Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
SIM


__ADS_3

"Kalau masih belum enakan badannya nggak usah kerja dulu atuh Bu,biarin aja kerjaan mah nggak ada yang urgent ini biarin saya yang tangani yang bisa saya tangani mah"


"Nggak apa apa Linda,aku merasa udah nyaman kok...cuma masuk angin biasa"


"Kemarin kebanyakan renang Bu Aryanti itu sepertinya"


"Aku pengen melepaskan beban di hati,apa yang membuat aku begitu bisa mengeluarkan energi yang begitu banyak ya aku mencoba renang itu lumayan enak dan aku merasa tenang di hati"


"Emang beban apa Bu ?"


"Kamu sih belum pernah berpisah belum pernah berjauhan kayak nggak ngerti aja..."


Aryanti melempar kertas yang di bikin bola dulu ke depan Linda,dan Linda tertawa.


"Oh itu heee...tak kira beban yang mana"


Dan mereka tertawa berdua, senang rasanya Linda melihat Bi Aryanti bisa tertawa seperti ini.


"Sudah selesai kursus nyetir mobilnya Bu ?"


"Alhamdulillah nih udah punya ini heeeee..." Aryanti membuka dompetnya dan mencabut satu kartu,surat Izin mengemudi atau SIM dan mengacungkannya ke hadapan Linda,dan Linda mengangguk seraya tersenyum.


"Tapi mau ke mana sudah punya SIM juga"


"Mungkin Bu Aryanti mau pulang ke Bandung"


"Waduh...jarak jauh belum berani kayaknya,tapi memang harus di coba...juga harus ada temannya"


"Nanti sore jadwal kita senam Bu ya"


"Oh iya"


"Linda makan siangnya kita keluar bareng saya ya nanti"


"Ya Bu"


Percakapan akrab dan obrolan sehari-hari, bertemu dengan orang-orang yang itu-itu saja kalau kita tidak pandai menyiasati kita akan sampai pada titik jenuh kita harus bisa menjadi akrab seperti saudara sendiri baru kita merasa betah dengan kebiasaan itu.

__ADS_1


Seperti juga Aryanti dan Linda kadang di suatu hari dia begitu akrab ngobrol dekat tertawa juga bercanda,akan tetapi kadang-kadang ngobrol seperlunya saja lebih banyak diamnya,apalagi kalau mood lagi nggak enak.


Aryanti menghampiri meja Linda dan menarik kursi duduk di sampingnya,Linda bergeser sedikit memberi ruang pada Aryanti.


"Coba lihat hasil kinerja marketing kita dan jadwal ke depannya,ada program yang rapat nggak,berapa instansi ? Juga rata rata tamu harian secara grafik meningkat,atau jalan di tempat ?"


"Linda membuka semua file yang di maksud Aryanti"


"Ada beberapa Instansi dan perusahaan,tapi jumlahnya tidak terlalu banyak Bu,tapi lumayan waktunya ada yang sampai seminggu"


"Yay ya ya...sudah kamu padukan waktunya ada yang bentrok nggak ?"


"Sudah Bu,kapasitas kita masih lebih dari cukup,ruang sidang kan ada beberapa,ada yang bentrok tapi di akhir akhirnya aja,tiga hari lagi yang satu perusahaan selesai nyambung lagi instansi lain"


"Oke,coba grafik rata rata tamu hariannya"


"Bagus lumayan naik, ya begitulah mungkin dalam setahun itu kita bisa mengambil bulan bulan istimewa untuk perusahaan Hotel dan Restourant seperti kita ini seperti akhir tahun dan awal tahun adalah grafik tertingginya,dan seterusnya tengah-tengahnya mungkin biasa seperti ini"


"Kita keluar yu makan di luar aku pengen rasanya makan di luar sambil sedikit cari angin"


Linda mengangguk sambil berdiri lalu membereskan depan meja kerjanya memasukkan ponsel ke dalam tasnya dan berangkat beriringan bersama Aryanti keluar dari Office.


"Ayo naik kenapa masih takut aku yang bawa heee... !?"


"Enggak kok Bu heee..."


Mobil berjalan pelan saja dan melewati post satpam keluar dari parkiran dan Satpam jaga mengangguk dengan hormatnya melihat siapa yang lewat,mobil terus melaju ke jalan raya yang nggak begitu ramai di siang hari,Aryanti terbiasa dan semakin berani,karena dengan semangatnya yang tinggi akhirnya lancar juga,bisa santai mengemudi seperti sekarang ini.


"Kamu mau makan apa ?"


"Saya sih terserah Bu Aryanti aja"


"Ya sudah kalau nggak punya referensi biar aku yang pilih aja"


Aryanti memilih tempat makan pinggir pantai yang waktu itu pernah dirinya makan bersama Adrian bahkan beberapa kali Aryanti suka makan makanan seafood.


"Makanan begini enggak apa-apa ?"

__ADS_1


"Nggak apa apa aku juga suka"


Berarti 6 bulan yang lalu Aryanti makan di tempat ini makan makanan kesukaannya yaitu seafood yang seperti ini bersama Adrian,segalanya memang mengingatkan Aryanti akan Adrian,tapi hidup harus tetap berjalan tak berhenti hanya karena kenangan,bahkan kita harus bisa bangga dan bersyukur bisa datang mengenang dan mengulang kembali kenangan itu.


Aryanti duduk di meja lesehan bersama Linda setelah pesan makanan dan makanan datang mereka makan setelah Linda terlebih dulu memfoto setiap makanan lalu mempostingnya di media sosial,dan mereka berdua seperti layaknya remaja pada umumnya,makan,tertawa cekikikan dan saling foto bergantian hilang struktur antara pimpinan dan bawahan kalau saat seperti itu,yang ada hanya persahabatan mereka, Aryanti mengabadikan satu foto dan di kirim pada Adrian saat dirinya makan dengan tangan belepotan dan mulut yang penuh,Linda tertawa karena merasa lucu ya kontan Aryanti juga tertawa di tahan jadi hasilnya ya begitulah...


Puas makan mereka kembali ke aktivitas semula balik meja atau Aryanti sekedar mengontrol kebagian bagian hotel yang lain ke cafe ke Restourant ke bagian-bagian lain seperti marketing, kitchen, resepsionis, terkadang Aryanti mengobrol dan melihat cara kerja seorang pegawai kebun atau gardener dan mereka sangat senang bisa ngobrol dengan atasan mereka walaupun hanya sekedar ngobrol,atau tanpa di sangka sangka Aryanti telah berdiri di dapur umum yang menyediakan masakan untuk makan sebagai service bagi tamu atau juga tamu yang rapat,juga semua karyawan tak segan Aryanti bertanya ini untuk apa,dan yang ini mau di bikin apa bahkan mereka sangat senang saat Aryanti meminta untuk mencicipinya,dan memuji kreatifitas chef chef nya.


Mobil masuk ke pelataran Hotel dengan hati-hati dan sangat pelan dan setelah dibukakan Satpam palang pintunya Aryanti memasukan mobilnya dan Aryanti juga mengangguk lalu mereka memilih parkir agak ke belakang karena bekas parkir nya tadi penuh mobil mobil baru datang jadi nggak bisa ke tempat semula, Aryanti turun dari mobil di susul Linda, tiba-tiba Pak Edi datang menghampiri Aryanti bersama Linda.


"Bu kita kedatangan tamu Bu,ada Bapak sama Ibu datang ke sini..."


"Bapak Ibu siapa !? "Aryanti kaget juga merasa nggak ada yang mengabari dirinya.


"Itu Pak Surapraja sama Ibu Handayani sudah masuk dan duduk di ruang tamu office"


"Hah ? ,oh ya ampun" Aryanti seketika di bikin bingung harus seperti apa dirinya bersikap,apa sebagai calon menantu atau secara dinas pekerjaan, Aryanti juga tidak tahu Pak Praja dan Ibu Handayani datang sebagai apa ? jadi Aryanti berjalan sambil berpikir menuju ke ruang tamu office.


Karena ini masih dalam suasana kerja dan datangnya ke tempat pekerjaan jadi Aryanti akan bersikap seolah dirinya berhadapan langsung dengan boss besarnya walaupun tidak bisa dipisahkan antara persoalan pribadinya dan pekerjaan,pokoknya gimana nanti saja.


truk truk truk...suara hak sepatu halus Aryanti di ubin marmer mengalihkan perhatian Pak Surapraja dan Ibu Handayani yang lagi anteng duduk santai, Pak Surapraja sedang melihat-lihat ponselnya dan Ibu Handayani yang sedang membuka-buka majalah yang ada di meja tamu office menjadi melirik dan melihat siapa yang datang keduanya berdiri sambil tersenyum lebar, Aryanti menyalami Pak Surapraja dengan mencium punggung tangannya dan Pak Surapraja menepuk-nepuk bahu Aryanti, lalu Aryanti mencium tangan Ibu Handayani,dan dia membalasnya dengan memeluk Aryanti...


"Bapak sama Ibu sudah lama datang ? maaf tadi saya habis makan siang dulu, Bapak sama Ibu mau minum apa ?"


"Apa aja,sudah duduk sini, dek Aryanti juga masih cape kan baru datang,Bapak sana Ibu gampang mau makan mau minum tinggal pesan..." Ibunya Adrian mengerti kekagetan Aryanti.


"Gimana dek Aryanti sehat,kelihatan agak kurus capek ya ?" Pak Surapraja melirik Aryanti sambil tersenyum.


"Hee...biasa aja Pak perasaan dari dulu segini gini aja..."


Ibu Handayani hanya tersenyum melihat Aryanti dari ujung kaki sampai kepala dan yang terlihat oleh dirinya hanya Aryanti yang sopan dan juga cantik atau bisa dibilang lebih cantik seiring dengan kedewasaan nya.


"Maaf barangkali Bapak sama Ibu Ada keperluan lain dengan saya atau Pak Edi bisa saya panggilkan ?"


"Nggak usah, Bapak sama Ibu hanya main saja,nih Ibunya ngomooooooong terus mau nengok Dek Aryanti dari kemarin kemarin,kalau sudah mau belum di turuti ya begitulah..."


"Iya,Ibu kangen sama anak anak Ibu sama dek Aryanti juga,sama Anak sendiri semua jauh ya nengok yang dekat aja ke sini..."

__ADS_1


Aryanti hanya tersenyum Ibunya Adrian bicara sambil mengusap usap punggung Aryanti yang duduk di sampingnya.


__ADS_2