
Jam 21.29 Adrian sampai di rumahnya dan hanya menemui Bi Ani masih nonton tv sambil ter kantuk-kantuk.
"Bi Ibu sudah pada tidur ?"
"Nggak tahu Mas biasanya kalau udah masuk kamar nggak keluar lagi"
"Oh ya udah,aku juga mau istirahat"
"Mas nggak makan dulu,kalau mau bibi hangatkan dulu sayurnya" Bi Ani bangkit dari duduknya.
"Nggak Bi ah udah kenyang barusan ketemu teman habis ngopi"
Adrian masuk kamarnya dan rebahan di tempat tidurnya yang gede ukurannya untuk tidur seorang diri,fikirannya jauh ke Livia yang entah kemana dan dimana,tapi berganti dengan bayangan Aryanti seakan tersenyum di langit langit kamarnya,lagi ngapain dia sekarang ya pasti sudah diatas kasur seperti dirinya,Adrian mengambil ponselnya dan melakukan video call.
"Hai sayang lagi ngapain ? itu di mana ?" Adrian mengerutkan dahinya melihat background Aryanti berada.
"Ini di cafe Mas habis di benahi tadi siang hanya mencoba lihat lampu lampunya habis di pasang tadi siang,juga di benahi posisi kursi dan meja lesehannya sama anak anak room boy,bentar lagi udah aku pulang kok,besok mau kita coba buka kata Pak Edi"
"Ya ampun Yan ngapain kerja sampai malam gini apa nggak ada hari esok ?" Adrian agak marah.
"Ini bukan kerja Mas hanya jalan jalan lihat lihat,sekarang aku pulang nih lagi jalan, nih udah sampai depan kamar,tuh kamar Mas kosong nggak ada penghuninya,habis mau ngapain di kamar juga"
"Sudah istirahat,sudah malam" Adrian masih dengan nada marahnya.
"Mas sendiri ngapain video call kalau aku suruh istirahat" Aryanti menjawab dengan nada di buat seakan manja.
"Aku kangen sama kamu"
"Kan baru sehari nggak ketemunya"
"Emang nggak boleh ada yang kangen ?"
__ADS_1
"Boleh banget tapi ada syaratnya"
"Apa syaratnya,bawain oleh oleh ? atau minta di kirim sesuatu ?"
"Aku nggak mau oleh oleh,tapi aku mau orangnya" Aryanti senyum setengah malu.
"Sayang aku juga kangen banget,sehari nggak ketemu kamu,sehari nggak memandang mu,sehari nggak mendengar suaramu aku kangen"
"Yang kangen cepat pulang ke sini,senja dan pantai menunggumu,juga deburan ombak dan semua camar menjadi gelisah juga ada satu hati yang sangat merindu...."
"Ya sayang,paling aku besok siang habis rapat dulu"
"Ya sudah Mas kelihatannya cape banget tidur ya,itu di dalam kamar Mas ya ?" Aryanti melihat ruangan yang asing bagi dirinya.
"Iya ini kamarku,aku selalu berkhayal suatu saat kita bisa berdua ada di sini dengan kerinduan yang seperti ini heeeeeee..."
Aryanti terdiam dan Adrian mengarahkan camera ponselnya ke tiap sudut kamarnya yang sangat luas,hati Aryanti begitu kecil dan nggak merasa dirinya seakan menjadi seseorang yang akan berada di sana,perbedaan dirinya dan Adrian sangat kontras jelas jauh kasta, tapi Aryanti menghibur dirinya Cinta tak memandang kasta semua memilikinya dan merasakannya.
"Tuh lihat kamar cowok emang begini nggak manis cerah seperti kamar anak cewek"
Aryanti hanya tersenyum melihat Adrian memperlihatkan kamar tidurnya,kamar yang menurut Aryanti memang gelap di dominasi warna abu-abu juga paduan wallpaper yang warna warna tua.
"Hai kenapa diam,aku kangen puisi mu sayang walau aku lebih kangen sama orangnya, bagiku kamu itu sudah jadi puisi dalam hidupku"
"Mas..."
"Apa hemght ? ngantuk,ya udah atuh tidur ya,biar aku cium dulu mau sebelah mana ?"
"Mas maunya cium sebelah mana ?" dengan senyum yang begitu menusuk hati Adrian.
"Aku maunya cium sebelah sini boleh nggak ?" Adrian menunjuk bibir Aryanti terus ke bibirnya.
__ADS_1
"Ih nggak boleh,itu 17 tahun ke atas,itu mah kalau udah punya SIM baru boleh" dengan mimik lucu Aryanti spontan menolak,seperti Guru TK memberi peringatan pada muridnya yang nakal.
"Haaaaaaaa,bercanda sayang tapi kalau cium gambarnya boleh kali"
"Itu namanya maksa banget"
"Ya sudah kalau nggak boleh aku tepuk bantal aja tiga kali sama cium bantal aja haaaaaaaa..."
Mereka berdua tertawa bersama,dunia hanya milik mereka,kebahagiaan dan kebahagiaan yang melingkupi mereka,dan semua itu sangat manusiawi dialami semua orang,suka duka kehidupan,tak ada duka dalam hari hari mereka yang ada hanya suka dan manis madunya cinta,juga gelora asmara yang membahana,menghadirkan bunga bunga yang bermekaran setiap waktu.
"Udah ya Mas selamat bermimpi manis"
"Ya,tapi kalau aku nggak bisa tidur aku video call lagi ya"
"Terserah Mas aja,tapi kalau aku dah tidur jangan marah"
"Aku nggak bisa marah sama kamu,dah aku tutup ya cup cup cup..." Adrian melakukan kiss bye.
Klik,Adrian menutup ponselnya dan menaruhnya di dekat laptop,kembali rebahan dengan kedua tangan menjadi bantalnya,jauh sekali rasanya untuk bisa tidur,fikirannya ngambang dan mengembara kemana mana,perasaan hatinya ingat Livia punya teman perempuan tapi siapa ya ? mungkin Irene juga kenal ya ?
semua fikiran Adrian tentang Livia harus segera selesai,dan seandainya tak ketemu lagi atau tak bisa menghubungi lagi dengan Livia Adrian menganggap semuanya berakhir.
Mungkinkah Aryanti mengerti ? tapi dirinya minimal sudah berusaha,Aryanti orangnya begitu tertib semua pake aturan dan etika,kelihatan jalan hidupnya di jalani diatas relnya yang jelas,sampai saat ini Adrian tak menemukan kebohongan di dirinya,semua apa adanya dan itu sisi lain di dirinya yang sangat di sukai Adrian.
Aryanti belum pernah punya pacar dan berpacaran,mungkin cinta pertamanya aku ? Adrian tersenyum seorang diri,
Adrian merasa bangga diri menjadi cinta pertama buat Aryanti.
Seperti tadi membuka laptop Aryanti seperti membuka rahasia hatinya saja,tak terlihat ada foto cowok lain yang ekslusif tersimpan di laptopnya yang ada hanya foto foto cowok teman taekwondo nya itu juga fotonya rombongan dan juga foto teman kuliahnya yang sama di fotonya bergerombol begitu.
Ada satu foto yang Adrian merasa bersalah melihatnya dan yang membuat hatinya begitu berdebar dan bergairah saat melihat foto pribadinya Aryanti walau itu jauh masih dalam batas wajar,ada foto Aryanti yang hanya menggunakan tangtop dan celana olahraga dengan rambut tergerai,ada juga yang di kepang,mungkin tujuannya meniru pose aktris penyanyi luar negeri favoritnya "Britney Spears" karena di sampingnya juga ada foto foto Britney Spears dengan kostum seperti itu, dengan kata kata di bawahnya "High Quality Jomblo" menggelikan memang.
__ADS_1
Adrian berfikir Aryanti manusia biasa punya khayal,impian,hobby dan idola di balik santun dan sopan perilaku dan bawaannya,tapi dari semua kreatif dirinya juga kata katanya yang terlihat mencerminkan dirinya berotak cemerlang diatas rata rata,dan kekaguman Adrian sangat beralasan.