Reincarnation Room

Reincarnation Room
Berkunjung Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Pada hari-hari berikutnya, Ryan memang benar-benar menjadi partner latihan Fan Xinglou. 


Di samping Ryan tetap menjalankan menu latihan harian seperti biasanya, Ryan harus melakukan latih tanding dengan Fan Xinglou di malam hari sebelum tidur.


Latih tanding ini cukup memuaskan bagi Ryan.


Karena Fan Xinglou akan menyesuaikan kekuatannya dengan tepat agar sesuai dengan level kekuatan Ryan saat ini.


Tapi, agar latihan tidak monoton, kadang-kadang Fan Xinglou akan menggunakan level kekuatan yang lebih kuat untuk menghancurkan Ryan. Tujuannya adalah melatih Ryan untuk menghadapi lawan yang memiliki level kekuatan lebih tinggi darinya.


Terkadang, untuk melihat kemajuan Ryan, Fan Xinglou sengaja menekan lebih rendah lagi kekuatannya sendiri.


Fan Xinglou tampaknya telah menyusun berbagai situasi pertarungan dan menggunakan dirinya sebagai penyesuaian konstan untuk melatih Ryan.


Sayangnya, Ryan tidak pernah menang melawan Fan Xinglou. Bahkan saat level kekuatannya ditekan lebih jauh lagi, Ryan tetap tidak bisa mengalahkannya.


Pada akhirnya, Fan Xinglou mengizinkan Ryan menggunakan Mystic Eye of Death Perception untuk bertarung. Akan tetapi, Ryan bahkan tidak bisa menyentuh pakaian Fan Xinglou sama sekali.


Bahkan dengan kecepatan dan teknik terbaiknya, Fan Xinglou jauh melampaui Ryan dan sama sekali bukan lawan yang bisa disentuh Ryan.


Seiring berjalannya waktu, Ryan mulai bertanya-tanya seberapa kuat Fan Xinglou di masa jayanya.


Pertanyaan ini, mungkin di dunia ini hanya ada beberapa orang yang tahu jawabannya.


Tentu saja, latih tanding antara Ryan dan Fan Xinglou tidak berlangsung lama.


Sekitar satu minggu kemudian, sebuah pesan anonim membuat kehidupan sekolah Ryan di dunia ini selesai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aku sudah mengembalikannya. Segera datang ke Rumah Sakit untuk mengunjunginya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Begitulah isi pesan anonim tersebut.


Membaca pesan tersebut, Ryan tahu siapa yang mengirimkan pesan tersebut. Ia kemudian segera memberitahu Sylvia dan mengajaknya pergi ke Rumah Sakit Pusat.


Di depan pintu masuk Rumah Sakit, Madiath telah berdiri menunggu di sana.

__ADS_1


"Halo kalian berdua. Aku telah menunggu kalian cukup lama."


Madiath tersenyum pada Ryan dan Sylvia. Sama seperti sebelumnya, dia langsung berbicara ke subjek dengan sopan tanpa basa-basi.


"Singkatnya, ayo ikuti aku dulu."


Setelah itu, Madiath memimpin Ryan dan Sylvia memasuki Rumah Sakit.


Saat Ryan berjalan mengikuti Madiath, tiba-tiba Sylvia menarik baju Ryan dari belakang. Hal ini membuat Ryan menghentikan langkahnya.


Tak lama kemudian, Sylvia menempelkan dahinya di punggung Ryan dan memuntahkan kata-kata penuh ketakutan.


"A-apakah, Urusula bisa bangun kembali?"


Merasakan perasaan Sylvia ini, Ryan berkata dengan lembut, "Di sini adalah Rumah Sakit Pusat, yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi penyembuhan Strega dan Dante. Bahkan penyakit yang sulit disembuhkan di tempat lain, di sini bisa disembuhkan."


"Madiath memilih mengembalikan Ursula di tempat ini juga dengan alasan seperti itu. Ini adalah tempat terbaik untuk merawat Ursula."


"Jadi, kamu tenanglah. Selama Ursula masih hidup, maka dia pasti akan bangun. Kamu juga pernah berkata seperti itu kan?" jelas Ryan dengan penuh afeksi.


"Ya, itu benar …" Sylvia menarik napas dalam-dalam. Akhirnya, senyum manis kembali tercetak di wajah Sylvia. "Terima kasih, Ryan"


"Un, sama-sama.” Ryan membalas senyuman Sylvia dan berkata, "Ayo kita segera masuk. Aku yakin kamu pasti sudah tidak sabar untuk secepatnya menemui Gurumu.”


Rumah Sakit Pusat Kota Asterisk dibagi menjadi dua bagian. Gedung bertingkat tinggi pertama diperuntukkan untuk melakukan perawatan dan pemeriksaan medis, sementara gedung kedua adalah gedung khusus rawat inap. Kedua gedung ini dihubungkan oleh sebuah koridor.


Madiath membawa Ryan dan Sylvia masuk ke gedung pertama. Mereka pun dengan cepat tiba di sebuah kamar yang terletak di bagian pusat perawatan medis.


Ceklek


Madiath membuka pintu kamar dan mengajak masuk keduanya masuk.


Kamar ini sama dengan kamar rumah sakit pada umumnya. Hanya saja, ada banyak peralatan medis canggih di ruangan ini yang berjajar rapi.


Dan di tengah kamar, di atas tempat tidur, seorang wanita berbaring di atasnya. Dengan nafas berirama tenang, dia tertidur pulas.


"Ursula!"


Sylvia tidak bisa lagi menahan luapan emosinya. Ia kemudian langsung bergegas menuju tempat tidur dan menggenggam erat tangan Ursula.

__ADS_1


Telapak tangan Ursula terasa sangat dingin, seolah-olah dia sudah mati. Seketika itu, hati Sylvia serasa tenggelam.


Sylvia lalu menoleh ke arah Madiath dan berbisik, "Bagaimana keadaan Ursula?"


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, kami belum menemukan cara untuk membangunkannya."


Madiath berkata dengan nada menenangkan, "Pihak Rumah Sakit telah memberikan pemeriksaan otak dan Prana. Semuanya normal, tidak ada ada masalah. Hanya saja, mereka tidak tahu kapan dia akan akan bangun."


"Dokter berkata bahwa Ursula sedang tidur sangat nyenyak. Jika tidak ada masalah, cepat atau lambat Ursula akan bangun sendirinya."


"Cepat atau lambat?" Sylvia dengan cepat bertanya, "Berapa lama?"


"Paling cepat setengah tahun, paling lama dua sampai tiga tahun." Madiath berkata, "Sebagai catatan, Valda-Vaoth sama sekali tidak melukai pikiran Ursula. Jadi bangunnya Ursula adalah hal yang pasti. Hanya saja kita tidak tahu kapan itu terjadi."


"Benarkah?” Sylvia menghela nafas lega. Ia menggenggam tangan Ursula erat-erat sambil terus memperhatikan wajah tidur Ursula yang menawan.


Melihat Sylvia seperti itu, Ryan merendahkan suaranya dan berkata kepada Madiath, "Ayo keluar kita keluar. Ada yang harus kita bicarakan."


Madiath secara alami tidak memiliki menolak dan langsung mengangguk.


~***~


Di luar kamar, Ryan dan Madiath berdiri berdampingan, namun tetap ada jarak di antara mereka.


Saat itu, Madiath tiba-tiba berbicara lebih dulu.


"Maaf, aku membutuh waktu sedikit lebih lama dalam melakukan hal ini."


Madiath, dengan ekspresi lembut, berkata, "Bagaimanapun juga, Ursula adalah orang yang telah lama hilang. Jika dia dirawat di Rumah Sakit tanpa persiapan apapun, itu pasti akan menimbulkan kecurigaan. Jadi aku harus berhati-hati dalam melakukan beberapa pengaturan untuk Ursula."


Dengan kata lain, jika bukan karena Ursula membutuhkan perawatan medis di Rumah Sakit, maka Madiath bisa langsung mengembalikan tubuh Ursula pada Ryan dan Sylvia.


"Selain itu, aku juga membawa apa yang kamu inginkan."


Madiath berkata, "Untuk membantumu mendapatkan apa yang kamu inginkan, aku telah bekerja sangat keras. Jika tidak, Integrated Enterprise Foundation tidak akan mau mengabulkan keinginan seperti ini."


"Terlebih lagi, kamu bukan seorang peneliti. Beda lagi jika pemenang Festa kali ini berasal dari Arlequint. Kalau mereka yang meminta, Integrated Enterprise Foundation pasti akan langsung mengabulkannya."


Sambil mengatakannya, Madiath mengeluarkan sebuah kotak logam dari saku jasnya.

__ADS_1


Melihat kotak logam ini, Ryan sepertinya tahu apa isinya. Ia lalu langsung mengambilnya dari tangan Madiath.


Dengan segera, Ryan membuka kotak logam itu.


__ADS_2