Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kabaneri


__ADS_3

"Perkenalkan, namaku Ryan." Mata Ryan memandang tajam pria paruh baya itu. "Lalu, siapa nama pria sok penting ini?"


"Aku adalah orang kepercayaan keluarga Yomogawa, dan juga pejabat pemerintah Stasiun Aragane! Bahkan samurai pun menghormatiku! Maka dari itu, kamu pun juga harus–"


Belum selesai berbicara, pria paruh baya itu langsung menutup mulutnya. Di depan matanya, ia melihat Ryan mengarahkan Steam Gun milik Mumei ke kepala pria paruh baya itu.


"Jadi begitu … seorang pejabat pemerintahan Stasiun Aragane ya?" Ryan terus tersenyum pada pejabat itu. "Lalu, apa urusannya denganku? Jangan pernah gunakan jabatanmu di depanku! Terlebih di saat-saat genting seperti ini!"


"Kau!" Pejabat tersebut sangat marah dengan tindakan Ryan. Ia sudah memberitahu posisinya di Stasiun Aragane. Namun Ryan tidak memperdulikan statusnya yang bahkan para samurai tunduk dan hormat padanya.


Ryan tidak memperdulikan ekspresi kemarahan yang dipancarkan pejabat itu. "Aku nggak peduli siapa kamu dan apa jabatanmu. Seperti yang kalian tahu, sekarang adalah saat-saat genting di mana nyawa menjadi taruhan. Apa jabatanmu bisa menyelamatkan mu dari kabane? Apakah jika kamu memberitahukan jabatanmu pada kabane, maka secara otomatis para kabane itu akan memberikanmu jalan untuk lewat?"


Omongan Ryan begitu menusuk ke hati pria paruh baya itu. Dalam benak para warga biasa, kata-kata tersebut seakan begitu mewakili perasaan mereka pada pejabat pemerintah yang selalu bertindak semana-mena.


"Kalau kamu memang menginginkan keistimewaan di sini, aku bisa memberikannya padamu keistimewaan itu. Keistimewaan yang aku maksud adalah, keistimewaan untuk aku bunuh! Mati adalah sebuah keistimewaan yang hanya aku berikan pada orang-orang terpilih. Termasuk kamu, tuan pejabat. Nikmatilah perjalanan ke neraka~"


Saat Ryan akan menarik pelatuknya, tiba-tiba terdengar suara teriakan. "Hentikan!"


"Huh?" Ryan kemudian melihat ke arah suara itu berasal. Di sana, berdiri seorang pemuda berpenampilan aneh. Pemuda itu menggunakan jubah merah dan memegang senjata aneh di tangannya. Ia juga memiliki kulit yang agak pucat.


"Aku yakin orang itu sudah sadar akan kesalahannya. Jadi tolong hentikan ini. Jika kamu memang mau mengacungkan senjata, acungkan senjata itu pada kabane!" ucap pemuda aneh itu.


"Ikoma!?" Beberapa orang memanggil nama pemuda itu. Mereka tampak seperti montir yang biasa merawat kereta Hayajiro.


"Kamu!? Bukankah kamu orang yang memperbaiki senjata milik tuan Gubernur tadi pagi?" ucap Kibito. Ayame juga mengenal Ikoma karena dialah yang memperbaiki senjata Ayahnya.


Tiba-tiba, Kurusu mengacungkan Steam Gun di tangannya ke arah Ikoma. "Kenapa kamu di sini!?"


"Sudah ku bilang bukan, jika kamu mau mengacungkan senjata, acungkan senjata itu pada kabane!" Namun Kurusu tetap mengacungkan Steam Gun miliknya kepada Ikoma.


'Hmm … jadi itu Ikoma, tokoh utama dalam Kabaneri The Iron Fortress? Seperti dalam anime, ia terlihat sangat menjunjung tinggi keadilan, sampai bisa dibilang ia sangat naif. Namun ada 2 poin yang membuatnya pantas menjadi tokoh utama. Poin pertama adalah senjata yang ia buat sendiri, Tsuranuki Zutsu. Sebuah senjata mirip dengan pile bunker yang dapat menusuk dan menembus membran baja kabane. Lalu, poin kedua adalah tubuh Ikoma. Sebagai tokoh utama, ia memiliki tubuh spesial seperti yang dimiliki Mumei.' pikir Ryan. Di saat yang sama, Mumei terus memandang Ikoma. Seakan ia merasakan orang yang sejenis dengannya.


Melihat ekspresi Kurusu, Ryan paham apa yang sebenarnya terjadi. Pada episode pertama Kabaneri The Iron Fortress, Ikoma melindungi seseorang yang diduga telah digigit kabane. Karena perbuatannya itulah, Ikoma dituduh sebagai kabane dan dikurung di tempat khusus untuk orang-orang yang diduga terkena gigitan kabane.


"Kamu seharusnya ada di dalam kurungan! Jadi kenapa kamu ada di sini!?" bentak Kurusu.


"Tentu saja aku membuka kunci kurungan sendiri dan kabur. Jika aku tidak segara kabur, maka aku akan digigit kabane!"

__ADS_1


"Jadi begitu ya, kamu hampir digigit kabane? Atau jangan-jangan, kamu sudah digigit?" Kurusu menyipitkan matanya. Ia pun sedikit mundur untuk mengambil jarak dari Ikoma.


Para warga yang mendengar ucapan Kurusu juga ikut mengambil jarak. Mereka sangat takut jika tiba-tiba saja Ikoma berubah menjadi kabane dan menyerang mereka. Termasuk juga pejabat pemerintahan yang tadi berkonflik dengan Ryan. Ia juga langsung menjauhi Ikoma yang telah menyelamatkannya dari Ryan.


Ayame sangat ingin membela Ikoma, namun Kibito menahan Ayame dan memintanya untuk diam. "Saya mohon Ayame-sama, tolong jangan ikut campur dalam masalah ini. Biarkan Kurusu yang mengurusnya."


"Tapi–"


"Lihat lah sekeliling Nona, semua orang sangat ketakutan. Bayangkan jika di antara kita, ada satu orang yang ternyata telah digigit kabane, maka kita semua akan mati!" Ayame pun hanya bisa diam setelah mendengar ucapan Kibito.


"Aku bukan kabane!" teriak Ikoma. Namun dengan penampilan Ikoma yang pucat, banyak orang yang tidak percaya dengan teriakan Ikoma. Bahkan, sekarang bukan hanya Kurusu saja yang mengacungkan Steam Gun-nya pada Ikoma, namun semua samurai mengacungkan Steam Gun mereka pada Ikoma.


"Kalian …" Ikoma sedikit depresi. Bagi Ikoma, seharusnya manusia mengacungkan senjatanya pada kabane, bukan pada manusia lainnya.


Tak jauh dari tempat Ikoma, Ryan melirik Mumei yang semenjak tadi terus memandang ke arah Ikoma. "Hei, apakah kamu nggak mau membantunya?"


"Kenapa aku harus membantunya?" ucap Mumei dengan nada tidak peduli.


"Yakin? Kamu benar-benar nggak akan menolongnya?" Nada Ryan seakan memberi tahu bahwa ia tahu siapa Mumei sebenarnya. Hal ini membuatnya tidak nyaman.


Mumei melirik Ryan sebentar. Kemudian ia bangkit dari pelukan Ryan. Dengan tubuhnya yang masih agak lemah, ia berkata dengan suara yang lantang. "Turunkan senjata kalian! Dia bukan Kabane."


"Itu benar. Kita perlu bukti jika dia tidak digigit kabane. Kita perlu mengecek seluruh tubuhnya!" ucap Kibito.


Mendengar ini, ekspresi Ikoma seakan membeku. Karena pada kenyataannya, Ikoma memang sudah digigit kabane.


"Kalau kamu ingin tahu apakah dia sudah digigit atau tidak, aku bisa memberitahu kalian semua." Mumei berhenti sejenak dan memandang orang-orang di sekitarnya. "Dia sudah digigit."


Seketika itu juga, para warga menjadi panik. Mereka semua benar-benar berusaha menjauh dari Ikoma.


Ikoma sangat syok dengan pernyataan Mumei. Ia terus mundur selangkah demi selangkah dengan ekspresi tidak percaya. "Aku bukan kabane … aku bukan kabane … aku bukan kabane!"


Namun sayang, tidak ada satu pun orang yang percaya pada Ikoma, terkecuali Ryan dan Mumei.


"Iya, memang kamu bukan kabane." ucap Mumei sambil memandang lurus ke arah Ikoma. "Namun, kamu juga bukan manusia."


"Apa maksudmu aku bukan manusia?"

__ADS_1


Tiba-tiba, Mumei menerjang Ikoma dan merobek jubah merah yang menutupi tubuhnya.


Kreak


Seketika itu, jubah Ikoma robek dan memperlihatkan tubuh Ikoma. Pada tubuh Ikoma, terdapat lempengan baja yang menempel di area kanan tubuhnya. Tubuh Ikoma juga dipenuhi garis-garis merah menyerupai pembuluh darah yang menyebar ke seluruh tubuh Ikoma dengan jantung sebagai pusatnya. Dan juga, jantung Ikoma bercahaya, sama seperti kabane.


"Kabane!" Beberapa warga berteriak melihat kondisi tubuh Ikoma.


Kurusu langsung mengeluarkan aura membunuh dari tubuhnya. "Kamu benar-benar kabane!"


Namun, Ikoma.masih terus menyangkal semu ini. "Aku bukan kabane!"


Sebelum Kurusu menekan pelatuk Steam Gun-nya, Ryan tiba-tiba muncul dan menahan Steam Gun Kurusu. "Kamu selalu nggak sabaran, Kurusu. Coba lah lebih sabar lagi. Kendalikan emosimu …"


"Ryan?" Kurusu terkejut dengan aksi Ryan.


"Tenang dulu … biarkan wanita cantik ini memberikan penjelasan." ucap Ryan sambil melihat Ikoma yang terus gemetaran sejak tadi.


"Apa yang perlu dijelaskan!? Sudah jelas-jelas jantung orang itu bercahaya! Itu jelas tanda dia telah menjadi kabane!"


"Kurusu, apakah kamu pernah melihat manusia yang menyerupai kabane? Apalagi, baru saja wanita cantik itu berkata bahwa Ikoma bukan Kabane. Coba dengarkan lah dulu penjelasannya."


Mendengar ucapan Ryan, semua orang mulai melihat ke arah Mumei yang ada di samping Ikoma. Sambil menguap karena mengantuk, Mumei mulai berbicara. "Aku sudah berkali-kali bilang, dia itu bukan kabane. Tapi juga bukan manusia."


"Dia, bukan … mungkin aku harus menyebutnya kami. Kami adalah eksistensi di antara kabane dan manusia. Kami menyebutnya, kabaneri." Setelah ia mengucapkan ini, Mumei menghadap ke belakang dan melepaskan bajunya. Dari punggung Mumei, terlihat jantung Mumei yang bercahaya.


"Ka-kamu juga sama sepertiku?" ucap Ikoma.


Suasana Stasiun menjadi hening. Banyak orang yang tak percaya dengan penjelasan Mumei. Namun bukti nyata terpampang jelas di depan mata mereka.


Kabaneri adalah eksistensi di mana manusia yang terinfeksi kabane, mampu menahan laju virus untuk tidak menginfeksi otaknya. Maka dari itu, baik Ikoma maupun Mumei, mereka menggunakan sesuatu untuk mengikat lehernya. Hal ini digunakan untuk mencegah virus kabane menyerang otak mereka. Dengan begitu, mereka memiliki fisik selayaknya kabane. Tapi, mereka masih memiliki akal manusia.


Mumei kembali mengenakan bajunya. Namun setelah itu, mendadak Mumei melihat ke arah keluar Stasiun. "Aku melihat ada banyak kabane menuju kemari."


Mendengar ucapan Mumei, orang-orang mulai menengok ke arah tempat Mumei memandang. Di sana, terlihat banyak bayangan yang berjalan menuju Stasiun.


"Graaa" Suara kabane pun mulai terdengar. Sekitar ribuan kabane terus berjalan bagaikan ombak hitam yang menerjang apapun di depannya.

__ADS_1


"Cepat! Segera masuk ke dalam gerbong!" teriak Ryan.


__ADS_2