Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Bagiku no !


__ADS_3

Pagi paginya,Jihan merasa yakin kalau Adrian mau ikut bersamanya dan mengantar dirinya karena sampai saat ini belum ada telepon atau kabar membatalkan.


Takutnya Adrian belum bangun dan tidur kebablasan karena? ini hari Minggu Jihan mencoba menelepon Adrian.


"Hai Mas... gimana nggak ada rencana ke mana-mana kan jadi sama aku berangkat ?"


"Ok aku siap tapi belum dandan baru mandi nih"


"Ya sudah slow aja... aku tunggu di bawah samping pintu lift ya"


"Ya ya ya..."


Jihan tersenyum dan merasa dirinya menang, tidak terbebani sedikit rasa di hatinya karena setiap pergi ke paguyuban dirinya sendiri atau paling sama teman perempuannya dan sekarang akan ada Adrian di sampingnya dan semoga ini jalan awal dirinya bersama Adrian.


Adrian on time, menghampiri Jihan yang dengan pandangan kagumnya sambil tersenyum menyambut Adrian yang datang keluar dari lift.


Mereka berjalan ke arah jalan raya dan Jihan menyetop satu bus entah ke arah mana,mereka duduk berdampingan,rasa suka Jihan pada Adrian telah membiusnya,melambungkan angan dan khayalnya,melupakan segalanya.


"Akhir-akhir ini Mas Adrian sibuk banget ya, sampai aku enggak pernah melihat pagi sebelum berangkat ataupun makan siang di kampus"


"Ya begitulah kuliah seperti saya ini kalau memang tidak dipelajari dengan baik mungkin tidak akan ada hasil yang akan dibawa"


"Tapi kalau merasa lelah atau penat butuh teman ngobrol atau sekedar diskusi Aku siap menemani, kita hangout sama-sama"


"Ok,Terima kasih Ji..."


"Bagaimana pandangan Mas Adrian terhadap pergaulan anak muda sekarang dan satu pendapat untuk pacaran dan pergaulan bebas seperti menjalankan **** pranikah ?"


"Kenapa kamu bertanya seperti itu Ji...? jelas Aku bukan penganut paham itu walaupun aku seorang laki-laki yang bebas memandang sebuah pergaulan,tetapi paham ketimuran aku masih memegangnya, dalam arti **** pranikah bagiku no !"


"Hebat Mas Adrian ini bisa memegang teguh prinsip,aku hanya ingin tahu saja, kita berdiskusi dan ngobrol kan ?"


"No problem Ji"

__ADS_1


Adrian merasa kaget tiba-tiba Jihan memancing obrolan yang di luar dari dugaanannya entah apa yang ada dipikirannya, jarang-jarang seorang perempuan memancing untuk mengambil topik pembicaraan yang seperti itu tapi Adrian ikuti aja alurnya,ke mana arah pembicaraan Jihan selanjutnya.


"Kalau kamu sendiri bagaimana pandangannya dengan hal yang seperti tadi kamu katakan Ji...?


"Sampai saat ini aku juga sama masih memegang adat ketimuran tetapi kan manusia sifat berubah,segalanya bisa berubah termasuk Mas Adrian sendiri"


"Tapi aku belum terfikir untuk menjalani hal seperti itu,dan aku selalu punya filter agar prinsipku itu tidak berubah dan tak akan pernah berubah"


"Seperti apakah itu ?"


"Sebuah tujuan hidupku yang sehat,yang hakiki,yaitu bangunan rumah tangga yang baik dengan orang yang aku cintai"


Jihan terdiam dan Jihan mengerti tujuan akhir dari semua orang adalah ke arah itu tapi proses menuju ke arah itu setiap orang berbeda-beda ada yang harus menempuh jalan mudah jalan susah bahkan pengorbanan, omongan Adrian begitu mengena di hatinya Jihan,berarti Adrian tidak bisa digoda hanya dengan kecantikan dan kemolekan tetapi seorang Adrian harus dibeli dengan hati dan perasaan.


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol dengan berbagai topik dan akhirnya sampai ke tempat tujuan yaitu sekretariat paguyuban mahasiswa keturunan Arab di Australia.


Acaranya hanya berkumpul saja basa-basi, tidak ada bahasan yang yang menjurus ke arah program akan membentuk seperti usaha bersaman misalnya,ini hanya ngumpul silaturrahim dan makan-makan ngobrol ada mungkin sedikit setoran wajib uang kas atau arisan yang hanya untuk pengikat kekompakan saja.


"Ji biasanya Adel seneng beli apaan kalau kamu belanja bareng ?"


"Paling yang nggak pernah lupa dia suka coklat,Mas Adrian mau kirim Adel ?"


"Ya sekedar oleh oleh,terus apa ?"


"Apa ya, sama kayak makanan makanan begini aja...oh iya dia suka buah" Jihan sambil memegang kemasan kemasan makanan yang berjejer di etalase.


"Ya sudah kita cari buah buahan"


Begitu banyak yang dibeli Andrian selain untuk dirinya juga untuk Adelia dan juga untuk Jihan Adrian membawa dua tentengan dan Jihan bawa juga dua tentengan.


Sampai di tempat tinggalnya Adrian mengetuk kamar Adelia akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam,dan kelihatan di dalam juga gelap mungkin Adel lagi keluar dan Adrian kembali kekamarnya berpisah dengan Jihan masuk ke kamar masing-masing.


Sampai habis maghrib Adelia masih belum datang mungkin dia berangkatnya sore ke mana dia ya kan ini hari Minggu ada kecemasan tersendiri di hati Adrian,walau adiknya telah dewasa sudah bisa memilih jalan yang menurutnya baik,tapi kecemasan seorang Kakak sangat beralasan apalagi Adelia seorang perempuan di negeri orang.

__ADS_1


Adrian baru saja melongokkan kepalanya keluar pintu kamarnya siapa tahu ada Adelia datang,tapi yang dilihat dan di tengok orang lain lagi orang lain lagi yang hanya lewat depan kamarnya, Adrian mencoba menelephon ke ponselnya tapi tidak diangkat dan tidak dijawab mungkin saat ini Adelia benar-benar marah terhadap dirinya,biarlah karena mungkin kali ini adalah yang terakhir bisa jalan bersama Jihan dan esok esok lagi pasti dirinya akan membuat alasan yang masuk akal yang pasti agar bisa menolak ajakan Jihan.


Jam 21.05 malam baru kali ini tepat perkiraan Adrian dan benar adanya terlihat Adel digandeng seorang laki-laki dan berjalan menuju kamarnya,Adrian melihat dari belakang mereka dan mungkin ini yang disebut-sebut pacarnya Adel,Fath anak seorang saudagar perkebunan kelapa sawit Malaysia.


Adrian menarik nafas lega hatinya merasa tenang Adelia sudah pulang dan dia pergi bersama teman cowoknya,dari semalam Adrian terakhir ketemu adiknya baru melihatnya ketemu malam lagi.


Adrian mengetuk pintu kamar Adel yang terbuka,Fath yang lagi duduk lesehan tengadah lalu menyimpan ponselnya dan tersenyum,Adrian menyodorkan tangan di sambut Fath sambil tersenyum lebar,Adel yang lagi bikin minuman hanya melirik ke arah Kakaknya dan kembali mengaduk minuman di gelas.


"Saya Kakak nya Adelia..."


"Oh ya Kak Adrian kan ?" Adelia suka cerita soal Kak Adrian.


"Pasti cerita yang baik baik kan heeee..."


"Oh tentunya,senang bersua Kak Adrian"


"Del sudah pada makan belum ? di tempatku ada makanan"


"Nggak usah,aku sudah makan tadi di luar" Adel menjawab ketus sambil menyimpan minuman di depan Fath.


Adrian kembali ngobrol dengan Fath sekedar perkenalan pertama mereka,dan sekedar ber basa basi sambl melihat karakternya seperti apa,Fath kelihatan orangnya baik sopan dan kalem,sepertinya jauh dari kata nakal,mungkin di banding dirinya masih nakal dirinya.


"Kapan main ke Indonesia ?"


"Tergantung Adel ngajak nya kapan heee..."


"Del kapan Ajak Fath ke Indonesia ?"


"Nggak,aku nggak mau pulang,aku pulangnya ke Malaysia saja"


"Waduh...lu jadi orang Malaysia gue nggak punya adik lagi doooong..."


Fath sama Adrian tertawa hanya Adel yang hanya diam dan cemberut Fath mengerti karena Adel tadi udah cerita kalau dirinya lagi berantem sama Kakaknya,karena berbeda faham dan prinsip, Fat bisa memahaminya mengerti perasaan wanita, memang seperti itu begitu sensitif dan mudah tersinggung,juga Fath menghargai usaha Adrian dengan memanfaatkan dirinya untuk bisa bisa berdamai dengan Adelia.

__ADS_1


__ADS_2