Reincarnation Room

Reincarnation Room
Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Klatak


Lencana bergambar teratai merah jatuh ke lantai dengan suara yang sedikit renyah.


Kirin hanya diam melihat lencananya telah jatuh ke lantai. Ia sepertinya masih belum bisa menerima kegagalan yang datang secara tiba-tiba ini. 


Ryan lalu segera menonaktifkan Seraph dan membuat paku-paku beton yang mengelilingi Kirin jatuh. 


Dari samping, Fan Xinglou dan Claudia menonton semua ini dengan ekspresi yang berbeda.


"Meskipun memiliki banyak kekurangan, ini adalah pertarungan yang bagus. Wanita tua ini benar-benar jadi ingin bermain." ucap Fan Xinglou sambil tertawa keras.


Sementara itu, Claudia melihat Lencana milik Kirin yang terpotong dan berbisik, "Ini benar-benar di luar dugaan. Shippu Jinrai yang menduduki peringkat pertama bisa dikalahkan dengan mudah."


"Tampaknya aku harus melakukan penyelidikan yang lebih mendalam lagi mengenai Ryan."


"Meskipun dia baru menjadi murid Banyuu Tenra, tapi dia memiliki banyak faktor yang tidak bisa diabaikan!"


"Jika aku tidak menyelidikinya dengan jelas, maka aku pasti akan mendapat banyak hujatan. Orang-orang pasti menyebutku Ketua OSIS yang tidak kompeten." gumam Claudia sambil memegang kedua Orga Lux miliknya.


Dalam hal ini, orang yang bereaksi paling keras terhadap hasil pertandingan, sebaliknya adalah orang yang secara teoritis tidak berhubungan.


"Kirin!" teriak Kouichirou.


"Apa yang kamu lakukan?!" suara Kouichirou terdengar kasar dan penuh amarah.


Di bawah teriakan kemarahan itu, Kirin bergidik. Aura yang ia tunjukkan saat memegang Katananya tadi, sekarang telah menghilang. Ia kembali menjadi gadis muda penakut


Sambil menundukkan kepalanya, Kirin berkata, "Maaf, paman …"


Namun, menghadapi Kirin yang seperti itu, Kouichirou


"Dasar bodoh! Bagaimana mungkin kamu bisa kalah melawan murid yang bahkan tidak memiliki peringkat?!"


Kouichirou sangat marah dengan kekalahan Kirin. Karena baginya, Kirin adalah sebuah alat yang tak tergantikan.


Kouichirou merupakan orang yang sangat membenci Genestella.


Alasannya sederhana, karena Kouichirou bukanlah Genestella, sedangkan Adik laki-lakinya, ayah dari Kirin, adalah Genestella dan memiliki kekuatan yang tidak dapat ditandingi manusia, jauh di atas Kouichirou.


Karena itu, penerus Toudouryuu diberikan kepada adik Kouichirou. Ia kehilangan hak warisnya karena Kouichirou hanyalah manusia biasa.


Sejak saat itu, Kouichirou menjadi sangat muak dengan Genestella dan bekerja di perusahaan induk Seidokan.


Suatu saat, Kirin masuk ke Seidokan. Logikanya, Kouichirou tidak akan peduli dengan keponakannya itu.


Namun, ia tiba-tiba memiliki ide untuk memanfaatkan Kirin demi meraih posisi lebih tinggi di Integrated Enterprise Foundation.


Sejak Kirin masuk Seidokan, Kirin tidak memiliki kebebasan lagi. Semua yang dia lakukan, harus sesuai dengan arahan Kouichirou.


Termasuk duel hari ini, Kirin mau melakukannya atas perintah Kouichiro.


Dengan kata lain, Kirin hampir tidak memiliki kebebasan pribadi, dan semua tindakan telah diputuskan secara sepihak oleh Kouichirou.

__ADS_1


Baginya, Kirin tak lebih dari sebuah Alat yang Kouichirou butuhkan untuk bisa mendaki puncak di dalam Integrated Enterprise Foundation.


Jika Kirin, dibawah bimbingan Kouichirou berhasil memenangkan Festa, maka otomatis karir Kouichirou akan melejit. 


Selama bersama Kouichirou, Kirin tak pernah satu kali pun kalah, termasuk saat melawan peringkat satu Seidokan sebelumnya.


Namun sayang, hari ini Kirin akhirnya merasakan kekalahan. Terlebih lagi, ia kalah di tangan seorang murid yang belum memiliki peringkat.


Jika berita ini tersebar, maka penilaian Kirin akan menurun, dan pada akhirnya akan mempengaruhi penilaian Kouichirou.


Kouichirou sangat marah saat memikirkannya.


"Bukankah aku sudah memberitahumu, bahwa kamu tidak boleh kalah!"


Kouichirou melangkah ke arah Kirin, dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Hal ini membuat Kirin ketakutan hingga akhirnya Kirin menutup matanya tanpa sadar.


Akan tetapi, setelah menunggu beberapa saat, Kirin tidak merasa kesakitan seperti yang ia bayangkan.


Penasaran akan hal ini, Kirin membuka matanya. Di depannya, terlihat Kouichirou masih tetap dalam postur mengangkat tangannya. Akan tetapi, tubuh Kouichiro terlihat kaku.


Sampai akhirnya, Kirin melihat di depan leher Kouichirou, terdapat sebuah belati yang hampir menempel.


Belati tersebut bukan Seraph, tapi sebuah belati dengan lambang bulan sabit di pegangannya.


Ryan berdiri di belakang Kouichirou sambil memegang belatinya secara backhand dan meletakkan bilahnya di depan leher Kouichirou.    


"Kamu menghina pihak yang kalah terlalu berlebihan. Padahal, ini seharusnya adalah hak istimewa sang pemenang. Kenapa kamu malah merebut hak tersebut dariku?" keluh Ryan dengan hawa membunuh yang cukup pekat.


Hawa membunuh ini membuat Kouichirou kaku dan tidak berani bergerak. Di wajahnya, keringat dingin mulai bercucuran.


"Aku hanya orang biasa. Apakah kamu Genestella berani menyerangku?"


Kouichirou tidak menggertak. Di dunia ini, Genestella selalu dianggap berbeda oleh kebanyakan orang.


Para manusia biasa itu takut, jika Genestella akan menggunakan kekuatannya untuk menyakiti manusia biasa.


Mengingat hal ini, posisi genestella di negara mana pun lemah, hak asasi manusia bahkan dibatasi. 


Jika genestella melukai orang biasa, maka Genestella tersebut akan mendapat hukuman yang sangat berat.


Oleh karena itu, jika Ryan benar-benar membunuh Kouichirou, maka tidak hanya ia akan dikeluarkan dari Jie Long, ia bahkan akan ditangkap dan dipenjara seumur hidup.


Jadi, meskipun hawa membunuh yang ada di belakangnya terasa seperti pisau tajam yang terus-menerus mengiritasi kulit Kouichirou, tetapi Kouichirou tetap mempertahankan sikap yang tinggi, tanpa ada jejak kesopanan.


Namun, Kouichirou tidak mengetahuinya. Bahwa, di dunia God Eater, seorang kapten bernama Alexei Adrik mengancam Ryan dengan masa depan umat manusia.


Akibatnya, orang ini dibunuh oleh Ryan.


Dalam keadaan seperti itu, Ryan kembali tertawa ketika mendengar ancaman dari Kouichirou. 


"Hahahahahaha … sayangnya, kamu memilih jalan yang salah."


Ryan mengencangkan belatinya dan menyobek kulit leher Kouichirou. Darah pun mulai mengalir dari tenggorokan Kouichirou.

__ADS_1


Seketika itu, mata Kouichirou membesar dan dipenuhi teror.


"Tunggu!" Kirin berteriak pada Ryan dengan sangat panik. Ia lalu melangkah maju mendekati Ryan.


"Senpai, aku sungguh meminta maaf! Tapi tolong lepaskan pamanku?"


Mendengar ini, tangan Ryan yang bersiap untuk menggorok leher Kouichirou pun berhenti.


Ryan menatap Kirin dan berkata, "Orang ini sangat jahat padamu. Apakah kamu masih ingin menyelamatkannya?"


"Benar, aku benar-benar minta maaf." Mata Kirin kini penuh dengan air mata. "Tapi … aku melakukan ini dengan sadar dan sukarela."


Kirin bersedia mengalami berbagai penyiksaan dari Pamannya karena ia memang dengan sukarela mengikuti Kouichirou.


Tidak mungkin seorang Genestella tidak bisa menghindari pukulan orang biasa. Dengan kata lain, Kirin secara sengaja tidak menghindar.


Alasannya sederhana, karena Kirin memiliki keinginan tersendiri. Agar keinginannya itu dapat dikabulkan, ia harus memenangkan Festa.


Namun, Kirin masih kelas satu SMP. Ia belum memiliki pengalaman dalam berduel. 


Memenangkan Festa pun masih terasa sulit baginya. Tapi, Kirin benar-benar ingin memenangkannya.


Untuk tujuan itu, Kirin berkompromi dengan  Kouichirou. Ia membiarkan Kouichirou mengatur semua tindakannya untuk meningkatkan peluang memenangkan Festa.


Nyatanya, meski perlakuan Kouichirou terhadap Kirin sangat kasar, justru karena pengaturan Kouichirou itulah Kirin berhasil mendapat peringkat pertama Seidoukan.


Tanpa rencana Kouichirou yang detail, mengandalkan kekuatan Kirin sendirian, bahkan dengan kekuatannya, itu adalah hal yang sulit.


Misalnya, untuk menang dalam duel dengan mantan peringkat pertama, Kirin sangat mengandalkan Kouichirou untuk mengumpulkan sejumlah besar informasi dan membuat rencana.


Kalau tidak, Kirin tidak mungkin akan berhasil.


"Tolong … tolong lepaskan pamanku …" ucap Kirin sambil sesenggukan.


Melihat ekspresi menangis Kirin, Ryan menyeringai dan menarik belati di tangannya.


Suasana di ruang pelatihan menjadi agak lega. Kirin sekarang dapat menghela nafas lega. Ia kemudian dengan cepat berterima kasih pada Ryan.


Kouichirou menyentuh lehernya dan melihat darah di tangannya. Ia pun menjadi sangat membenci Genestella.


'Semua Genestella adalah monster yang sangat berbahaya dan mengancam kehidupan umat manusia!' teriaknya dalam hati.


Hanya saja, emosi penuh kebencian dari benak Kouichirou segera menghilang karena apa yang dikatakan Ryan.


"Omong-omong, rencanamu tidak akan mungkin berhasil." Ryan mengalihkan pandangannya ke Kouichirou dan dengan sinis berkata, "Bagaimanapun juga, Kirin telah kalah dariku, seorang murid yang bahkan belum memiliki peringkat."


"Sepertinya, evaluasi Integrated Enterprise Foundation tentangmu akan jatuh, dan tidak mungkin memulihkannya lagi."


Setelah mendengar ucapan Ryan ini, wajah Kouichirou menjadi pucat dan akhirnya dia menjatuhkan bahunya.


Ryan mengabaikan Kouichirou dan datang ke sisi Kirin. Ia lalu berkata, "Lebih baik mengandalkan diri sendiri daripada mengandalkan orang lain."


"Kalau nggak, nggak ada yang akan senang jika keinginan pamanmu terpenuhi."

__ADS_1


Meninggalkan pernyataan ini, Ryan tidak peduli lagi dengan ekspresi rumit Kirin dan menoleh ke arah Fan Xinglou.


Pada titik ini, insiden kali ini bisa dianggap telah selesai dengan baik.


__ADS_2