Reincarnation Room

Reincarnation Room
Melawan Toudou Kirin


__ADS_3

Ryan pun hanya tersenyum dan mengabaikan kata-kata Kouichirou.


Dibanding Sayonaki dan Li bersaudara yang sangat menjengkelkan sehingga Ryan tidak bisa menahan emosinya, aksi Kouichirou di mata Ryan seperti seorang badut.


Oleh karena itu, Ryan sama sekali tidak memperdulikan ucapan Kouichirou dan hanya memandang Kirin yang ada di belakangnya.


"Hauu~" Toudou Kirin segera menciutkan lehernya di belakang Kouichirou. Ia terlihat malu dan juga ketakutan.


Tentu saja, yang menyebabkan Kirin takut bukanlah tatapan Ryan, melainkan tatapan Fan Xinglou. Tatapan ini bagaikan tatapan seekor ular terhadap kelinci kecil.


Akibatnya, baik Ryan maupun Fan Xinglou sama sekali mengabaikan keberadaan Kouichirou.


Hanya Claudia seorang, yang dengan senyum manisnya, berbicara sopan kepada Kouichirou. “Perkembangan Seraph selalu menjadi perhatian Integrated Enterprise Foundation. Terlebih lagi, sangat tidak mudah menemukan pengguna yang cocok dengan Seraph.”


“Jadi, duel ini adalah kesempatan emas Seidokan untuk mendapatkan data Seraph. Percayalah, Integrated Enterprise Foundation pasti akan senang mendapatkan data ini.”


Sebagai kandidat posisi Eksekutif dalam Integrated Enterprise Foundation, Kouichirou jelas tahu tentang Seraph. Ia lalu berkata dengan nada mengesalkan, "Bukankah kamu juga bisa melakukannya? Tidak perlu menggunakan peringkat pertama untuk mengumpulkan data.”


“Toudou-san adalah kandidat yang lebih baik daripada saya. Semakin kuat lawannya, maka waktu pertempuran dapat diperpanjang secara efektif. Ini sangat bermanfaat bagi kami yang berniat mengumpulkan data.”


Mendengar perkataan Claudia, Kouichirou sekali lagi tidak dapat menemukan alasan untuk membantah.


“Sial! Aku tidak punya banyak waktu untuk hal semacam ini." Kouichirou menoleh ke arah Kirin dan berkata dengan emosi, "Kirin, cepat kalahkan dia!."


Claudia sudah mengatakannya dengan jelas, bahwa  semakin lama waktu bertarung, semakin menguntungkan untuk mengumpulkan data. Akan tetapi, Kouichirou tetap meminta Kirin untuk mengalahkannya dengan cepat, dan mengabaikan ucapan Claudia sepenuhnya.


Setelah mengatakannya, Kouichirou sepertinya kehilangan minat pada semua hal yang ada di sini dan pergi ke samping.


Di hadapan sikap pamannya yang tidak masuk akal itu, Kirin hanya menunduk dan datang ke depan Ryan.


Dari awal hingga akhir, Kirin sama sekali tidak berbicara sepatah katapun.


Sama seperti hewan peliharaan yang tidak diizinkan untuk melakukan kontak dengan orang luar, Kirin hanya mengikuti instruksi Kouichirou dan berdiri diam di hadapan Ryan.


Dengan segera, Kirin melepas tas panjang yang disampirkan di bahunya dan mengeluarkan sebuah senjata Katana,


Bukan Orga Lux ataupun Lux, melainkan Katana asli.


Melihat hal ini, Fan Xinglou berkata, “Tampaknya gadis kecil ini mengalahkan mantan peringkat pertama dengan senjata biasa. Itu artinya rumor bahwa sang nomor satu Seidokan tidak menggunakan Lux memang benar.”


Walau Kirin tidak menggunakan Lux, tapi katana yang dipegang oleh Kirin adalah salah satu pedang terkenal, Senbakiri.


Hanya saja, di era Lux sebagai senjata utama ini, keberadaan katana asli menjadi sangat biasa-biasa saja.


Dalam hal ini, Kirin dapat mengalahkan pendahulunya di peringkat pertama dengan katana asli dan menduduki kursi terkuat Seidoukan.


“Hari ini seharusnya bisa melihat duel yang menarik.” Dengan perasaan seperti itu, Fan Xinglou mundur kesamping dan menonton semua ini dari bersama Claudia yang juga telah mundur.


Kini, di tengah ruang pelatihan, hanya ada Ryan dan Kirin yang saling berhadapan.


Kirin hanya diam menatap Ryan, lalu menarik napas dalam-dalam dan berbisik. “Permisi …”


Dengan suara yang terdengar kekanak-kanakan, Kirin perlahan meletakkan tangannya di pegangan katana.



Saat ini, aura yang keluar dari tubuh Kirin benar-benar berubah drastis.

__ADS_1


Kirin tidak lagi terlihat lemah lembut seperti tadi, tetapi seolah-olah ia adalah seorang pendekar pedang yang telah ditempa melalui banyak pertarungan.


Tidak hanya itu, ekspresi Toudou Kirin juga berubah. Menjadi sangat tenang. Ini hampir seperti sebuah saklar yang dihidupkan, ia langsung berubah menjadi orang yang sangat berbeda.


Gadis ini terus mengawasi Ryan dalam diam. Ekspresinya juga tidak membawa jejak emosi dan begitu tenang.


‘Ini sangat menarik. Aku dapat merasakan Kirin sangatlah kuat dan tidak lebih buruk dari Kakak Senior Zhao Hufeng serta Cecily Wong. Padahal dia baru berusia 13 tahun.’


Sambil berpikir, Ryan mengaktifkan Orga Lux berwarna putih bersih di tangannya. Cahaya putih nan suci mekar dari Urm Manadyte.


Di sekitar Ryan, partikel Mana mulai menyatu dan secara bertahap memadat di bawah kecemerlangan Urm Manadyte. Dengan cepat, Mana-Mana tersebut berubah menjadi bilah pedang putih murni.


“Apakah itu Seraph?" gumam Kirin sambil mengangkat Senbakiri ke arah Ryan.


"Kalau begitu, aku mulai!"


Boom


Bersamaan dengan suara bantingan yang keras, Kirin langsung melaju seperti peluru dengan kecepatan yang mencengangkan ke arah Ryan.


Di tangannya, Katana bernama Senbakiri, menampar seperti busur, memotong udara, dan menebas ke arah Ryan.


Clang


Di bawah suara tabrakan yang tajam, semburan bunga api pecah dan mengumumkan dimulainya duel ini.


Setelah adu pedang pertama dimulai, pedang cahaya putih dan katana keperakan kembali memotong udara pada saat bersamaan. Seperti kilatan cahaya, dengan cahaya menyilaukan bagai bulan sabit, tabrakan kembali terjadi dengan keras.


Clang


Ujung katana yang tajam bergesekan dengan bilah putih. Api menyala di pipi Ryan dan Kirin pada saat yang sama, menyatukan mata kedua orang itu dan saling memandang.


Di bawah suara tebasan, Kirin mendadak berjongkok melepas tebasan pedang Ryan. Senbakiri di tangan Kirin lalu berubah menjadi cahaya pedang yang membelah udara dan terbang ke arah Ryan.


Kirin benar-benar serius dan tanpa ampun dalam menyerang.


Lagipula, Genestella memiliki kekuatan untuk mengubah Prana menjadi kekuatan pertahanan yang dapat menahan peluru. Jadi, kalaupun tubuh Ryan benar-benar terkena tebasan Kirin, maka hal itu tidak akan berakibat fatal.


Oleh karena itu, duel di antara Genestella sama sekali tidak membutuhkan belas kasihan. Yang dibutuhkan hanyalah bertarung dengan serius.


Akibatnya, tanpa ada keraguan, Kirin meluncurkan tebasan tak berujung ke arah Ryan.


Ryan segera melihat ke bawah dan secara reflek mengambil langkah mundur. Pada saat yang sama, Ryan menempatkan Seraph di depannya, memblokir semua serangan yang datang.


Clang Clang Clang Clang


Satu per satu tebasan jatuh pada bilah pedang putih dan memicu semburan kembang api.


Bisa dikatakan bahwa Teknik Pedang milik Kirin sangat tajam dan cepat. Meski dengan ukuran mungil, pergelangan tangannya sama sekali tidak terlihat lemah. 


Setiap tebasan memiliki kekuatan yang baik, seperti pancuran yang mendesis.


Dalam hal ini, Ryan terus mundur selangkah demi selangkah, sambil mencoba memblokir tebasan tajam dari semua sisi, dan mencoba menjauhkan diri dari Kirin.


Di bawah serangan seperti badai itu, Ryan benar-benar berusaha keras menangkis semua serangan. Akibatnya, postur tubuh Ryan mulai goyah, seakan ia bisa kapan saja dikalahkan.


Dari samping, Fan Xinglou dan Claudia melihat semua ini dengan bersuka cita.

__ADS_1


Terutama Fan Xinglou, matanya terus menatap Toudou Kirin dan mengagumi setiap gerakannya 


"Renzuru dari Toudouryuu? Gadis kecil itu telah sepenuhnya menguasai esensinya!"


Yang disebut Toudouryuu adalah teknik pedang modern milik keluarga Toudou. Teknik ini berspesialisasi dalam duel satu lawan satu. 


Toudouryuu sendiri memiliki konsep serangan menyerupai burung bangau. Bagaikan gerakan paru bangau saat menangkap mangsanya, teknik pedang ini memiliki gerakan yang cepat dan akurat.


Dengan gerakan seperti itu, orang yang mempelajarinya dapat menekan lawan dengan serangan beruntun berkecepatan tinggi.


Sedangkan apa yang disebut Renzuru adalah perwujudan dari konsep bangau ini.


Serangan tanpa henti dengan 49 jenis gerakan, itulah Renzuru. Kombo jurus Renzuru tidak akan berhenti kecuali pihak lawan kalah.


Kirin adalah pewaris keluarga Toudou yang menciptakan Toudouryuu.


Meskipun baru berusia 13 tahun, gadis itu jelas telah memahami esensi Toudouryuu.


Dengan serangan terus menerus tanpa batas, Kirin dengan tegas menekan Ryan, dan membuat Ryan ke posisi bertahan tanpa bisa menyerang balik.


Setidaknya, apa yang terlihat di permukaan memang seperti ini.


"Ryan-san terlalu sopan. Dia sama sekali belum serius. Tapi walau begitu, dia bisa mengatur ritme agar tidak terjerat oleh Renzuru."


"Hohou." Fan Xinglou tiba-tiba memelototi Claudia dan berkata dengan senyum tipis, “Seperti yang diharapkan dari Ketua OSIS Seidokan."


"Padahal Ryan baru saja menjadi muridku kurang dari dua bulan, akan tetapi kamu telah menyelidikinya dengan sangat jelas."


Lagi pula, dari awal hingga akhir, Ryan sama sekali belum menggunakan kecepatan dan Teknik Membunuh yang ia miliki. 


"Apalagi, energi yang Ryan-san gunakan tadi terasa sangat kuat." Claudia berkata sambil tersenyum, "Dia benar-benar murid Banyuu Tenra."


"Wanita tua ini juga sebenarnya tidak mengira bahwa anak ini memiliki kekuatan seperti itu." Fan Xinglou terlihat sangat bahagia. Ia lalu memandang Ryan dengan mata berapi-api.


"Aku jadi penasaran, seperti apa rasanya bertarung melawannya saat menggunakan kekuatan itu." gumam Fan Xinglou dengan nada rendah.


~***~


Clang Clang Clang


Ryan mengayunkan Orga Lux putih menangkis semua serangan Kirin dengan tenang. Ia melakukan ini sambil membenamkan diri dalam pikirannya.


'Aku nggak nyangka benar-benar bisa menggunakan Senjata peringkat Perak.'


Seperti yang diketahui, Reincarnation Room memiliki aturan seperti game, dimana ada batas restriksi dalam menggunakan Peralatan (Equipment).


Seorang Reincarnator, hanya bisa menggunakan Peralatan (Equipment) yang sesuai dengan Tingkat Authority-nya.


Sebagai Tingkat Authority 5, Ryan seharusnya hanya bisa menggunakan Peralatan (Equipment) tingkat Hitam.


Akan tetapi, kali ini Ryan dapat menggunakan senjata tingkat Perak.


'Ini pasti karena keinginan Seraph itu sendiri.'


Seraph memiliki kesadaran dan telah menerima Ryan sebagai penggunanya. Justru karena hal ini, Ryan bisa menggunakan Seraph.


Setelah selesai memikirkan semua hal ini, Ryan mengangkat kepalanya dan menatap Kirin yang masih terus menebas.

__ADS_1


"Mungkin aku bisa mencobanya …"


__ADS_2