
“Aku telah disekap di sini selama beberapa hari. Selama disekap, aku terus mengamati tempat ini sepanjang waktu. Jadi, aku dapat memahami beberapa fungsi dari alat-alat yang ada di sini.”
Hibari menunjuk ke tangki kaca besar tempat Amor berada, dan berkata, “Tangki kaca ini memiliki fungsi tersembunyi, dimana tangki ini bisa dilontarkan keluar dari laboratorium secara langsung. Jika tidak ada kendala, mungkin aku bisa mengatur lokasi tujuan kemana tangki ini akan jatuh.”
"Haa? Tangki ini punya fitur seperti itu? Bagaimana kamu mengetahuinya?" Ryan sedikit terkejut.
"Aku mendengarnya ketika Kapten Alexei mengobrol dengan ekor putih itu menggunakan kata-kata mesra." Saat mengatakannya, terlihat sekilas muncul ekspresi jijik di wajah Hibari.
Membayangkan Kapten Alexei berbicara sendiri dengan mesra di depan tangki, membuat Ryan juga merasa jijik. "Anjir, orang itu benar-benar sudah nggak tertolong lagi!"
Walau Ryan jijik dengan tingkah dan fetish Kapten Alexei, namun Ryan cukup salut dengan rencana yang telah dipersiapkan olehnya.
Fungsi pelontar yang ada pada tabung ini adalah buktinya. Ia telah memikirkan bagaimana caranya agar tetap memiliki Amor ketika penelitiannya telah selesai.
Ryan dapat menebak, bahwa setelah penelitiannya selesai, Kapten Alexei menggunakan fungsi pelontar ini untuk meluncurkan Amor keluar dari Cabang Rusia. Lalu, Kapten Alexei akan kabur dari cabang Rusia dan bergerak ke tempat Amor jatuh.
Saat itu terjadi, Kapten Alexei akan memulai ambisinya dan memimpin pasukan Aragami untuk memonopoli dunia.
Sekarang, fungsi lontar ini benar-benar membantu Ryan dalam mengalihkan perhatian Venus.
"Pergilah …" ucap Hibari. "Masalah pelontar, serahkan semuanya padaku. Sekarang pergilah dan selamatkan wanita bernama Alisa itu."
"I-ini …" Ryan menjadi gugup mendengarnya, seakan-akan ia adalah seorang suami yang tertangkap basah selingkuh oleh istrinya.
"Cepat pergi dan selamatkan dia!" teriak Hibari.
"Siap!"
Saat Ryan akan pergi, mendadak Hibari memanggilnya. "Ryan, tunggu …"
"Iya?" Ryan menengok ke arah Hibari.
Hibari segera mendekat dan langsung mencium bibir Ryan.
Muuuch
Mereka terus berciuman selama 2 menit penuh, hingga akhirnya Hibari melepaskan ciumannya.
"Ryan, berjanjilah padaku bahwa kamu tetap akan mencintaiku walau kamu memiliki wanita lain."
"Kamu serius?!" tanya Ryan yang terkejut dengan ucapan Hibari.
__ADS_1
"Untuk pria kuat seperti dirimu, memiliki banyak wanita adalah hal yang wajar. Aku hanya berharap, kamu bisa memperlakukan kami secara adil."
Walau sekelebat, tampak sedikit ekspresi cemburu di mata Hibari. Ryan lalu menggenggam lembut tangan Hibari. "Aku akan berusaha seadil-adilnya pada semua kekasihku. Jadi, kamu bisa tenang dan mempercayakan hatimu padaku."
"En …" Hibari menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Hal ini membuat Ryan terpana melihatnya.
Hibari kemudian mengambil sebuah headset dari sebuah meja yang ada di dalam laboratorium dan memakaikannya ke telinga Ryan. "Dengan ini, kita bisa tetap terhubung."
"Terima kasih …" Setelah mengucapkannya, Ryan segera pergi meninggalkan Hibari sendirian di Laboratorium.
Melihat Ryan telah pergi, Hibari kembali fokus ke pekerjaannya.
"Oke Hibari, saatnya melakukan pekerjaanmu!" gumam Hibari sambil berjalan menuju sebuah terminal komputer yang ada di dekat tangki Amor.
~***~
Dor Dor Dor Dor
Tembakan demi tembakan menggelegar di sepanjang lorong, meninggalkan banyak selongsong peluru di lantai.
"Tembak! Jangan pernah berhenti menembaknya!"
Di bawah komando Wakil Kapten, ia mengatur para tentara untuk membentuk formasi dan melepaskan tembakan ke arah Aragami.
Peluru yang digunakan para tentara ini memang berbeda dengan peluru yang digunakan oleh God Eater. Jika yang digunakan oleh God Eater terbuat dari sel Oracle, maka peluru yang digunakan tentara-tentara ini terbuat dari bias factor.
Bisa dibilang, peluru yang digunakan para tentara ini tidak didesain untuk membunuh Aragami, akan tetapi untuk menahan Aragami.
Oleh karena itu, tentara cabang Rusia hanya bisa menghentikan langkah Aragami.
Jika situasi ini terus berlanjut, maka amunisi para tentara akan segera habis. Kalau sampai itu terjadi, maka hari ini adalah hari terakhir mereka.
Para tentara cabang Rusia ini paham dengan semua ini. Mereka semua mulai menunjukkan ekspresi cemas, takut dan juga panik.
Wakil Kapten yang memimpin pasukan ini juga mulai berkeringat dingin. "Alisa, aku memohon padamu, selamatkan kami! Kami janji akan menutup mata atas perbuatanmu kali ini!"
Alisa yang sekarang berada di belakang barisan para tentara ini menganggukkan kepalanya. Ia sendiri tidak ingin melihat orang-orang ini mati di depannya.
'Apakah semua Aragami ini merupakan ulah Kapten Alexei?' pikir Alisa.
"Dalam hitungan ketiga, kalian barus menghentikan tembakan kalian! Kali ini, kita akan mengkover Alisa dari belakang. Ingat, jangan sampai salah tembak. Apa kalian mengerti?!" teriak Wakil Kapten.
__ADS_1
Para tentara itu pun langsung menjawab secara serentak. "Mengerti Pak!"
"Baik, mari kita mulai hitungan mundurnya. Satu … dua … tiga … berhenti!"
Dengan berhentinya tembakan tersebut, Alisa langsung maju ke depan dengan cepat.
"Groooaaar!" Seekor Ogretail mengaum di depan Alisa.
Tanpa ada keraguan, pedang merah Alisa langsung menghancurkan kepala Ogretail, dan membiarkan darah muncrat ke segala arah. Tanpa ada jeda, Alisa melanjutkan serangannya ke Aragami lainnya yang ada di dekatnya.
Dor Dor Dor Dor
Para tentara juga mulai membantu Alisa dengan menembaki beberapa Aragami yang ingin menyerang Alisa dari belakang.
Sebelumnya, demi melindungi Ryan, Alisa rela berkonfrontasi dengan para tentara cabang Rusia. Namun, kedua belah pihak tidak ada yang berani untuk mulai menyerang
Alisa tidak ingin membunuh orang senegaranya. Di sisi lain, para tentara itu juga tidak mau melukai God Eater Tipe Baru (New-Type) yang merupakan kesayangan atasan mereka.
Ketegangan ini berakhir saat tiba-tiba ada sekelompok Aragami yang datang menyerang. Dan inilah yang menyebabkan situasinya menjadi seperti sekarang.
Setelah 10 menit bertarung, Alisa mulai kewalahan. Amunisi para tentara juga mulai menipis. Di saat yang sama, terdengar suara ledakan dari luar gedung.
Boom
Tepat di pinggiran cabang Rusia, dinding lapis baja yang berdiri untuk melindungi manusia dari serangan Aragami, tiba-tiba meledak. Hal ini membuat api dan asap tebal membubung tinggi.
Hati Alisa terasa sesak dan terkejut dengan suara ini. Ia lalu menoleh keluar jendela untuk melihat sumber suara itu. Ekspresinya seketika itu berubah ketika melihat apa yang terjadi di luar.
"Grooar!"
"Grooar!"
Suara auman yang menakutkan mulai terdengar di seluruh cabang Rusia. Dari dinding baja, api dan asap saling berpadu menyambut matahari terbit.
Boom Boom Boom Boom
Belum ada satu detik setelah ledakan pertama, satu per satu dari dinding pelindung cabang Rusia tersebut meledak dan meniggalkan ratusan lubang berukuran besar.
Bagaikan semut yang muncul dari sarangnya, banyak Aragami yang menyerbu masuk ke dalam cabang Rusia dari lubang-lubang tersebut.
Jarak antara gedung utama dan dinding baja terluar sangatlah jauh.
__ADS_1
Namun, dari kejauhan, Alisa dapat melihat bayangan hitam yang bergerombol bagaikan air bah datang dari lubang di dinding. Bayangan ini dengan cepat mulai mendekati area tempat tinggal warga.