Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Ideal


__ADS_3

Selesai makan Adelia menarik tangan Jihan ke taman Hotel untuk ngobrol sedikit, mungkin ada hal yang pribadi atau antar sesama sahabat mungkin ada hal-hal yang urgent untuk di obrolkan tanpa tahu atau merasa malu kalau di omongkan secara terbuka dan menginginkan rahasia dari yang lainnya atau Adelia memberikan motivasi tentang masa depannya tentang hubungannya atau juga memberikan resep bulan madu dan pernikahan atau mungkin juga yang lainnya.


Yang pasti keduanya terdengar terbahak atau kadang bisik bisik,dan yang ketangkap nyata keduanya merasa begitu senang dengan pertemuan ini.


Fath, Habil, Adrian dan Aryanti pun meneruskan ngobrol dan memberi ruang pada Jihan dan Adel melepaskan rasa mereka sebelum berpisah kembali dengan waktu yang tak tahu sampai kapan mereka bisa bertemu lagi, hanya waktu yang akan menjawabnya, 4 tahun kebersamaan mereka telah membingkai satu sketsa persahabatan yang begitu terlihat dengan jelas.


"Tadinya mampir sebentar tak tahunya sampai makan segala,dan tak tahu itu sampai kapan heee..." Pak Habil memandang Jihan dan Adelia yang masih asyik ngobrol dan menunjuk dengan mengangkat mukanya.


"Menyenangkan kekasih dan istri itu ibadah Pak Habil heee..." Aryanti berusaha menghibur Pak Habil dan Aryanti tersenyum menatap Habil.


"Tuh Fath apa kata Kakak mu ?!" Adrian tertawa,dan Fath juga tertawa sambil mengangguk.


"Pak Habil sejauh mana sama Neng Jihan jangan lama lama kita tunggu khabar baiknya lho...ya kan Mas ?"


Adrian mengangguk dan tersenyum menatap Habil yang kebingungan entah dari mana harus mulai cerita yang pasti Habil juga merasa bingung belum menemukan satu jawaban yang pasti terlebih kepastian dari hatinya sendiri akan pilihan yang disodorkan orang tua mereka sebenarnya dirinya baru menjajaki walaupun sinyal terlihat di mata Jihan.


Dan Habil sendiri belum bisa menentukan apakah Jihan jodohnya atau bukan tetapi berharap seandainya Jihan adalah yang terbaik untuk dirinya semoga dimudahkan jalannya tetapi seandainya ada pilihan lain yang lebih baik dan yang terbaik di mata Yang Maha Mengatur maka kita hanya bisa pasrah diri.


"Yah beginilah Bu Aryanti sekelumit perjalanan panjang ku, semoga semuanya di mudahkan,


saya tidak bisa berkata pasti,tapi harapan ke arah situ selalu ada dan terbuka khususnya dari saya"


"Cari kecocokan nya Pak Habil jangan mempermasalahkan perbedaan,baik dari prinsip juga kebiasaan kita InsyaAllah semua di mudahkan" Aryanti merasa ingin mensupport sahabatnya itu.


"Itulah Pak Adrian,saya selalu merasa tenang,adem dan tentram meresapi setiap kata kata teman saya Bu Aryanti ini,selalu ada pelajaran yang saya dapatkan,jadi saya merasa betah ngobrol berlama lama dengan Bu Aryanti"


Adrian tertawa kecil sambil mengusap punggung Aryanti.


"Ah Pak Habil saya jadi merasa malu apalagi ini di depan suami tercinta saya heee..."


"Haaa...saya terus terang di depan Pak Adrian,kalau di belakang saya nggak mau,dan mungkin nggak boleh,saya jatuh hati sama Bu Aryanti dari mulai pertama bertemu tapi sebagai sahabat yang nyambung ngobrol segala hal,yang membatasi kami hanya saya laki laki dan Bu Aryanti perempuan,


apa saya masih boleh jadi sahabatnya Pak Adrian ? heee..."


"Heee... kenapa enggak Pak Habil ? istri itu bukan untuk kita kuasai segalanya,ada hak dan milik orang lain,milik sahabatnya,


milik saudaranya,milik orangtuanya dan sekaligus milik publik seperti Bu Aryanti ini,mungkin menjadi milik saya sepenuhnya hanya di tempat tidur dan di rumah haaaaaaaa..."


Habil tertawa dan Fath juga ngakak,Aryanti menyandarkan kepalanya di bahu suaminya sambil tertawa juga dan Adrian mengusap usap bahunya dan mengecup kepala istrinya,Jihan yang sekilas melihat ke Arah Adrian dan Aryanti agak termangu dan bergumam dalam hatinya 'sepertinya ini nyata bukan drama'

__ADS_1


Aryanti mengerti apa yang di katakan Pak Habil itu dari hatinya yang masih labil dan galau dengan masa depannya bersama Jihan.


"Berpasrah diri saja Pak Habil,di bawa tenang hatinya,kalau sudah jodoh seperti kami juga Fath Adelia semua begitu mudahnya"


"Di do'ain saja Bu Aryanti,Pak Adrian juga Pak Fath..."


"Semoga semoga...pasti kami berdo'a dan mendukungnya Pak Habil"


"Del Apa masih lama ngobrolnya ?" Aryanti mengingatkan Adelia sama Jihan yang masih anteng saja ngobrolnya,entah soal apalagi sepertinya nggak ada habis habisnya.


Dan akhirnya Adelia sama Jihan berpelukan satu sama lain dan begitu hangatnya,dan Adelia mengusap sedikit bening di ujung bola matanya di saksikan Adrian Aryanti Habil dan Fath yang saling terdiam masih dalam duduknya,Adelia sama Jihan kembali ke meja dan tempat duduknya semula.


"Ya sudah Pak Adrian, Bu Aryanti dan semuanya saya sama Jihan pamitan,terimakasih makan siang berjamaah yang sangat nikmat juga ngobrolnya,


perjalanan kami masih jauh"


Adrian mengangguk sambil memegang bahu istrinya.


"Hati hati ya Pak Habil juga Neng Jihan..." Aryanti menatap Habil sahabatnya.


"Sampai jumpa lagi Ji..."


Semua bersalaman,dan sekali lagi Adelia memeluk sahabatnya Jihan,Jihan kelihatan ragu saat akan menyalami Adrian membuat Jihan tak terlalu lama bersalam tatap senyum dengan Adrian,keburu Aryanti menyodorkan tangannya sambil tersenyum.


Jihan sejenak bengong,


mengucapkan terimakasih dengan parau hampir tak terdengar,tetapi seketika sadar senyum dan mengangguk lalu membungkuk dan berlalu dalam pandangan dan lambaian tangan Adelia juga Fath.


Jihan melempar badannya di jok mobil di samping Habil,terasa longgar menarik nafas yang sejak tadi begitu di rasa sesak,dan mobil pun melaju seraya menyalakan klakson Habil menutup kaca mobilnya.


Habil melirik Jihan yang ada di sebelahnya yang tak bersuara sejak masuk ke dalam mobil,dan Habil mengerutkan keningnya perasaan dirinya tidak melakukan salah tapi tadi malah Jihan sendiri yang begitu lama ngobrol sama sahabatnya Adelia atau juga ada apa ya ?


Habil dengan hati hati mengemudikan mobilnya dan menunggu reaksi,komentar atau pendapatnya Jihan tentang pertemuan dengan sahabatnya tadi,tetapi Habil malah melihat Jihan memejamkan matanya dan Habil pun tak berani mengusiknya,membiarkan Jihan dengan perasaannya sendiri,


mungkin saja Jihan sedih berpisah kembali dengan sahabatnya Adelia,atau juga gamang memastikan masa depannya dengan dirinya...


Habil fokus pada jalan yang akan di laluinya,sesekali memandang Jihan di sampingnya dan menarik nafas panjang,betapa banyak yang belum di ketahui dan harus di fahami dari dirinya juga Jihan,tapi Habil yang merasa lebih dewasa harus lebih bijaksana lagi dalam memahami apapun itu yang ada di diri Jihan,terasa berat rasa Habil menjajaki sebuah hati yang sebelumnya tak pernah untuk dirinya,dan hati yang di awali dengan penolakan.


"Ji sudah mau Cianjur nih jalannya mau lewat mana ? ke Puncak apa lewat Sukabumi jalan Cianjur ?"

__ADS_1


Jihan membuka matanya dan memandang ke depan jalan.


"Terserah Kak Habil ,aku ikut aja..."


"Ya kalau kalau kamu mau lewat sekalian jalan jalan di Puncak ayo aja,kalau mau lewat pinggir Pantai Sukabumi ayo..."


"Pokoknya asal sampai saja Kak..."


"Sepertinya kamu tidak mood banget Ji ? ada apa ? sebagai apa kamu pandang Aku, Aku akan selalu mendengar mu,apa perpisahan dengan sahabatmu Adelia mengganggu fikiran kamu atau menyesal pergi ke Pangandaran ? atau Aku melakukan salah padamu Ji ?"


"Aku nggak apa apa kok Kak, Aku hanya nggak enak badan Kak,mungkin masuk angin..."


Habil meminggirkan mobilnya dan berhenti,lalu memandang Johan dan meraba keningnya,juga lehernya.


"Nggak panas kok,apa karena kamu kecapaian mungkin,apa yang di rasa ?"


"Hanya merasa meriang aja..."


"Apa kita istirahat dulu ?"


"Nggak usah Kak Aku ingin cepat sampai"


"Ji kenapa kamu ini tadi begitu senang saat bertemu sahabatmu Adelia tapi kini berubah jadi mendung ?"


"Apa Kak Habil sudah lama kenal Bu Aryanti ?"


"Cukup lama kenapa memang ?"


"Sepertinya Kak Habil begitu mengidolakan Bu Aryanti..."


"Terus terang Aku begitu kagum dengan sosok Bu Aryanti,dari semua segi terutama dari cara berfikir nya"


"Aku bukan orang seperti itu Kak..."


"Ya ampuuuuun...Ji aku tidak membandingkan kamu dengan siapapun,Bu Aryanti ya dia dengan pribadinya dan Kamu ya kamu apa adanya...Bu Aryanti teman saya di Hotel,teman kerjasama di outbound,teman saya diskusi semua persoalan pekerjaan kami karena kami bidang nya sama,teman yang memotivasi dalam segala hal"


"Begitu sempurna seorang Bu Aryanti di mata Kak Habil ?"


"Tak ada manusia yang sempurna Ji...,akan tetapi dia adalah wanita ideal"

__ADS_1


"Apa Kak Habil pernah mencintainya ?"


Bersambung...


__ADS_2