Reincarnation Room

Reincarnation Room
Gadis Misterius


__ADS_3

Saat konser usai, hari sudah mulai larut. Lampu-lampu penerangan di sisi jalan mulai menyala. Gedung-gedung tinggi juga mulai menyalakan lampunya.


Di era ini, malam telah lama ditaklukkan oleh manusia, sehingga kegelapan kota metropolis ini telah diusir, membuat kota Akademi Asterisk terlihat seperti langit berbintang yang mengapung di atas air,


Walau begitu, tetap saja ada tempat yang sama sekali tidak tersentuh gemerlapnya kota metropolitan..


Dan di salah satu sudut tempat seperti itu, Ryan berdiri diam sambil melihat sekelilingnya. "Dimana ini?"


Melihat suasana gelap ini, Ryan kembali teringat apa yang terjadi padanya sebelum ia tersesat seperti sekarang ini.


Sebelumnya, setelah konser selesai, Ryan dan Zhao Hufeng berjalan beriringan untuk langsung kembali ke Jie Long.


Namun, di tengah perjalanan, sebuah mobil Limosin yang dipercaya sedang ditumpangi Sylvia melewati yang sama dengan Ryan. Alhasil, terciptalah kerumunan Fans Sylvia yang langsung menggila dan bersorak-sorak.


Ryan yang tertelan lautan Fans garis keras ini pun akhirnya terombang-ambing di dalamnya. Ia bahkan tidak bisa lagi membedakan arah karena sesaknya jalanan.


Dalam keadaan seperti itu, Ryan akhirnya menemukan sebuah gang di sampingnya dan bergegas masuk ke sana untuk membebaskan diri dari lautan Fans yang menggila ini.


Akan tetapi, ini adalah awal dari sebuah tragedi.


Setelah memasuki gang itu, Ryan sama sekali tidak bisa keluar dan hanya bisa berjalan mondar-mandir di sepanjang jalan yang gelap..


Lagipula, Ryan telah berlatih di Kuil Naga Kuning sejak ia datang ke dunia ini. Hari ini adalah hari pertamanya keluar dari Jie Long. Jadi wajar saja jika Ryan masih belum hafal landscape kota Asterisk.


“Haah~, seperti yang diharapkan dari seorang Wibu. Begitu bertemu dengan idolanya, dia langsung meninggalkan temannya sendirian.” Ryan menghela nafas dan mengeluarkan ponsel dari tangannya.


Ponsel di dunia ini memiliki teknologi yang hampir sama dengan ponsel Android dari dunia asal Ryan. Dengan ukuran sebesar telapak tangan, ponsel tipis ini dapat melakukan apa saja selayaknya ponsel Android. 


Pada ujung ponsel Ryan, tergantung sebuah aksesoris bergambar Sylvia Lyyneheym dalam versi kartun.


Sebagai penggemar berat Sylvia, Zhao Hufeng membeli banyak produk aksesoris Diva cantik itu. Ia kemudian memberikan gantungan ponsel bergambar Sylvia yang dibelinya pada Ryan dan memaksanya untuk segera memasangnya.


Memegang ponsel yang seperti itu, Ryan kemudian membuka aplikasi Map untuk mencari di mana ia sekarang. 


Di dalam aplikasi Map, Ryan melihat bahwa ia sekarang berada di Distrik Pembangun Kembali. 


Namun, belum sempat Ryan melihat peta dengan detail, tiba-tiba saja ponsel Ryan mati kehabisan baterai.

__ADS_1


“Anjir, aku lupa belum mengisi baterai ponselku!” gumam Ryan dengan kesal.


“Tapi, dari informasi yang aku dapatkan tadi, kini aku berada di Distrik Pembangun Kembali. Ini sangat menjengkelkan!”


Yang disebut Distrik Pembangunan Kembali adalah sebuah area terpencil di dalam Kota Akademi Asterisk yang dipenuhi gedung-gedung terbengkalai dan hancur.


Karena gedung-gedung ini belum dibangun kembali, beberapa di antaranya telah menjadi daerah kumuh. 


Alhasil, tempat ini dipenuhi oleh murid-murid nakal dan juga para pelaku kriminal yang bersembunyi. Hal ini membuat Distrik ini sangat berbahaya.


Oleh karena itu, kini di sekeliling Ryan, ada banyak bangunan gelap dan hancur yang membuat tempat ini tampak berantakan.


Dengan tidak adanya penunjuk arah, peta, maupun orang yang bisa ditanyai, Ryan tidak dapat menentukan harus berjalan ke arah mana untuk bisa keluar dari tempat ini.


"Sepertinya, satu-satunya cara yang bisa aku tempuh adalah pergi ke tempat tinggi dan melihat arah dimana Distrik Pusat berada." 


Saat Ryan sedang bergumam, sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinganya.


"Untuk keluar dari sini, itu tidaklah terlalu sulit. Lagipula, ini bukanlah titik terdalam dari Distrik Pembangunan."


Di sebelah bangunan terbengkalai, sosok bayangan hitam muncul dan berjalan dalam bayang-bayang kegelapan.


Setelah sosok tersebut berjalan semakin dekat, barulah Ryan dapat melihat jelas sosok tersebut yang ternyata adalah seorang gadis muda.


Gadis tersebut mengenakan setelan blus longgar yang dipadukan dengan celana jeans gelap. Ia mengenakan topi di kepalanya dan menyembunyikan setengah wajah dengan sedikit memiringkan topinya.


Rambut merah maroon milik gadis tersebut tampak panjang terkulai kebelakang dan ini terlihat sangat anggun. 



'Hee~, aku nggak menyangka akan bertemu dengannya di sini. Mungkinkah ini yang disebut keberuntungan dibalik kemalangan?'


'Apapun itu, ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendekatinya.' batin Ryan yang memasang wajah bingung dan waspada.


Melihat reaksi Ryan, gadis misterius itu tersenyum tipis dan berkata kepada Ryan, "Butuh bantuan?"


"Siapa kamu?" ucap Ryan dengan nada penuh kewaspadaan. 

__ADS_1


"Tenang, aku bukan orang yang mencurigakan kok." Gadis itu berjalan ke arah Ryan dan berbicara dengan sedikit centil. "Meskipun gadis-gadis yang berjalan-jalan di Distrik Pembangunan tidak terlihat seperti orang yang baik, tapi tolong percayalah padaku."


Walau penampilannya terlihat sederhana, tapi kecantikan gadis itu sangat sulit untuk disembunyikan.


Saat gadis itu mendekat, pandangannya teralihkan pada gantungan ponsel Ryan.


Melihat gantungan ponsel bergambar Sylvia versi kartun itu, gadis itu berkata, "Kamu tersesat setelah menonton Konser di dekat sini?"


Masih dalam aktingnya, Ryan mengangguk ragu. "Apakah kamu juga habis dari sana?"


"Ya, aku baru saja kembali dari menonton Konser." senyum gadis itu.


"Kalau begitu, aku akan mengantarmu keluar dari tempat ini. Ayo ikuti aku …"


Saat gadis itu berbalik arah dan akan mengantar Ryan keluar, mendadak langkah gadis tersebut terhenti


Ryan juga mengangkat alisnya dan melihat sekelilingnya  "Sepertinya aku nggak bisa pergi denganmu untuk sementara waktu."


Tap Tap Tap


Dengan suara langkah kaki ini ,satu persatu bayangan hitam mulai muncul dari bangunan terbengkalai di sekitarnya dan dengan cepat mengepung Ryan dan gadis itu.


Melihat munculnya orang-orang yang tampak seperti preman ini, Ryan berkata, "Apakah mereka semua adalah para penjahat yang tinggal di Distrik ini?"


"Kenapa kamu begitu yakin bahwa orang-orang ini adalah penjahat?" tanya gadis itu penasaran.


"Memang Distrik ini dipenuhi oleh gangster dan kelompok jahat lainnya. Tapi bukan berarti tidak ada orang baik yang tinggal di sini kan?"


Mendengar pertanyaan absurd ini, Ryan tersenyum tipis dan dengan santai menjawab pertanyaan gadis itu. "Sayang sekali, tapi bagaimanapun juga kamu melihatnya, sangat nggak mungkin orang baik akan mengepung kita. Apalagi, mereka semua membawa aura seorang pembunuh."


Seperti yang dikatakan Ryan, dari tubuh orang-orang ini, terpancar aura bisu yang kurang lebih memberi tahu orang lain bahwa orang-orang ini pada dasarnya adalah orang-orang yang pernah mengambil nyawa manusia.


Mereka bukanlah gangster biasa yang hanya bisa mengancam dan memukul lawannya hingga babak belur. Gangster biasa tidak akan pernah membunuh targetnya.


Selain itu, Ryan dapat merasakan aliran Prana dari tubuh mereka, yang artinya mereka semua adalah seorang Genestella.


Melihat semua ini, bukannya panik, senyum tipis Ryan malah perlahan berubah menjadi senyum menyeringai. "Ini sangat menarik."

__ADS_1


__ADS_2