Reincarnation Room

Reincarnation Room
Toudou Kirin


__ADS_3

"Tingkat Perak?" Ryan benar-benar terpana.


'Seraph adalah senjata bertingkat perak?! Bagaimana mungkin?!'


'Seharusnya, Orga Lux hanya bisa mencapai tingkat perunggu, kecuali Orga Lux tersebut dibuat oleh orang yang memiliki kekuatan setara dengan Tingkat Authority 2!' pikir Ryan.


Tapi, semua ini jadi masuk akal. Tingkat kecocokan Seraph dengan Ryan rendah karena kekuatan Ryan hanya setara Tingkat Authority 4. Untuk bisa menggunakan senjata Tingkat Perak, Reincarnator harus memiliki kekuatan Tingkat Authority 3.


Maka dari itu, tingkat kecocokan Seraph dengan Ryan baru meningkat sempurna setelah Ryan menggunakan Stigma.


Tak mau berlama-lama menggunakan Stigma, Ryan segera membatalkan aktivasi Seraph dan juga mematikan Stigma.


Akibatnya, bilah putih murni yang baru saja memancarkan cahaya terang tiba-tiba menghilang. Seraph pun dengan patuhnya berbaring di tangan Ryan, seakan ia kembali tidur.


Dari belakang Ryan, Fan Xinglou dan Claudia datang menghampirinya.


"Bagus sekali." Fan Xinglou berkata sambil menyeringai, "Akhirnya tidak sia-sia aku membawamu ke sini."


Jelas, suasana hati Fan Xinglou saat ini sangat baik.


Selain itu, Monster Immortal menatap Ryan dengan tatapan licik, seolah-olah ia bermaksud untuk mengupas Ryan dari luar ke dalam untuk mempelajarinya dan mengungkap semua rahasia tubuh Ryan. Benar-benar orang yang menyeramkan.


Tidak hanya Fan Xinglou, Claudia juga tersenyum kagum  pada Ryan. “Ryan-san benar-benar orang yang sangat spesial.” 


“Tidak hanya membuat Pan-Dora bereaksi seperti itu, bahkan sekarang untuk pertama kalinya Seraph mau menerima seseorang sebagai penggunanya.”


“Pertama kali?” Ryan terkejut mendengarnya.


“Ara, mungkinkah Ryan-san sama sekali tidak mengetahui asal Seraph?" Claudia memiringkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata, "Pemilik Seraph bukanlah Integrated Enterprise Foundation, tapi generasi pertama Banyuu Tenra.”


Ketika ucapan ini masuk ke telinga Ryan, hati Ryan cukup terkejut dan langsung melihat ke arah Fan Xinglou.


Menghadapi ekspresi Ryan yang sangat terkejut, Fan Xinglou hanya menutup matanya. Tercetak sedikit senyuman di wajahnya yang menawan itu.


Justru karena melihat ekspresi ini, Ryan jadi benar-benar yakin, bahwa apa yang dikatakan Claudia memang benar adanya.


Pemilik Seraph bukanlah Integrated Enterprise Foundation melainkan generasi pertama Banyuu Tenra. Dengan kata lain, Seraph adalah milik Fan Xinglou.


Monster Immortal tidak diragukan lagi telah tiga kali datang ke Kota Asterisk dengan identitas yang berbeda dan menyandang gelar Banyuu Tenra.


“Menurut informasi yang saya tahu, Seraph adalah Orga Lux yang diciptakan Banyuu Tenra generasi pertama menggunakan Urm Manadyte dengan kemurnian yang sangat tinggi.” jelas Claudia yang tidak menyadari bagaimana ekspresi Ryan dan Fan Xinglou.


“Setelah Seraph dibuat, generasi pertama Banyuu Tenra pergi meninggalkan Jie Long.”


“Sebagai penyuntik dana dan induk operasi Jie Long, Integrated Enterprise Foundation dengan hati-hati mempelajari Orga Lux ini. Akan tetapi, tidak adanya pengguna yang cocok dengan Seraph, membuat mereka kesulitan dalam mempelajarinya.”


“Selain itu, budaya di Jie Long membuat murid-murid di sana sama sekali tidak tertarik dengan Orga Lux. Hal ini membuat pengumpulan data menjadi lebih sulit.”


“Akhirnya, Jie Long meminjamkan Seraph ke seluruh sekolah di Asterisk, berharap mereka dapat mengumpulkan data dari Seraph dan mendapatkan pengguna yang cocok."


"Institut Hitam Rewolf mendapat giliran pertama dan memiliki waktu sepuluh tahun untuk meminjam Seraph"


"Giliran kedua adalah Akademi Arlequint, yang memiliki masa pinjam sepuluh tahun, lalu dilanjut oleh Akademi Galahadworth, dan setelah itu barulah Seraph berada di tangan Seidokan."


"Setiap sekolah saling bergantian untuk meneliti Seraph."


"Dalam periode peminjaman itu, Banyuu Tenra generasi kedua muncul di Jie Long."


"Beberapa kali murid Banyuu Tenra kedua datang untuk mengikuti uji tingkat kecocokan. Akan tetapi, mereka semua gagal."

__ADS_1


Claudia berkata terus terang pada Ryan, "Jadi, kamulah orang pertama yang berhasil menjadi pengguna Seraph."


Mendengar penjelasan panjang ini, Ryan terdiam.


'Pantas saja nama Orga Lux ini tidak pernah disebutkan dalan Anime dan Novelnya. Itu karena tidak ada yang bisa menggunakannya!'


Hal ini juga menjelaskan, mengapa Fan Xinglou sangat begitu senangnya ketika Ryan berhasil lolos uji tingkat kecocokan.


Tidak diragukan lagi bahwa Seraph adalah senjata yang dibuat oleh Fan Xinglou saat menjadi Banyuu Tenra generasi pertama.


Tujuannya adalah untuk memberikan Orga Lux ini pada murid-muridnya yang pantas dan meningkatkan kekuatan mereka.


Dengan begitu, suatu hari nanti murid tersebut bisa memuaskan keinginan Fan Xinglou untuk bertarung.


Memikirkan semua ini, Ryan mau tidak mau mengingat kembali apa yang dikatakan Fan Xinglou pada hari magang.


"Saat menjadi murid wanita tua ini, kamu hanya perlu mengingat satu hal."


"Dalam suatu waktu, kamu harus memenuhi keinginan wanita tua ini. Yaitu, bertarunglah denganku dan buat aku terhibur."


Untuk alasan ini, Fan Xinglou tidak ragu melakukan segala cara agar murid-muridnya menjadi kuat. Dan salah satunya adalah menciptakan Seraph.


Bisa dikatakan, Seraph adalah salah satu masterpiece ciptaan Fan Xinglou saat kekuatannya masih berada di puncaknya.


Zhao Hufei pernah berkata bahwa semua Banyuu Tenra generasi sebelumnya sangat ahli dalam membuat Immortal Tool.


Jika Urm Manadyte digunakan dalam membuat Immortal Tool, maka akan tercipta Orga Lux.


Saat Ryan sedang berpikir, Claudia tiba-tiba angkat bicara.


"Ryan-san, saya punya permintaan. Saya tidak tahu apakah kamu bersedia atau tidak."


Fan Xinglou juga sepertinya menebak sesuatu. Dia membuka matanya dan menatap Claudia. Ekspresinya menjadi sedikit senang, seakan ia akan melihat tontonan yang menarik.


Dalam situasi ini, Claudia tersenyum dan berbicara, "Maukah kamu berduel dengan lawan yang telah disiapkan oleh Seidokan?"


~***~


Saat ini, Ryan, Fan Xinglou, dan Claudia berada di ruang pelatihan bawah tanah di dalam Akademi Seidoukan.


Ryan berdiri di tengah ruang pelatihan bawah tanah dan memandang Fan Xinglou, yang tidak sabar untuk melihat duel. 


Ryan hanya bisa menghela nafas melihat tingkah Gurunya itu. "Guru, apakah ini tidak masalah?


Apa yang dimaksud Ryan sudah cukup jelas. Itu adalah permintaan Claudia sebelumnya.


"Apakah kita boleh menerima duel seperti ini dengan santai? Apalagi, aku tidak melihat adanya keuntungan bagi kita untuk melakukan duel."


Claudia membuat permintaan seperti itu karena dia ingin mengetahui kinerja Seraph dan mengumpulkan data tentang Seraph. 


Apalagi, sudah puluhan tahun tidak ada yang bisa mengumpulkan data tentang Seraph. Jadi ini adalah kesempatan emas bagi Seidokan untuk mengumpulkan datanya.


Bukan hanya masalah pengguna, tapi material yang digunakan dalam membuat Seraph oleh Banyuu Tenra generasi pertama juga masih menjadi misteri.


"Bukannya aku ingin melarikan diri dari duel ini, tapi Phoenix Festa sudah dekat. Dan lawan duelku pasti akan mengikutinya juga. Mengungkap Kemampuan Seraph di sini sangat tidak menguntungkan buat kita!"


Ryan menghela nafas pendek dan kembali berbicara. "Saat Phoenix Festa, aku pasti akan menggunakan Kemampuan Seraph. Saat itulah, orang-orang bisa mengumpulkan data dari pertarunganku selama Festa."


"Bukankah ini sangat menarik?" ucap Fan Xinglou dengan suara gembira.

__ADS_1


'Anjir, sudah aku duga jawabannya bakal seperti ini!' batin Ryan dengan ekspresi tidak berdaya.


Sesaat kemudian, pintu ruang pelatihan terbuka.


"Maaf, menunggu lama. Ada beberapa hal yang harus saya persiapkan." senyum Claudia sembari masuk ke dalam.


Di belakang Claudia, ada seorang pria dan seorang gadis muda yang juga ikut masuk.


Pria itu tampak telah berumur sekitar 40 tahunan. Dia memiliki tubuh yang cukup kuat. Akan tetapi, tidak ada jejak Prana di tubuhnya, jadi dia bukanlah seorang Genestella.


Namun, yang menarik perhatian Ryan bukanlah pria paruh baya itu, melainkan gadis di belakangnya.


Gadis itu tampak berjalan malu-malu dibelakang pria paruh baya.


Ryan dapat melihat gadis itu mengenakan seragam berwarna dasar putih, yang agak berbeda dengan seragam milik Claudia. Sepertinya itu adalah seragam SMP Seidokan.


Tentunya, sebagai murid SMP, tubuh gadis itu tampak mungil, dan usianya seharusnya sekitar 13-14 tahun. Meski wajahnya kekanak-kanakan, tapi gadis itu terlihat imut dan menggemaskan.


Gadis muda itu memiliki rambut dan mata berwarna perak. Rambutnya dikuncir menjadi dua, mirip dengan gaya rambut twintail milik Riko. Tapi twintail miliknya lebih pendek dari Riko.


Namun, walau masih muda, gadis tersebut memiliki tubuh yang bagus. Terutama bagian dada yang cukup besar untuk gadis seusianya.



Gadis imut itu terlihat sangat begitu lembut dan polos, yang membuat orang ingin melindunginya.


Tatapan Fan Xinglou juga tertuju pada tubuh gadis itu. Ia kemudian tertawa dan berkata, "Aku tidak menyangka bahwa lawan duel yang dipersiapkan Seidokan adalah seorang jenius peringkat pertama Page One Seidokan."


Gadis rapuh dan pemalu ini, secara mengejutkan ternyata adalah murid nomor satu di Seidoukan.


"Toudou Kirin ..." gumam Ryan.


Saat Toudou Kirin masih berusia 13 tahun, ia mengalahkan pendahulunya dan menempati peringkat pertama, menjadi super rookie di Seidoukan.


Sementara pria paruh baya yang ada di depannya, adalah paman Kirin, Toudou Kouichirou.


Orang ini juga cukup terkenal. Karena dia adalah karyawan dari Integrated Enterprise Foundation yang merupakan induk operasi Akademi Seidoukan. Dia juga seorang Calon Eksekutif yang bahkan jabatannya lebih tinggi dari Pengawas Akademi Seidokan.


Maka dari itu wajar saja jika orang biasa seperti Kouichirou dapat masuk ke fasilitas Seidokan.


Kouichirou ikut datang ke sini bukan karena kepeduliannya dengan Kirin. Ia bahkan sama sekali tidak menoleh ke belakang dan melihat Kirin. Ia malah menatap Ryan, Fan Xinglou, dan Claudia dengan ekspresi jijik.


Ini adalah permusuhan biasa yang terjadi antara manusia biasa dan Genestella. 


Sama seperti film X-Men, di mana ada manusia yang mau menerima mutan dan ada yang tidak, itu juga berlaku di dunia ini.


Sebagian besar manusia biasa menolak dan membenci keberadaan Genestella. Dan Kouichirou termasuk salah satunya.


"Apakah kamu pengguna Seraph?" tanya Kouichirou pada Ryan dengan nada yang merendahkan.


"Seorang murid baru yang bahkan belum memiliki peringkat menjadi lawan duel peringkat satu Seidokan? Ini benar-benar sebuah lelucon!" 


Setelah mengatakannya, Kouichirou menatap Claudia dan berkata dengan tidak menyenangkan, "Apakah orang ini benar-benar pantas?"


Suasana ruang pelatihan langsung menjadi tegang.


Fan Xinglou tampaknya sangat tertarik dengan perkembangan ini, jadi dia memilih untuk diam.


Ryan mengangkat alisnya dan menatap Kouichirou.

__ADS_1


__ADS_2