
Sesuai dengan namanya, Snipe adalah kelas yang melatih muridnya menggunakan Sniper dalam pertempuran jarak jauh.
Jika Assault adalah Butei yang ahli dalam pertarungan jarak dekat, maka Snipe adalah Butei yang yang mendukung pergerakan Assault dari jarak yang jauh.
Oleh karena itu, banyak misi di SMA Butei di mana jika Assault dapat mengambilnya, maka Snipe juga dapat mengambil misi tersebut.
Hal ini menyebabkan banyak murid kelas Assault dan Snipe yang berkolaborasi. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang akhirnya membentuk tim dan menyelesaikan banyak misi sulit.
Tapi, ada beberapa kejadian di mana murid kelas Assault berebut sebuah misi yang sama dengan murid kelas Snipe. Dan inilah yang terjadi dengan Ryan saat ini.
Melihat gadis tanpa ekspresi yang mirip robot ini sedang mengawasinya, Ryan dengan agak tidak berdaya berkata, "Apakah kamu juga mau mengambil misi ini?"
Gadis itu tidak menjawabnya. Dia hanya terus menatap Ryan tanpa ekspresi. Sampai akhirnya, Ryan menunjukkan ekspresi tidak sabar, dan barulah gadis itu memberi respon dengan mengangguk lembut.
Saat gadis itu mengangguk, Ryan melihat bahwa gadis itu mengenakan sepasang headphone.
Hal ini membuat Ryan ingat bahwa seorang sniper membutuhkan konsentrasi tinggi untuk menembak. Maka dari itu, biasanya mereka menggunakan Headphone untuk mencegah pecahnya konsentrasi.
Selain itu, hawa keberadaan gadis itu juga sangat tipis. Bahkan sampai ke tingkat di mana orang akan mengabaikannya walau ia berdiri tepat di sampingnya.
Dari sini, Ryan dapat menebak bahwa gadis di sampingnya ini bukanlah seorang pemula.
“Jadi bagaimana? Mau bekerjasama denganku? Atau kita berebut siapa yang lebih dulu dapat mengambil misi ini?” tanya Ryan.
Gadis kelas Snipe itu terdiam beberapa saat. Kemudian, dia menarik tangan kecilnya dari kertas berisi misi dan pergi meninggalkan Ryan. Dia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Ryan sedikit terkejut atas hasil ini. Dalam bayangannya, ia akan mengambil misi ini bersama dengan gadis itu dan membentuk tim. Tapi ternyata semua itu salah.
‘Biasanya, di anime-anime harem begini, sang protagonis akan bertemu dengan seorang wanita saat sedang memilih misi. Lalu, mereka akan bekerja sama dalam misi yang sama, dan tumbuhlah benih-benih cinta. Tapi kenapa ini nggak berlaku untukku?!'
Ryan hanya bisa menghela nafas panjang memikirkannya. Di saat yang sama, orang-orang di sekitarnya mulai membicarakan gadis itu.
“Bukankah gadis tadi adalah Reki dari kelas Snipe?”
"Aku dengar di tes masuk kelas Snipe kemarin, Reki mendapat peringkat S."
“Ini pertama kalinya aku melihatnya. Menurut rumor, hawa keberadaannya sangatlah tipis, sehingga sulit untuk menemukannya.”
__ADS_1
“Wah, berarti ini kejadian yang langka ya bisa melihatnya di sini.”
“Dan pria yang ada di sampingnya tadi ,juga seorang peringkat S dari kelas Assault.”
Mendengar dari percakapan di sekitarnya, Ryan segera mengangkat matanya dan memperhatikan sosok mungil yang perlahan menghilang.
‘Reki? Namanya sangat tidak asing, hmm …’ Ryan menyentuh dagunya dan berpikir sejenak
‘Apakah dia juga anggota harem Kinji? Tapi aku nggak bisa mengingatnya. Anggota harem Kinji yang masih aku ingat hanyalah Shirayuki dan Aria.’
Karena Ryan masih belum bisa mengingatnya, Ryan pun memutuskan untuk memikirkannya nanti. Ia lalu merobek kertas misi dari Papan Buletin Misi dan keluar dari sekolah.
Tanpa Ryan sadari, dari sebuah sudut yang tak jauh dari lokasi Papan Buletin Misi, ada sesosok bayangan yang terus menatap Ryan berjalan keluar dari area sekolah. Sosok ini kemudian segera pergi mengikuti Ryan secara diam-diam.
~***~
Di Pulau Akademi ini, terdapat sebuah Taman Hiburan yang cukup megah. Selain dilengkapi dengan wahana-wahana yang menarik, di sana juga terdapat Kebun Bintang dan juga Hutan Lindung
Akan tetapi, karena lokasinya yang tidak strategis dan jauh dari pusat kota, Taman Hiburan ini sepi pengunjung. Lambat laun, Taman Hiburan ini akhirnya bangkrut.
Kebangkrutan ini, membuat Taman Hiburan dan juga Kebun Binatang yang ada di dalamnya terbengkalai. Tidak mau hewan-hewan di Kebun Binatang mati, pemilik Taman Hiburan ini pun melepaskan mereka ke dalam Hutang Lindung.
Tapi karena pemilik sebelumnya telah melepaskan semua hewan dari kebun binatang, termasuk hewan buas, maka perusahaan tersebut membuat Komisi Pribadi pada SMA Butei untuk membasmi semua hewan buas yang ada di dalam area Taman Hiburan, termasuk Hutan Lindung.
Dengan menggunakan Bus yang menjadi transportasi masal di Pulau Akademi, Ryan tiba di area yang telah disepakati dalam Komisi Pribadi. Ia pun tak ragu langsung masuk ke dalam Taman Hiburan.
Taman Hiburan tersebut penuh dengan wahan-wahana yang berkarat. Banyak semak belukar di sana-sini.
Setelah satu jam mengelilingi Taman Hiburan, Ryan tidak menemukan satu pun hewan buas. ia hanya bertemu beberapa ekor rusa yang dengan santai memakan semak belukar.
Karena tidak menemukannya, Ryan memutuskan untuk langsung memasuki area Hutan Lindung. Begitu Ryan menapakkan kakinya di area ini, ia disambut oleh sekelompok kawanan Singa.
“Roaar …”
“Roaar …”
Singa-singa itu terus mengaum secara bergantian pada Ryan. Tak butuh waktu lama, Ryan pun terkepung.
__ADS_1
Melihat hal ini, Ryan tidak panik sama sekali. Ia dengan tenang melihat ke sekelilingnya.
“Akan aku tunjukkan pada kalian, apa yang namanya pembantaian, para kucing kecilku …” Perlahan, senyum menyeringai mulai muncul dari mulut Ryan.
Dengan cepat, Ryan menarik pelatuk Glock 18 miliknya.
Dor Dor Dor Dor Dor
Suara deru pistol menggelegar mengisi keheningan area Hutan Lindung. Di bawah suara seperti ini, peluru-peluru yang Ryan tembakkan dengan sangat akurat mengenai kepala para singa itu.
Tidak sampai 3 detik, Ryan telah membunuh 10 ekor Singa.
Melihat hasil ini, Ryan sedikit kecewa. “Jika aku menggunakan belatiku, maka aku bisa membunuh mereka kurang dari satu detik.”
“Sepertinya, aku harus lebih banyak latihan lagi dalam menggunakan pistol.” gumam Ryan sambil berjalan meninggalkan mayat yang tengah berserakan di belakangnya.
Dalam perjalanannya, Ryan berkali-kali bertemu dengan kawanan hewan karnivora seperti Singa, Harimau, Hyena, Ular, dan juga Serigala.
Ryan pun dengan senang hati membantai mereka semua.
Tanpa terasa, langit menjadi semakin gelap.
Di tengah hutan yang mulai gelap ini, Ryan berdiri di antara sekelompok mayat hewan buas. Setelah dirasa aman, Ryan menyimpan pistolnya ke dalam cincin Black Space.
Setelah melihat langit yang semakin gelap, Ryan menghela nafas. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi pihak sekolah untuk melapor.
“Terima kasih, kami akan mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan dan pembersihan. Anda dapat menebus hadiahnya besok di Sekolah.” ucap seorang operator wanita dari ujung telepon.
Setelah menyelesaikan laporannya, Ryan berjalan menuju Taman Hiburan untuk bisa keluar dari Hutan Lindung ini.
Saat Ryan akan keluar dari dari Hutan Lindung, tanpa sengaja Ryan melihat sekilas di depan pintu keluar hutan, ada seorang gadis muda yang terlihat kebingungan.
"Shirayuki?" Ryan terkejut.
Mendengar suara Ryan, Shirayuki langsung menoleh ke arah Ryan. Ia tampak sangat senang melihat keberadaan Ryan.
Namun, ketika Shirayuki akan memanggil Ryan, ia mendadak menutup mulutnya, dan buru-buru melihat sekelilingnya, seakan ia sedang mencari tempat untuk bersembunyi.
__ADS_1
“Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?!” Shirayuki berbisik dengan panik.
Ryan lalu mendekati Shirayuki dan bertanya, “Sedang apa kamu di sini?”