
Menghadapi serangan bertubi-tubi seperti ini, Ryan tetap bersikap tenang. Ia bahkan tidak mundur sama sekali. Ryan lebih memilih untuk menerima semua serangan Zhao Hufeng dan saling bertukar serangan.
Swoosh Swoosh Swoosh
Suara deru angin yang dihasilkan dari serangan kuat menyeruak ke seluruh ruang Genbu.
Ryan dan Zhao Hufeng terus-menerus bertukar serangan berkecepatan tinggi secara konstan tanpa henti. Saking kerasnya mereka bertarung, setiap mereka beradu serangan, lantai dan pilar di sekitar mereka hancur
Dari samping, Fan Xinglou menonton pertarungan mereka berdua dengan tenang. Walau begitu, senyuman lebar nan manis tampak tercetak di wajah imutnya.
Ryan yang masih terus bertarung akhirnya memahami kekuatan di dunia ini.
Tidak diragukan lagi, dalam hal efektivitas tempur, dunia ini jauh lebih tinggi daripada dunia yang pernah Ryan kunjungi sebelumnya.
Lagipula, di dunia ini ada manusia jenis baru bernama Genestella, yang masing-masing terlahir sebagai manusia super.
Menggunakan Ryan sebagai contoh, ketika ia menjalani transisi Profesi menjadi Genestella, Ryan mendapat penambahan 20 poin atribut. Yang artinya, seorang Genestella biasa di dunia ini memiliki total nilai atribut sebanyak 80 poin.
Hal ini menunjukkan, bahwa Genestella di dunia ini pada umumnya memiliki kekuatan yang berada di puncak tingkat Authority 5. Jadi wajar saja jika ada banyak Genestella yang memiliki kekuatan setara dengan Tingkat Authority 4 atau 3. Tentu saja keberadaan Fan Xinglou ada di luar perhitungan ini.
Di Kota Akademi Asterisk, Genestella yang menempati peringkat Page One di tiap sekolah adalah orang-orang yang memiliki kekuatan minimal Tingkat Authority 4.
Di Institut Ketujuh Jie Long sendiri, 30 murid peringkat teratas yang juga murid Fang Xinglou, memiliki kekuatan minimal Tingkat Authority 4.
Dapat dibayangkan, betapa kuatnya Zhao Hufeng yang menempati peringkat kelima di Page One. Terlebih lagi, Zhao Hufeng juga fasih dalam Teknik Bela Diri. Dia adalah seorang ahli Taijutsu yang sangat kuat.
Sementara itu, Ryan masih berada pada Tingkat Authority 5, yang jelas berada di bawah Zhao Hufeng.
Hal yang membuatnya bisa terus bertarung secara seimbang dengan Zhao Hufeng adalah faktor penambah atribut yang dimiliki Reincarnator, yaitu Kemampuan Khusus (Skill), Peralatan (Equipment), Gelar (Title), dan juga Profesi (Job).
Tapi hal ini memang sudah biasa. Dewa Pencipta Reincarnation Room sengaja mengatur karakter yang ada di dunia misi selalu lebih kuat dari Reincarnator dan juga tingkat kesulitannya.
Maka dari itulah Reincarnation Room memberikan berbagai cara bagi Reincarnator untuk menjadi kuat melalui Kemampuan Khusus (Skill), Peralatan (Equipment), Gelar (Title), dan juga Profesi (Job).
Jika tidak, maka Reincarnation Room tidak mungkin meminta Reincarnator untuk mengalahkan lawan dengan Tingkat Authority yang lebih tinggi dan juga menjalani misi dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dalam Misi Ujian Kenaikan Tingkat.
Dalam dunia misi kali ini, semua nilai atribut Ryan sudah setara dengan Tingkat Authority 4. Kini, yang membedakan Ryan dan Zhao Hufeng hanyalah pengalaman dan teknik bela dirinya saja.
Kalau itu satu bulan yang lalu, Ryan pasti akan kalah.
Namun, setelah satu bulan melalui latihan ketat, Ryan telah mempelajari banyak Teknik Membunuh. Bahkan ia telah memodifikasi dan menciptakan Teknik Membunuh Nanaya.
Dengan latihannya itu, tentu Ryan sekarang tidak lebih lemah dari Zhao Hufeng.
__ADS_1
Memikirkan semua ini, Ryan bergumam sambil tersenyum menyeringai, “Lagipula, Zhao Hufeng bukanlah lawan pertamaku yang memiliki kekuatan setara Tingkat Authority 4.”
Setelah bergumam, Ryan tiba-tiba menarik tubuhnya ke belakang dan mundur dengan kecepatan tinggi. Saat sedang bergerak mundur, Ryan mendadak berhenti diam seakan ia sudah berdiri diam sejak tadi.
Tanpa ada keraguan, Ryan langsung melompat ke arah Zhao Hufeng.
“Flashing Dash: Six Fishes (Sensō: Roku-biki no Sakana)!”
Ryan yang telah berada tepat di depan tubuh Zhao Hufeng, dengan cepat berbalik di udara dan melepaskan tendangan seperti meteor ke arah Zhao Hufeng.
Boom
Dalam suara hantaman bagai ledakan, Ryan menendang bagian atas lengan Zhao Hufeng yang telah diangkat ke depan untuk melindungi kepalanya. Tendangan ini menciptakan gelombang angin dan menyebabkan atmosfer di sekitarnya menjadi sedikit bergejolak.
Zhao Hufeng jelas menempatkan Prana dalam pertahanannya. Hal ini membuat Ryan merasa seperti menendang sebuah baja yang sangat berat dan keras.
Walau begitu, tendangan ini masih berhasil membuat Zhao Hufeng terpental.
Setelah Ryan menapakkan kakinya ke tanah, ia langsung berubah menjadi bayangan tak jelas bagaikan hantu.
Dengan kecepatan tinggi, Ryan bergerak ke belakang Zhao Hufeng yang masih terbang terpental di udara.
“Flashing Dash: Six Rabbits (Sensō: Roku-biki no Usagi)!”
Tendangan ini membawa kekuatan yang luar biasa dan menimbulkan hembusan angin di sekeliling bagian bawah tubuh Ryan yang berjongkok dengan berat.
“Arghh!” teriak Zhao Hufeng kesakitan. Bahkan kulitnya pun berubah pucat.
Swiiish
Energi Prana yang kuat tiba-tiba keluar dari tubuh Zhao Hufeng.
Di bawah selimut partikel-partikel cahaya bintang ini, kekuatan Zhao Hufeng langsung meledak.
Tanpa ada jeda, Zhao Hufeng melakukan putaran dan langsung melancarkan serangan balik dengan tendangan ayun yang sangat keras. Tendangan ini membawa angin kencang di sekeliling kakinya dan mengarah ke Ryan.
Boom
Diiringi dengan suara bagaikan guntur, kedua pusaran angin saling bertumbukan dan meluas mengisi setiap sudut ruang latihan.
Tendangan yang kuat bertabrakan satu sama lain, menyebabkan tubuh Ryan dan Zhao Hufeng sama-sama terpental.
Zhao Hufeng yang terpental seperti peluru mulai membalikkan badannya di udara. Ia kemudian melakukan backflip dan berhasil mendarat di lantai dengan baik.
__ADS_1
Pada saat yang sama, Ryan yang terpental ke atas juga berhasil mendarat dengan baik dan berdiri kokoh di atas lantai.
Dari hasil konfrontasi ini, dapat dilihat bahwa kekuatan Ryan dan Zhao Hufeng seimbang.
Saat Ryan dan Zhao Hufeng berancang-ancang untuk menyerang, Fan Xinglou tiba-tiba bertepuk tangan dan tertawa dengan sangat gembira
Plok Plok Plok Plok
"Hahahaha … bagus, bagus, bagus …"
"Mari kita akhiri sesi latihan kalian kali ini!"
Setelah mendengar suara Fan Xinglou, Ryan dan Zhao Hufeng saling berhadapan dan membungkuk.melambaikan
"Terima kasih atas kerja kerasnya!"
Zhao Hufeng kemudian menghadap Fan Xinglou dan berkata, "Guru, saya izin untuk undur diri terlebih dahulu. Saya ada urusan penting setelah ini."
"Pergilah.” Fan Xinglou melambaikan tangannya tanpa peduli.
Zhao Hufeng mengepalkan tangannya dan memberi hormat pada Fan Xinglou. Setelah itu ia langsung pergi dari ruang Genbu.
Saat Zhao Hufeng pergi, Ryan tetap berdiri diam di tempatnya dengan wajah yang dipenuhi ekspresi tidak berdaya.
Hal ini dikarenakan Ryan telah melihat raut wajah Zhao Hufeng yang tidak terlalu bagus sebelum ia pergi
Ryan pun paham atas apa yang terjadi pada Zhao Hufeng.
Sebelum kedatangan Ryan di Jie Long, Zhao Hufeng telah dipuji sebagai murid tercepat di Enam Sekolah.
Namun, dalam latih tanding barusan, kecepatan Ryan terbukti jelas jauh melebihi Zhao Hufeng.
Hal inilah yang membuat raut wajah Zhao Hufei buruk, seakan ia tidak mau mengakui bahwa Ryan lebih cepat darinya
"Tampaknya anak itu benar-benar ingin mengalahkanmu." Fan Xinglou yang memahami sikap Zhou Hufei tertawa menikmati kemalangan murid ketiganya. "Hahahahaha …"
Setelah beberapa saat tertawa, Fan Xinglou bertanya pada Ryan. "Kamu telah menyelesaikan latihanmu dengan baik dalam sau bulan ini. Jadi, apakah kamu memiliki permintaan?"
Mendengar ini, Ryan menyentuh dagunya, dan berkata, "Guru, bisakah besok aku libur latihan?"
"Hoo~" Fan Xinglou segera menundukkan kepalanya dan dengan bersemangat bertanya, "Apa yang kamu rencanakan?"
Ryan tersenyum tipis. "Aku hanya ingin mengajak Kakak Senior Zhao menonton konser bersama."
__ADS_1