Reincarnation Room

Reincarnation Room
Musuh Alami Ryan


__ADS_3

"Jadi begitu …" Ryan menatap Sherlock dan berbisik, "Pantas saja Shirayuki berkata bahwa tidak seharusnya Aria datang ke sini."


Jika Aria tahu bahwa Kakek Buyut yang paling dikaguminya sebenarnya adalah pemimpin organisasi kriminal, dan organisasi ini juga bertanggung jawab atas dipenjaranya Ibu kandung Aria, pikiran Aria pasti hancur.


"Ini adalah lelucon terbesar dalam hidupku di dunia ini" Ryan tidak menyembunyikan ironi yang dirasakannya. "Detektif paling terkenal di dunia, telah menjadi pemimpin organisasi kriminal paling kuat di dunia. Apakah kamu benar-benar bosan dengan hidup panjangmu? "


Mendengar ucapan Ryan ini, Sherlock tersenyum. Senyuman ini terlihat seperti anak nakal yang berbuat usil.


Tak lama kemudian, Sherlock berkata dengan penuh arti, “Sepertinya Lupin keempat tidak memberitahu informasi tentangku.“ 


“Tapi aku sudah memprediksinya. Lupin keempat pasti tidak mau Aria bingung dengan keberadaanku di sini.“


‘Orang ini bahkan mengetahui kalau Riko telah berkhianat?’ Ryan terkejut dengan hal ini. ‘Tunggu dulu, prediksi?’


Sherlock Holmes kembali berbicara dengan logat inggrisnya. "Yang disebut dengan deduksi penalaran, adalah kemampuan untuk berpikir dan menganalisa.” 


“Ketika tingkat deduksi penalaran mencapai 100%, maka kemampuan ini akan setara dengan prekognisi. Aku menyebut kemampuan ini dengan nama Cognis.”


“Dengan kata lain, aku sudah mengetahui semua ini sebelumnya.“ Sherlock menoleh langsung ke arah Ryan dan tersenyum. “Termasuk tentang kedatanganmu ke tempat ini.”


Mendengar semua ini, Ryan terdiam. Setelah Jeanne membawa dirinya ke sini, Ryan tahu bahwa aksi penyerangannya ke sini 80% sudah terbongkar.


Kalau bukan begitu, tidak mungkin semua anggota IU berkumpul di tempat ini sekarang. Apalagi, sepanjang perjalan ke aula ini, Ryan tidak melihat Jeanne menghubungi teman-temannya.


“Kamu adalah orang yang berbakat. Meski kamu berasal dari sekolah biasanya sebelumnya, namun kamu memiliki kemampuan yang dapat menyaingi para pemilik Kemampuan Khusus.” 


“Ini adalah sebuah misteri yang sama sekali belum bisa aku pecahkan. Walau aku memiliki kemampuan deduksi penalaran yang kuat, tapi aku tetap tidak bisa melihat misteri yang menyelimuti dirimu.” 


“Padahal, dengan kemampuanku ini, tidak ada misteri di dunia ini yang tidak bisa aku pecahkan.” Sherlock tersenyum dan berkata begitu.


“Tapi, ini sangatlah menarik. Jika dunia ini tidak memiliki misteri yang sulit untuk dipecahkan, bukankah itu terlalu membosankan?"


Dari tubuh Sherlock, Ryan dapat merasakan sebuah kekuatan yang dapat menarik orang lain untuk menghormati dan mengikutinya secara tidak sadar.


‘Jadi inikah Sherlock Holmes? Dia memiliki Kharisma yang tinggi.’ batin Ryan.


‘Walau begitu, apa yang harus aku lakukan? Jika apa yang dikatakannya tadi nyata, maka Sherlock pasti sudah memprediksi langkah apa yang akan aku ambil setelah ini.’


‘Aku harus mencari cara agar aku dapat mengacaukan ritme prediksinya! Dan itu harus berkaitan dengan sesuatu yang bukan dari dunia ini!’ Ryan pun sadar apa yang harus dilakukan.


Seketika itu juga, warna mata Ryan berubah menjadi biru es, menandakan aktifnya Mystic Eye of Death Perception.


Di saat yang sama, dunia yang Ryan lihat kini dipenuhi dengan garis-garis kematian. Dan tentu saja, garis kematian ini juga terlihat di semua anggota IU, termasuk sang pimpinan IU, Sherlock Holmes.


Namun, ketika Ryan melihat garis kematian di tubuh Sherlock Holmes, Ryan merasakan sedikit sakit pada kepalanya. Hal ini juga pernah terjadi saat Ryan melihat garis kematian pada tubuh Fuse Colony di dunia Kabaneri The Iron Fortress.


Ryan merasakan sakit kepala, karena garis kematian di tubuh Sherlock terlalu banyak. Bahkan, garis kematian ini hampir menutupi 95% tubuhnya.


Dari sini, Ryan akhirnya mengerti.


Di dunia asal Mystic Eyes of Death Perception, semakin sedikit garis kematian, semakin kuat orang tersebut. Bahkan bisa dibilang, orang tersebut hampir abadi.


Sebaliknya, semakin banyak garis kematian, maka semakin rapuh orang tersebut. Atau dengan kata lain, orang itu sedang sekarat.

__ADS_1


Dan seluruh tubuh Sherlock Holmes, banyak sekali garis kematian.


"Sherlock, apakah kamu sedang sekarat?”


Begitu ucapan ini keluar, suasana aula yang dipenuhi orang-orang berkemampuan khusus ini akhirnya berubah.


Di wajah Sherlock, senyuman yang sejak tadi ia perlihatkan, akhirnya menghilang untuk pertama kalinya.


“Subarashii! Sungguh mengejutkan!” Sherlock tampak menahan keterkejutannya, dan berkata pada Ryan. "Menurut deduksi penalaranku, selama beberapa waktu ini, kamu seharusnya tidak mungkin bisa mengetahui kondisi tubuhku."


Setelah mendengar ini, Ryan tahu, bahwa ritme Sherlock telah berhasil ia ganggu. Itu artinya rencana Ryan telah berhasil.


‘Sekarang, yang perlu aku lakukan hanya satu …’


Ryan menatap langsung ke arah Sherlock dengan tatapan dingin. “Sherlock Holmes …”


“Aku akan membunuhmu di sini.”


Ucapan Ryan kali ini membuat Sherlock Holmes benar-benar terpana. Karena ucapan ini, berada di luar prediksinya. Apalagi, seorang Butei tidak boleh membunuh.


Namun, kali ini Ryan sama sekali tidak berbohong. Ia benar-benar serius ingin membunuh Sherlock.


“Tanpa keinginan untuk benar-benar membunuhmu, aku tidak akan pernah bisa mengalahkanmu. Maka dari itu, kali ini, aku akan serius.”


Saat deklarasi yang diucapkan Ryan bergema di aula, bukan hanya Sherlock, bahkan orang-orang yang menonton dari lantai dua tercengang.


Boom


Seketika itu, Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan meluncur dengan ke depan bagaikan peluru.


Dalam sekejap, Ryan sudah berada di depan Sherlock.


Slash


Sebuah nyala cahaya belati bersinar terang di tangan Ryan. Dengan cepat, belati tajam itu melesat seperti kilat, menghantam ke arah Sherlock.


Lebih tepatnya, Ryan mengincar garis kematian yang ada di tubuh Sherlock.


Karena kali ini Ryan serius ingin membunuh Sherlock, sebelum menyerang, Ryan telah mengganti gelarnya. Dari yang semula Butei (Peringkat S), menjadi First Rookie.


Jika Ryan terus memakai gelar Butei (Peringkat S), maka begitu Ryan melanggar kode etik Butei, gelar ini akan menghilang selamanya dan membuat Ryan dalam keadaan lemah sesaat. 


Untuk mencegah hilangnya gelar Butei (Peringkat S), maka Ryan mengganti gelar yang ia gunakan.


Namun sayang, walau Ryan sudah serius, Sherlock bukanlah lawan yang mudah dikalahkan.


Di bawah tebasan cepat ini, Sherlock tiba-tiba mengulurkan tangannya dan menggenggam erat pergelangan tangan Ryan.


Akibatnya, tebasan cepat Ryan ini secara tak terduga diblok oleh Sherlock.


Sherlock memandang Ryan dengan tenang. Akan tetapi, tidak terlihat adanya cahaya di mata Sherlock, seakan kedua matanya buta.


"Timingmu tidaklah buruk. Saat aku sedang tercengang dalam sepersekian detik, kamu langsung meluncurkan serangan yang sangat cepat."

__ADS_1


"Ini tentu sangat berbahaya, jika itu 60 tahun yang lalu. Bahkan kamu mungkin bisa membunuhku saat itu."


Sherlock lalu berseru dengan lantang. "Sayangnya, aku sekarang adalah orang buta. 60 tahun yang lalu, aku telah diracuni dan mengalami kebutaan permanen."


"Sekarang, aku tidak bisa lagi melihat secara visual. Namun sebagai gantinya, indra pendengaran, penciuman, dan juga intuisiku meningkat pesat."


"Saat kamu mulai bergerak menyerang dengan kecepatan tinggi, aku dapat menyadari adanya perubahan aliran angin di sekitarmu. Maka dari itu, aku bisa menangkap pergelangan tanganmu secara akurat, Ryan-kun."


Dor


Tiba-tiba, suara tembakan terdengar dengan keras. Di depan tubuh Sherlock, muncul sebuah kilatan cahaya.


Munculnya suara tembakan tanpa melihat adanya pistol, ini adalah hal yang sangat familiar bagi Ryan. 


Apalagi kalau bukan Invisible Bullet.


Terlebih lagi, Invisible Bullet ditembakkan pada jarak yang sangat dekat. Alhasil, Ryan sama sekali tidak dapat menghindarinya.


Buuk     


Dengan keras, peluru tersebut menghantam seragam anti peluru Ryan hingga membuatnya mundur beberapa langkah.


Jika bukan karena mengenakan seragam anti peluru, Ryan pasti sudah mati sekarang.


Tak lama kemudian, Sherlock mulai berbicara lagi.


"Meskipun agak tak terduga, Cognis milikku masih dapat memprediksi arah seranganmu. Lagi pula, kemungkinan terjadinya pertempuran di antara kita sudah sejak lama aku prediksi."


"Ryan-kun, kamu adalah orang yang menarik. Meski baru sebentar, tapi kamu benar-benar membuatku merasakan beberapa hal tak terduga. Ini sungguh sangat menarik."


"Tapi, masih terlalu dini bagimu untuk menantangku sekarang."


"Dan juga, untuk menunjukkan rasa hormat kami kepadamu, izin saya menunjukkan kekuatan IU."


Ucapan Sherlock ini tidak hanya ditujukan kepada Ryan, namun juga kepada seluruh anggota IU yang sejak tadi menonton dari lantai dua aula.     


"Atas nama Pemimpin IU, aku berpesan kepada kalian …"


"Hormati lawanmu, dan juga …"


"Kalahkan Ryan!"


Setelah itu, Sherlock langsung berbalik berjalan ke arah pintu yang ia lalui sebelumnya.


Melihat Sherlock mengabaikan dirinya, bahkan tidak keberatan memperlihatkan punggungnya yang tak terjaga, Ryan memutuskan untuk tidak mengejarnya.


Ryan lalu mengangkat kepalanya dan melihat ke arah lantai dua.


Di sana, satu persatu mata anggota IU mulai menatap Ryan dengan tajam. Hawa membunuh mulai menyelimuti aula.    


Tanpa adanya keraguan, mereka mengarahkan moncong senjatanya ke arah Ryan dan langsung menarik pelatuknya.    


Dor Dor Dor Dor Dor Dor

__ADS_1


Suara yang menderu terdengar dari berbagai arah di lantai dua, menyebabkan peluru yang tak terhitung jumlahnya meluncur dan menyelimuti Ryan.


__ADS_2