
Aria kemudian menundukkan kepalanya dan berbicara dengan suara yang rendah. "Aku harus punya partner. Hanya dengan memiliki partner, aku bisa menggunakan kekuatan sejati keluargaku."
"Keluarga?" Ryan menutup matanya sejenak seperti memikirkan sesuatu.
Saat Ryan membuka matanya, ia berkata, "Kanzaki Holmes Aria."
Mendengar nama itu keluar dari mulut Ryan, Aria dengan cepat mengangkat kepalanya. Wajah muda yang lembut dan imut itu dipenuhi dengan ekspresi keterkejutan.
"Ka-kamu … bagaimana kamu tahu nama lengkapku yang asli?!"
"Apakah itu aneh?" Ryan melihat tatapan heran Aria dan tersenyum.
Lalu Ryan berkata, "Lagi pula, sejak kelas satu semester dua, kamu sering mencariku di kelas dan juga diam-diam mengumpulkan informasi mengenai diriku. Jadi wajar saja jika aku melakukan hal yang sama."
Sejak kepindahan Aria ke SMA Butei Tokyo, Ryan memang sudah mulai mengumpulkan informasi dasar mengenai Aria.
Tentu saja, tujuan Ryan melakukan semua itu hanya untuk memuluskan aksinya ketika ia ingin membuat Aria jatuh cinta padanya.
"Nama lengkapmu adalah Kanzaki Holmes Aria. Dan Kakek Buyutmu adalah Sherlock Holmes." Ryan menatap lurus ke arah Aria.
"Jadi, kamu adalah Sherlock Holmes IV."
Nama Sherlock Holmes tentu sudah sangat tidak asing. Dia adalah seorang detektif terkenal di Inggris lebih dari seratus tahun yang lalu.
Dia terkenal dengan deduksinya yang luar biasa. Selain itu, ia juga memikiki kekuatan dan teknik menembak yang luar biasa, sehingga ia menjadi panutan banyak Butei.
Keturunan Sherlock Holmes sampai saat ini masih aktif di komunitas Detektif Inggris Raya. Bahkan mereka juga telah dianugerahi gelar bangsawan. Mereka menikmati perlakuan khusus yang tidak sebanding dengan orang kaya biasa.
Dan Aria, adalah keturunan Detektif terkenal itu. Ibu Aria adalah wanita berkebangsaan Jepang. Maka dari itu, Aria juga memiliki marga Kanzaki yang merupakan marga dari Ibunya.
"Jujur saja, aku sangat terkejut saat pertama kali mendapat informasi ini." Ryan mengangkat bahu dan berkata, "Keluargamu secara turun temurun bekerja sebagai Detektif. Akan tetapi, sang keturunan keempat, malah memilih menjadi Butei. Kenapa kamu tidak mengikuti jejak Kakek Buyutmu seperti Ayah dan Kakekmu?”
“Itu tidak mungkin. Aku tidak mewarisi kemampuan penalaran Kakek Buyutku. Bagi keluarga Holmes, aku hanyalah produk cacat.” Tampak sekilas adanya kesedihan dan rasa sakit terpancar di wajahnya. Namun, semua itu hilang tergantikan dengan tatapan mata yang tegas.
__ADS_1
"Maka dari itu, aku memilih menjadi Butei. Ini adalah caraku untuk mendekati prestasi kakek buyutku!"
Mendengar hal ini, Ryan terdiam. ‘Jadi begitu … Aria tidak sedang mengetesku saat itu, tetapi dia benar-benar tidak bisa membaca situasi dan melakukan perencanaan yang baik.’
‘Itu artinya, Aria bisa mendapat peringkat S murni berdasarkan kemampuan fisiknya. Dengan tubuhnya yang mungil, dia memiliki mobilitas yang tinggi. Dengan keunggulannya itu, dia pasti telah menyelesaikan banyak Komisi Pribadi yang berhubungan dengan penangkapan pelaku kejahatan.’
Saat ini, suasana di antara Ryan dan Aria menjadi agak berat.
Untuk menghilangkan susana berat ini, Ryan kembali berbicara "Jadi, apa kekuatan sejati Keluargamu yang tadi kamu bicarakan?"
“Kamu tidak tahu?” Aria lalu memberikan mencoba memberi Ryan sedikit gambaran. “Ketika kita berbicara tentang Holmes, selain keahliannya dalam deduksi penalaran dan kemampuan menembaknya, apa lagi yang dapat kami pikirkan?”
“Hmm …” Ryan berpikir sejenak. “Watson?”
“Itu benar. Kakek buyutku memang terkenal telah memecahkan banyak kasus. Akan tetapi, tanpa bantuan partner yang baik, maka Kakek Buyutku tidak akan bisa memecahkan kasus sebanyak itu.” jelas Aria dengan sangat bersemangat.
Dari tingkah Aria ini, Ryan sadar bahwa Aria sangat mengidolakan Kakeknya.
“Jadi, kekuatan sejati keluargamu berhubungan dengan partner?”
Dokter Watson menempati proporsi yang sangat besar dalam kehidupan Sherlock Holmes. Selain memberi bantuan secara fisik, Watson juga sering memberi banyak nasihat kepada Sherlock Holmes dari sudut pandang orang biasa.
Justru karena adanya partner ini, Sherlock Holmes dapat menaklukan banyak kasus besar berulang kali, mengalahkan musuh-musuhnya, dan lambat laun menjadi salah satu Tokoh Britania Raya yang paling terkenal.
"Dalam Keluarga Holmes, kehadiran partner sangatlah penting. Seperti halnya Kakek Buyutku, dia bisa dianggap sempurna ketika dia berhasil menemukan partner yang cocok.”
Dengan wajah yang serius, Aria berkata, "Jadi Keluarga Holmes akan memiliki partner mereka sendiri dari generasi ke generasi untuk menutupi kekurangan mereka."
“Tentu saja, jika partner yang telah dipilih tidak cocok, maka kami bisa menggantinya.”
Aria dianggap sebagai produk cacat oleh keluarga Holmes karena dua hal. Yang pertama adalah Aria tidak memiliki kemampuan deduksi penalaran yang wajib dimiliki keluarga Holmes. Dan Yang kedua, Aria belum menemukan partner yang cocok.
“Karena aku terlalu kuat, tidak ada yang bisa mengimbangiku. Mereka semua menyerah untuk menjadi partnerku.”
__ADS_1
Sebagai orang yang tidak bisa mewarisi kemampuan deduksi penalaran dari Kakek Buyutnya, Aria membutuhkan orang yang berkepala dingin sebagai partner. Selain itu, Aria juga membutuhkan orang yang dapat mengimbangi aksi dan kecepatannya.
“Dan semua penantianku telah berakhir. Terima kasih Ryan, telah bersedia menjadi partnerku.” ucap Aria dengan senyum manisnya.
Melihat senyuman Aria, Ryan tak kuasa menahan diri memeluknya.
“Ry-Ryan, apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!” teriak Aria sambil memukul-mukul dada Ryan.
Mendapat sedikit perlawan darinya, Ryan meniup telinga Aria.
Fuuh
Telinga Aria merah merona. Seluruh tubuh Aria pun mengalami sensasi geli dan juga nikmat. Tak ayal, Aria mengeluarkan suara yang sangat imut. “Hau~”
Setelah pukulan Aria melemah akibat tiupan maut Ryan, ia mulai berbisik pada Aria. “Dengarkan aku baik-baik Aria. Aku nggak akan membiarkan orang lain menyebutmu produk cacat, bahkan jika itu keluargamu sendiri.”
“Aku akan membuatmu melebihi Kakek Buyutmu. Aku akan membuatmu menjadi Butei terhebat di dunia, dan membungkam semua omongan negatif tentangmu!”
“Jadi, percayalah padaku, pada partner yang akan menemanimu dalam berbagai situasi!”
“Terima kasih …” Aria meneteskan air matanya di dada Ryan. Sikap keras yang ia tunjukkan saat menjalani misi penyelamatan benar-benar hilang.
Ryan lalu membelai rambut Aria dengan lembut dan sabar, bagaikan seorang Ayah yang sedang menenangkan tangisan anaknya.
~***~
Setelah Aria sudah tenang, Ryan dan Aria melanjutkan perjalanan mereka menuju Departemen Administrasi Akademik. Mereka pun dicecar banyak pertanyaan selama seharian mengenai insiden pengeboman ini oleh guru yang bertugas di sana.
Akibatnya, Ryan dan Aria tidak menghadiri kelas apa pun hari ini.
Selama memberi keterangan, Aria dan Ryan ditempatkan di ruangan yang berbeda. Ini dilakukan untuk mencegah adanya keterangan palsu.
Jika dalam sebuah misi ada lebih dari 2 Butei yang terlibat, maka akan digunakan metode Ex Post Facto, dimana pihak investigator akan membandingkan dua atau lebih keterangan yang ada, lalu mengelompokkannya, dan mengambil kelompok terbanyak sebagai fakta.
__ADS_1
Setelah melalui semua itu, dini hari pun tiba dengan cepat. Ryan akhirnya diperbolehkan untuk kembali dan juga menerima bayaran atas misi ini.
Ketika Ryan kembali ke Asrama dan masuk ke dalam, Ryan melihat hal yang tak terduga.