
Seusai dengan misi yang diberikan cabang Rusia, para tentara mulai mengubur ranjau di dalam tanah.
Ryan juga berjongkok dan mengeluarkan ranjau dari kotak yang dibawanya. Saat Ryan memegang salah satu ranjau, Ryan mencoba mengecek informasi mengenai ranjau yang ada di tangannya menggunakan Sistem pengendali Reincarnation Room.
______________________________________________________________________
Ranjau Aragami
Harga : 500 Poin
Keterangan :
Ranjau yang telah disuntik dengan sel Oracle. Memiliki bentuk yang tidak berbeda dengan ranjau biasa. Setelah diledakkan, sel Oracle yang ada di dalamnya akan memangsa semua yang ada dalam jangkauan ledakan. Ranjau ini dapat menimbulkan luka serius pada tipe Aragami Kecil, dan luka sedang pada tipe Aragami Medium. Sedangkan untuk tipe Aragami Besar, ranjau ini tidak akan berefek apa-apa pada mereka.
______________________________________________________________________
"Wow, benda ini ternyata berharga 500 poin! Kalau aku bisa mendapatkan banyak ranjau ini dan membawanya ke Reincarnation Room, aku bisa menjualnya ke dalam sistem. Walau sistem hanya akan membelinya setengah harga, tapi tetap saja ini menguntungkan!"
Namun setelah Ryan berpikir ulang, rencana Ryan untuk membawa banyak ranjau ini ke dalam Reincarnation Room sangat tidak mungkin untuk dilakukan.
Ketika kembali ke Reincarnation Room, Reincarnator hanya bisa membawa kembali barang yang ada di tubuhnya.
Ryan bisa saja menggunakan ruang dalam cincin Black Space. Namun ruang dalam cincin hanya berukuran 1 meter kubik. Sedangkan ukuran ranjau ini cukup besar. Jadi cincin Black Space tidak bisa menampung banyak ranjau.
"Suatu saat, aku pasti akan membeli kantong dimensi yang lebih luas lagi!"
Setelah berhasil mengubur ranjau keduanya, Ryan mengambil lagi sebuah ranjau dari kotak. Tiba-tiba, informasi mengenai ranjau pada sistem berubah.
______________________________________________________________________
Ranjau Pemancing Aragami
Harga : 700 Poin
Keterangan :
Ranjau yang telah disuntik dengan sel Oracle dan campuran hormon Aragami. Memiliki daya ledak yang sama dengan Ranjau Aragami biasa. Namun ranjau ini memiliki efek untuk menarik perhatian Aragami akibat adanya hormon Aragami.
______________________________________________________________________
"Ini …" Ryan terkejut dengan informasi yang tampil pada layar panel sistem.
'Mereka benar-benar mencoba untuk membunuhku! Awas saja, sampai aku tahu siapa dalang di balik semua ini, aku pasti akan membunuhnya!'
'Tapi di lain sisi, ini juga sebuah berkah bagiku. Dengan menggunakan ranjau ini, aku bisa mengundang banyak Aragami dan menyelesaikan misi dari sistem!' Ryan pun tak kuasa menahan senyum menyeringainya saat memikirkan semua itu.
Ryan menengok ke kanan dan ke kiri. Setelah memastikan tidak ada orang yang sedang memperhatikan Ryan, tanpa ragu Ryan langsung melempar ranjau pemancing Aragami tersebut.
__ADS_1
Boom
Benturan yang diakibatkan antara ranjau dengan tanah, telah menciptakan sebuah ledakan yang kuat. Suara ledakan ini pun menyeruak ke seluruh padang tandus.
"Apa yang terjadi!?"
"Apakah ada yang tidak sengaja memicu ranjau Aragami ini?"
Ledakan yang tiba-tiba itu mengejutkan semua tentara yang ada di sana, termasuk para God Eater Pemula itu.
Tanpa Ryan sadari, Alisa telah mengawasi dirinya sejak ia menanam ranjau pertamanya. Otomatis, Alisia juga melihat aksi Ryan yang telah melempar sebuah ranjau secara sembunyi-sembunyi.
Tapi, bukan aksi Ryan yang menarik perhatian Alisa, melainkan ekspresi wajah Ryan. Alisa merasa familiar melihat senyuman Ryan.
"Saat orang itu tersudut, ia juga tersenyum menyeringai sepertinya. Dan setelah itu, ia dengan mudah memotong dinding ruang latihan." Melihat senyuman Ryan, Alisa semakin yakin dengan intuisinya.
"Sudah aku duga, dialah orang yang mengalahkanku malam itu …" gumam Alisa.
Tak beberapa lama, dari kejauhan, mulai muncul sekumpulan bayangan hitam yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
Jika dilihat dengan seksama, bayangan tersebut adalah sekumpulan Aragami berukuran kecil hingga besar. Mereka terus melaju hingga langkah mereka menghasilkan debu yang sangat tebal.
"Groaar …"
Bum Bum Bum Bum
Suara hentakan kaki terdengar semakin keras seiring jarak mereka yang semakin dekat.
"Bagaimana mungkin ada Aragami di sini!?"
"Bukankah kemungkinan mereka menyerang ke sini hanya 20%?"
"Ini tidak mungkin!"
Para God Eater Pemula mulai panik. Mereka sama sekali belum pernah melawan Aragami yang sesungguhnya. Yang mereka lakukan selama ini hanyalah melawan Aragami dalam simulasi di ruang latihan.
Kali ini, mereka dikirim ke garis depan karena para God Eater Senior ingin mereka mulai beradaptasi dengan pertarungan yang sesungguhnya.
Hanya saja, kali ini Ryan meledakkan ranjau pemancing Aragami lebih cepat dari rencana yang sudah disusun oleh dalang dari semua ini. Akibatnya, Aragami yang terpancing terlalu banyak untuk God Eater Pemula hadapi.
Di antara semua God Eater Pemula yang berpartisipasi dalam misi ini, hanya Alisa yang tetap tenang. Dengan sigap, ia mengarahkan God Arc mode senapan mesinnya ke arah pasukan Aragami dan menekan pelatuknya.
Dududududududu
Dalam sekejap, moncong senapan mesin itu mulai memuntahkan ratusan peluru yang terbuat dari sel Oracle. Peluru-peluru tersebut pun mengenai tubuh Aragami Kecil dan membunuhnya.
Melihat aksi heroik Alisa, para tentara pun terbangun dari rasa takutnya. Mereka secepat mungkin mengambil senapan dan mulai menembaki Aragami.
__ADS_1
Dor Dor Dor
“Apa yang kalian lakukan!? Cepat lakukan tugas kalian!” teriak Alisa pada para God Eater Pemula lainnya yang sejak tadi masih dalam kondisi ketakutan.
Mendapat teriakan seperti itu, para pemula itu pun akhirnya mulai mengangkat God Arc mereka.
Namun tiba-tiba, alat komunikasi mereka berbunyi. “Cepat mundur! Ini perintah!”
Detik itu juga, para God Eater Pemula langsung mundur meninggalkan medan pertempuran.
Alisa cukup terkejut dengan perintah ini. Ia kemudian menekan alat komunikatornya dan mulai bertanya. “Kenapa? Bukankah kalau kita mundur, maka misi ini akan gagal?”
Dari ujung komunikator, Operator dari cabang Rusia menjawab pertanyaan Alisa. “Ini bukanlah hal yang perlu kamu pikirkan. Cepat turuti perintah kami!”
“Aku mengerti. Aku akan tinggal di sini sampai semua orang berhasil mundur.”
Jawaban Alisa membuat Operator di ujung alat komunikasi terdiam. Kemudian, suara dari alat komunikasi berubah. “Sepertinya kamu tidak mengerti apa yang aku maksud. Aku memerintahkanmu untuk mundur sekarang juga! Kalau kamu tidak mundur sekarang juga, dengan kemampuanmu yang masih pemula itu, kamu tidak akan bisa lolos dari serangan Aragami!”
Alisa akhirnya paham, bahwa perintah dari atasan adalah meminta semua God Eater mundur, bukan seluruh pasukan yang berpartisipasi dalam misi. Ini artinya, cabang Rusia akan membiarkan para tentara ini menjadi umpan para Aragami untuk memberi waktu para God Eater mundur.
Bagi cabang Rusia, nyawa God Eater lebih penting daripada nyawa tentara biasa. Terlebih lagi, mereka memang berencana untuk membunuh Ryan.
“Cepat mundur!”
“Hei, apa yang kamu lakukan?”
Beberapa God Eater Pemula berteriak pada Alisa yang hanya diam berdiri di tempatnya. Alisa mengabaikan suara-suara itu dan terus melihat ke arah pasukan Aragami yang datang.
“Groaaar!”
Aragami berkepala menyerupai Ogre mengeluarkan suara keras. Aragami tersebut mengabaikan hujan peluru yang ditembakkan para tentara dan berlari menuju tentara terdekat. Dengan mulutnya yang lebar, Aragami tersebut langsung menggigit tentara tersebut.
Krunch Krunch
Suara mulut Aragami mengunyah tubuh manusia terdengar dengan jelas. Seakan menjadi cerita pembuka tragedi ini, satu persatu Aragami berbentuk telur mulai turun dari langit dan mulai memangsa para tentara.
Tidak hanya itu, Aragami bertipe Medium yang bentuknya menyerupai Orang Utan juga turut meramaikan pesta makan ini. Tak ayal, teriakan para tentara menyeruak ke segala arah.
"Arghhh!"
"Tolong!"
__ADS_1
"Jangan makan aku!"
Darah dan potongan tubuh manusia memenuhi padang tandus tersbut. Tempat itu pun, kini menjelma menjadi ladang perburuan manusia.