
Malam berlalu dengan cepat. Pagi hari yang mendung pun menyambut hari baru Ryan dan Alisa.
"Oke, aku harus melanjutkan perjalananku menemui Lindow dan lainnya." ucap Ryan sambil melihat ke arah Alisa. "Lalu bagaimana denganmu, Alisa? Apa rencanamu selanjutnya?"
"Aku juga pergi." jawab Alisa.
Karena Alisa belum menyerah pada tujuannya sendiri dan ingin melanjutkan balas dendamnya, Ryan pun tidak punya alasan untuk terus mencegahnya.
Bagaimanapun juga, ini adalah keputusan Alisa sendiri. Ryan sudah lelah mengeluarkan Bacot no Jutsu-nya seharian kemarin.
"Tujuanku tidak akan berubah." Alisa tampaknya telah mendapatkan kembali ketenangannya.
"Baiklah, ayo berangkat …" Setelah mengatakannya, Ryan menghentakkan kakinya ke tanah dan mulai berakselerasi.
Alisa pun mengikuti jejak Ryan. Dengan kecepatan tinggi, ia berlari di belakang Ryan.
Setelah beristirahat semalaman, kini Ryan dan Alisa sudah benar-benar pulih. Oleh karena itu, kecepatan lari mereka lebih cepat dari kemarin.
Ditambah lagi, mereka memiliki Stamina yang berbeda dengan manusia biasa. Mereka dapat berlari dengan kecepatan konstan dalam waktu yang lama.
Ryan juga memiliki celana Black Stork yang memiliki efek memulihkan 1/10 stamina setiap 10 menit.
Jadi, selama satu jam penuh, Ryan dan Alisa terus berlari di padang tandus dengan kecepatan tinggi. Sampai akhirnya, mereka bertemu dengan sekelompok Aragami Kecil dengan wajah seperti ogre dengan ekornya yang besar.
"Ogretail …" gumam Alisa.
Ryan dan Alisa langsung berhenti begitu melihat kerumunan di depannya.
"Kali ini, aku akan ikut bertarung." ucap Alisa sambil memegang erat God Arc-nya.
"Bisakah aku meminta tolong padamu?"
Ucapan Ryan ini membuat Alisa terkejut. Tidak pernah dalam pikirannya, orang seperti Ryan akan meminta tolong padanya.
Ryan menghiraukan pandangan aneh Alisa dan mulai menjelaskan permintaannya. "Aku membutuhkan Inti (Core) Aragami. Lebih banyak lebih baik. Jadi aku berharap, ketika kamu bertarung, tolong gunakan God Arc-mu untuk memakan Inti (Core) Aragami yang kamu bunuh."
"Inti (Core)?"
Tentu Alisa sudah sangat familiar dengan Inti (Core) Aragami. Cabang Rusia dari waktu ke waktu sering mengeluarkan misi pengumpulan Inti (Core) Aragami.
Sebagai bagian terpenting dari Aragami, Inti (Core) Aragami memiliki banyak fungsi.
Inti (Core) Aragami dapat digunakan untuk pengembangan senjata, pembuatan amunisi, produksi barang, dan lain sebagainya. Selama teknik pembuatannya melibatkan sel Oracle, maka Inti (Core) Aragami akan dibutuhkan sebagai material produksinya.
Cara God Eater mendapatkan Inti (Core) adalah dengan menggunakan mode Predator dari God Arc
God Arc bertipe pertarungan jarak dekat memiliki mode Predator, di mana mode ini memungkinkan God Arc menelan objek tertentu seperti Inti (Core) Aragami.
__ADS_1
Alisa adalah pengguna God Arc Tipe Baru (New-Type). Jadi ia bisa menggunakan mode Predator saat ia mengubah God Arc-nya menjadi bentuk pedang.
Maka dari itu, Ryan ingin Alisa membantu dirinya mengambil Inti (Core) Aragami untuk menyelesaikan misi keduanya.
Sayangnya, Inti (Core) selalu menjadi sumber daya yang sangat penting.
Sebagai God Eater cabang Rusia, Alisa tidak punya alasan untuk bekerja dengan Ryan, yang berasal dari cabang Timur Jauh. "Kenapa aku harus membantumu?"
'Sudah ku duga kamu akan berkata seperti itu!' Dengan wajah datar, Ryan mengambil satu bungkus Kue Kering Penambah Stamina dan menunjukkannya pada Alisa.
Setelah melihat kue tersebut, Alisa terdiam sejenak.
"Baik, aku mengerti …" Alisa menatap Ryan dengan seksama dan berkata, "Untuk sementara waktu, aku akan membantumu mengambil Inti (Core) Aragami. Jadi aku tidak berhutang apa-apa lagi padamu …"
'Semua berjalan sesuai rencana ...'
Ryan mengangkat bahunya. "Meskipun sisa kue yang aku miliki hanya bisa bertahan dua sampai tiga hari dari sekarang, tapi setidaknya kita tidak perlu khawatir lagi masalah makanan."
Alisa menganggukkan kepalanya pada Ryan dan berbalik menghadap sekelompok Ogre Tail di depannya.
"Kalau begitu, ayo kita mulai ..." ucap Ryan.
Di saat yang sama, Alisa langsung mengubah God Arc-nya yang semula masih dalam mode pedang, menjadi mode senapan mesin.
Dudududududu
Bagaikan air hujan, peluru tersebut menghantam tubuh para Ogretail tersebut.
Boom Boom Boom
Seketika itu, peluru-peluru tersebut meledak saat menghantam tubuh beberapa Aragami yang ada di depan Alisa. Dalam sekejap, kobaran api yang menyala-nyala itu membungkus tubuh Aragami-Aragami tersebut.
Suara erangan kesakitan terdengar dari Ogretail yang menjadi target Alisa. Saat api pada tubuhnya padam, asap hitam muncul dari permukaan kulit Ogretail-Ogretail tersebut. Tak menunggu waktu lama, tubuh beberapa Ogretail tersebut pun roboh.
Alisa kemudian mengubah God Arc-nya menjadi mode pedang. Tapi Alisa tidak segera membunuh beberapa Ogretail tersebut. Ia mengarahkan ujung pedangnya ke arah salah satu Ogretail yang terjatuh dan menekan ujung gagangnya dengan paksa.
“GROOOOAR!”
Suara Aragami terdengar dengan keras. Namun, itu bukanlah suara teriakan Aragami, melainkan suara God Arc milik Alisa.
Dari God Arc Alisa, tiba-tiba muncul kulit berwarna hitam yang secara bertahap memadat menjadi bentuk kepala Aragami.
Bagaikan mulut ular yang keluar dari lubang, Kepala yang muncul dari God Arc Alisa tersebut dengan cepat dan agresif menggigit Ogretail yang jatuh ke tanah.
Krauk Krauk
Gigi Kepala Aragami tersebut merobek-robek tubuh Ogretail, sampai akhirnya ia menelan sebuah mutiara dari dalam tubuh Ogretail. Mutiara itulah yang disebut sebagai Inti (Core) Aragami.
__ADS_1
Munculnya kepala Aragami dari God Arc Alisa adalah mode Predator yang hanya dimiliki oleh God Arc bertipe pertarungan jarak dekat.
Dengan cara ini, Alisa menggunakan mode Predator untuk menelan Inti (Core) para Ogretail yang terbaring di tanah.
Tidak jauh dari tempat Alisa, Ryan melihat Alisa mulai bekerja mengumpulkan Inti (Core) dan tersenyum puas. Di saat yang sama, Ryan sendiri sedang berhadapan dengan seekor Ogretail. Dengan cepat, Ryan mengayunkan belatinya.
Slash
Bersamaan dengan suara tebasan yang terdengar tajam, belati di tangan Ryan menembus kulit Ogretail dan memotongnya. Sejumlah besar darah pun menyembur di udara.
Bagaikan mengoper bola, Ryan memutar tubuhnya dan menendang Ogretail itu ke arah Alisa.
Boom
Tubuh Ogretail itu pun terbang tidak terlalu tinggi, hingga akhirnya jatuh tepat di samping Alisa
Melihat hal ini, Alisa paham dengan maksud Ryan. Setelah menatap tajam ke arah Ryan, ia kembali melihat ke tubuh Ogretail yang ada di sampingnya dan mulai mengaktifkan mode Predator.
Kepala Aragami kembali muncul dari God Arc Alisa. Dengan lahap, kepala tersebut mencabik-cabik tubuh Ogretail dengan taringnya dan menelan Inti (Core) dari Ogretail tersebut.
Ryan dan Alisa terus menerus menggunakan strategi ini. Setiap kali Aragami menyerang Alisa, Alisa mengubah God Arc-nya menjadi senapan mesin, lalu menembaknya. Setelah sekarat, Alisa mengubah God Arc-nya menjadi pedang, mengaktifkan mode Predator, dan mengambil Inti (Core) Aragami tersebut..
Sedangkan Ryan, ia akan mengayunkan belatinya dan memotong Aragami seperti selembar kertas. Lalu ia mengirim Aragami yang sekarat tersebut pada Alisa, agar Alisa dapat menggunakan mode Predator untuk mengambil Inti (Core) Aragami tersebut.
10 menit kemudian, Ryan dan Alisa telah berhasil melenyapkan pasukan Ogretail yang ada di depan mereka.
Alisa kemudian mengarahkan God Arc-nya ke tanah dan mengaktifkan kembali mode Predator. Tapi kali ini, Alisa bukan ingin mengambil Inti (Core) dari Aragami, melainkan memuntahkan semua Inti (Core) yang telah ia kumpulkan.
Ryan segera menghampiri tumpukan mutiara yang ada di depan Alisa. Tanpa berkata apa-apa, Ryan langsung memindahkan tumpukan Inti (Core) itu ke dalam ruang dimensi cincin Black Space.
Alisa begitu terkejut melihat tumpukan Inti (Core) di depannya tiba-tiba hilang hanya dalam satu sentuhan tangan Ryan. Ia sangat ingin bertanya pada Ryan mengenai hal ajaib ini, tapi ia terlalu malu untuk menanyakannya.
Selama bersama Ryan, ia sudah beberapa kali melihat keajaiban yang ia ciptakan. Ia penasaran dengan rahasia yang Ryan pegang. Dan tentu saja, walau Alisa bertanya secara langsung padanya, Ryan pasti tidak akan menjawabnya.
“Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita …” ajak Ryan. Alisa tidak merespon ajakan Ryan, namun ia tetap berlari di belakang Ryan tanpa berkata apa-apa.
Setelah itu, Ryan dan Alisa beberapa kali bertemu dengan pasukan Aragami dan berhasil mengalahkan mereka. Hari itu, Ryan dan Alisa telah mengalahkan ratusan Aragami.
Saat malam tiba, mereka akan beristirahat, dan akan melanjutkan perjalanan kembali ketika langit terang.
Pada hari kedua, perjalanan mereka terganggu dengan kemunculan Vajra. Karena trauma masa lalu Alisa, ia jadi sedikit gegabah dan tidak bisa berpikir jernih saat melawan Vajra.
Dan hasilnya, Alisa benar-benar terpojokkan. Jika bukan karena Ryan yang dengan sigap memotong garis kematian pada Inti (Core) Vajra, maka nyawa Alisa akan benar-benar melayang.
Walau begitu, mereka berdua tetap saja menderita luka ringan. Setelah kejadian ini, Alisa mulai menyadari apa yang kurang dari dirinya. Ia pun menjadi sedikit depresi memikirkannya.
Namun tetap saja, Alisa hal ini tidak menyurutkan keinginannya untuk pergi ke tempat Venus bersama Ryan.
Pada hari ketiga, Ryan dan Alisa akhirnya tiba di tempat Venus mengamuk beberapa hari yang lalu. Tapi, pemandangan yang ada di depannya, membuat mata Ryan dan Alisa terbelak.
__ADS_1