Reincarnation Room

Reincarnation Room
Memeriksa Kembali Barang Jarahan


__ADS_3

Keesokan harinya, Ryan kembali terbangun pukul 3 pagi. Langit di luar masih tampak gelap. Ini adalah waktu di mana orang-orang lainnya masih terlelap.


“Aku nggak menyangka, walau aku sedang terluka, jam biologisku masih tetap bekerja seperti biasanya.” gumam Ryan sambil tersenyum.


Ryan masih dapat merasakan rasa sakit di area lengan dan juga bahunya. Bahkan lengannya masih sedikit bergetar saat digerakkan.


Namun, setidaknya rasa sakit ini jauh lebih berkurang daripada saat Ryan bangun untuk pertama kalinya tadi malam.


“Meskipun aku tidak tahu seberapa kuat ketahanan Flame Haze, tapi yang pasti ketahanan tubuh Genestella tidak lebih lemah dari Flame Haze.”


Selain itu, nilai atribut VIT yang Ryan miliki tidaklah rendah, tapi juga tidak tinggi. Walau begitu, dengan nilai VIT sebesar 54 Poin, cedera yang diderita Ryan dapat pulih dengan cepat hanya dalam beberapa hari.


Setelah memeriksa kembali kondisi tubuhnya, Ryan menengok ke samping. Di sana, gadis muda yang tadi malam masih tidur dengan pulas, sudah tidak ada lagi.


Namun, di sana kini tergeletak Orga Lux berwarna putih murni dan belati dengan lambang bulan sabit di pegangannya.


Melihat ini, Ryan tersenyum hangat dan bergumam, "Terima Kasih, Shana …"    


Ryan kemudian mengulurkan tangannya sembari merintih kesakitan untuk mengambil Seraph dan Moon Blade.


Shiing


Bilah belati berlambang bulan sabit itu memantulkan cahaya dingin di atasnya, seakan menunjukkan betapa tajamnya bilah tersebut


Weeeng


Orga Lux putih bersih mulai bergetar di tangan Ryan. Itu adalah cara Seraph berkomunikasi dengan pemiliknya.


Ini bukan pertama kalinya Seraph berkomunikasi dengan Ryan. Saat pertama kali melakukan tes kecocokan dengan Seraph, Ryan telah merasakan apa keinginan Seraph.


Setelah itu, Seraph juga sudah berkali-kali berkomunikasi dengan Ryan dan menyampaikan keinginannya.


Tapi, hampir semua komunikasi yang dilakukan Seraph selalu menyampaikan ketidakpuasannya terhadap Ryan, termasuk hari ini.


Ryan pun tahu mengapa Seraph tidak puas. "Oke-oke, tenanglah Seraph. Aku akan membersihkanmu."


Benar, Seraph tidak puas dengan Ryan karena Ryan belum membersihkan tubuh Seraph.


Setiap kali Seraph terkontaminasi dengan kotoran dan debu, Orga Lux ini akan menjadi seperti orang yang menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Dia akan terus-menerus meminta Ryan untuk membersihkannya.


Jika hal ini tidak dituruti, Ryan akan tidak bisa menggunakannya sampai tubuh Seraph bersih.


Kemarin, dalam pertempuran melawan Sydonay, Ryan tiba-tiba menyerang Sydonay dan membiarkan Seraph serta Moon Blade terlepas dari tangannya. Hal itu menyebabkan keduanya jatuh ke tanah.


Akibatnya, tubuh Seraph ternodai tanah dan debu.


“Setidaknya, aku sangat berharap kamu bisa sedikit toleran terhadap kondisiku yang masih terluka.” ucap Ryan sambil menghela nafas. Ia kemudian mengambil sebuah sapu tangan di samping tempat tidur dan mulai membersihkan tubuh Seraph.


Dalam keadaan seperti itu, tubuh Orga Lux putih yang gemetaran di tangan Ryan mulai melambat secara bertahap dan melepaskan cahaya lembut.


Ryan lalu mengenang kejadian kemarin sambil mengelap tubuh Seraph.


“Walau aku nggak berhasil mengalahkan Sydonay, tapi setidaknya kamu telah membantuku membunuh Friagne. Aku berterima kasih padamu, Seraph.”


Berkat kekuatan Seraph, Ryan berhasil membunuh salah satu dari peringkat lima besar Crimson Lord terkuat di jaman modern dengan mudah dan mendapatkan banyak Treasure Tool (Hogu) dari Friagne.

__ADS_1


Dengan begini, Seraph telah sangat membantu Ryan menyelesaikan Misi Utama Satu dan Misi Utama Dua.


Walau begitu, pertarungannya dengan Sydonay bisa dibilang gagal total.


“Tapi aku tidak menyalahkanmu untuk kegagalan ini. Ini semua murni kesalahanku. Aku terlalu meremehkannya.”


Lagipula, jika Ryan lebih waspada lagi, maka kedua kepala ular yang menyerangnya dapat ia potong dengan mudah. 


Karena hal inilah, tangan Ryan sempat lemas kehilangan kekuatannya dan akhirnya menjatuhkan kedua senjatanya. Dengan begitu, ia kehilangan cara untuk menebas Garis Kematian Sydonay.


Andai saja Ryan tidak menjatuhkan senjatanya, dengan mengandalkan kemampuan Seraph dan mengandalkan penglihatan Mystic Eyes of Death Perception, Ryan akan memiliki kesempatan untuk membunuh Sydonay.


"Walau begitu, Sydonay juga bukanlah lawan yang mudah.”


Crimson Lord kuno itu sangat waspada dengan serangan Seraph setelah tanduk yang terputus tidak bisa pulih kembali. Maka dari itu, Sydonay menyerang kedua lengan Ryan agar Ryan tidak bisa menggunakan senjatanya lagi untuk menyerangnya.


Bisa dibilang, ini murni bukan karena kecerobohan Ryan saja, akan tetapi juga karena kecerdasan Sydonay.


“Hutang ini, pasti akan aku tagih di kesempatan berikutnya. Nggak ada orang yang pernah bertahan hidup setelah berhutang padaku!”


Mengatakan ini, Ryan meletakkan Seraph yang telah bersih di samping Moon Blade dan mulai mengambil barang jarahan yang ia dapatkan dari Friagne. Untungnya Shana bersedia membawakannya saat ia pingsan.


Ryan lalu mengambil semua Treasure Tool (Hogu) hasil jarahannya dan menggunakan fitur appraisal dari sistem Reincarnation Room yang biasa digunakan untuk membaca detail sebuah benda.    


______________________________________________________________________


Regular Sharp


Jenis : Senjata


Tingkat : Perunggu


Harga : 10.000 Poin


***********************


Bubble Loot


Jenis : Senjata


Tingkat : Perunggu


Efek :  Treasure Tool (Hogu) berbentuk sebuah Koin. Jika koin ini dilempar, maka koin ini akan berubah menjadi sebuah Rantai yang dapat menghancurkan senjata apapun dengan Peringkat Hitam.


Rantai ini dapat menahan dan mengikat Senjata dengan Peringkat Perunggu, namun akan hancur jika berhadapan dengan senjata Peringkat Perak ke atas.


Senjata di bawah Peringkat Perak tidak akan bisa menghancurkan Treasure Tool (Hogu) ini.


Harga : 15.000 Poin


***********************


Dance Party


Jenis : Aksesoris

__ADS_1


Tingkat : Perunggu


Efek :  Treasure Tool (Hogu) berbentuk sebuah Lonceng. Dengan Lonceng ini, penggunanya dapat mengontrol Rinne ataupun Torch yang telah dibuat. 


Selain itu, penggunanya dapat menguraikan Power of Existence di dalam Rinne ataupun Torch, termasuk memicu ledakan.


Harga : 18.000 Poin


***********************


Azure


Jenis : Aksesoris


Tingkat : Perunggu


Efek :  Treasure Tool (Hogu) berbentuk sebuah Cincin. Dengan Cincin ini, penggunanya dapat memanipulasi api dan kebal terhadap semua serangan api.


Perisai yang dihadirkan memiliki kemampuan menahan serangan api di bawah Tingkat Authority 3 atau Peringkat Perak.


Harga : 20.000 Poin


***********************


Trigger Happy


Jenis : Senjata


Tingkat : Perunggu


Efek :  Treasure Tool (Hogu) berbentuk sebuah pistol yang tidak memerlukan peluru sama sekali. Penggunanya hanya perlu menarik pelatuk untuk menembakkan peluru anti-Flame Haze.


Jika seorang Flame Haze tertembak dengan peluru anti-Flame Haze ini, maka wadah yang menampung Crimson Lord di tubuhnya akan hancur dan membangunkan Crimson Lord yang tertidur. 


Hal ini dapat membuat tubuh Flame Haze meledak.


Harga : 20.000 Poin


______________________________________________________________________


Kelimanya adalah Treasure Tool (Hogu) yang Ryan dapatkan dari Friagne. 


Setelah membaca semua efek dari Treasure Tool (Hogu) itu, Ryan menyeringai dan memberikan penilaian pada Friagne.


"Dia benar-benar bodoh …"


Azure memiliki efek di mana pemiliknya akan kebal terhadap serangan berbasis api. Dan semua Flame Haze memiliki serangan berbasis api. Dengan kata lain, semua serangan Flame Haze tidak akan mempan.


Sementara Trigger Happy, memiliki efek menghancurkan wadah Flame Haze sehingga Crimson Lord yang menjalin kontrak akan termanifestasikan di dunia. 


Dengan menggunakan kedua Treasure Tool (Hogu) itu, Friagne tidak pernah kalah dengan Flame Haze.


Namun, walau memiliki semua keunggulan ini, Friagne lebih memilih berhadapan dengan seorang manusia untuk merebut Reiji Maigo daripada berhadapan dengan Flame Haze. Dan hasilnya, Friagne gagal total, menyebabkan dirinya mati dengan sangat buruk.


"Anggap saja ini adalah nasib burukmu telah berhadapan denganku, Friagne."

__ADS_1


Setelah berpikir seperti itu, Ryan segera membereskan kembali semua Treasure Tool (Hogu) yang ada di atas tempat tidur.


Tak lam kemudian, Ryan bangkit dari tempat tidurnya, mengenakan pakaian dan berjalan keluar ruangan.


__ADS_2