Reincarnation Room

Reincarnation Room
Melawan Toudou Kirin (II)


__ADS_3

Clang


Dalam percikan api yang kesekian kali, suara benturan tajam pecah.


Tebasan tajam seperti bangau yang sangat rumit, jatuh dengan keras pada tubuh pedang putih. 


Tak lama kemudian, Kirin menarik katananya dengan sangat halus. Ia lalu bergerak ke sudut lain, dan menyerang Ryan.


Semua tindakan Kirin benar-benar luar biasa mulus.


Renzuru yang dilancarkan Kirin tidak berhenti sama sekali sejak awal duel, membiarkan badai tebasan pedang menghantam bilah Seraph, dan memberikan efek penindasan yang luar biasa.


Kirin mengira, jika ia terus melancarkan Renzuru, cepat atau lambat Ryan tidak dapat lagi menahan serangannya dan kalah.


Itu akan terjadi jika Ryan tidak memiliki solusi. Namun sayang, Ryan masih belum menggunakan kekuatannya. 


Melihat tebasan Kirin dengan cepat datang, Ryan akhirnya meningkatkan output Prana yang keluar dari dalam tubuhnya, membiarkan bintang-bintang yang menyilaukan berkibar satu per satu dari tubuhnya.


Namun, Prana yang dikeluarkan oleh Ryan tidak digunakan untuk meningkatkan Kemampuan Fisiknya, akan tetapi Ryan menyuntikkannya ke dalam Seraph.


Weeng


Seketika itu juga, cahaya putih menyilaukan muncul dari Urm Manadyte Seraph.


Sejumlah besar Prana ditarik oleh Seraph satu per satu. Aliran Prana dari tubuh Ryan, seperti partikel cahaya, berputar ke bawah dan akhirnya masuk ke Urm Manadyte.


Melihat pemandangan ini, mata Kirin membulat. Tanpa adanya stagnasi, Senbakiri berubah menjadi cahaya pedang, turun dengan cepat ke arah Ryan.


Pada saat yang sama, sebuah fenomena terjadi.


Swooosh


Dalam suara siulan angin, di sekitar Orga Lux putih, semburan angin tiba-tiba meledak dan berubah menjadi embusan angin. Embusan angin ini bersatu membentuk sebuah bilah pedang angin transparan.


Melalui jendela status sistem Reincarnation Room, Ryan sudah mengetahui bahwa kemampuan Seraph adalah dapat berubah bentuk dan memanipulasi benda yang bersentuhan dengannya.


Saat ini, Ryan menggunakan kemampuan ini untuk mengubah arah aliran angin di sekitar Seraph, memungkinkan untuk sepenuhnya mengubah tekanan angin dan juga membentuk bilah pedang yang terbuat dari angin.


Tak lama kemudian, Ryan yang selama ini hanya menangkis dan bertahan akhirnya terhenti. Hanya butuh beberapa saat untuk membuat Orga Lux lepas kendali.


Dan kebetulan, hal itu terjadi di saat Seraph bertabrakan dengan tebasan Kirin.


Boom


Kali ini, tidak ada percikan api yang pecah, fan tidak ada suara tabrakan yang tajam. Yang ada hanyalah suara ledakan.


Saat tabrakan terjadi, tekanan angin yang kuat dibebaskan dari tubuh pedang angin Seraph dan berubah menjadi gelombang kejut yang besar. 


Aliran angin yang kacau memberikan dampak yang mengerikan. Alhasil, tubuh mungil Kirin terhempas seperti bola.


Untungnya, Toudou Kirin berhasil menyesuaikan postur tubuhnya sebelum dia hendak membentur tembok. Ia segera melakukan backflip di udara dan berhasil mendarat dengan baik.


"Oya oya …" Claudia sedikit terkejut melihat hal ini.


"Apa?!" Kouichirou akhirnya kehilangan ketenangannya dan matanya membelalak.


Bahkan Kirin menatap Ryan di depannya dengan tatapan serius. "Kombo Renzuru benar-benar berhasil dipatahkan ..."


Renzuru, yang terkenal tidak akan berhenti sebelum lawan mereka dikalahkan, tiba-tiba dipatahkan oleh Ryan dengan cara seperti ini.


"Dia sangat kuat…" gumam Kirin sambil kembali berdiri dan mengacungkan kembali Senbakiri ke arah Ryan.


Di saat yang sama, Ryan mengerutkan dahinya, seakan ia merasakan sesuatu yang buruk.


Jika ada orang yang bisa melihat ekspresi Ryan sekarang, maka hanya ada satu orang, Fan Xinglou.


Menatap Ryan yang mengerutkan dahi, Fan Xinglou sepertinya tahu apa yang telah terjadi. Tetapi ia tidak mengatakan apa-apa dan hanya melihatnya dengan hati yang senang.


Ryan yang hanya terdiam beberapa saat, akhirnya perlahan mulai mengangkat Seraph ke depan.


"Ternyata senjata Tingkat Perak tidak begitu bagus untuk digunakan ..."

__ADS_1


Tepat setelah serangan tadi, Ryan memperhatikan beberapa hal.


Pertama, meskipun Ryan dapat menggunakan Seraph, tapi ia tidak dapat menggunakan kekuatannya secara penuh. Kekuatan Ryan saat ini masih terlalu lemah untuk memaksimalkan Seraph.


Dengan kata lain, meskipun Seraph senjata Tingkat Perak, Ryan hanya bisa menggunakan kekuatannya sampai Tingkat Perunggu saja.


Sementara yang kedua, biaya yang harus dibayar pada Seraph saat menggunakan Kemampuan Khususnya adalah Prana.


Jika Ryan hanya menggunakan Seraph untuk pertarungan jarak dekat, maka konsumsi Prana cuma sedikit 


Namun, begitu Ryan menggunakan kemampuan Seraph, Prana dalam jumlah tertentu akan dikonsumsi sesuai dengan ukuran Kemampuan yang digunakan.


Baru saja Ryan menggunakan Kemampuan Seraph untuk memanipulasi angin, Seraph langsung menyedot hampir sepersepuluh Prana miliknya.


Bisa dibayangkan seberapa cepat Prana Ryan akan dikonsumsi jika ia menggunakan kemampuan Seraph dalam waktu yang lama.


"Karena Seraph terbukti dapat berubah wujud dan memanipulasi benda disekitarnya, itu artinya aku bisa mengubah wujudnya sesuai keinginanku."


Ryan tersenyum dan menggenggam gagang Seraph. Ia kemudian mulai menyuntikkan Prana secara perlahan.


Shiiiiii


Orga Lux putih itu tiba-tiba bersinar. 


Sesaat kemudian, di tangan Ryan, Seraph yang terlihat seperti pedang satu tangan, berangsur-angsur menyusut dan akhirnya berubah menjadi belati.


Ini adalah senjata yang paling dikuasai Ryan.


Ryan lalu menggenggam belati putih tersebut secara terbalik.


Ryan mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kirin. Mulut Ryan pun perlahan terangkat.


Tiba-tiba, sosok Ryan menghilang dari tempatnya berdiri.


Melihat hal ini, membuat ekspresi Kirin berubah.


Seperti sebuah ilusi, Ryan benar-benar menghilang tanpa meninggalkan jejak.


Ini adalah merupakan hal yang luar biasa. Bagaimanapun juga, Genestella memiliki Prana. Dan setiap Genestella dapat merasakan keberadaan Prana.


Oleh karena itu, jika kita ingin menyembunyikan diri, maka tidak hanya perlu menghilangkan hawa keberadaan, namun juga menekan aliran Mana sekecil mungkin.


Saat ini Kirin tidak bisa merasakan hawa keberadaan dan juga jejak Prananya. Seolah-olah Ryan tidak pernah ada di sini.


Dengan cepat Kirin mengangkat Senbakiri di tangannya dan melindungi dirinya sendiri.


Namun, tiba-tiba Ryan muncul dari belakang Kirin.


Clang


Di bawah suara tabrakan yang tajam, Seraph yang telah berubah menjadi belati, bertabrakan dengan bilah pedang Senbakiri.


Belati di tangan Ryan seperti cakar binatang buas. Dia berselisih sengit dengan Senbakiri.


Reflek Kirin benar-benar hebat. Begitu merasakan keberadaan Ryan, ia langsung memblokir serangan dari belakang.


Namun, saat Kirin bersiap melancarkan serangan balik, Ryan kembali menghilang.


Bagaikan hantu, Ryan mendadak muncul dari satu tempat ke tempat lain di sekitar Kirin.


Setiap Ryan muncul, Seraph di tangan Ryan akan keluar bagai ular berbisa yang berusaha menggigit Kirin.


Clang Clang Clang Clang


Suara benturan benda tajam menggema terus menerus di ruang pelatihan.


Kali ini, giliran Kirin yang hanya bisa bertahan menangkis serangan tak terduga Ryan dari berbagai sisi.


Sosok mungil itu seperti sebuah perahu yang melaut sendirian di tengah badai. 


Aksi ini benar-benar seperti orang tak terlihat yang tak terhitung jumlahnya, terus-menerus menyerang dari area sekitar  Kirin.

__ADS_1


Akibatnya, Kirin hanya bisa mati-matian memblokir. Percikan demi percikan api pada bilah pedang Senbakiri tercipta, seakan memberi tahu penonton bahwa Kirin sedang diserang.


"Hebat … dia sangat cepat!" Wajah Kirin sudah dipenuhi keringat.


Sebagai pewaris teknik yang terkenal dengan serangan beruntun berkecepatan tinggi, Kirin juga merupakan tipe yang dikenal dengan kecepatannya.


Hanya saja, dibandingkan dengan kecepatan gerak, Kirin lebih baik dalam kecepatan serang.


Namun, saat ini, Kirin harus mengakui bahwa kecepatan serangan Ryan jauh di atas dirinya.


Apalagi kecepatan geraknya pun luar biasa.


Jadi, Kirin akhirnya mengerti, bahwa Ryan adalah petarung kecepatan.


"Sangat kuat …" Kirin benar-benar takjub dengan kekuatan yang ditunjukkan Ryan.


"Tapi aku sendiri juga punya alasan kenapa aku tidak bolen kalah dengan mudah!"


Kirin menarik napas dalam-dalam dan menggenggam erat Senbakiri di tangannya. Prana dari tubuh Kirin mulai naik dan bersinar.


Meski kecepatan Ryan sangat menakutkan, tapi kirin masih bisa merasakan ke mana arah serangnya.


"Pada saat dia menyerang, jejak Prana dan hawa keberadaannya tidak bisa disembunyikan dengan sempurna"


Setelah mengatakannya, cahaya Prana berkobar bagaikan api di mata Kirin.


Slash


Pada saat yang sama, Ryan yang masih dalam mode stealth telah berada di sisi Kirin. 


Saat Ryan akan mengayunkan Seraph, Kirin tiba-tiba berteriak. "Di sini!" 


Dengan ganasnya, Kirin menghadap ke arah Ryan, dan mengangkat Senbakiri tinggi-tinggi.


Kirin lalu memusatkan seluruh kekuatan pada Senbakiri, dan menjatuhkan pedang tersebut sekuat tenaga.


CLANG


Suara hantaman paling keras sejauh ini terdengar seperti dering dan menyeruak mengisi seluruh ruang pelatihan.


Begitu bilah Senbakiri bertabrakan dengan belati Seraph, sosok Ryan akhirnya muncul di depan mata Kirin. 


Hantaman ini membuat tangan Ryan yang memegang Seraph terbanting ke samping, membiarkan bagian dada Ryan terbuka lebar.


"Menang!"


Tanpa ada jeda, Kirin langsung menggunakan jurus Renzuru, mengubah bilah Senbakiri menjadi cahaya pedang, dan menebas ke arah Lencana Sekolah milik Ryan.


Dalam peraturan Duel kota Asterisk, syarat memenangkan duel adalah ketika lawan mengaku kalah, pingsan, atau Lencana Sekolah mereka rusak.


Dan kini, Kirin mengincar kemenangan dengan berusaha merusak Lencana Ryan.


Menghadapi tebasan cepat itu, Ryan tidak hanya tidak panik sedikit pun. Malahan, muncul senyuman di wajahnya.


Dalam sepersekian detik itu, Kirin merasa ada yang janggal dengan ekspresi Ryan. Ia pun akhirnya menyadari bahwa Seraph telah menghilang dari tangan Ryan.


Tanpa Kirin sadari, Ryan telah melempar Seraph ke lantai ruang latihan dan kini telah menancap tepat di depan Kirin 


Shiiiiiii


Seketika itu, Seraph mengeluarkan cahaya putih yang intens. Di bawah pengaruh Seraph, lantai beton yang kokoh tiba-tiba meledak


Puing-puing beton itu berubah menjadi taji yang tajam dan terbang mengelilingi tubuh Kirin.


Kirin begitu terkejut dengan serangan tersembunyi ini. Ia bergegas mengkonsentrasikan Prana di seluruh tubuhnya untuk meningkatkan kekuatan pertahanannya hingga maksimum.


Namun, paku-paku tajam yang terbang ke arahnya, tiba-tiba berhenti saat hendak menusuk tubuh Kirin. Dan salah satu paku paling kuat berhenti tepat di depan tenggorokan Kirin.


"Maaf ya dek, tapi akulah yang menang."     


Di saat yang sama, Ryan langsung mencabut Seraph dari lantai dan menebas Lencana Sekolah Kirin.

__ADS_1


Dengan ini, hasil duel Ryan dengan Kirin sudah sangat jelas.


__ADS_2