
"Ini adalah tes masuk yang sangat sederhana dan kasar." gumam Ryan yang kini sedang berdiri di salah satu sudut ruangan di dalam gedung terbengkalai.
Ryan berdiri menunggu instruksi dari Ranbyou sambil memainkan Moon Blade di tangannya. Di telinganya, terdapat headset komunikator yang diberikan Ranbyou.
Sebagai Bute Assault, kemampuan yang paling penting adalah kemampuan bertarung. Maka dari itu, sangat wajar jika tes masuk kelas Assault tidak terlepas dari pertarungan.
Berdasarkan informasi yang diberikan Ranbyou, gedung terbengkalai ini memiliki 14 lantai.
Setelah peserta tes masuk, para peserta akan segera menyebar ke seluruh area gedung sambil membawa alat komunikator dan menunggu instruksi dari Ranbyou.
Setelah instruksi tes dimulai, maka para peserta tes dapat langsung bergerak untuk melakukan penangkapan peserta tes lainnya.
Semakin lama peserta tes bertahan, semakin banyak peserta yang berhasil ditangkap, dan juga semakin baik aksi peserta tes, makan semakin tingga pula peringkat yang akan diterima.
“Melawan sekelompok murid? Ini akan terlalu mudah. Sepertinya aku harus membatasi kekuatanku agar tidak membunuh mereka.”
Ryan lalu melihat-lihat area sekelilingnya. Di berbagai sudut bangunan, terdapat banyak kamera CCTV yang menangkap pergerakan peserta tes secara langsung.
Saat Ryan sedang melihat semua posisi CCTV, suara Ranbyou terdengar dari komunikator. “Tes dimulai!”
~***~
Tidak jauh dari gedung terbengkalai, ada sebuah apartemen. Saat ini, di salah satu kamar apartemen, Ranbyou sedang menggenggam sebotol minuman beralkohol dan meminumnya secara langsung tanpa menggunakan gelas.
Ranbyou melakukan semua ini sambil mengawasi jalannya tes melalui monitor yang telah terhubung pada kamera CCTV di dalam tempat tes.
“Ayo mulai! Cepatlah! Kenapa kalian semua lambat?! Ayo segera tangkap dan selesaikan tes ini!” teriak Ranbyou seakan sedang menonton pertandingan tinju. Para Instruktur Butei lainnya yang ikut mengawasi jalannya tes hanya bisa tersenyum melihat perilaku Ranbyou.
"Ranbyou-sensei, bisakah kamu mengurangi sedikit minum alkoholnya? Apalagi kamu adalah penguji utama pada tes ini.” ucap seorang Instruktur.
__ADS_1
Mendengar teguran dari Instruktur lainnya, Ranbyou langsung melirik tajam Instruktur tersebut. “Tanpa minum, bagaimana aku bisa hidup dengan tes yang membosankan ini?!"
Setelah mengucapkannya dengan suara keras, Ranbyou sekali lagi minum sebotol alkohol dengan cepat, seolah-olah ia dengan sengaja ingin membuatnya cepat mabuk. Instruktur lainnya pun hanya bisa menutup mulut mereka.
Para Instruktur ini sangat mengenal Ranbyou. Walaupun Ranbyou masih muda, tapi di dunia Butei, ia sangat terkenal dengan kebrutalan dan kekejamannya. Bahkan ia pernah dipecat oleh sejumlah sekolah Butei di berbagai negara.
Dan yang paling melegenda, Ranbyou pernah menghancurkan area perumahan terbengkalai di pinggiran pulau Akademi saat ia mabuk. Ia juga mengintimidasi Instruktur lainnya yang mencoba menghentikannya.
Dan kini, wanita kasar itu bekerja di SMA Butei dan menjadi penanggung jawab kelas Assault serta merangkap sebagai guru olahraga.
Beberapa murid Butei yang mengetahui asal usul Ranbyou cukup ketakutan ketika tahu ia mengajar di kelas Assault. Namun, ada beberapa murid dengan fetish khusus yang sengaja mencari gara-gara pada Ranbyou. Dan tujuan mereka melakukan semua ini adalah agar mereka menerima siksaan Ranbyou.
Di bawah legenda seperti itu, melihat Ranbyou minum begitu cepat, bagaimana mungkin Instruktur lainnya tidak khawatir.
Seandainya Ranbyou mabuk dan mengamuk di sini, maka nyawa para peserta tes dan Instruktur di ruangan ini akan dalam bahaya. Memikirkan hal ini, wajah para Instruktur menjadi pucat.
Saat itu, salah satu Instruktur dengan cepat berkata, “Ranbyou-sensei, kamu harus mengawasi semua peserta tes. Bagaimana jika ada peserta tes yang mengalami gangguan psikologis dan bunuh diri? Hal ini tentu akan merepotkan kami.”
"Mereka berani melakukannya?" Ranbyou pun akhirnya menghentikan minumnya.
Karena mereka masih muda, mereka lebih impulsif dan tidak memperhitungkan konsekuensi yang ada.
Dulu, pernah terjadi sebuah tragedi ketika tes masuk kelas Assault berjalan. Seorang murid yang dipukuli dalam tes masuk, mengalami taruma yang mendalam. Ia pun akhirnya mengarahkan pistolnya ke kepala murid yang memukulnya dan menembaknya. Setelah ia membunuh murid tersebut, ia lalu menembak kepalanya sendiri.
Tragedi ini membuat SMA Butei dikritik oleh masyarakat luas. Bahkan semua judul berita yang menyudutkan Butei menjadi Headline. Pada akhirnya, menteri kabinet pun harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.
Demi menghindari terulangnya hal yang sama, Ranbyou diminta oleh SMA Butei untuk benar-benar mengawasi jalannya tes.
Namun, ketika Ranbyou akhirnya melihat dengan serius ke layar monitor pengawasan dan melihat ke salah satu peserta tes, terkejut melihat peserta tersebut.
“Apakah orang ini sedang bercanda?”
__ADS_1
Mendengar ini, Instruktur lainnya satu per satu melihat ke layar monitor. Tak lama kemudian, mereka juga terkejut.
Pada layar monitor, seorang peserta tes sedang berjalan dengan santai di sebuah aula dalam gedung terbengkalai itu tanpa menyembunyikan keberadaannya.
Ting Ting
Sebuah kaleng ditendang dengan lembut dan diputar beberapa kali di atas tanah. Hal ini menciptakan sebuah suara yang agak menusuk telinga dan memecah kesunyian di dalam aula tersebut.
Tentu saja suara bersisik ini menarik perhatian peserta tes lainnya yang telah bersembunyi di berbagi sudut gedung.
Walau begitu, Ryan masih berjalan santai di aula. Dia tidak menyembunyikan langkah kakinya, juga tidak dengan hati-hati menyembunyikan hawa keberadaannya. Dia juga menendang beberapa kaleng di sepanjang jalan, membiarkan suara renyah bergema di sekelilingnya. Seperti sinyal yang memberi tahu peserta tes lain bahwa Ryan ada di sini.
Beberapa saat kemudian, Ryan menghentikan langkahnya dan berbicara dengan dirinya sendiri. “Kalian sudah di sini?”
Ryan lalu melihat sekelilingnya. Di beberapa sudut, ada tiga peserta tes bersembunyi sambil mengarahkan moncong pistolnya pada Ryan.
Hal inilah yang membuat Ranbyou terkejut. Ryan sengaja mengekspos dirinya ke peserta tes lainnya untuk memancing mereka keluar.
Tapi, Ranbyou menganggap rencana ini cukup bodoh. Walau peserta tes menggunakan seragam anti peluru, tapi jika terkena banyak tembakan, maka tubuh akan terasa sangat sakit, seakan sedang dipukul secara bertubi-tubi oleh banyak orang.
Ketiga orang yang bersiap menembak Ryan terlihat bukan seperti orang awam. Gerak-gerik mereka cukup terlatih untuk murid yang baru lulus SMP.
Dari sini, jelas ketiga orang tersebut bukanlah peserta tes biasa. Kemungkinan besar mereka berasal dari SMP yang berafiliasi dengan Butei.
Butei memiliki sistem afiliasi yang memungkinkan murid lulusan SMP terafiliasi dapat masuk ke SMA Butei tanpa tes, Tapi hal ini tidak berlaku untuk kelas Assault. Untuk masuk kelas Assault, semua pendaftar harus menjalani tes terlebih dahulu.
Selain sistem afiliasi, Butei juga membuka sistem magang, di mana murid SMP bisa mendaftar masuk ke dalam SMA Butei sebagai murid magang.
Saat ini, Ketiga peserta itu tanpa ragu menekan pelatuknya.
DOR
__ADS_1
Suara tembakan terdengar keras. Walau suara tembakan ini terdengar hanya sekali, tetapi sebenarnya ketiga orang tersebut menembak Ryan secara bersamaan.
Dengan pencahayaan yang redup di dalam gedung, percikan api dari tiga moncong pistol tersebut terlihat dengan jelas. Ketiga peluru tersebut melaju merobek atmosfer dengan cepat menuju ke arah dada, perut, dan pinggang Ryan.