
Mendapat tatapan mata penuh keingintahuan Ryan hanya bisa merentangkan tangannya dan berkata, “Jangan bertanya ‘kekuatan apa itu?’ padaku. Yang pasti, kekuatan ini tidak akan menyebabkan dunia ini terdistorsi, aku bisa menjaminnya.”
"Aku tidak mengatakan apa-apa!" teriak Shana penuh amarah.
Tak lama kemudian, Shana kembali kesal dengan sendirinya. ‘Kenapa aku selalu mudah marah setiap kali aku berhadapan dengan orang ini?!’
Sebelum Shana bertemu Ryan, suasana hati Shana tidak pernah seperti ini. Ia selalu menjalankan setiap misi dan perintah dari Alastor dengan suasana hati yang tenang. Tapi, kali ini benar-benar berbeda.
Dengan perasaan seperti itu, Shana bergegas turun dari tempat tidur dan berdiri tepat di depan Ryan. Ia lalu berkata, “Kamu! Bertarunglah denganku sekarang!”
Mendengar tantangan Shana secara lugas ini, Ryan tidak bisa menahan diri untuk tidak tertegun.
~***~
Kota Misaki, tepi Sungai Mana.
Di sisi sungai yang mengalir perlahan, Ryan dan Shana saling berhadapan.
Melihat Ryan di depannya, Shana perlahan mengangkat tangan dan berteriak, “Fuuzetsu!”
Susunan lingkaran sihir mulai muncul di atas tangan Shana yang terangkat. Itu adalah Mantra Tak Terbatas.
Lingkaran sihir bercahaya biru itu melebar mengelilingi tubuh Shana. Di saat yang sama, api teratai merah membakar sekeliling, menciptakan dinding api yang menyelimuti area di sekitar Ryan dan Shana.
Seketika itu, dunia telah menjadi merah. Waktu di dalam Fuuzetsu juga terhenti, membuat Angin, air, dan juga ikan-ikan di sungai, semuanya membeku tak bergerak.
Di dunia yang seperti ini, hanya ada Ryan dan Shana saja yang masih dapat bergerak.
Setelah semua ini, Shana mengulurkan tangan kanannya ke dalam jubah hitam yang ia kenakan.
Jubah hitam ini bukanlah jubah biasa, melainkan manifestasi dari sayap yang dimiliki Alastor. Yogasa, itulah nama jubah ini, merupakan salah satu kekuatan yang diberikan Alastor pada Shana saat menjalin kontrak.
Bentuk Yogasa dapat berubah-ubah sesuai dengan keinginan pengguna. Karena Flame-Haired Burning-Eyed Hunter sebelum Shana menggunakan Yogasa dalam bentuk jubah, akhirnya Shana menirunya.
Selain bentuk yang dapat diubah sesuka hati, Yogasa juga memiliki fungsi pertahanan kokoh, dan juga ruang penyimpanan dimensi.
Jadi, ketika tangan Shana masuk ke dalam Yogasa, Treasure Tool (Hogu) Shana yang yang paling kuat, Nietono no Shana, segera muncul bagaikan ilusi di tangan Shana.
Shana lalu mengeluarkan Nietono no Shana dan menunjuk ke arah Ryan.
“Apa kamu sudah siap?”
Mendengar ini, Ryan melihat sekeliling, dan dengan ekspresi agak tak berdaya berkata, "Karena kamu sampai menggunakan Fuuzetsu, itu artinya kamu ingin aku menggunakan semua kekuatanku dalam pertarungan ini, benar kan?”
"Benar." Pada wajah menawan Shana, segera muncul senyuman yang kuat. "Biarkan aku melihat sekuat apa kekuatan yang kamu miliki itu."
__ADS_1
Setelah selesai, Shana menggenggam Nietono no Shana dengan erat dan melepaskan api merah menyala dari bilahnya.
Dengan kata lain, Shana serius dalam pertarungannya dengan Ryan.
‘Aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menghajar pria yang tidak sedap dipandang ini!’ batin Shana dengan penuh kekesalan
Beberapa hari terakhir ini, Shana tidak pernah bisa menang dalam adu mulut dengan Ryan. Dan hasilnya, semua kekesalan ini menumpuk di hati Shana hingga mencapai batasnya.
Jadi, bagi Shana, pertarungan ini adalah kesempatan terbaik untuk melampiaskan rasa kesal di hatinya secara langsung.
“Ayo kita mulai …”
Di saat Shana berkata seperti itu, rambut hitam lurus dan panjang itu langsung berubah menjadi nyala api merah. Kedua matanya pun juga dipenuhi dengan nyala api yang berkobar-kobar
Sekarang, Shana telah masuk ke mode Flame-Haired Burning-Eyed Hunter.
Ryan yang berdiri di hadapan Shana, dapat merasakan tekad bertarung Shana. Tekad itu begitu kuat, seakan-akan Shana adalah singa betina ingin menggigit Ryan tanpa henti.
“Kebetulan.” Ryan menyeringai dan berkata, “Sepertinya kita punya pikiran yang sama. Mungkinkah kita berjodoh? Aku juga ingin melihat seberapa kuat Flame-Haired Burning-Eyed Hunter yang ada dalam Rumor.”
Saat mengatakan semua itu, tangan Ryan dengan cepat mengambil belati yang aia simpan di balik punggungnya. Hanya dalam sekejap, belati bagai sinar rembulan muncul dalam genggamannya.
Tanpa menunggu lama, Ryan dan Shana bergerak dalam waktu yang bersamaan.
Boom
Boom
Di saat yang sama, Ryan juga segera bergerak dari keadaan diam dan langsung meluncur menembus perisai udara bagaikan peluru railgun.
Clang
Dalam suara tabrakan yang tajam, belati di tangan Ryan bertabrakan dengan Odachi api dan membuat percikan api beterbangan di antara keduanya.
Clang Clang Clang
Keduanya kemudian beberapa kali bertukar serangan, hingga akhirnya Ryan melompat ke belakang dan mengambil jarak beberapa meter dari Shana.
Ryan lalu melihat bilah Moon Blade di tangannya yang kini telah berubah menjadi merah menyala akibat hantaman antara Moon dan Nieteno no Shana.
Odachi milik Shana itu memiliki suhu panas yang cukup tinggi. Hal ini tidak hanya menyebabkan bilah belati Ryan menyala merah, tapi juga membuat gagang Moon Blade memerah dan membuat tangan Ryan sedikit menghitam.
"Api yang luar biasa …"
"Jika aku terlalu lama beradu serangan dengan Shana, aku khawatir jika Moon Blade nggak meleleh, maka tanganku yang akan terbakar." gumam Ryan.
__ADS_1
Alasan inilah yang membuat Ryan terpaksa mundur sementara.
Melihat Ryan yang kabur darinya, Shana melompat tinggi dan mengangkat Nietono no Shana di tangannya. Api yang sangat panas kembali berkobar pada bilah Nietono no Shana.
"Biarkan aku membakarmu!"
Dengan segera, Shana yang memegang Odachi dengan nyala api yang membara, jatuh dari langit bagaikan batu meteor ke tempat Ryan berdiri.
Tanpa ada keraguan, Shana mengayunkan Treasure Tool (Hogu) miliknya.
Boom
Api menyerupai teratai merah tiba-tiba meledak dan berubah menjadi gelombang api yang menyebar ke segala arah. Hal ini membuat udara di sekitarnya menguap
Di bawah suara ledakan ini, tanah di bawahnya hancur berkeping-keping. Air sungai yang berada di dekat lokasi ledakan pun langsung mendidih seperti sedang di rebus.
Suasana di dalam Fuuzetsu yang sejak awal tampak merah menjadi lebih merah lagi.
Semua adegan ini bagaikan sebuah misil yang menghantam tepian sungai kota Misaki dan menyebabkan ledakan sejauh 12 meter.
Shana yang masih memegang Odachi-nya, langsung menarik jubah hitamnya dan segera terbang keluar dari pusat ledakan.
Swooosh
Di bawah suara desingan angin ledakan, Rambut api milik Shana berkibar dengan indah, membuatnya tampak heroik seperti ksatria wanita yang sedang berada di medan perang.
Sesaat kemudian, Shana turun dan menapakkan kakinya kembali ke tanah. Di saat yang sama, Alastor yang sejak tadi diam tiba-tiba mencela Shana tanpa ampun.
"Kamu terlalu kacau! Kamu masih belum bisa mengendalikan kekuatanmu! Seharusnya tebasan tadi tidak langsung meledak seperti ini! Bagaimana jika kamu tidak sengaja membunuh manusia itu?!"
Seperti yang dikatakan Alastor, Shana memang belum sepenuhnya menguasai kekuatan Alastor. Bahkan untuk memanipulasi nyala api dalam pertarungan, Shana masih membutuhkan bantuan Nietono no Shana.
Dalam keadaan seperti itu, Shana tetap menggunakan kekuatannya secara sembarangan. Padahal, kalau ceroboh sedikit saja, kekuatan ini bisa membunuh Ryan.
"Tenang saja, aku yakin orang itu tidak akan mati semudah itu." ucap Shana dengan penuh keyakinan.
Saat kata-kata Shana baru saja jatuh, situasi di hadapannya mendadak berubah.
Swooosh
Dari arah pusat ledakan yang masih tertutupi debu tebal, sesosok bayangan hitam tiba-tiba muncul. Bayangan ini tiba-tiba berubah menjadi kilat dan memecah asap tebal di sekelilingnya. Dengan cepat, sosok tersebut bergerak ke arah Shana.
"Seperti yang sudah aku duga, kamu tidak akan mungkin mati dengan serangan seperti tadi!"
Mata Shana kembali terbakar. Ia lalu dengan cepat mengangkat Nietono no Shana.
__ADS_1
Boom
Detik berikutnya, tendangan berat jatuh menghantam bilah Odachi dan memicu benturan yang kuat.