
Seakan tak terjadi apa apa Aryanti habis mandi berdandan dengan pakaian rumahan dan keluar kamar dan Adrian masih tergolek di tempat tidur entah tidur atau terjaga Aryanti nggak mau tahu...
Alinea juga sudah mandi dan bermain di teras bersama Ibu Handayani yang tak bosan bosannya memperhatikan cucu semata wayangnya yang bikin gemes dengan sekali kali di peluk paksa dan di ciumnya.
"Nak Adri langsung tidur ?"
"Iya Bu"
"Harusnya mandi dulu sholat sujud syukur telah melewati semua ketegangan dan masalah kalian..."
Aryanti hanya diam dan diam,Aryanti nggak mau membahasnya,semua seperti yang ada dalam bayangannya selama ini sikap dingin Mas Adrian akan kubiarkan sampai dia sendiri yang datang dan butuh Aku.
Tak seharusnya Mas Adrian memperlihatkan sikap yang seperti itu semua bisa di tanyakan baik baik,semua bisa di diskusikan dengan cara yang benar kalau saja Aku menerimanya dengan kepala panas akan seperti apa jadinya ?untung Aryanti masih bisa menahan dirinya untuk tidak menjawab bentakan Adrian tadi,Memang siapa yang mau masuk dalam perangkap orang ? bagaimana rasanya menjadi orang yang di kendalikan orang lain ? mempertahankan harga diri itu harga mutlak tapi untuk meyelamatkan diri juga seandainya harus menggadaikan harga diri mungkin saja di lakukan semua orang,jika tidak ada jalan lain dan pilihan yang lebih baik.
Aryanti merasa dirinya tak bersalah tapi serasa tak di beri kedamaian dan keadilan yang menentramkan oleh suaminya, seakan dirinya yang salah.
Ibu Handayani duduk di samping Aryanti dan tahu kemurungan menantunya,tapi begitu bingung entah darimana harus mulai mencairkan suasana.
"Mas Adri nggak mau ngomong sama kamu Nak ?"
"Oh enggak Bu ngomong kok...cuma ngantuk kali jadi lebih baik Aku tinggalkan saja"
Satu kebohongan bisa dengan mudah di ucapkan...tapi dalam hati kenyataannya begitu nyata.
"Ibu sama Bapak mungkin nggak bisa lama lama di sini,bukannya Ibu nggak senang dan masih kangen sama kalian,tapi Ibu sama Bapak banyak urusan lain yang mesti di urus,kalau urusan di sini sudah selesai mungkin Ibu sama Bapak mau pulang"
"Maafkan Kami Bu...kami hanya bikin repot Ibu sama Bapak saja..."
"Nggak usah berfikiran begitu orangtua sama Anak nggak akan ada batasnya memberikan kasih sayang,Ibu sama Bapak nggak mau apa apa dari kalian...melihat kalian Akur satu alur harmonis dalam rumahtangga itu sudah satu kebahagiaan buat Ibu Bapak"
"Sama Pak Daud juga Bu ?"
__ADS_1
"Mungkin enggak Pak Daud belakangan kalau sudah memastikan Mas Adri lancar laporan tiap dua kali seminggu ke kantor polisi dan memastikan kasusnya clear"
Aryanti teringat belum ada waktu berkonsultasi dengan Pak Daud soal kompensasi yang dirinya sepakati dengan Made Ardika, ingin rasanya Aryanti mendengar pendapat seniornya itu dan apa tanggapan mereka.
Malam menjelang Maghrib baru Adrian bangun dan kelihatan lesu bukannya segar,selesai mandi lalu bikin kopi sendiri dan duduk di teras dengan ponselnya, Aryanti tak menegurnya juga tak mengajaknya bicara hanya melihat dan membiarkannya apapun yang Adrian lakukan, hatinya masih merasa sakit dengan perlakuan kasar yang di terimanya siang tadi,Aryanti menyibukkan diri dengan urusannya sendiri.
Habis maghrib Adrian ke kantornya dan menghabiskan waktu dengan ngobrol di kantor dengan Pak Daud dan Bapaknya sampai Bapaknya pulang ke rumahnya Adrian masih saja ngobrol dengan Pak Daud,dan Pak Daud masuk ke kamarnya Adrian tak pulang tidur di sofa kantornya...
Baru sadar Aryanti kalau suaminya tak ada di sampingnya semalaman dan ini mulai dianggap serius bagi dirinya,tak apa siapa yang akan pertama butuh !
Seperti biasa Aryanti aktivitas di rumahnya juga berdandan untuk berangkat ke kantornya,kelihatan koper mertuanya sudah di depan pintu jadi Mungkin Ibu sama Bapaknya akan pulang hari ini.
"Bu...."
"Ya... Biar bareng ke depannya Nak"
"Oh iya Bu..."
Bu Handayani keluar kamar sudah berdandan cantik dan segar,memandang Aryanti yang juga sudah siap berangkat kerja.
"Nggak apa Bu lain kali kan Ibu sama Bapak masih bisa lebih lama lagi di sini..."
"Sebenarnya Ibu masih kangen dan ingin lama lama sama kalian tapi Bapakmu punya tanggungjawab lain,hati hati jaga diri kalian baik baik ya...Nak Adri mana ?"
"Oh eh iya Mas Adri sudah berangkat duluan Bu..."
"Ya sudah ayo Ibu mau sarapan dulu di cafe...semoga tinggal tenangnya semua masalah sudah selesai tinggal paling jadi saksi saksi nggak apa nggak memerlukan pendampingan khusus semua sudah di urus Bapakmu dan Pak Daud"
Aryanti menarik koper Ibu Handayani dan mereka berjalan berdampingan setelah sebelumnya bergantian mencium Alinea yang masih tidur dengan lelapnya di tempat tidurnya.
Betul saja Pak Surapraja dan pak Daud sudah sarapan dan Ibu Handayani juga Aryanti bergabung dengan dan sarapan bareng mereka Aryanti tak melihat Adrian dimanakah gerangan ?
__ADS_1
"Loh Nak Adri katanya sudah berangkat di mana dia ?" semua pada berpandangan Pak Surapraja bersama Pak Daud bergantian memandang ke arah Ariyanti.
"Biarin Bu Mas Adri masih tidur di kantor..."
"Ada apa ini ? kenapa nggak pulang ? berarti dari malam dia ada di kantor nya apa apaan ada rumah ada istri tidur di kantor nggak benar ini...!"
"Mungkin dia mau istirahat yang nyaman nggak terganggu dengan segala pertanyaan di rumah Bu" Aryanti membelanya.
"Nggak Ibu harus tahu dulu alasannya..." Bu Handayani bangkit dan berjalan ke kantor keruangannya Adrian dan membuka pintunya dengan pelan lalu masuk ke dalam dan menyalakan lampunya, Bu Handayani mendapatkan Adrian tengah tidur di sofa kantor nya Ibu Handayani geleng geleng kepala tak mengerti maksud dan tujuan anaknya.
Aryanti yang mengikuti dibelakang juga melihat Adrian yang kuyu baru bangun tidur.
"Ibu mau pamit pulang,cuma Ibu nggak mengerti apa maksudmu Nak sampai tidur di sini kenapa dengan istrimu ?"
Adrian diam dan mengucek matanya.
"Aku nggak kenapa kenapa Bu cuma Aku masih kepikiran hal hal lain...Aku nggak bisa tidur di rumah,jadi aku mencari teman ngobrol di sini sampai ngantuk dan tidur di sini"
"Ingat semua masalah sudah selesai nggak ada apa apa lagi di sini dan tak akan ada apa apa lagi...harusnya istrimu yang kamu beri semangat kepercayaan diri bukannya kamu malah menghindarinya Ibu tak mengerti jalan pikiran kamu..."
Adrian dan Aryanti hanya diam.
"Sudah cuci mukamu sana Bapakmu menunggu mau pamitan di cafe lagi sarapan"
Adrian bangkit dan berjalan ke kamar mandi sedangkan Aryanti mengikuti langkah Ibu Handayani tetapi Aryanti nggak meneruskan sarapannya langsung duduk di meja kerjanya dan menyimpan tas nya.
Fikirannya Aryanti menjadi kacau tak fokus kerja lagi,ingin segera mertuanya pulang dan dirinya ingin membahas uneg uneg yang ada di dalam hatinya bersama suaminya Adrian.
Dan akhirnya Pak Surapraja dan Ibu Handayani pulang juga setelah sebelumnya memberikan wejangan pada Adrian juga Aryanti dihadapan Pak Daud juga pepatah yang super panjang kali lebar entah ada sedikit yang masuk di otak Adrian entah tidak yang pasti Adrian kelihatan begitu kusut kalau pun senyum di paksakan dan senyum di berkembang kembangkan dihadapan kedua orang tuanya tetap saja kelihatan muram.
Langsung Aryanti siangnya menggelar rapat tertutup dan di minta Pak Daud menghadirinya.
__ADS_1
Pak Daud, Pak Daman, Pak Bharata,Komang Putri,Adrian dan Aryanti,semua merasa ada apa dan ada apa yang menjadi pertanyaan begitu pentingkah rapat ini sehingga begitu harus hadir semua inti dari top level Hotel ini,dan hanya Aryanti yang tak kelihatan punya pertanyaan.
Adrian juga merasa heran tak seperti biasanya Istrinya mengharuskan rapat dan pasti ada komunikasi dulu dengan dirinya atau sekedar diskusi dulu tentang bahasan yang akan di jadikan topik rapat.