Reincarnation Room

Reincarnation Room
Dibantai Dengan Kejam


__ADS_3

Melihat pria yang mengeluarkan aura membunuh itu, Ryan pun berbisik. "Nanaya Shiki …"


Dalam dunia Type-MOON, nama asli Tohno Shiki sebenarnya adalah Nanaya Shiki, yang merupakan anak yatim piatu dari keluarga Nanaya. Namun, Tohno Shiki bukanlah Nanaya Shiki.


Bisa dibilang, Nanaya Shiki adalah versi lain dari Tohno shiki.


Karena setelah pembantaian keluarga Nanaya, Nanaya Shiki diadopsi dan dibesarkan sebagai manusia biasa. Akhirnya, nama keluarga Nanaya ia tinggalkan, sehingga namanya berubah menjadi Tohno Shiki.


Selama proses inilah, Tohno Shiki mengalami pengalaman mendekati kematian, yang akhirnya membangkitkan Mystic Eye of Death Perception pada matanya. Ini adalah asal mula keberadaan Tohno Shiki.


Sementara itu, Nanaya Shiki adalah versi di mana keluarga Nanaya tetap hidup dan tidak mengalami pembantaian. Hal ini membuat Nanaya Shiki mempelajari semua Teknik Membunuh Nanaya sejak kecil, hingga membuatnya menjadi Iblis Pembunuh haus darah yang sangat kuat.


Tapi karena ia tidak pernah mengalami pengamanan mendekati kematian, Nanaya Shiki tidak memiliki Mystic Eye of Death Perception.


Dan inilah yang diinginkan Ryan. Ia tidak puas jika hanya mempelajari teknik dasar dari Teknik Membunuh Nanaya.


Teknik Membunuh yang melatih tubuh hingga mendobrak batasan manusia biasa, siapa yang tidak menginginkan teknik seperti itu. Ditambah lagi, teknik ini akan benar-benar mengerikan jika Ryan menggabungkannya dengan Mystic Eye of Death Perception.


"Kamu adalah objek pembelajaranku selanjutnya." Setelah mengatakannya, Ryan merasa bahwa senyuman Nanaya Shiki sedikit berubah. Seakan ia mengejek Ryan dan menganggap Ryan hanyalah mayat yang mudah untuk di potong.


Seketika itu, turbulensi aura membunuh tiba-tiba meledak dari sekujur tubuh Nanaya Shiki. Ryan pun sampai berkeringat dingin merasakan tekanan ini.


Dalam sekejap, sosok Nanaya Shiki menghilang.


Wajah Ryan berubah menjadi pucat. Tanpa Ragu, Ryan langsung mundur dari tempatnya berdiri.


Swoosh


Dalam suara tajam yang membelah langit, sosok Nanaya Shiki benar-benar berubah menjadi seperti hantu. Ia dengan cepat melewati tubuh Ryan yang berusaha mundur,


"Flashing Dash: Six Rabbits (Sensō: 6-Biki no Usagi)!"


Setelah mengucapkannya, Nanaya Shiki yang telah melewati tubuh Ryan menoleh ke belakang, tepatnya ke arah Ryan. Tanpa ada keraguan, Nanaya Shiki berputar dan melepaskan tendangan yang kuat seperti meteor ke kepala Ryan.


Teknik tendangan itu sangat cepat, sehingga sangat mustahil untuk ditangkis ataupun dihindari.


Boom


Suara benturan yang berat terdengar keras. Ryan yang terkena tendangan telak Nanaya Shiki langsung terlempar dan terbang bagaikan bola sepak.

__ADS_1


Kepala Ryan terasa sangat sakit. Hal ini membuat penglihatannya jadi sedikit kabur. Namun, dalam sepersekian detik, secara samar-samar Ryan melihat Nanaya Shiki melakukan serangan lanjutan.


Terlihat senyuman menyeringai ditunjukkan oleh Nanaya Shiki, seakan-akan ia melihat mangsa yang dapat dipermainkan sesuka hatinya.


Melihat hal ini, hati Ryan terguncang. Ini pertama kalinya ia mendapat perlakuan seperti ini. Secara reflek, Ryan mengayunkan belati di tangannya untuk melindungi dirinya. Namun, postur pertahanan ini tidak ada artinya.


"Flashing Sheath: Eight Point Opposition (Sensa: Hachi-ten hantai)!"


Tebasan seperti badai dilepaskan dari tangan Nanaya Shiki.


Slash Slash Slash Slash Slash


Di bawah deru angin yang kencang, pisau di tangan Nanaya Shiki tiba-tiba berubah menjadi cahaya pisau putih, menebas dari segala arah, dan datang menyelimuti ke arah Ryan.


Saat ini, pandangan Ryan dipenuhi oleh cahaya pisau putih yang mengamuk. Setiap bilah cahaya, membawa aura yang sangat mematikan. Bilah-bilah itu bergerak menembus udara dengan cepat dan presisi.


Croot Croot Croot Croot Croot


Seakan seperti masuk ke dalam mesin penggilingan daging, tubuh Ryan terpotong oleh banyak bilah cahaya yang datang padanya. Kulit Ryan robek di sana-sini, darah pun bercucuran memenuhi tubuhnya.


‘Berapa banyak tebasan yang dia lancarkan?!’ teriak Ryan dalam hati. Ia tak menyangka Nanaya Shiki dapat mengeluarkan banyak tebasan dalam waktu sepersekian detik.


Di bawah teknik membunuh yang luar biasa itu, Ryan sama sekali tidak bisa berkutik. Secara Teknik, Tohno Shiki benar-benar tidak ada apa-apanya dibanding Nanaya Shiki.


"Jika aku menggunakan Mystic Eyes of Death Perception …"


Jika Ryan menggunakan Mystic Eyes of Death Perception, maka Ryan akan dapat melihat arah lintasan dari tebasan Nanaya Shiki dengan mengamati garis kematian, seperti yang ia lakukan saat melawan Amatori Biba dan Konochi Kurusu.


Tapi, Ryan tidak dapat melakukannya. Karena apa yang Ryan ingin lakukan bukanlah membunuh target, melainkan mempelajari Teknik Membunuh Nanaya milik target.


Oleh karena itu, Ryan tidak bisa hanya melihat garis kematian saja, melainkan ia harus melihat arah dan lintasan dari tebasan Nanaya Shiki.


“Aku harus bertahan!” ucap Ryan sambil menggertakkan giginya.


Ryan yang masih dalam kondisi terlempar ke belakang akibat tendangan kuat Nanaya Shiki, menggunakan Moon Blade untuk melindungi kepala dan dadanya sambil terus menahan tebasan Nanaya Shiki yang sangat cepat. Walau sedang bertahan, Ryan sama sekali tidak berhenti menatap semua gerakan Nanaya Shiki.


Dalam keadaan seperti ini, sosok Nanaya Shiki terlihat seperti seorang pembunuh berantai, yang terus menebas target target buruannya dengan kecepatan tinggi sambil tersenyum sadis.


Croot Croot Croot Croot

__ADS_1


Suara darah yang muncrat keluar akibat serangan Nanaya Shiki terus terdengar. Kulit Ryan penuh dengan luka tebasan. Pembuluh darah banyak yang robek. Tak ayal, darah Ryan terus berceceran di gang gelap tersebut. Ini adalah pemandangan yang sangat mengerikan.


Namun, Ryan hanya bisa terus bertahan sambil memperhatikan serangan Nanaya Shiki.


Akhirnya, tebasan Nanaya Shiki berhenti.


“Ini saatnya!” Begitu mengatakannya, Moon Blade di tangan Ryan tiba-tiba melesat tajam bagaikan kilat ke arah Nanaya Shiki.


Namun, begitu Moon Blade milik Ryan akan mengenai Nanaya Shiki, mendadak Nanaya Shiki menghilang.


Tidak, Nanaya Shiki tidak menghilang, melainkan ia menunduk hingga hampir berjongkok


"Flashing Dash: One Deer (Sensō: Ichi Shika) ..."


Dengan menjaga posisi tubuhnya agar tetap dalam keadaan rendah, sosok Nanaya Shiki tiba-tiba bergerak maju dengan postur tubuh yang aneh. Ia bergerak hingga tiba di dekat Ryan yang masih masih dalam posisi terlempar ke belakang, lalu menendangnya dengan keras.


Boom


Dengan suara benturan yang keras, Ryan langsung disapu oleh Nanaya Shiki. Tubuh Ryan pun langsung jatuh ke tanah. Ryan pun sampai memuntahkan sedikit darah dari mulutnya. “Uhuk!”


Ryan, yang sedang memantul di udara akibat benturan keras ke tanah, dalam sepersekian detik, melihat dengan jelas. Di depannya, Nanaya Shiki sedang berlutut dan mengangkat pisaunya bagaikan binatang buas yang mengeluarkan cakarnya.


"Flashing Sheath: Seven Nights (Sensa: Shichiya)!"


Sesaat kemudian, dengan tebasan yang sangat cepat, cahaya pisau yang dingin melintasi angkasa seperti aurora dan menyapu ke arah leher Ryan.


Slash


Pisau itu menembus kulit yang rapuh dan memotong daging pada leher Ryan dengan mudah. Kepala Ryan pun jatuh menggelinding di tanah.


Seketika itu, gang gelap tempat tewasnya Ryan ini kembali menjadi ruang putih. Nanaya Shiki juga telah menghilang dari tempat itu.


Ryan terus berdiri diam di tengah ruang latihan. Wajahnya dipenuhi keringat dingin.


Meski ini hanyalah sebuah simulasi, tapi Ryan baru saja mengalami luka yang sangat parah. Banyak kulit dan daging yang terpotong, bahkan lehernya pun putus dalam waktu yang singkat. Semua rasa sakit ini masih ada dalam ingatannya. Maka dari itu, wajar saja jika Ryan berkeringat dingin.


Setelah terdiam beberapa saat, Ryan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. “Hahahaha …”


“Aku sungguh nggak nyangka, aku yang biasa membantai semua musuhku, kini balas dibantai dengan kejam oleh Nanaya Shiki.”

__ADS_1


Setelah sedikit tenang, Ryan kembali membuka panel sistem Rumah Pelatihan dan kembali mengatur simulasi berikutnya.


__ADS_2