
"Semua misteri?" Ryan menatap mata Sherlock dengan penuh pertanyaan.
"Misteri Hidan, dan …" Sherlock mengalihkan pandangannya ke arah Shirayuki dengan penuh makna yang mendalam. "Misteri yang tidak biasa dari Kuil Hotogi."
“Kuil Hotogi?” Mendengar kata ini, Ryan langsung melihat ke arah Shirayuki.
Di sana, Ryan dapat melihat air yang terus menguap dari tubuh Shirayuki perlahan berhenti. Ini artinya, Sherlock telah melepas kekuatannya.
Shirayuki yang masih terkapar di lantai itu melihat Ryan dengan pandangan mata yang kompleks. Seakan merasa bersalah karena telah merahasiakan banyak hal.
Pada saat yang sama, tiba-tiba Aria berteriak penuh kepanikan. "Kakek Buyut?!"
Reflek, Shirayuki dan Ryan segera melihat ke arah Sherlock.
Di sana, penampilan Sherlock mulai berubah. Yang awalnya seperti seorang pria muda berusia 20 tahunan, sekarang perlahan mengalami penuaan.
"Sepertinya waktuku sudah habis." gumam Sherlock.
Karena Sherlock tidak lagi membawa Hidan, Kemampuan Khusus yang diberikan Hidan seperti kekuatan untuk tetap awet muda pun hilang.
Walau begitu, Sherlock sama sekali tidak menyesal ataupun panik. Malah ia tampak menunjukkan ekspresi lega dan nyaman di wajahnya.
"Aku sama sekali tidak menyesali semua ini. Terlebih lagi, aku berhasil memecahkan dua misteri terakhir."
Sherlock memandang ke arah Ryan dengan wajahnya yang secara bertahap menua.
Dengan senyuman penuh keceriaan, Sherlock berkata pada Ryan, "Kamu adalah orang yang luar biasa. Banyak hal tak terduga yang telah kamu buat, dan ini sangat menyenangkan."
"Sebagai Kakek Buyut Aria, aku menyetujui hubunganmu dengan Aria."
"Jadi, Ryan-kun, aku akan memberikan cicit perempuanku ini kepadamu. Semoga, kamu dan Aria, dapat melawan takdir yang menghadang kalian."
"Dan juga, melanjutkan proyek 'Study in The Scarlet' hingga misteri Hihiirokane terungkap sepenuhnya."
Setelah mengucapkan semua itu, Sherlock berbalik dan pergi.
Melihatnya pergi, Ryan ingin sekali mengejarnya. Akan tetapi, karena jiwa dan tubuhnya dalam kondisi lemah, Ryan tidak sanggup untuk berdiri.
Tiba-tiba, seluruh ruangan mulai bergetar. Namun, bukan hanya ruangan tersebut yang bergetar, akan tetapi seluruh kapal selam.
Getaran yang tidak biasa ini memberi tahu Ryan, bahwa kapal selam ini telah bergerak ke permukaan laut dengan kecepatan tinggi.
Di saat getaran mulai mereda, Ryan melihat Sherlock telah menaiki tangga yang ada di sudut ruangan dan menghilang dari pandangannya.
"Grrrr! Sial!" Menyaksikan kaburnya Sherlock, Ryan menggertakkan giginya, dan berjuang untuk berdiri.
"Ryan ..."
"Ri-kun …"
Aria dan Shirayuki langsung menghampiri Ryan yang terlihat sangat lemah.Mereka berdua sangat mengkhawatirkan kondisi Ryan.
Melihat ekspresi mereka berdua, hati Ryan terasa hangat. “Kalian berdua, cepat pergi dari sini! Kembalilah ke SMA Butei, dan tunggulah aku di sana …”
__ADS_1
“Eh?” Aria dan Shirayuki sama-sama terkejut dengan ucapan Ryan.
Dalam hal ini, Ryan berbicara dengan lembut. “Aku nggak tahu apa alasannya, akan tetapi kapal selam ini sepertinya telah naik ke permukaan laut. Ini adalah kesempatan terbaik untuk kabur dari tempat ini.”
“Aku nggak mau terjadi sesuatu pada kalian berdua. Kalian adalah wanita yang paling aku sayangi di dunia ini. Jadi, cepatlah kabur dari sini.”
Mendengar ini, terlepas dari Aria, Shirayuki langsung buru-buru berkata, "Lalu bagaimana denganmu?"
“Aku …” Ryan menutup matanya sebentar, lalu membukanya dengan tatapan penuh determinasi. "Aku harus membunuh Sherlock!”
"kamu …" Aria mengangkat kepalanya dan menatap Ryan dengan penuh kekecewaan “Apakah kamu masih ingin melawan Kakek Buyutku?”
“Benar … aku tidak akan pernah membiarkan orang yang telah mempermainkanku dan juga menyakiti orang-orang yang aku sayangi lolos!”
Ryan melakukan semua ini bukan karena ia seorang Butei, melainkan karena perbuatan Sherlock yang telah membuatnya marah.
Lagi pula, Ryan sama sekali tidak peduli mengenai keadilan dan keselamatan dunia. Yang ia pedulikan hanyalah misi, dirinya sendiri, dan juga wanita yang ia miliki.
Maka dari itu, Ryan sangat ingin membunuh Sherlock. Tentu membunuh Sherlock akan membuatnya gagal dalam menjalankan misi pertamanya. Akan tetapi, Ryan telah memiliki ide untuk menanggulangi hal ini.
“Jadi, kalian berdua harus segera pergi.” ucap Ryan dengan tegas.
“Ba-bagaimana ... bagaimana mungkin?” Shirayuki langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan Ri-kun!”
Namun, tiba-tiba, Ryan langsung menyambar bibir Shirayuki yang juga berlutut di depannya.
Muuuuch
“Ri-Ri-Kun … a-apa yang kamu lakukan di depan Aria.” Wajah Shirayuki merah padam mendapat ciuman mendadak.
Ryan tidak memperdulikan reaksi Shirayuki dna langsung mengusap-usap rambutnya. “Turuti perkataanku, Shirayuki. Aku harus membunuh Sherlock. Jadi aku nggak bisa pergi dengan kalian.”
“Selain itu, aku juga nggak akan bisa bertarung dengan sekuat tenaga jika kalian masih di sini. Aku akan terus mengkhawatirkan kalian.”
Mendengar penjelasan Ryan, wajah cantik Shirayuki memunculkan rasa keengganan yang kuat. Namun ia juga tidak bisa membantah ucapan Ryan yang sangat logis, Bagi Ryan, keberadaan dan Aria hanyalah sebuah beban.
“Percayalah padaku." Ryan tersenyum pada Shirayuki dan berkata, "Aku pasti menang.”
Setelah itu, Ryan melihat wajah Aria yang dipenuhi kebingungan, ketakutan, dan juga kekhawatiran.
Ryan terdiam beberapa saat, lalu dengan lembut membuka mulutnya. "Aria."
Aria sedikit bergetar ketika mendengar Ryan memanggilnya.
“Maafkan aku, tetapi aku harus membunuh Kakek Buyutmu. Terlebih lagi, dia dengan sengaja menembak jantungmu demi penelitiannya. Dia juga dengan tega membuat Ibumu dipenjara.”
"Aku nggak akan pernah melepaskan orang yang telah menyakiti partner dan juga pacarku!" tegas Ryan.
Ucapan ini membuat hati Aria masam. Perlahan, Aria pun meneteskan air matanya. “Hiks hiks ...”
Di samping Aria, Shirayuki menunjukkan aura yang tidak biasa. “Ri-kun, sepertinya aku belum mendengar penjelasanmu mengenai hubunganmu dan Aria.”
Mengingat bahwa Ryan belum bercerita-apa-apa pada Shirayuki, Ryan pun hanya bisa tersenyum masam. “Hehehe, maaf … tapi aku janji, ketika kembali aku akan menceritakan semuanya. Dan juga tentang hubunganku dengan Riko.”
__ADS_1
“Kamu juga memiliki hubungan dengan kucing pencuri itu?!” Shirayuki tersenyum, namun matanya sama sekali tidak tersenyum. “Sepertinya kita perlu banyak bicara, Ri-kun …”
Setelah mengucapkannya, mendadak ekspresi Shirayuki menjadi sedikit sedih. “Kembalilah dengan selamat. Aku akan menunggumu berapa lama pun itu.”
“Un!” Ryan mengangguk. “Tunggulah aku!”
Ryan kemudian berdiri dengan susah payah dan berjalan menuju tangga yang dinaiki Sherlock.
“Ryan!”
“Ri-kun!”
Suara Aria dan Shirayuki terdengar di belakang Ryan. Namun, Ryan mengabaikan semua itu. Ia terus fokus ke depan, dan bergegas mengejar Sherlock.
Menaiki tangga yang panjang, nafas Ryan semakin berat. Tubuhnya pun benar-benar terasa sangat lelah.
Dalam keadaan seperti itu, Ryan mengeluarkan sebuah Kristal dari cincin Black Space.
______________________________________________________________________
Nama : Kristal Penyembuh
Tingkat : Perunggu
Keterangan :
Dapat menyembuhkan cedera sampai ke tingkat tertentu. Akan tetapi, Kristal Penyembuh tidak dapat memulihkan tubuh yang rusak atau hilang dan juga luka fatal. Reincarnator hanya bisa menggunakan Kristal Penyembuh satu kali sehari. Setelah 24 jam, Reincarnator dapat menggunakannya kembali.
Harga : 5000 Poin
______________________________________________________________________
Kristal ini adalah barang yang Ryan beli di Area Perdagangan sebelum memasuki dunia Misi.
Meski hanya bisa digunakan satu kali dalam 24 jam, selama tangan dan kaki tidak patah, ataupun mengalami luka fatal, maka Kristal Penyembuh dapat menyembuhkan semuanya secara instan.
Tapi tentu saja, Kristal ini tidak dapat memulihkan jiwa Ryan.
Namun, untuk saat ini, penyembuhan fisik Ryan sudah lebih dari cukup untuk melawan Sherlock yang telah menua.
Shiing
Cahaya lembut mulai mekar di atas kristal yang ada di tangan Ryan.
Seketika itu, tubuh Ryan terasa sedikit Ringan. Vitalitas juga mulai kembali secara bertahap.
Begitu Ryan sudah merasa sehat dan bugar, cahaya pada Kristal Penyembuhan perlahan meredup hingga akhirnya menjadi berwarna hitam.
Setelah kekuatan Ryan kembali, Ryan segera bergegas mengejar Sherlock dengan kecepatan tinggi.
Sampai akhirnya, Ryan tiba di sebuah ruangan yang mirip dengan gudang. Di bagian terdalam ruangan ini, ada sebuah pilar besar yang berdiri di sana.
Melihat pilar terebut, Ryan sedikit terkejut. "Rudal Balistik Jarak Jauh!"
__ADS_1