
“Grooar …”
Suara auman Aragami terdengar dari sekeliling Ryan dan lainnya. Perlahan, satu persatu Aragami muncul dari reruntuhan sekitar. Mereka kemudian berjalan mendekati kelompok Ryan. Tak butuh waktu lama, Ryan, Lindow, Soma, Sakuya, dan Alisa terkepung.
Selain Lindow yang telah mengetahui kedatangan para Aragami sejak awal, ekspresi Ryan, Soma, Sakuya, dan Alisa menjadi sangat serius.
Ada beberapa jenis Aragami yang mengepung mereka. Seperti Ogretail, Koungo, dan juga Vajra. Bahkan, ada ratusan Vajra dalam kelompok ini.
“Grooar …”
“Grooar …”
Melihat hal ini, Ryan yang masih ada dalam pelukan Alisa, memegang erat Moon Blade. Ia lalu melepaskan diri dari pelukan Alisa.
Namun, ketika ia telah lepas dari pelukan Alisa, mendadak tubuh Ryan roboh.
“Ryan!” Secepat kilat, Alisa langsung menangkap tubuh Ryan.
“Ugh … terima kasih, Alisa …” ucap Ryan.
Kini, sekujur tubuh Ryan terasa amat sakit. Perasaan tidak berdaya dari lubuk jiwa yang terdalam membuat rasa lelah dan kantuk terus melanda pikiran Ryan. Hal ini menyebabkan pandangan Ryan kabur.
“Ryan, kamu selalu datang melindungiku di saat-saat genting. Kini, giliranku untuk melindungimu!” ucap Alisa dengan pandangan tegas. Ia kemudian membaringkan tubuh Ryan ke tanah dan mulai mengangkat God Arc miliknya.
Di saat yang sama, Lindow, Soma, dan Sakuya langsung berdiri melingkar mengelilingi Ryan. Alisa lalu menyusul dan mengambil posisi di samping sakuya.
"Kami juga akan melindungimu, Ryan." ucap Lindow.
Melihat Unit Pertama dan Alisa bersedia melindunginya, hati Ryan jadi terenyuh. "Maafkan aku … karena kondisiku begini, aku malah menjadi beban."
'Inilah mengapa aku enggan menggunakan Stigma. Aku sudah menduga akan ada banyak Aragami yang harus aku hadapi setelah mengalahkan Venus. Namun sayang aku nggak punya pilihan lain selain menggunakannya.' gumam Ryan dengan sedikit menyesal.
Selain Venus, ada banyak Aragami yang menyerbu cabang Rusia, yang bisa dibilang tak terhitung jumlahnya.
Saat pertarungan mereka dengan Venus, pasukan Aragami yang Venus pimpin menerima perintah untuk diam dan tidak ikut campur dalam pertarungan.
Akan tetapi, setelah Venus mati, tidak ada lagi yang memberi perintah pada pasukan Aragami ini. Alhasil, mereka kembali ke insting dasar mereka dan mulai menyerang.
Ratusan Vajra yang mengepung mereka mulai mengeluarkan percikan listrik dari mantelnya. Sedangkan Aragami lainnya, menatap tajam kelompok Ryan seakan sedang melihat mangsa yang sangat lezat.
Para Aragami ini bersiap untuk menyerang kelompok Ryan dalam hitungan detik.
Melihat hal ini, jantung Lindow, Soma, Sakuya, dan Alisa berdetak dengan kencang. Mereka benar-benar berkonsentrasi penuh untuk menyambut serangan yang akan datang.
Mendadak, muncul suara dari komunikator di telinga Ryan.
"Aku telah berhasil membobolnya!" teriak Hibari dari ujung komunikator.
Mendengar suara ini, berkata dengan suara rendah. "Teman-teman, sepertinya dewi keberuntungan berpihak pada kita."
"Apa maksudmu?" tanya Alisa.
"Lihat dan saksikan." senyum lemah Ryan sambil menoleh ke arah gedung utama Fenrir cabang Rusia.
Melihat hal ini, Lindow, Soma, Sakuya, dan Alisa juga ikut melihat ke arah pandangan Ryan tertuju.
Tak lama kemudian, suara Hibari terdengar lagi dari komunikator Ryan.
__ADS_1
"Hitungan mundur dimulai!"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
"Meluncur!"
Dengan jatuhnya suara Hibari, pada bagian paling atas gedung utama Fenrir, mendadak muncul sebuah lubang dengan diameter 7 meter. Dari lubang tersebut muncul sebuah tangki kaca besar disertai kobaran api di bawahnya,
Seperti roket, tangki kaca tersebut naik ke atas dan meluncur dengan keras menuju cakrawala.
"Apa itu?" Lindow sedikit terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya. Hal yang sama juga dialami Sakuya, Soma, dan juga Alisa, mereka terkejut melihat sebuah tangki kaca terbang ke atas awan.
Tangki kaca besar itu terlihat memiliki ekor yang panjang, seolah-olah itu adalah sebuah meteor. Tangki tersebut terus meluncur dan secara bertahap menghilang di kejauhan..
Pada saat yang sama, mata buas yang ditunjukkan oleh semua Aragami di sekeliling kelompok Ryan, mendadak berubah menjadi lesu. Seakan, mereka telah terhipnotis.
Bahkan Vajra yang tadi telah mempersiapkan serangan petirnya, langsung membatalkan serangannya.
Tak lama kemudian, kepala para Aragami menoleh ke suatu arah, mulai bergerak maju ke arah tersebut. Dan arah tersebut adalah arah dari perginya tangki kaca berisi ekor Venus.
Ketika Venus mati, hormon pengendali Aragami menghilang. Maka dari itu, hormon yang dikeluarkan oleh Amor dalam tangki kaca besar itu adalah umpan terbaik. Dengan hormon itu, Amor dapat menarik perhatian Aragami dan menyebabkan mereka lari mengejar kemana Amor pergi.
Tidak hanya Aragami yang ada di sekitar Ryan saja yang pergi mengejar Amor, akan tetapi semua Aragami yang berada di seluruh cabang Rusia, juga ikut pergi mengejar Amor.
"Peluncuran telah berhasil. Sekarang, telah terdeteksi bahwa semua Aragami dari seluruh cabang Rusia pergi ke arah Amor. Berdasarkan estimasi, semua Aragami akan meninggalkan cabang Rusia dalam waktu setengah jam." ucap Hibari dari alat komunikator.
Hibari kemudian terdengar sedang tertawa bahagia. “Perang ini telah usai Ryan, terima kasih atas segalanya. Aku akan menunggumu kepulanganmu, sayang …”
Mendengarkan suara merdu Hibari, Ryan menjadi lega. Senyuman perlahan muncul di wajahnya. Tak lama kemudian, pandangan Ryan menjadi gelap. Setelah semua beban yang ia pikul terangkat, kini ia dapat pingsan dengan tenang.
~***~
"Ugh …" Ryan terbangun menatap langit-langit berwarna hijau tua.
Tiba-tiba, seorang pria berambut panjang masuk ke dalam tenda pengungsian. "Oh, kamu sudah bangun, Ryan-kun."
"Kapten Amamiya?!" Melihat kedatangan Lindow, Ryan segera bangun dan duduk di ranjangnya.
"Sstt …" Lindow menempelkan jari telunjuknya pada bibir. Kemudian ia memberi kode pada Ryan untuk melihat ke sebelah kirinya.
Saat Ryan menengok ke arah kiri, ia melihat Hibari dan Alisa sedang tertidur di tempat duduknya. Hati Ryan pun menjadi hangat melihat semua ini.
"Selama dua hari, mereka terus menjagamu. Mereka sangat mengkhawatirkanmu …" ucap Lindow
"Jadi, sudah dua hari ya … " Ryan sedikit menghela nafas. Ia tak menyangka bahwa kedua kalinya ia menggunakan Stigma, ia akan tak sadarkan diri selama dua hari.
'Selama aku belum menemukan solusi untuk memulihkan jiwaku, maka efek samping stigma akan terus bertambah besar seiring semakin seringnya aku menggunakan Stigma.' pikir Ryan.
Ryan lalu melihat ke arah Lindow. "Jadi, bagaimana keadaan cabang Rusia setelah aku pingsan?"
__ADS_1
"Rusia telah kehilangan 40% penduduknya, baik itu warga sipil, ilmuwan, maupun tentara. Sementara itu, fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah juga telah porak-poranda." jelas Lindow
"Jadi begitu, pantas saja aku sekarang dirawat di dalam sebuah tenda." Setelah mengatakannya, di tangan Ryan mendadak muncul sebuah tablet layar sentuh yang dipinjamkan oleh Lindow.
Melihat hal ini, Lindow sedikit terkejut. "Di mana kamu menyimpannya? Kenapa bisa tiba-tiba muncul seperti itu?"
Ryan hanya tersenyum pada pertanyaan Lindow. Ia lalu melempar tablet tersebut pada Lindow.
“Aku telah menyalin banyak file rahasia dari cabang Rusia, termasuk file mengenai Proyek Amor. Dengan ini, aku yakin bahwa misi yang dipercayakan kepada Kapten telah selesai.”
Mendengar kata-kata Ryan, Lindow tersenyum dan menepuk punggung Ryan. "Jujur saja aku masih penasaran dengan trikmu tadi. Tapi, terima kasih atas kerja kerasnya."
"Dan juga, ada banyak hal yang perlu dilakukan setelah ini. Jika kamu bisa terus membantu, maka aku akan sangat menghargainya."
"Sayangnya, aku juga sangat sibuk." Ryan tersenyum tipis. "Aku juga tidak akan kembali bekerja denganmu lagi setelah ini. Ada banyak yang harus aku lakukan."
Pernyataan ini, membuat Lindow terdiam. Setelah beberapa saat terdiam, Lindow kembali bertanya. "Apa kamu akan pergi?"
Ryan menganggukkan kepalanya atas pertanyaan Lindow.
Lindow menghela nafas panjang. "Haah~"
"Kapan kamu akan pergi?"
"Sekarang."
"Sekarang?" Lindow tidak menyangka Ryan akan langsung pergi sesaat setelah ia bangun. "Kamu tidak menunggu kedua nona ini bangun?"
"Aku akan meninggalkan surat untuk mereka berdua." jawab Ryan.
"Setidaknya, berikan kata-kata yang indah untuk mereka." Setelah itu, Lindow keluar dari tenda sambil melambaikan tangannya.
Sesaat setelahnya, keheningan kembali menyeruak di dalam tenda perawatan tersebut. Ryan lalu segera menulis dua lembar surat yang ditujukan kepada Hibari dan juga Alisa.
"Oke, sepertinya begini saja sudah cukup." gumamnya sambil meletakkan surat tersebut di atas tempat tidurnya.
Ding
[Selamat, nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan misi sampingan tingkat A+, -Investigasi Fenrir Cabang Rusia-]
[+10.000 poin]
Ding
[Selamat, nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan misi sampingan tingkat A+, -Bertarung Melawan Venus-]
[+10 poin Atribut]
Ding
[Sistem mendeteksi nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan semua misi utama]
[Anda dapat memilih untuk kembali ke Reincarnator Room, atau menetap di dunia ini]
[Jika anda memilih untuk kembali ke Reincarnation Room, maka anda akan menjalani evaluasi dan perhitungan hadiah]
[Jika anda memilih untuk menetap di dunia ini, anda dapat tinggal di dunia ini selama 3 hari]
__ADS_1
"Aku pilih kembali …"