Pesona Aryanti

Pesona Aryanti
Seperti kamu di hatiku


__ADS_3

Aktifitas dan rutinitas di jalaninya dengan kesabaran,kejujuran dan ikhlas dalam bekerja,membuahkan hasil yang tak meng hianati perjuangan,hari hari di lalui dengan semangat yang begitu manis,dan senja setiap waktu menanti tak perduli terang ataupun mendung tetap setia dengan siklusnya.


Aryanti memang pekerja keras tak kenal lelah dengan segala rintangannya,begitu juga Adrian semakin memperlihatkan profesianalisme nya dalam bekerja,karena merasa dirinya pucuk pimpinan di situ jadi dirinyalah yang paling bertanggungjawab atas segalanya.


Hingga tiga bulan berlalu sejak Adrian pergi ke Bandung untuk mengajukan segera di resmikan nya Hotel yang baru itu dan sampailah pada harinya,semua terasa semarak,umbul umbul menghiasi sepanjang pilar pilar pagar Hotel,papan nama Hotel masih di tutupi kain dan besok Hotel ini di buka secara resmi untuk umum,spanduk spanduk semua fasilitas dan diskon bagi yang mau menikmati liburan week day juga week end dan liburan akhir tahun terpampang jelas.


Restourant,cafe sudah siap dengan segala pelayanan dan menu menunya,kamar kamar dan ruang sidang,aula,meeting,telah memenuhi standar hotel bintang,kolam renang,taman bermain anak anak di depan Restourant keluarga begitu nyaman siap menyambut tamu yang datang mau menikmatinya.


Tiga bulan berbenah total dari segala segi baik dari sumberdaya manusianya dan pengadaan itu sendiri terasa menanjak bagi Aryanti sebagai Direktur operasional nya,baru sekarang bisa bernafas agak lega terutama dalam memenuhi target finansial yang di bebankan pada pengelola dan tidak di suntik lagi dari pusat.


Semua bekerja keras dan bekerja cerdas akhirnya tercapai juga target di bulan ke tiga,nyaris meloncat loncat Aryanti dan tak sadar memeluk Adrian saat melihat laporan rekapan pendapatan di bulan ketiga ini,tanpa mengindahkan Linda yang senyum senyum,Aryanti merasa malu di saksikan Pak Edi, Linda dan yang lainnya.


"Eh maaf maaf maafkan saya Pak Adrian,ya ampun...saking senangnya saya,perjuangan kita semua ini Pak Edi,Linda dan Bapak Bapak yang lainnya...juga semua karyawan"


"Haaaaaaaa,nggak apa apa Bu Aryanti apalagi saya lebih bahagia,berkat kalian semua secara pribadi saya merasa di dukung penuh"


"Sama sama Pak Adrian Bu Aryanti,semoga kita semakin mantap dan maju besok titik awalnya"


"Mari kita cek lagi sekecil apapun kesalahan dan kekurangan untuk kelangsungan acara besok"


"Baik Bu Aryanti"


"Juga tolong sama Bapak Satpam kalau ada karangan bunga yang datang lagi di simpan di dalam aja dulu,atau di parkiran yang sebelah dalam yang masih kosong,biar besok pagi saja di pajang nya biar kelihatan segar"


"Iya iya Bu..."


"Pak Adrian, Bapak sama Ibu Surapraja posisi sekarang di mana ?"


"Masih di perjalanan Bu Aryanti,tadi waktu saya telephon sudah lewat Ciamis"


"Iya semoga lancar selamat di perjalanan nya"


"Bu Aryanti,gimana kalau kita minum dulu coklat hangat melepaskan penat di cafe ?"


Aryanti memandang Adrian dan tersenyum penuh arti.


"Linda saya pergi dulu ya,istirahat saja dulu,kalau enggak ayo kita minum bersama biar saya yang traktir"


"Silahkan saja Bu Aryanti terimakasih,saya ada janji hati heeeee..."


"Heeee rupanya padat juga agendanya,pantesan dari tadi ponselnya kelihatan nggak istirahat"


"Ah Ibu bisa aja"

__ADS_1


Aryanti keluar dari office menuju cafe menyusul Adrian dan duduk bersebrangan,memang benar benar lelah seharian ini semua karyawan tanpa kecuali di haruskan hadir sampai jam sembilan untuk mempersiapkan hajatan peresmian esok hari.


"Sayang mau minum apa ?aku mau STMJ plus" Adrian memandang wajah Aryanti yang kelihatan cape banget.


"Aku juice jeruk aja Mas" Biar aku aja yang pesan Aryanti bangkit,tapi di tahan tangannya sama Adrian.


Biar dia aja yang ke sini,dan benar anak cafe itu datang menghampirinya.


"Pak Adrian sama Bu Aryanti mau pesan apa ?"


Saya STMJ plus satu,dan satu lagi juice jeruk"


"Baik Pak di tunggu ya..."


Cafe belum terlalu ramai hanya ada beberapa pasangan yang sama lagi ngobrol juga pasangan paruh baya dan empat orang muda mudi satu meja,suasana yang romantis dengan hiasan lampu agak redup di beberapa titik dan terang di titik lain,juga alunan musik non stop yang slow,sangat cocok bagi yang ingin hangout rehat dari aktifitas.


"Sayang kenapa cincinnya nggak di pakai ?"


"Tadi pagi mandi kena sabun licin jatuh terus aku simpan di kamar mandi jadi lupa pakai lagi"


"Oh di kira hilang,kalau hilang nanti aku ganti"


"Tak mudah untuk di ganti Mas,dan tak akan tergantikan jadi aku jaga semampuku"


"Seperti kamu di hatiku"


"Seperti kamu di hatiku"


"Iya sayang terimakasih telah menjadi yang istimewa di hidupku"


"Heemght..."


"Mas aku malu rasanya ketemu Ibu sama Bapakmu"


"Kenapa malu,itu calon mertuamu"


"Kamu dalam memimpin begitu tegas,profesiona,dalam urusan kerja nggak ada yang nggak beres kenapa ketemu calon mertua jadi malu ?"


"Itu luar urusan pekerjaan Mas..."


"Bapak sama Ibuku pasti bangga padamu sayang"


"Tapi kan mereka belum tahu hubungan kita"

__ADS_1


"Apa sekalian nanti aku bilang aja ya ? boleh nggak sayang ...?"


"Mas !"


"Kenapa ?"


"Aku takut,semua tak seperti angan dan harapan kita selama ini"


"Yanti sayang,orangtuaku orangtua modern yang mengikuti perkembangan jaman,jadi apa yang di takutkan ?"


"Satu kata yang aku takutkan dari hubungan kita Mas yaitu "penolakan"


"Sayang yakinkan hatimu pandang aku,aku yang akan memperjuangkannya seandainya itu terjadi,dan aku jamin aku nggak ingin kamu terluka oleh siapapun"


"Sudahlah mas,lain kali kita bahas soal ini sekarang aku belum siap,kita fokus aja dulu untuk acara esok hari"


"Aku ikuti apa mau mu jika itu yang terbaik menurut mu"


"Heemhgt" Aryanti meminum sisa minumannya dan Adrian juga begitu lalu keduanya beranjak keluar cafe.


"Sayang kamu istirahat duluan ya aku nungguin Bapak sama Ibuku takut kamu terlalu cape"


"Iya Mas"


"Kalau sudah sukses acara besok ada surprise buat kamu"


"Sesuatu banget,biasa aja atau luar biasa Mas kriterianya heeeeee..."


"Sepertinya sesuatu banget"


"Terimakasih janjinya ya Mas" aku duluan ya.


"Hati hati...jangan jadi fikiran biasa aja,ntar kesandung" Aryanti melirik Adrian sambil manyun dan Adrian terkekeh sendiri.


Sampai di kamarnya Aryanti membersihkan diri dan berganti pakaian,lalu menunaikan kewajibannya sholat Isya da naik ke tempat tidur,udara pantai terasa menggigit menusuk tulangnya karena dingin dan Aryanti membungkus badannya dengan selimut dan memeluk guling.


Fikirannya kacau melayang ke sana sini dan nggak fokus ke satu masalah,besok Orangtua Adrian hadir si sini sekarang lagi di jalan bentar lagi datang semua sudah di persiapkan tinggal memilih mau menempati kamar Hotel lantai berapa atau di bungalonya semua sudah siap,Acara besok seperti apa ya ?


Adrian yang ingin memberitahukan hubungan mereka pada orang tuanya,juga surprise Adrian


Ah semua ada di fikirannya dan belum terpecahkan.


Aryanti semakin erat memeluk guling nya dan membenamkan mukanya ke bantal,hanya satu keinginan hatinya tidur di pangkuan Adrian dan Adrian selalu bisa menenangkannya dikala hatinya cemas,galau dan penuh permasalahan.

__ADS_1


Semakin malam semakin hatinya tak bisa berdamai,hanya satu yang bisa di lakukannya sholat malam dan berdo'a pasrah diri pada Yang Maha Kuasa,menyerahkan semua permasalahannya,di situlah hatinya mulai damai dan tenang.


Diambilnya kotak perhiasan dan di buka bunyi nada nada yang keluar dari iramanya begitu di hafal nya dan di biarkan terbuka dan berbunyi terus dan Aryanti pun tidur di Nina bobo kan irama dari kotak perhiasan itu...


__ADS_2