
Adelia ngomel ngomel dari tadi nungguin yang di tunggu malah nelephon dan menyarankan jalan duluan dengan alasan mau istirahat dulu, tinggal datang aja pemandu semua wahananya aman dan telah standar juga ramah ramah dan terpercaya biar bebas mencoba semua permainannya...
"Memang urusan sama pengantin baru susah,pake alasan istirahat dulu...mau ngamar ya ngamar aja...kalau malam apa nggak cukup apa ?"
"Ssssssssst,sayang jangan bilang begitu,semua belum kita alami mungkin kita lebih dari mereka heeee..." Fath menenangkan Adelia.
"Mestinya bilang berangkat aja duluan apa sih susahnya ?"
"Sudah sudah...ayo kita jelajahi trek nya..." Fath merengkuh bahu Adelia dan mengusap usap bahunya.
Adelia tersenyum,Fath begitu pengertian.
"Biarkan mereka menikmati bulan madunya,apalagi di sini mereka bebas nggak ada orang tua yang mungkin bikin mereka agak malu,mau siang saat istirahat begini siapa yang larang ? mau kapanpun lanjuuuut..."
Adelia mengangguk,sambil tertawa.
"Sebenarnya aku juga sudah nggak sabar sayang heee..."
"Aku masih sekolah dua tahun lagi Fath"
Linda yang mendengarnya hanya nyengir saja dan mengajak Adelia juga Fath jalan duluan,semua kekesalan Adelia terobati sudah setelah melihat semua wahana dan permainan yang begitu menarik juga mencengangkan yang paling ingin dicoba pertamanya yaitu flying fox yang melintasi kali dan juga untuk menaikinya harus ber sampan di sungai dulu menyeberang dan diantar pemandu lihat airnya begitu tenang dan bersih warna biru,dan semua wahananya begitu menarik untuk ditaklukan nya ada sepeda gantung berjalan di udara menaiki sepeda pake tali pengaman tentunya,sampai masuk bola air raksasa masuk dua orang ,ada kano karakter binatang bisa di goes berdua, panjat tebing dan juga lain-lain yang terakhir Adelia bersantai di rumput yang hijau dan tenda udah disediain difasilitasi Aryanti untuk nanti malam api unggun telah tersedia.
Fath yang mencoba memanjat tebing buatan berkali kali gagal dan menggantung di tali pengaman,Adelia yang menonton di bawah dengan pengunjung lainnya merasa cemas dan deg degan terus men-support dan dukungannya supaya Fath sampai ke atas,mencoba dan mencoba lagi dan akhirnya finis di puncak Adelia mengabadikan dengan camera nya dengan kegembiraan seakan dirinya yang berhasil memanjat tebing itu.
Adrian dan Aryanti yang sudah ada di dekat Adelia ikut juga bertepuk tangan,Adrian mengucek kepala Adiknya dengan gemes.
"Iiiiiiiiiih Kakak apaan sih...?"
"Seneng banget kelihatannya..."
"Sama lah seperti senengnya Kak Adrian sama Kak Aryanti,kelihatan senyum senyum melulu heee..."
"Ya iya lah senyum daripada nangis..." Adrian seperti biasa menjahili Adiknya.
"Itu pengantin di tantang pemanjat dari Malaysia berani nggak ? paling juga kalah heee..."
"Gue kan nggak manjat yang tinggi tinggi sekarang manjat nya yang rendah rendah saja,ya kan sayang haaaa...Fath kan stamina nya belum terpakai pasti finis lah" Adrian melirik Aryanti,dan Aryanti hanya mendelik dan menaikkan alisnya sambil menyikut Adrian.
"Kak Aryanti kita ber sampan yuk saya nungguin Fath turun Kak Aryanti sama Kak Adrian biar cowoknya tuh yang suruh mendayung siapa yang dapat juara..."
"Bener ayo,sebenarnya Aku juga belum pernah nyoba apa-apa di sini" Aryanti semangat juga.
"Kak Aryanti ini ngaco harusnya duluan semua di coba..."
"Haaaaaaaa...Kakak takut Del,pertama di buka kan gratis satu hari semua pada nyoba Kakak lebih senang menonton dan menikmati kesenangan orang..."
"Ya ayo kita juga harus senang heee..."
Fath turun dengan keringat segede gede kacang dan pemandu melepaskan tali tali pengaman dan Adelia memberikan handuk kecil pada Fath dan Fath mengelap keringatnya.
"Ugh...mantap Kak Adrian,udah pernah nyoba belum ? lumayan ngeri juga untuk pemula dan pertama seperti saya"
"Nggak dulu lah Fath...saya manjat yang lain aja Haaaaaaaa..."
Semua tertawa.
"Oke kita mau ngapain sekarang ? mau naik apa kasihan cewek ceweknya ayo kita ber sampan ria mau sayang ?" Fath menarik tangan Adel menuju dermaga.
Dengan mengenakan pelampung pengaman mereka naik sampan perahu tanpa motor hanya ada dua dayung yang mengendalikannya.
"Mas bisa nggak mendayungnya aku takut..." Aryanti yang lagi memakai pelampung seperti ragu.
__ADS_1
"Haaaa...bisa lah tenang saja,kan ada aku, kamu yang merancangnya,tahu kedalaman kali landai ini,kecepatan arus dan lain lainnya kok kamu yang takut"
"Yang menciptakan gedung mencakar langit juga ada yang paranoid ketinggian Mas"
"Tuh lihat Fath sama Adel udah mahir..."
"Ayo Bu naik saya pegang dan tahan dulu perahunya biar nggak goyang goyang..." Pemandu laki laki hati hati membimbing tangan Aryanti menaiki perahunya dan Aryanti naik lalu duduk,di susul Adrian,awalnya perahu goyang tapi lama lama stabil juga,dan mereka bisa menikmati angin semilir menerpa wajah mereka.
"Walau aku bisa renang tapi selalu takut Mas...kalau di kali seperti ini"
"Maunya di bathtub ya renangnya ? haaaa..."
Aryanti hanya tersenyum sambil meninju paha suaminya.
"Mas ganti ah aku ngeri perahu kayak gini mah pake kano itu aja biar di goes kalau nggak udahan yu kita rebahan di tenda aja lebih asyik lihat orang..."
"Ya sudah jangan memaksakan diri kalau nggak nyaman,kita pinggirkan dulu"
Aryanti sama Adrian naik ke dermaga lagi dan Adrian membimbing Aryanti menaiki tangga dermaga,Aryanti yang takut kedalaman tak bisa tenang dan nyaman di atas perahu sampan.
"Enakan gini Mas..." Aryanti tiduran dan lesehan di dalam tenda yang cukup besar,apalagi hari nggak terlalu panas agak mendung mendung sejuk,angin aroma pantai begitu terasa,Adrian bermain gitar dan Aryanti bernyanyi lagu kesukaannya.
"Lagu yang cocok cewek sama cowok dong sayang..."
"Apa ya Mas...?"
"Aku tahu...ini lagu paforitku ku tahu kan "Kemesraan" ?
"Ya ya ya aku juga hafal banget Mas"
"Aku duluan suara awalnya ya..." Adrian mulai memetik gitarnya.
Suatu hari
Dan memandang
Ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar
Terbang bermain di derunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
"Ayo sayang...bagian mu haaaaaaaa..."
*Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
__ADS_1
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentramĀ bersamamu*
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Ingin kukenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram disampingmu
Hatiku damai
Jiwaku tentram bersamamu
"Mas tahu aja lagu yang enak dan romantis buat duet heee..."
"Baru tahu ya kalau aku ini anak band ?"
"Aku nggak suka anak band,kebanyakan gaya sama banyak di gandrungi cewek cewek..."
"Haaaaaaaa...nggak gitu juga kali...emang aku banyak gaya ?"
"Persis banget juga banyak gombal nya"
"Nah...yang nggak suka itu justru yang pasti dapat,seperti kamu jadinya dapatin aku jodohnya anak band haaaaaaaa..."
"Enak aja Mas bukan anak band tapi mantan anak bang band an haaa..."
"Tapi kamu suka kan sayang ?"
"Suka nggak ya ? haaaa...aku mikir dulu"
"Jangan ngeles suka ya suka buktinya nempel terus walau aku mantan anak band band an"
"Aku nggak tahu Mas itu mantan anak band malah tahunya sekarang,dan aku suka lebih ke pribadi Mas dan keseriusan Mas bukan melihat yang lainnya"
"Juga suka karena gantengnya kan ?"
"Itu juga aku akui,jujur karena itu heee..." Aryanti merasa tak malu lagi jujur di hadapan Adrian yang kini telah jadi suaminya,malah Aryanti duluan memeluk Adrian diri belakang karena di depan Adrian masih posisi memetik gitarnya.
"Ya sudah sayang apapun alasannya aku juga suka semua yang ada di dirimu dan kita sudah jadi suami istri,jadi aku boleh peluk kamu,nanti kamu nyanyi lagi aku iringi dengan petikan gitarku ya..."
__ADS_1
Adrian mengusap usap tangan Aryanti yang ada di bawah lehernya dan mencium tangan itu.