tiba menjadi sosok suami sejati di hadapan istrinya.

__ADS_1


Aryanti keluar kamar mandi sambil membawa gaun pengantinnya dan menyimpannya di atas sofa lalu dia minum air yang tadi yang dibawa Adrian dan melihat kepada Adrian yang masih melihat ke arah luar dari jendela,lalu Aryanti duduk di meja rias dan membersihkan mukanya dan menyisir rambutnya,Adrian menghampirinya dan memeluknya dari belakang,Aryanti membiarkan nya dan menyimpan sisirnya,lalu berdiri berpandangan di samping tempat tidur.


"Sayang apa kita saat ini lagi bermimpi ?" Adrian memandang Aryanti dengan gejolak hatinya yang tak menentu.


"Mungkin,tapi mimpi yang jadi kenyataan..." Aryanti juga sama tak kalah dan gugupnya di hadapan Adrian tapi begitu bisa dia sembunyikan semuanya.


Adrian memeluk pinggang Aryanti dengan kedua tangannya,dan Aryanti membuka satu persatu kancing kemeja putih Adrian,dan membiarkannya jatuh di lantai.


"Sayang apa kamu bahagia ?"


"Belum..."


"Kenapa ?" Adrian mengerutkan dahinya.


"Apa yang akan kamu berikan malam ini untukku ?"


"Semua yang Mas mau"


Adrian tersenyum dan merapatkan pelukannya,dan tangan Aryanti mengusap usap dada Adrian yang sudah terbuka,Adrian mencium kening istrinya dan pelan pelan berganti ke bibir,leher dan bawah telinga Aryanti,Aryanti menggelinjang dan menjerit kecil merasa geli,dan tangan Adrian perlahan membuka tali gaun tidur Aryanti dan membiarkan depannya terbuka,pemandangan yang baru di lihatnya terhampar luas dan jelas depan matanya...Mata Adrian nanar memandang sesuatu yang begitu menggodanya perlahan menciumnya dengan sangat lembut,Aryanti meronta sedikit dan tubuhnya terasa lemas dan bergetar hebat,panas langsung seperti tersengat aliran panas.


Adrian mematikan lampu dan meredupkan nya dengan di ganti lampu tidur di atas meja kecil samping tempat tidur,lalu membopong secepat kilat tubuh Aryanti dan membaringkannya perlahan di atas hamparan melati tempat tidurnya dan penjelajahan pun di mulai...


Pemandangan yang membentang menanti di taklukan,bukit,lembah dan rimba belantara perawan belum terjamah,Adrian perlahan tapi pasti akan menyusuri nya,perlahan dan sangat perlahan dengan sepenuh perasaan dengan perasaan cintanya yang teramat dalam,pesonamu telah aku miliki sekarang dan aku akan menikmatinya sepuas puasnya,kemenangan ada di tangannya kamu milikku malam ini dan seterusnya.

__ADS_1


"Sayang aku ingin menyempurnakan kebahagiaanmu malam ini"


"Aku menantinya sayang" tangan Aryanti memainkan bibir Adrian.


"Kita temukan bahagia kita dan surga dunia kita malam ini" Adrian suaranya semakin tak terdengar jelas hanya berbisik pelan dan tangannya pelan pelan membuka penutup dada istrinya dari belakang,tangannya begitu nakal dan liar merambah semua yang ada di depannya dan yang tersembunyi.


"Lakukanlah Mas,aku milikmu mulai sekarang"


Terasa terbang Aryanti saat Adrian mencium dari ujung kaki dengan berhenti di beberapa titik sensitif dan berakhir di bibir atas dengan badan panas dingin dan keringat yang keluar dari setiap pori porinya dengan suhu AC paling rendah,tempat tidur begitu besar menjadi sangat sempit saat tubuh mereka rapat menghimpit.


"Sayang Aku nggak tahaaaaaaan..." Adrian berbisik di telinga Aryanti,dan Aryanti tak sanggup menjawab nafasnya terlalu memburu dan berpacu jauh melebihi batas normal,hanya suara manjanya yang terdengar begitu memacu gairah Adrian.


Hasrat yang selama ini terpendam tumpah sudah menerjang segala apa yang ada di hadapannya,gelegak asmara yang membahana mengalirkan magma yang menggelora merasuk ke dalam Sukma,menggetarkan seluruh jaringan urat dan otot,rangsangan memuncak tak tertahankan,semua kata menjadi tak bermakna hanya ciuman usapan dan belaian menjadi pelampiasan yang ada.


Hutan,rimba,belantara,ngarai,bukit pulau padang pasir dan hamparan lautan yang tak terbatas perlahan terambah sudah,dan malam semakin larut mereka masih memacu semangat mudanya yang semakin menggairahkan,terasa kejang seluruh badan Aryanti saat puncak asmara menyentuhnya Adrian menuntaskan hasrat cintanya dan Aryanti terkulai dalam kepasrahan puncak,Adrian mendekapnya penuh rasa sayang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Terimakasih sayang untuk malam yang indah ini..." Adrian mengusap bibir istrinya berulangkali dengan jari jempolnya,Aryanti tak menjawab hanya setitik air mata menetes dari ujung bola matanya,Adrian menariknya dan mendekap muka Aryanti di dadanya sambil mengusap usap rambutnya.


"Emang dari mana heh ? kelihatan cape banget ?" Aryanti tak menjawab hanya tersenyum sambil memeluk Adrian dan menyembunyikan mukanya semakin dalam di dadanya.


"Minum dulu, istirahat dulu ya,tapi jangan tidur yang tadi itu hanya permulaan,belum pemanasan,malam ini kamu harus membayar lunas waktu tiga hari pingitan kita tak ketemu,dua kamu juga harus membayar perpisahan kita setahun aku di Australia,semua harus tuntas malam ini..."


Aryanti melempar bantal ke arah Adrian dan berbalik memunggunginya,Adrian tertawa dan kembali memeluknya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2