
Setelah keluar dari rumah sakit, Ryan segera kembali ke asramanya dan membuka laptop miliknya.
Saat Ryan membuka email miliknya, ia melihat sepuluh email baru dari Riko. Dalam masing-masing email Riko, terdapat sebuah file Video.
"Apakah informasi yang Riko berikan berupa cerita yang ia rekam sendiri? Aku nggak menyangka dia bisa membuat sepuluh Video dalam waktu satu jam."
Penasaran dengan informasi apa yang diberikan Riko, Ryan segera memutar Video tersebut.
Ryan begitu tercengang melihat isi Video tersebut. "Ini!"
Dalam Video tersebut, terlihat Riko mengenakan seragam SMA Butei sedang bernyanyi Lipsync sambil menari. Tarian itu terlihat sangat erotis. Ditambah lagi, seragam yang biasa Riko gunakan agak sempit di bagian dadanya.
Akhirnya, setiap Riko menari, kedua bola basket di dadanya terus bergoyang bagaikan sedang melakukan dribble.
Dari latar yang ada di belakang, terlihat bahwa Video ini di rekam di kamar rumah sakit sesat setelah Ryan kembali ke asrama.
"Anjir, apa-apaan ini?!" teriakan Ryan menggema memenuhi kamar asramanya.
"Memang ini Video yang sangat bagus, kalau di waktu biasa, mungkin aku sangat berterima kasih padanya. Tapi, sekarang bukan waktunya bercanda!"
Ryan sudah berharap bahwa Video yang diberikan Riko akan berisi banyak informasi mengenai IU. Tapi, Video ini benar-benar sangat tidak terduga.
"Apakah aku kena prank?"
"Tapi, kalau dipikir-pikir, seharusnya Riko tidak akan melakukannya."
"Lagi pula, Riko adalah seorang Otaku, jadi mungkin saja penyampaian informasi mengenai IU ini sengaja disampaikan dengan cara seperti ini untuk menyamarkan informasi."
Semakin Ryan berpikir, semakin Ryan merasa bahwa semua ini mulai masuk akal.
Saat Ryan berkonsentrasi melihat tubuh mungil dan seksi Riko terus melakukan gerakan tari erotis ini, Ryan merasa gerakan tari ini sangat familiar. Ia pun mencoba mengingat-ingat kembali dimana Ryan melihatnya.
"Mungkinkah, permainan tari itu?" Ryan akhirnya ingat.
Sebelumnya, Riko pernah mengajak Ryan bermain dengannya untuk bermain sebuah game komputer. Dan game itu adalah permainan tari.
Dalam permainan ini, gerakan tari tidak dilakukan dengan mengoperasikan karakter, melainkan dengan menekan huruf pada keyboard. Setiap huruf akan mewakili satu gerakan tari.
Yang perlu dilakukan pemain adalah menekan tombol huruf pada keyboard untuk menentukan gerakan apa saja yang akan dilakukan karakter dalam game sebelum musik dimainkan. Bisa dibilang, ini adalah game membuat koreografi tari.
Para pemain akan mendapat penilaian setelah musik berakhir berdasarkan gerakan yang telah dibuat. Semakin indah gerakannya, semakin tinggi nilainya.
__ADS_1
Tidak diragukan lagi ini adalah game yang sangat berat. Dibutuhkan kreatifitas yang tinggi untuk bisa menciptakan tarian bernilai tinggi. Terlebih lagi, tarian harus bisa sesuai dengan musik yang dimainkan.
Pada awalnya, Riko mem-bully Ryan saat bermain game ini. Ryan yang tidak tahu apa-apa tentang gerakan tari dari masing-masing alfabet, membuat Ryan terus mendapatkan nilai yang jauh lebih rendah dari nilai Riko
Hal ini membuat Ryan jengkel dan marah. Ia kemudian pulang dan menghafal semua alfabet beserta gerakannya.
Keesokan harinya, Ryan menantang Riko bermain game tersebut. Akan tetapi, menghafal saja tidak cukup, Ryan harus bisa menyesuaikan gerakan tari berdasarkan musiknya.
Alhasil, Ryan kembali menelan pil pahit setelah kembali kalah telak dari Riko.
Dan kini, semua gerakan dalam game itu diperagakan kembali oleh Riko.
"Jika gerakan-gerakan ini diterjemahkan ke dalam huruf alfabet di dalam game itu, dapatkah huruf-huruf tersebut membentuk informasi yang berguna?"
Memikirkan hal ini, Ryan segera mengambil pena dan kertas dari meja. Ia lalu mencoba menerjemahkan gerakan-gerakan pada tarian tarian yang dilakukan Riko dalam Video ke dalam huruf alfabet yang sesuai.
Sekitar 20 menit kemudian, Ryan melihat kertas di tangannya dan perlahan mengangkat mulutnya.
"Riko, aku nggak menyangka kamu akan menggunakan cara seperti ini."
Pada kertas yang ada di tangan Ryan, semua gerakan pada Video pertama Riko sudah membentuk beberapa kalimat.
"Kamu bahkan sampai menggunakan bahasa perancis dalam menyampaikan informasi ini."
"Kalau saja Reincarnator nggak dibekali sistem penerjemah otomatis, maka aku pasti akan butuh waktu lama untuk menerjemahkannya."
Setelah menyelesaikan satu Video, masih ada sembilan Video lagi yang belum Ryan terjemahkan ke dalam huruf.
Ryan menghela nafas panjang begitu melihat kesembilan Video yang belum ia tonton. "Haah~ masih banyak informasi yang belum aku terjemahkan"
Dari aksi Riko ini, Ryan paham bahwa Riko tidak ingin informasi mengenai IU bocor ke pihak lainnya. Ia tidak sepenuh percaya bahwa email Ryan aman dari peretasan.
Maka dari itu, Riko mengirimkan Ryan lima buah Video dalam lima email yang berbeda. Semua ini demi mencegah kebocoran informasi.
Saat ini, Ryan terus memainkan dan menghentikan Video sambil terus menerjemahkannya ke dalam huruf alfabet.
Setelah berhasil menerjemahkan kesepuluh Video tersebut, Ryan memilih untuk menonton ulang dan menerjemahkannya kembali. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya informasi yang terlewat.
Seharian penuh Ryan habiskan untuk menerjemahkannya. Baru pada malam harinya, Ryan benar-benar selesai dengan terjemahannya.
Aria yang baru saja kembali setelah mengurus berbagai hal terkait Vlad, begitu terkejut melihat meja di ruang tamu Ryan yang berantakan penuh kertas.
__ADS_1
Saat Aria mengambil salah satu kertas yang berserakan, Aria sedikit terkejut. "Ini … apakah ini semua adalah informasi mengenai IU?"
Ryan mengangguk sambil membereskan kertas-kertas yang berserakan. "Tapi jangan katakan informasi pada siapapun. Aku nggak mau Riko berada dalam bahaya karena telah mengkhianati IU demi diriku."
"Oke. Sepertinya hubungan kalian sudah kembali baik." ucap Aria sambil menyipitkan matanya ke arah Ryan.
Ryan melihat ke arah Aria dan menggaruk-garuk hidungnya sambil tersenyum. "Kami telah resmi berpacaran pagi ini, hehehe …"
Aria mengambil nafas panjang mendengarnya. Jika Aria yang biasanya, ia pasti akan marah.
Akan tetapi, Aria juga tahu mengenai masa lalu Riko dari hasil interogasi Sayonaki. Mendengar keterangan Sayonaki tentang Riko, Aria sedikit merasa Iba. Maka dari itu, ia memutuskan untuk membiarkannya menjadi pacar ketiga Ryan.
"Haah … pastikan kamu memperlakukannya dengan adil, sama seperti kamu memperlakukanku dan Shirayuki."
Ryan meletakkan kertas di tangannya di atas meja memeluk hangat Aria. "Aku janji akan bersikap adil pada kalian."
"En, aku percaya padamu." ucap Aria dengan lembut.
Aria kemudian melepas pelukan Ryan dan menatap Ryan dengan serius. "Apakah kamu benar-benar berniat untuk pergi ke markas IU?"
"Ya, aku telah membulatkan tekadku. Aku harus menyelamatkan Shirayuki!"
Aria terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian, Aria berkata kepada Ryan tanpa ada keraguan. "Kalau begitu, aku akan pergi denganmu."
"Pergi denganku? Tapi ini sangat berbahaya!" Ryan khawatir, jika Aria ikut, maka Aria akan terluka.
"Walau begitu, ini adalah kesempatan yang bagus untukku!" Aria mencoba memberi penjelasan pada Ryan. "Orang-orang IU telah memfitnah Ibuku. Jadi, ini adalah kesempatan yang bagus untuk membersihkan nama Ibuku!"
Mata merah Aria berkilau penuh tekad. "Kamu tidak bisa menghentikanku."
"Lagipula, kita adalah partner!"
Kali ini giliran Ryan yang terdiam. Setelah beberapa saat, Ryan berkata, "Kali ini, musuh kita mungkin bukan seorang penjahat saja, tetapi seluruh organisasi kriminal. Dan setiap orang di dalamnya memiliki Kemampuan Khusus yang kuat."
"Jangan Khawatir." Di wajah menawan Aria yang imut, tercetak senyuman penuh arti. "Aku masih memiliki kartu As."
"Kartu As?" Ryan tidak tahu apa yang dikatakan Aria.
"Dan juga, kamu telah berjanji untuk membuatku menjadi Butei terbaik di dunia. Jadi inilah saatnya!"
Ucapan Aria membuatnya teringat akan janjinya dulu saat pertama kali menjadi partner. "Ya, itu benar … maafkan aku Aria. Aku telah melupakan janjiku."
__ADS_1
"Maka dari itu, aku akan menepati janjiku untuk menjadikanmu Butei terbaik dunia dengan menghancurkan IU bersamamu sebagai tim."
Dengan begini, Ryan akhirnya setuju untuk membiarkan Aria mengikutinya pergi ke IU.