Reincarnation Room

Reincarnation Room
Satu Tahun Kemudian


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, udara masih terasa sedikit dingin. Meski sinar matahari telah menetes dari langit dan menerangi jalanan, suhu udara masih agak rendah.


Sekarang adalah musim gugur. Dan dalam waktu dekat, musim dingin akan tiba.


Saat ini, murid SMA Butei telah mengenakan seragam musim dingin, membuat suasana Sekolah terlihat hangat.


Satu tahun telah berlalu sejak Ryan menjalani tes masuk kelas Assault. Kini, SMA Butei telah menyambut sejumlah murid baru di tahun ajaran baru ini. Hal ini membuat banyaknya wajah baru memenuhi sekolah.


Sama seperti tahun lalu, para calon murid kelas Assault akan menjalani tes masuk. Tapi, ini semua tidak ada hubungannya dengan Ryan yang telah naik kelas menjadi murid kelas 2. Dan hari ini, adalah upacara pembukaan tahun ajaran baru.


Walau ini hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru, namun Ryan masih tertidur nyenyak di asramanya.


Dreeet Dreeet Dreeet


Samar-samar, Ryan mendengar suara getaran dari samping bantalnya.


Dalam keadaan masih mengantuk, Ryan membuka matanya. Ryan lalu meraih ponselnya yang ia letakkan tepat di samping bantal


"Hmm? SMS?"


Ryan menguap sejenak. Ia kemudian segera bangun dan duduk di samping tempat tidurnya.


Begitu melihat nama pengirim SMS itu, Ryan tersenyum tak berdaya. Selama setahun ini, ia sering menerima SMS dari nomor tersebut.


Ryan lalu bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke jendela. Saat membuka tirai, Ryan melihat Shirayuki dengan seragam musim dinginnya, tengah berdiri di depan gedung asrama.


Rambut milik Shirayuki yang lurus dan panjang itu berkibar-kibar tertiup angin dengan indah. Ia tampak sangat cantik dan menawan 


Melihat Ryan muncul dari jendela kamarnya, Shirayuki tersenyum menawan. Ia benar-benar tampak mempesona.


Senyuman cantik dan lembut ini akan membuat pria manapun yang melihatnya akan terpesona.


Begitu pula yang terjadi pada Ryan. Saat Ryan tidak sedang menjalankan Komisi Pribadi, Shirayuki selalu mengunjunginya seperti ini. Walau begitu, Ryan sama sekali tidak merasa bosan.


Ryan membalas senyuman Shirayuki dengan senyum hangatnya dan memberinya isyarat untuk menunggu sebentar. Ia lalu bergegas untuk mandi dan bersiap-siap. 

__ADS_1


Dengan AGI yang cukup tinggi, Ryan hanya butuh 2 menit untuk mandi, dan kurang dari 1 menit untuk menggunakan pakaian. Total, ia hanya butuh 3 menit untuk melakukan semua itu.


Ryan segera menghampiri Shirayuki dan berkata, "Maaf Shirayuki, telah membuatmu menunggu lama." 


"Tidak apa-apa kok." Shirayuki menggelengkan kepalanya. "Karena, Ri-kun tidak pernah terlambat dan selalu tepat waktu."


"Itu karena kamu datang ke sini setiap pagi untuk menungguku dan mengirim SMS tepat waktu untuk membangunkanku." Ryan menggaruk pipinya dan berkata: "Kalau tidak, mungkin aku akan terlambat bangun."


“Benarkah?” Shirayuki sedikit malu dan berkata dengan gembira: “Aku senang bisa membantumu, Ri-kun.”


Melihat keimutan Shirayuki, Ryan tak dapat menahan dirinya lagi. Ia kemudian memeluk hangat Shirayuki.


“Kamu yang seperti ini benar-benar imut, Shirayuki.” bisik Ryan tepat di samping telinga kiri Shirayuki. 


Hembusan nafas Ryan mengenai daun telinga Shirayuki dan membuatnya menjadi merah. Shirayuki pun merasa kegelian sekaligus keenakan. “Ahn~”


“Ri-kun, jangan di sini …”


Namun Ryan tidak mempedulikannya. Dengan lembut, Ryan mencium bibir Shirayuki. Dunia benar-benar serasa milik berdua.


‘Sial! Bisakah kalian melakukan hal ini di tempat lain dan bukan di depan gerbang Asrama?!’ gerutu Kinji. 


Bagaimana tidak kesal, selama tiga bulan terakhir, Kinji selalu melihat Ryan dan Shirayuki bermesra-mesraan di depan gerbang Asrama.


Pada awalnya, Kinji terkejut dan agak canggung ketika melihat semua ini. Namun, lambat laun Kinji mulai terbiasa dengan semua ini. Walau begitu, tetap saja hal ini membuatnya kesal.


Dengan perasaan seperti itu, Kinji melewati Ryan dan Shirayuki yang masih asyik berciuman tanpa melihat ke arah mereka seakan-akan mereka tidak ada.


Setelah beberapa menit, Ryan dan Shirayuki mengakhiri ciuman mereka. Shirayuki masih tampak malu-malu dengan apa yang baru saja ia lakukan. 


Hal ini sangatlah wajar. Selama Shirayuki berada di Kuil, ia tidak pernah dekat dengan laki-laki lain selain keluarganya. Ia juga tidak tahu mengenai dunia luar. Bahkan ia memerlukan waktu beberapa minggu untuk terbiasa hidup di kota dan menjalani masa sekolah.


Maka dari itu, untuk bisa sampai ke tahap ini, Ryan membutuhkan usaha ekstra keras. 


Saat awal-awal mereka berpacaran, Shirayuki juga masih malu-malu untuk berpegangan tangan. Ryan membutuhkan waktu 2 bulan untuk membuat Shirayuki terbiasa.

__ADS_1


Begitu juga untuk peluk dan cium. Ryan membutuhkan waktu 6 bulan agar Shirayuki mau melakukannya. Ryan bahkan tidak berani berbuat lebih, karena ia tidak mau menyakiti Shirayuki.


Karena sikap Ryan yang tak pernah memaksa dan selalu lembut ini, hubungan antara Ryan dan Shirayuki tumbuh dengan pesat secara alami. Semenjak semester 2, akhirnya Shirayuki mulai memberanikan diri memanggil Ryan dengan nama Ri-kun.


Setelah beberapa saat, Ryan melihat jam tangannya dan merasa sudah waktunya untuk berangkat


Ryan lalu menggenggam tangan Shirayuki dan berkata, “Ayo kita berangkat.” 


“Un …” angguk Shirayuki 


“Oh ya, apa kamu sudah membawa pistolmu? Kamu tidak meninggalkannya di kamar kan, Rik-kun?”


Ryan tersenyum kecil mendengarnya. Dalam sekejap, sebuah pistol berjenis Glock 18 muncul di tangannya. Ryan kemudian memutar-mutar pistolnya seperti seorang koboi, dan mendadak, pistol tersebut menghilang dari tangannya.


Melihat aksi ini, Shirayuki menepuk tangannya. "Teknik milik Ri-kun masih sama seperti sebelumnya. Ini benar-benar seperti sihir. Orang-orang bahkan tidak ada yang tahu kapan kamu mengambil senjatamu, termasuk aku. Sungguh menakjubkan.”


Mendengar pujian ini, Ryan mengangkat bahunya. "Itu hanya beberapa trik kecil."


Bagi Ryan, ini hanyalah trik kecil. Sebab, Ryan hanya mengeluarkan Glock dari cincin Black Space dan menyimpannya kembali.


Akan tetapi, dalam setahun ini, trik ini membuat nama Ryan terkenal.


Saat Ryan menjalankan Komisi Pribadi sebagai Butei, banyak musuh yang terkejut dengan aksi Ryan ini. Mereka tidak tahu kapan Ryan mengambil senjatanya. Begitu sadar, mereka telah lumpuh dan ditangkap.


Seiring berjalannya waktu, Ryan mendapat julukan Weapon Wizard dalam komunitas Butei. Ditambah dengan peringkat S yang ia sandang dan statusnya yang masih seorang murid, nama Ryan menjadi cukup terkenal.


Sayangnya, tidak ada yang tahu bahwa trik senjata ini hanya memanfaatkan cincin Black Space, tidak ada teknik khusus di dalamnya.


Tak butuh waktu, Ryan dan Shirayuki tiba di sekolah. Mereka berdua pun berjalan dengan santai ke Gedung Olahraga, dimana upacara pembukaan tahun ajaran baru dilaksanakan


Tahun ini, Shirayuki akan naik ke panggung dan memberi sambutan sebagai Ketua OSIS SMA Butei tahun ini.


Saat mereka sedang berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menyebut nama Ryan.


“Ho~ bukankah kamu Ryan?”

__ADS_1


Ryan pun berhenti mendengar suara ini. Ia merasa bahwa suara ini sangat tidak asing di telinganya. Ia kemudian mengerutkan dahinya, dan menoleh ke belakang.


__ADS_2