Reincarnation Room

Reincarnation Room
Final Phoenix Festa (V)


__ADS_3

Prana yang intens tiba-tiba muncul dari tubuh Ryan dalam gelombang yang sangat keras, menyebabkan partikel-partikel cahaya seperti percikan api biru mulai bergejolak.


Shiiiiii


Orga Lux putih di tangan Ryan mulai memancarkan cahaya putih menyilaukan. Di saat yang sama, ukuran bilah pedang energi menyusut dan berubah menjadi belati.


Sesaat kemudian, Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan meluncur ke arah Ayato.


Menghadapi Ayato yang telah terbebas dari segelnya, Ryan tidak bisa lagi menahan serangannya seperti sebelumnya. Kali ini, Ryan benar-benar bertarung dengan serius.


Seraph yang telah berubah menjadi belati, diam-diam menggerakkan angin dan merobeknya. Deru angin tajam membuat suasana menjadi riuh.


"Flashing Sheath: Eight Falcons (Sensa: Yatsutaka)!"


Ryan mencengkeram belati dengan erat, dan seluruh tubuhnya berubah menjadi kilatan cahaya menyerupai burung elang yang menjarah dalam ketinggian rendah.


Cahaya dingin dengan cepat melintas di depan mata Ayato.


Namun, bukannya mundur, Ayato malah maju selangkah demi selangkah sembari mempertahankan kuda-kudanya. Di wajahnya, tidak ada kepanikan sama sekali.


Swoosh


Dalam angin kencang yang menderu, belati tajam yang dingin terus mengarah ke arah dada Ayato. Dengan gerakan yang jauh lebih lambat dengan Ryan, Ayato dapat dengan mudah menghindari Teknik Flashing Seath (Sensa).


Tanpa ada aja, Ayato langsung mengangkat Ser-Veresta.


"Amagiri Shinmeiryuu Tingkat Dasar: Shikibachi!"


Ayato dengan cepat melakukan tusukan lurus bagaikan seekor lebah beracun yang terbang ke depan.


Kecepatan tusukan ini jelas tidak berada di bawah Eight Falcons (Yatsutaka).


Weeeng


Suara tabrakan antar bilah energi terdengar keras. 


Di depan Ayato, Ryan berhasil menahan tusukan tajam Ser-Veresta dengan bilah belatinya. Hal ini memicu percikan api yang cukup sengit.


Namun, tusukan ini tidak hanya cepat dan tajam, tapi juga kuat. Alhasil, tangan Ryan menjadi gemetaran karena kuatnya dorongan serangan ini dan membuatnya  terdorong mundur ke belakang.

__ADS_1


Ryan cukup terkejut dengan kekuatan Ayato. Ia tidak menyangka kekuatan Ayato dalam keadaan tidak tersegel sepenuhnya begitu kuat.


Saat kaki Ryan masih terseret mundur akibat serangan Ayato tadi, Ayato langsung melakukan serangan lanjutan dan bergerak dengan cepat seperti kilatan listrik yang mengalir ke arah Ryan.


"Amagiri Shinmeiryuu Tingkat Menengah: Tobiazami!"


Sosok Ayato dengan sangat cepat telah tiba di depan Ryan. Ia lalu memutar tubuhnya dan mengayunkan Ser-Veresta secara horizontal di tangan kanannya seperti bulan sabit. 


Serangan itu sedikit lebih cepat dari serangan sebelumnya.


Melihat tebasan yang akan datang ini, Ryan segera mengangkat belatinya dalam posisi bertahan dan memblokir serangan Ayato.


Weeeng


Dalam suara getaran energi yang bertumbukan, Ryan kembali terpental.


Suara angin bersiul di telinganya seakan memberi tahu Ryan bahwa ia sedang terbang dengan kecepatan tinggi.


Jika serangan sebelumnya membuat tangan Ryan gemetaran, maka kali ini, serangan Ayato membuat lengan Ryan benar-benar mati rasa.


'Jadi ini kekuatan Ayato yang sesungguhnya? Kekuatannya benar-benar di luar ekpektasiku!' gumam Ryan dalam hati sambil menggertakkan giginya 


Melihat Ryan terbang seperti bola, Ayato tidak berhenti begitu saja. Tanpa ada jeda, ia langsung menghentakkan kakinya ke tanah lagi dan meluncur mendahului Ryan yang masih terlempar di udara.


Ayato mengangkat pedangnya hingga sejajar dengan mulutnya. Ser-Veresta di tangannya mendadak memancarkan cahaya gelap yang lebih kuat.


Dengan kecepatan kilat, Ayato melancarkan enam tusukan keras bagaikan lebah ke punggung Ryan.


Menurut Ryan, kecepatan gerak dan juga Serang Ayato sangatlah cepat. Bahkan Ardi yang dalam kondisi kekuatan penuh pun tidak akan bisa menghindari serangan kombo dari Ayato.


Namun, bagi Ryan yang merupakan petarung bertipe kecepatan, Ryan masih bisa mengikuti gerakan Ayato. Hanya saja, secara kekuatan, Ryan masih kalah dengan Ayato.


Maka dari itu, ketika Ryan melihat Ayato mendahuluinya dan melancarkan serangan berikutnya, Ryan tidak berani untuk memblokirnya lagi. Karena ia tahu, jika Ryan memblokir serangan ini, maka tubuhnya akan kembali terpental seperi bola yang terus dioper dari satu tempat ke tempat lain.


"Haah!"


Ryan yang masih terpental langsung menapakkan kakinya secara paksa ke tanah, membuat telapak kakinya terus terseret kebelakang. Dengan teriakan bersuara rendah, Prana dalam tubuh Ryan meledak dan berkumpul di bawah telapak kakinya.


"Flashing Dash: Reflected Moon (Sensō: Hansha Shita Tsuki)!"

__ADS_1


Detik berikutnya, sosok Ryan tiba-tiba menghilang.


Swoosh Swoosh Swoosh


Akibatnya, enam sengatan beruntun yang sangat cepat hanya dapat menyerang ruang kosong. Hal ini memicu gejolak angin tajam yang cukup memekakkan telinga.


"Menghilang?" Ayato cukup terkejut dengan hal ini. Akan tetapi, secara insting, ia merasa sesuatu datang dari atas dan segera mendongak.


Bagaikan bulan yang turun dari langit, Ryan jatuh dengan cahaya putih yang menyelimuti tubuhnya.


"Flashing Dash: Flying Moon (Sensō: Soratobu Tsuki)!"


Tubuh putih bagaikan sinar rembulan yang dingin itu jatuh dengan kecepatan tinggi seperti meteor. Gesekan tubuh dan udara menciptakan api panas yang mengelilingi cahaya putih Ryan. Saking cepatnya, suara ledakan akibat hantaman dinding angin terdengar keras.


Belum sampai mengenai Ayato, efek angin yang berhembus kencang akibat tendangan Ryan ini mampu membuat dahi Ayato tergores. 


Melihat situasi berbahaya seperti ini, tanpa ada keraguan, Ayato langsung menghindar


Menghadapi serangan mendadak ini, Ayato tanpa ragu menghindar. 


BOOM


Tendangan maut seperti bulan yang jatuh ke Bumi ini mendarat dengan keras di atas arena dan memicu suara keras serta debu tebal.


Namun, kurang dari satu detik, debu-debu yang memenuhi arena langsung menghilang. Hal ini disebakan oleh Ryan yang secara mendadak muncul dari pusat ledakan dan meluncur bagaikan peluru ke arah Ayato.


Begitu posisi Ryan hanya berjarak kurang dari satu meter dari Ayato, Seraph yang ada di tangannya mendadak berubah menjadi kilatan cahaya putih terang dan mengalir dengan cepat ke arah Ayato.


Kini pandangan Ayato sepenuhnya telah dipenuhi dengan cahaya belati. 


Melihat semua ini, tanpa sadar Ayato memiliki pikiran yang sama dengan Ryan. 'Kuat sekali! Aku tidak menyangka dia bakal sangat kuat! Padahal aku telah terbebas dari segel dan dapat menggunakan kekuatan penuhku!'


Walau isi benak Ayato seperti itu, akan tapi Ayato malah tersenyum. Ia lalu menggenggam Ser-Veresta dengan kedua tangannya dan menyambut serangan Ryan.


Weeeng


Belati putih langsung bertabrakan dengan Greatsword hitam keunguan udara.


Weeng Weeng Weeng Weeng

__ADS_1


Seperti adegan perkelahian antar Light Saber dalam film Star Wars, Ryan dan Ayato terus beradu senjata dengan sangat cepat. Kilatan cahaya hitam dan putih saling bertukar tebasan secara terus menerus. Tidak ada yang mau mengalah di antara mereka.


Ryan dan Ayato bertarung seperti sedang kesetanan. Puluhan ribu tebasan telah dilepaskan hanya dalam waktu beberapa detik. Tabrakan demi tabrakan bilah energi memercikkan api yang cukup intens.


__ADS_2