
Setelah membaca detail ujian yang diberikan sistem, Ryan benar-benar tercengang.
“Anjir, membunuh 100 musuh yang memiliki total nilai atribut sama denganku?”
“Kalau aku mati, maka aku akan benar-benar mati?”
“Baru lantai 1 saja sudah sesulit ini!”
“Okelah kalau begitu. Nggak ada yang nggak bisa ku bunuh di dunia ini! Ayo mulai!”
Ding
[Ujian dimulai]
Begitu suara sistem terdengar, seluruh gurun pasir tiba-tiba berguncang.
Sreet Sreet Sreet
Suara pasir yang saling bergesekan terdengar dari sekeliling Ryan. Tak lama kemudian, dari kejauhan, muncul sesosok bayangan hitam.
Perlahan, sosok bayangan itu semakin dekat dan juga jelas perawakannya. Di sana, tampak seekor Kalajengking hitam besar seukuran sapi, dengan matanya merahnya dan ekor seperti pengait tajam yang bergoyang-goyang di udara.
Tiba-tiba, dari area sekeliling Ryan, muncul banyak Kalajengking raksasa yang muncul dari dalam pasir. Tak ayal, Ryan pun terkepung.
Bagaikan seekor laba-laba, Kalajengking-Kalajengking raksasa itu merayap dengan cepat dari segala arah menuju tempat Ryan.
Melihat semua ini, Ryan hanya bisa terdiam. Dalam sekejap, muncul sebuah belati dengan lambang bulan sabit di tangan Ryan.
Di saat yang sama, seekor Kalajengking mempercepat lajunya dan langsung terbang melompat ke arah Ryan.
Pandangan mata Ryan dengan cepat tertutupi oleh tubuh besar Kalajengking tersebut. Moon Blade di tangan Ryan langsung bergerak menusuk ke dalam tubuh Kalajengking.
Clang
Dengan suara seperti baja yang saling bertabrakan, belati Ryan sama sekali tidak dapat menembus tubuh Kalajengking. Gesekan tersebut menimbulkan percikan api yang kuat.
“Anjir, bukankah mereka memiliki total nilai atribut yang sama denganku? Tapi kenapa mereka lebih kuat dariku!” protes Ryan sambil menghindari terjangan Kalajengking tersebut.
“Jujur saja, aku nggak ingin menggunakan Mystic Eye of Death Perception untuk melatih gerakanku. Tapi, keadaan berkata lain …” Saat Ryan mengucapkannya, mata Ryan berubah menjadi berwarna biru sedingin es.
Slash
Dengan suara tebasan membelah langit, belati di tangan Ryan berakselerasi menuju Kalajengking yang ada di sampingnya.
Croot
Semburan darah menyembur keluar dari tubuh kalajengking yang telah terpotong menjadi dua bagian itu.
“Sekuat apapun pertahananmu, itu tidak akan berguna di depan Mystic Eye of Death Perception!”
Ryan kemudian memaling mata birunya itu ke arah Kalajengking lainnya.
“Siiiiii~”
“Siiiiii~”
Melihat salah satu temannya mati, satu persatu Kalajengking tersebut mulai mendesis. Didorong amarah yang memuncak, para Kalajengking itu melompat ke arah Ryan secara bersamaan.
Tanpa ada celah, area sekeliling Ryan tertutupi oleh banyaknya Kalajengking yang terbang ke arahnya. Dengan kata lain, Ryan sama sekali tidak memiliki ruang yang cukup untuk menghindar.
__ADS_1
"Nggak ada jalan keluar?" Mulut Ryan tersenyum lebar melihat semua ini. “Dalam Teknik Membunuh Nanaya, ruang sesempit apapun bisa menjadi kesempatan!”
"Flashing Dash: Reflected Moon (Sensō: Hansha Shita Tsuki) …"
Bagaikan pantulan cahaya bulan di atas air sungai, sosok Ryan mendadak hilang dari tempatnya berdiri
Kehilangan target serang mereka, para Kalajengking itu pun hanya bisa menyerang ruang kosong. Alhasil, mereka pun saling berbenturan satu sama lainnya dan jatuh ke tanah.
Clang Clang Clang Clang
Bagaikan bola besi yang saling bertabrakan, suara hantaman terdengar sangat nyaring.
Di saat yang sama, Ryan yang berada jauh di atas kawanan Kalajengking itu, memandang dengan tajam Kalajengking yang ada di bawahnya. Tanpa ada keraguan, Ryan meluncur ke bawah sambil mengayunkan Moon Blade.
Slash Slash Slash
Diiringi dengan suara tajam membelah udara, belati tajam di tangan Ryan dengan mudah memotong sisik Kalajengking, yang mengakibatkan aliran darah terbang ke langit.
Bagaikan bayangan, Ryan bergerak dengan cepat mengelilingi para Kalajengking tersebut dan memotong semua Kalajengking yang ia lewati.
Dari kejadian ini, Ryan akhirnya paham, bahwa kawanan Kalajengking ini tidak memiliki akal dan hanya menyerang berdasarkan insting. Termasuk dengan amarah yang diperlihatkan mereka tadi, itu tak lebih dari sekedar insting.
"Kalau begitu, aku pasti bisa menyelesaikan ujian ini!" Dengan keyakinan ini, Ryan kembali membantai semua Kalajengking yang ada di dekatnya.
Detik demi detik berlalu, Ryan tanpa henti membunuh semua Kalajengking yang ada. Dengan cepat, jumlah Kalajengking yang ia bunuh tiap detiknya bertambah.
61
71
80
"Flashing Sheath: Four Crossroads (Sensa: Yottsu no Kōsaten)!"
Seperti sebuah ilusi, belati tajam di tangan Ryan mendadak terbelah menjadi empat dan langsung menyerang ke arah Kalajengking tersebut.
Slash
Hanya dalam satu tebasan, tubuh keempat Kalajengking tersebut langsung terpotong dengan rapi.
Buuk
Seperti sampah yang telah dibuang sembarangan, tubuh keempat Kalajengking yang terlah terpotong itu pun jatuh ke tanah.
Seketika itu, suara notifikasi sistem terdengar.
Ding
[Ujian telah selesai]
[Anda berhasil menyelesaikan ujian ini hanya dalam waktu dua menit tiga puluh detik]
[Hasil Evaluasi : S+]
[Selamat, Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan Ujian Lantai 1 Menara Reinkarnasi]
[Anda dapat memilih 2 dari 5 pilihan yang kami berikan sebagai hadiah]
______________________________________________________________________
__ADS_1
Daftar Hadiah :
- Pilihan Pertama : 5000 Poin
- Pilihan Kedua : STR +1
- Pilihan Ketiga : VIT +1
- Pilihan Keempat : AGI +1
- Pilihan Kelima : INT +1
______________________________________________________________________
[Silahkan Pilih]
Melihat hal ini, Ryan sedikit terkejut. “Wow, aku nggak nyangka setelah menyelesaikan ujian, aku akan mendapatkan hadiah.”
“Pantas saja Menara Reinkarnasi sangat ramai pengunjung. Ternyata, mereka semua mengincar hadiah dari setiap lantainya. Walau resikonya sangat besar, yaitu kematian, namun keuntungan yang didapatkan juga lumayan!”
“Sepertinya, Dewa Pencipta Reincarnation Room sengaja membangun Menara ini untuk menguji sekaligus memperkuat Reincarnator. Tapi apa tujuannya? Bukankah semua ini tidak ada untungnya bagi-Nya?”
Ryan termenung sesaat atas misteri ini. “Ah sudahlah, aku pasti akan mengetahuinya saat aku berhasil mencapai puncak menara ini.”
Tanpa ada keraguan, Ryan segera memilih 5000 poin dan 1 poin atribut AGI.
Ding
[Dengan berhasilnya Anda melewati Ujian Lantai 1 ini, Anda berhak untuk naik ke lantai 2. Pada kunjungan Anda berikutnya, Anda bisa langsung pergi ke Lantai 2]
[Apakah Anda ingin naik ke Lantai 2?]
“Ini sungguh pertanyaan yang nggak perlu ditanyakan lagi. Tentu saja aku akan naik ke lantai 2!” tegas Ryan.
Sesaat kemudian, tubuh Ryan tiba-tiba menghilang dari tempat itu dan hanya menyisakan mayat serta pasir yang telah memerah.
~***~
Di area Pelatihan, tepatnya di bawah Menara Reinkarnasi, Ryan berjalan keluar dari Menara sambil menghela nafas panjang. “Haah~”
“Gagal …”
Ryan terus berjalan menuju pintu transfer dengan kepala menunduk. “Aku nggak nyangka pola serangan mereka berubah. Kini, kalajengking itu bisa menyelam ke dalam pasir dan menyerang dari bawah secara langsung.”
Kalajengking yang menyelam ke dalam pasir mampu menyembunyikan jejak dan juga auranya, sehingga Ryan kesulitan melihat mereka.
Para Kalajengking ini hanya keluar saat menyerang, dan langsung kembali menyelam ketika gagal membunuh Ryan. Hal ini membuat Ryan kesulitan dalam membunuh mereka, sehingga ketika waktu ujian telah habis, Ryan hanya berhasil membunuh puluhan Kalajengking saja. Sistem pun menganggap Ryan telah gagal karena tidak memenuhi kuota yang telah ditetapkan.
Ryan bisa saja menggunakan Stigma untuk menyelesaikan Ujian Lantai 2. Namun, menggunakan Stigma sebelum menjalani misi dari Reincarnation Room hanya akan membawa dampak buruk bagi Ryan.
“Dengan kemampuan Mystic eye of Death Perception yang sekarang, aku masih belum bisa sepenuhnya melihat target yang nggak terlihat secara instan. Aku butuh konsentrasi lebih untuk melakukannya.”
“Pada latihan selanjutnya, mungkin aku bisa mulai berlatih dengan Ryougi Shiki.” gumam Ryan.
Sesampainya di depan Pintu Transfer, Ryan memutuskan untuk pergi ke area Perdagangan untuk melihat-lihat barang yang dijual di sana sebelum menjalankan misi.
Di area Perdagangan, Ryan menemukan beberapa barang menarik. Ia pun menghabiskan 8000 poin untuk membelinya. Kini, poin yang Ryan miliki hanya tersisa 6000 poin.
“Oke, sekarang saatnya menuju Pilar Langit untuk memulai misi …”
__ADS_1