
"Hmm?"
Saat Ryan belum membuka matanya, Ryan telah menyadari bahwa suasana di sekitarnya telah berubah.
Suasana ini berbeda dengan suasana hening di dalam Fuuzetsu. Di tempat ini, Ryan dapat merasakan suasana yang sangat sangat khusyuk dan sakral.
Oleh karena itu, Ryan yakin bahwa ia sudah tidak lagi berada di tempat yang sama.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Ryan sambil perlahan membuka matanya.
Kini, di depan mata Ryan, tercetak deretan pilar. Tempat ini tidak memiliki tembok dan atap, sehingga Ryan dapat melihat langit gelap berbintang secara langsung.
Tempat ini benar-benar mirip sebuah kuil yang terletak di tengah kehampaan.
Di tempat seperti itu, Ryan sekarang sedang berdiri di tengah altar.
Rantai kokoh yang terbentang dari banyak pilar batu di sekelilingnya mengikat erat tubuh Ryan. Ia dapat merasakan Power Of Existence yang terus mengalir dalam rantai kokoh tersebut.
Berkat aliran Power of Existence, rantai tersebut menjadi sangat kuat. Bahkan walau belum mencobanya, Ryan tidak yakin dapat memutusnya hanya dengan kekuatannya.
Apalagi, meski Ryan dapat membebaskan diri, orang-orang di sekitarnya tentu tidak akan duduk diam begitu saja. Karena selain Ryan, di sana juga ada tiga orang lainnya yang menatap Ryan dengan berbagai macam ekspresi
Salah satu dari mereka, seorang pria paruh baya dengan pakaian seperti seorang yakuza, menatap Ryan dengan pandangan serius penuh arti.
Satu orang lainnya, seorang wanita tampak sedikit anggun, menatap Ryan dengan pandangan penuh rasa ingin tahu. Sedang orang terakhir, seorang gadis muda seperti pendeta, memandang Ryan tanpa adanya emosi.
Ketiga tatapan mata seperti itu menyatu ke tubuh Ryan, dan membuat mata Ryan sedikit berkedut.
Melihat ketiga orang ini, Ryan langsung paham dengan situasinya saat ini. ‘Jadi begitu, aku telah jatuh ke dalam jebakan Bal Masqué. Dengan menggunakan Mantra Tak Terbatas Lamies, mereka mengirimku langsung ke sini dan menangkapku.’
Walau Ryan dalam keadaan seperti itu, ia sama sekali tidak panik dan hanya memandang dengan tenang ketiga Crimson Lord tersebut.
Ketiga Crimson tersebut adalah orang yang memimpin organisasi Bal Masqué. Mereka biasa disebut Trinity.
“Yo, senang berjumpa denganmu lagi, manusia brengsek.” Sydonay bersandar di salah satu pilar dan tersenyum dengan memakai kacamata hitam khasnya.
“Jujur saja, aku tidak berharap bertemu denganmu dengan cara seperti ini.”
Mendengar perkataan Sydonay, Ryan hanya diam saja tak menjawab. Ia kemudian menoleh melihat ke arah anggota Trinity lainnya.
Pada pilar lain, seorang wanita bertemperamen seperti seorang bangsawan tampak sedang bersandar menggunakan siku tangannya. Wanita itu adalah Bel Peol.
“Ini adalah pertama kalinya kita bertemu. Senang berkenalan denganmu, wahai manusia pemilik Reiji Maigo …”
Bagi Bel Peol, keberadaan Ryan sangat tinggi. Maka dari itu ia sangat menantikan pertemuannya dengan Ryan.
Sementara anggota Trinity yang terakhir, Hecate, berbicara dengan suara rendah sembari menatap lurus ke arah Ryan. "Reiji Maigo ..."
Tatapan mata Hecate sama sekali tidak membawa emosi apapun. Walau ia tampak menawan dan imut seolah ia tidak pernah tersentuh oleh hal kotor di dunia ini, tapi penampilannya yang seperti ini membuatnya mirip dengan robot.
Dari tubuh ketiga orang itu, aura penindasan yang tak terlukiskan membanjiri seluruh kuil.
Tentu saja, objek aura penuh tekanan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Ryan.
__ADS_1
Merasakan semua tekanan ini, Ryan tetap bersikap tenang. Setelah sesaat melirik ke Sydonay, Bel Peol, dan Hecate, Ryan tersenyum satir. “Bukankah kalian agak berlebihan? Demi menangkap seorang manusia biasa sepertiku, kalian sampai rela membayar mahal Lamies. Trinity benar-benar hebat.”
Kata-kata Ryan ini ditanggapi dengan berbeda oleh masing-masing Trinity.
Hecate hanya diam dan menatap Ryan. Sementara Sydonay, ia hanya mengangkat bahunya dan tidak berkomentar sama sekali.
Berbeda dengan keduanya, Bel Peol menatap tajam ke arah Ryan sembari tersenyum dalam. “Bagi kami, Reiji Maigo sangatlah penting.”
Bel Peol lalu berkata sambil terkekeh, "Sebagai pemilik Reiji Maigo, kamu memang pantas mendapat perlakukan istimewa seperti ini. Selain itu, kamu dapat tetap tenang dalam situasi berbahaya seperti ini dan mencoba memahaminya , mana mungkin manusia biasa bersikap seperti itu.”
“Dan yang lebih mengejutkanku, kenapa kamu tidak mati?” ucapan Bel Peol penuh rasa ingin tahu.
Mantra Tak Terbatas yang disiapkan untuk Ryan adalah Mantra Tak Terbatas yang dapat mentransfer sebuah objek.
Dalam rencana asli Bel Peol, ketika Mantra Tak Terbatas aktif, Power of Existence dalam tubuh Ryan akan diserap habis sebagai sumber energi Mantra Tak Terbatas. Hal ini tentu akan membuat keberadaan Ryan di dunia ini sepenuhnya menghilang.
Setelah Ryan menghilang dan Mantra Tak Terbatas mulai menjalankan efeknya, Reiji Maigo yang tertinggal akan secara otomatis dikirim ke markas Bal Masqué. Dengan begitu, Trinity bisa mendapatkan Reiji Maigo tanpa usaha apapun.
Untuk itulah, Bel Peol berani membayar mahal Lamies untuk memasang Mantra Tak Terbatas semacam itu. Namun sayangnya, semua rencana Bel Peol tidak berjalan dengan lancar.
Tidak hanya Ryan belum mati, bahkan tubuh Ryan juga ikut dikirim langsung oleh Mantra Tak Terbatas ke markas Bal Masqué. Ini benar-benar diluar dugaan Bel Peol.
“Bolehkah aku bertanya?” Bel Peol bertanya dengan rendah hati: "Bagaimana caramu melakukan semua ini?"
Ryan tersenyum dan berkata, “Karena aku telah mempersiapkan semua ini sebelumnya.”
Setelah Lamies memberikan petunjuk pada Ryan bahwa Mantra Tak Terbatas itu akan menyedot Power of Existence dari tubuhnya, Ryan segera membuat beberapa persiapan untuk berjaga-jaga.
"Kamu juga tahu bahwa ada Flame Haze di sampingku kan?"
Inilah alasan mengapa Power of Existence Ryan tidak tersedot habis hingga menghilang. Karena Power of Existence yang diserap Mantra Tak Terbatas bukanlah milik Ryan, melainkan berasal dari Torch.
Jadi, sebelum mereka kembali ke Apartemen, di sepanjang perjalanan, Ryan meminta Shana mengumpulkan sejumlah Power of Existence Torch yang ditemuinya.
Selanjutnya, ia hanya perlu membungkus Power of Existence ini dengan Prana-nya sendiri, membiarkan Power of Existence ini melekat pada tubuh Ryan dan menyimpannya.
Dengan begitu, Power of Existence Ryan tidak akan tersedot sama sekali.
"Jadi begitu …" Bel Peol terkejut dan berkata pada dirinya sendiri, "Karena Power of Existence sudah terpenuhi, akibatnya objek yang dikirim oleh Mantra Tak terbatas telah berubah dari Reiji Maigo menjadi orang yang membawa Reiji Maigo."
"Karena aku sudah menjawab pertanyaanmu, maka bisakah kamu menjawab pertanyaanku?" Ryan mengangkat bahunya dan menatap Bel Peol sembari berkata, "Di mana ini?"
Bel Peol tersenyum atas pertanyaan Ryan. Sejak awal, Bel Peol memang tidak bermaksud menyembunyikan informasi mengenai markas Bal Masqué.
Dengan bangga, Bel Peol menjawab, "Ini adalah Seireiden, markas dari Bal Masqué."
Mendengar ini, Ryan mencoba menggali informasi mengenai tempat ini dari ingatannya yang samar.
Seireiden adalah markas sekaligus Treasure Tool milik Bal Masqué.
Sama seperti halnya Tendoukyuu milik Alastor, Seireiden juga merupakan benteng berjalan.
Sebenarnya, Tendoukyuu dan Seireiden dibuat oleh orang yang sama. Namun, ribuan tahun yang lalu, keduanya terpisah dan dimiliki oleh orang yang berbeda.
__ADS_1
Ryan samar-samar ingat bahwa Tendoukyuu dan Seireiden memiliki efek kamuflase sehingga keduanya tidak bisa dilihat oleh dunia luar.
'Itu artinya, selama aku berada di dalam Seireiden, Shana nggak akan bisa menemukan keberadaanku dan juga menolongku. Efek Seireiden untuk menyembunyikan diri nggak bisa diremehkan.' pikir Ryan.
Seakan dapat melihat isi pikiran Ryan, Sydonay menyeringai dan berkata, "Itu benar. Selama kamu ada di sini, tidak akan ada yang bisa menolongmu. Kamu tidak akan mungkin bisa lari dari sini."
"Di dalam Seireiden ini, bukan hanya ada kita bertiga, tapi juga banyak anggota lainnya di sini." Bel Peol juga berkata sambil tersenyum, "Meskipun anggota yang tersebar di seluruh dunia tidak semuanya dipanggil kembali, tapi jumlah yang hadir di sini sudah sangat cukup."
Mendengar semua ini, Ryan hanya bisa diam.
"Bel Peol." Hecate yang sejak tadi diam, akhirnya berbicara dengan nada datar tanpa emosi, "Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?"
"Meskipun ini sedikit di luar rencana, tapi itu tidak menjadi masalah. Kita hanya perlu mengambil Reiji Maigo dari tubuh manusia ini, dan kemudian semuanya akan baik-baik saja."
"Hanya saja, sejak awal hingga sekarang, aku masih belum menemukan di mana dia menyembunyikan Reiji Maigo-nya." jelas Bel Peol dengan jujur.
"Apa?" Sydonay mengerutkan dahinya dan berkata, "Dengan kata lain, dia sekarang sedang tidak membawa Reiji Maigo?"
"Tidak, aku dapat memastikan bahwa dia pasti membawa Reiji Maigo." Bel Peol menegaskan, "Mantra Tak Terbatas yang disiapkan untuknya telah diatur untuk hanya mengirim Reiji Maigo. Karena jika dia tidak membawa Reiji Maigo, maka Mantra Tak Terbatas itu tidak akan berefek padanya."
Dengan kata lain, sejak efek Mantra Tak Terbatas aktif dan membawa Ryan ke Seireiden, itu membuktikan bahwa Ryan masih membawa Reiji Maigo.
"Hanya saja, aku sama sekali tidak menemukan Reiji Maigo di tubuhnya."
Bel Peol menatap Ryan, seolah ia akan membedah Ryan untuk diteliti. "Jadi, manusia ini seharusnya menyimpan Reiji Maigo dengan cara yang spesial."
Bel Peol benar. Ryan menyimpan Reiji Maigo dengan cara unik. Yaitu dengan memanfaatkan fitur Reincarnation Room di mana Reincarnator dapat mengubah semua Peralatan (Equipment) yang digunakan dari wujud fisik menjadi virtual.
Dengan cara seperti itu, kecuali Reincarnator itu sendiri, tidak akan ada yang bisa mengakses Peralatan (Equipment) yang mereka kenakan.
Oleh karena itu, Bel Peol tidak akan bisa mendeteksi ataupun merebut paksa Reiji Maigo dari tubuh Ryan.
"Kalau begitu, seperti yang direncanakan sebelumnya, telan saja Power of Existence manusia ini." Sydonay berkata, "Dengan begitu, Reiji Maigo pasti akan muncul kan?"
"Aku awalnya juga berpikir seperti itu. Tapi melihatnya sekarang, aku jadi tidak yakin." Tanpa melihat ke arah Sydonay dan terus menatap Ryan, Sydonay berkata, "Karena dia dapat menyembunyikan Reiji Maigo dengan cara tertentu, dia bisa saja mengirim keluar Reiji Maigo di saat dia mati. Kita tidak bisa mengambil resiko sekarang."
"Jadi, kita tidak bisa berbuat apa-apa?" Sydonay berpikir bahwa ini semua seperti sebuah lelucon. "Ini tidak seperti yang akan dikatakan oleh Kepala Staff Bal Masqué."
"Bukannya tidak ada cara, cuma cara ini memiliki proses yang cukup merepotkan." Bel Peol berkata tanpa ragu, "Bagaimanapun juga, manusia pemilik Reiji Maigo sudah berada di tangan kita. Bahkan jika dia menyembunyikan lebih banyak rahasia, kita bisa membuat Hecate berasimilasi dengan manusia ini."
"Dengan begitu, Hecate dapat mengintip ke dalam jiwanya dan membaca semua ingatan manusia ini untuk mencari solusinya."
Saat ucapan ini keluar dari mulut Bel Peol, senyuman penuh penghinaan di wajah Sydonay menghilang.
Meski memakai kacamata hitam dan tidak bisa melihat ekspresi mata Sydonay saat ini, tapi siapapun dapat merasakan emosi yang tidak menyenangkan dari tubuhnya.
Sebaliknya, dengan wajah tanpa emosi, Hecate berkata, "Aku mengerti."
Setelah itu, Hecate berjalan dengan cepat menuju bagian tengah altar.
Melihat semua ini, Sydonay menghela nafas dan berkata, "Menyaksikan Hecate milikku berasimilasi dengan Pria lain benar-benar membuatku marah."
"Ini adalah pekerjaanku." Ekspresi Hecate masih tidak berubah sama sekali dan berkata, "Selain itu, aku juga bukan milikmu."
__ADS_1
Ketika kata-kata itu jatuh, Hecate telah tiba tepat di depan Ryan. Ia kemudian meletakkan telapak tangannya di tubuh Ryan.
Di saat yang sama, Ryan tiba-tiba membuka mulutnya. "Aku menyarankanmu untuk tidak melakukannya."