
Phoenix Festa akan diadakan dua bulan lagi.
Dua bulan bukanlah waktu yang panjang. Terlebih lagi, untuk tim yang baru saja dibentuk. Melatih kerjasama dalam waktu dua bulan memang tugas yang sangat menantang.
Berbeda dengan sekolah lain, mereka telah mempersiapkan diri mengikuti Phoenix Festa setelah Lindwurm Festa berakhir. Itu artinya, mereka memiliki waktu satu tahun untuk mengasah pemahaman dan kerjasama tim.
Oleh karena itu, jangka waktu dua bulan memang terlalu singkat dibandingkan dengan mereka yang sudah lama berlatih dan bekerja sama.
Belum lagi, selain berlatih untuk saling bekerja sama, Ryan dan Cecily Wong juga memiliki jadwal latihan individu sendiri.
Mengingat hal ini, keduanya hanya dapat melakukan latihan tim selama tiga jam di pagi hari. Selain waktu itu, mereka harus berkonsentrasi pada jadwal latihan individu mereka.
Namun, ini mungkin tidak menjadi masalah.
Meskipun Phoenix Festa adalah pertandingan tim ganda, itu bukan berarti semua murid harus saling bekerjasama dalam bertarung dan membuang pertarungan satu lawan satu.
Seperti halnya Cecily Wong dan Zhao Hufeng, mereka sebenarnya lebih suka pertarungan satu lawan satu.
Maka dari itu, strategi mereka adalah memisahkan lawan dan membuatnya menjadi pertarungan satu lawan satu. Dengan cara seperti itu, mereka berdua berhasil menjadi juara kedua Phoenix Festa.
Oleh karena itu, Ryan dan Cecily Wong tidak berbuat banyak dalam melatih model kerja sama mereka.
Keduanya hanya meningkatkan pemahaman atas kekuatan masing-masing sehingga mereka tidak saling mengganggu selama pertandingan.
Selain itu, mereka juga melakukan beberapa simulasi, agar ketika salah satu dari mereka dalam bahaya, maka rekan yang bebas bisa langsung menolong.
Bisa dibilang, taktik seperti ini adalah taktik yang cocok untuk Ryan dan Cecily Wong, melihat jangka waktu yang terlalu singkat.
Hari ini, Ryan baru saja selesai berlatih dengan Cecily. Saat Ryan ingin bersiap untuk latihan siang, Fan Xinglou tiba-tiba meminta Ryan segera menemuinya.
"Ayo cepat temui Wanita Tua ini sekarang."
Ucapan Fan Xinglou yang singkat ini dan tidak jelas ini membuat Ryan bingung. Apalagi, Fan Xinglou menggunakan telepati untuk menghubunginya, seakan ia tidak ingin orang lain tahu.
"Kira-kira ada apa ya? Kenapa kelihatannya ini begitu misterius dan rahasia?" gumam Ryan dengan menunjukkan sedikit kewaspadaan.
Lagipula, Fan Xinglou adalah orang yang sangat iseng dan egois. Jika menurutnya ada sesuatu terasa menarik, maka ia pasti akan melakukannya.
Padahal, apa yang menarik bagi Fan Xinglou adalah penderitaan bagi murid-muridnya.
"Apakah Guru tiba-tiba ingin bermain denganku?"
Inilah yang bisa dipikirkan Ryan. Tentu saja, jika Fan Xinglou benar-benar iseng dan berencana untuk bermain dengan Ryan, maka Ryan sudah pasti akan kembali ke kamar dengan kondisi babak belur.
__ADS_1
"Ugh, baiklah … lebih baik aku pergi dan melihat dulu apa yang akan dikatakan Guru. Jika memang dia ingin bertarung, maka aku hanya bisa pasrah."
Ryan hanya bisa menghela nafas sambil berjalan ke ruang audiensi.
Setibanya di sana, Ryan melihat Fan Xinglou duduk di kursi singgasananya dan menggoyangkan kaki kecilnya sambil menyenandungkan lagu-lagu lama.
Melihat Ryan masuk, mata Fan Xinglou berbinar dan juga tertawa senang, "Akhirnya kamu datang."
"Iya, Guru …" Ryan menghela nafas dan berkata, "Jika Guru memintaku untuk segera datang kemari, bagaimana mungkin murid ini tidak berani datang?”
"Tapi nada bicaramu sama sekali tidak terdengar seperti itu." Fan Xinglou mendengus ringan.
"Yakinlah, aku memintamu datang kali ini bukanlah untuk hal yang buruk. Malah ini adalah hal baik, itu jika kamu berhasil."
Ryan mengingat kembali atas apa yang disebut 'hal baik', yang selama ini telah dilakukan Fan Xinglou pada dirinya di masa lalu.
Ryan dengan hati-hati bertanya, "Apakah Guru menemukan seorang penjahat kejam sebagai lawan latihanku? Atau apakah Guru berencana membiarkanku menghancurkan kelompok yang menakutkan itu?”
Mendengar ucapan Ryan, alis cantik Fan Xinglou berkerut. "Sepertinya kamu benar-benar tidak mempercayai Wanita Tua ini."
Fan Xinglou lalu menatap tajam Ryan dan berkata, "Singkatnya, kamu harus pergi bersamaku ke Akademi Seidokan."
“Seidoukan?” Ryan tiba-tiba membeku.
Ketika Ryan memilih kubu, ia langsung mengecualikan empat sekolah lainnya. Ia hanya mempertimbangkan Seidokan dan Jie Long.
Karena tujuan Ryan adalah untuk memperkuat dirinya, akhirnya ia memilih Jie Long.
Dan hari ini, secara tiba-tiba Fan Xinglou mengajak Ryan pergi ke Seidokan.
"Ada Angin apa ini?” Ryan berkata dengan heran, "Bukankah Guru biasanya selalu pergi sendiri?"
Fan Xinglou adalah Ketua OSIS Jie Long. Jadi terkadang, ia diharuskan untuk menghadiri acara-acara dari pihak tertentu.
Dalam banyak kasus, Fan Xinglou biasanya akan langsung menemui pihak yang mengundangnya tanpa menampakkan diri dalam acara. Terkadang, malah Fan Xinglou akan meminta Zhao Hufeng menggantikannya.
Alasan Fan Xinglou melakukan semua ini karena ia sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal semacam itu.
Namun, kali ini Fan Xinglou mengajak Ryan pergi ke Seidokan bersama. Ini adalah sesuatu yang tidak biasa.
Fan Xinglou tampak terlalu malas untuk berbicara dengan Ryan lagi. Ia melompat langsung dari tempat duduknya dan meraih tangan Ryan.
"Kamu akan tahu setelah kita tiba di Seidokan."
__ADS_1
Setelah mengatakannya, Fan Xinglou segera membawa Ryan tanpa penjelasan apapun dan berjalan keluar pintu.
Ryan pun tidak punya pilihan selain menurut.
~***~
Akademi Seidokan adalah sekolah yang memiliki kultur berbeda dengan Jie Long.
Jika bangunan di Jie Long dipenuhi dengan bangunan bergaya oriental, maka Akademi Seidokan memiliki bangunan bergaya eropa dengan konsep taman alami.
Tidak hanya bangunan dengan tampilan yang agak klasik, tetapi juga bangunan bertingkat tinggi terbuka dengan gaya modern. Itu seperti Istana Buckingham fi Inggris yang sangat indah.
Tepat di depan lingkungan yang begitu indah, sebuah limosin datang perlahan dan berhenti di depan gerbang Akademi Seidoukan.
Pintu terbuka seperti pintu otomatis.
Ryan dan Fan Xinglou keluar dari mobil pada saat yang sama dan melihat ke arah Akademi Seidokan.
“Apakah ini adalah Akademi Seidoukan?” Ryan bergumam.
"Hmm, tidak buruk juga. Tidak seperti di Jie Long, tempat ini membawa perasaan yang tenang." ucap Fan Xinglou sambil melihat-lihat tampak depan Seidokan.
Saat kedua orang tersebut sedang melihat-lihat sekolah yang ada di depan mereka, salah satu dari murid Akademi Seidokan perlahan keluar.
Murid tersebut adalah seorang gadis tinggi berambut panjang sepinggang. Rambut gadis itu berwarna emas cerah bagaikan sinar matahari.
Gadis itu tidak hanya tinggi, tetapi jiga memiliki tubuh yang sangat seksi. Penampilan dan temperamennya terlihat sangat dewasa. Gadis tersebut memiliki pesona yang berbeda.
Melihat gadis itu, mata Ryan sedikit bersemangat.
Fan Xinglou tersenyum dengan keras dan mengatakan sesuatu kepada gadis itu.
"Tidak biasanya kamu datang terlambat.."
Mendengar ini, muncul senyum yang bermartabat dan sempurna di wajah gadis itu.
"Mohon maaf sebelumnya, akan tetapi kamu secara tiba-tiba berkata akan datang berkunjung kemari, jadi wajar saja jika saya sedikit kewalahan dan terlambat."
Setelah berkata demikian, gadis muda itu membungkukkan badannya sambil menempelkan tangan kanannya di dadanya.
"Saya Claudia Enfield, Ketua OSIS Akademi Seidoukan. Selamat datang di Seidoukan."
__ADS_1