
Apa yang dilihat Ryan adalah Rudal Balistik Antar Benua (Intercontinental Ballistic Missile) atau biasa disebut ICBM.
Jarak tempuh Rudal ini mencapai 8000 Kilometer, dan mampu membawa lebih dari satu hulu ledak nuklir.
"Inikah salah satu alasan mengapa banyak negara takut pada IU?" gumam Ryan.
"Karena inilah, muncul orang-orang yang memiliki keinginan untuk menaklukkan dunia." Bersamaan dengan ucapan ini, Sherlock perlahan muncul dari samping ICBM.
Terlihat wajah Sherlock tampak seperti orang berusia 50 tahunan. Rambutnya juga telah memutih.
Apalagi, tanda-tanda penuaan ini tampak masih berlanjut.
Akan tetapi, Ryan tidak berani meremehkan pria paruh baya itu. Ryan dapat merasakan bahwa Sherlock masih dalam mode Hysteria Savant Syndrom.
"Mengapa kamu mengejarku?" Sherlock bertanya dengan ekspresi bingung.
"Aku pikir seharusnya sekarang aku sudah tidak layak untuk kamu kejar."
Menurut Sherlock, dalam waktu dekat ia akan mati karena penuaan. Jadi menurutnya, Ryan sudah tidak memiliki alasan lagi mengejar orang yang pasti akan mati ini.
Melihat wajah Sherlock yang penuh kebingungan, Ryan tidak menjawab. Ia hanya memegang Moon Blade, dan melangkah maju. "Bukankah kamu seorang detektif terkenal? Kenapa nggak kamu tebak sendiri?"
"Hmm, jika aku coba untuk mendeduksi lagi, mungkin karena kamu marah karena aku telah menyakiti cicitku sendiri, bukankah begitu?"
"Tapi jika hanya itu, seharusnya kamu tidak perlu sampai mengejarku. Lagipula, Aria masih hidup dan baik-baik saja." ucap Sherlock yang masih dalam keadaan bingung.
Ryan menatap langsung Sherlock dan berkata dengan sedikit emosi. "Siapa suruh kamu untuk menjadi musuhku?! Aku adalah orang yang pendendam, dan aku akan memperhitungkan semua yang kamu lakukan padaku dan juga wanitaku!"
Mendengar ini, Sherlock terdiam.
Tiba-tiba, atap dari ruangan mirip gudang itu terbuka dan membiarkan cahaya matahari masuk menyinari ruangan tersebut.
Setelah atap telah terbuka lebar, mesin ICBM mulai menyala.
Melihat hal ini, Ryan menatap Sherlock dengan serius.
"Jangan khawatir." Sherlock merentangkan tangan dan berkata, "ICBM ini telah dimodifikasi. Sekarang, benda ini bukanlah Rudal Antar Benua lagi, melainkan sebuah pesawat roket."
"Pesawat roket?" Ryan memandang Sherlock dan berkata, "Dengan kata lain, kamu ingin melarikan diri?"
"Aku hanya ingin akhir dari sebuah cerita. Para veteran sudah seharusnya menghilang. Dan aku tidak ingin orang lain melihat kematianku. Aku yakin Aria juga tidak ingin melihatnya."
"Jadi, biarkan aku pergi dari sini.” Suara Sherlock mulai menjadi serak. “Bahkan, jika kamu ingin melawanku, tidak ada cara untuk mengalahkanku dalam waktu singkat. Dan aku akan segera mati sebelum kamu bisa membunuhku. Jadi pertarungan kita tidak akan ada artinya."
"Ada atau tidaknya arti dalam pertarungan terakhir kita, bukan kamu yang memutuskannya, tetapi aku!" Ryan menutup matanya dan suaranya terdengar perlahan.
"Selain itu, aku telah memikirkan cara untuk mengalahkanmu!”
Setelah mengatakannya, Ryan mengangkat belatinya ke langit. Saat Ryan mengangkat belati tajamnya tinggi-tinggi, aura membunuh yang mengerikan mulai menyeruak dari tubuhnya.
Merasakan aura membunuh yang mematikan, dada Sherlock terasa sesak. Ia pun memandang Ryan dengan serius.
Sherlock tahu bahwa Ryan memiliki Kartu As yang kuat, dan Ryan telah menggunakannya untuk menghancurkan Hidan. Walau gagal, tapi Sherlock dapat merasakan kekuatan yang dahsyat dari diri Ryan.
‘Apakah dia akan menggunakannya lagi?’ batin Sherlock.
Walau Ryan menggunakan Stigma lagi, Sherlock sudah memiliki beberapa cara untuk mengalahkan Stigma.
Akan tetapi, prediksi Sherlock kali ini salah. Ryan masih memiliki Kartu As lain selain Stigma. Walau tidak sekuat Stigma, namun itu cukup untuk mengalah Sherlock tua,
Sambil tetap memejamkan matanya, Ryan berbisik.“Sejujurnya, ini pertama kalinya aku menggunakannya dalam pertarungan yang sebenarnya.”
“Walaupun aku sudah melatihnya berkali-kali, namun aku masih belum sepenuhnya menguasai teknik ini. Alhasil, ketika aku menggunakannya, aku hanya bisa menghasilkan setengah kekuatannya saja.”
__ADS_1
“Akan tetapi, ini adalah Teknik Membunuh Nanaya paling kuat.”
“Hoo~” Sherlock mengangguk dan berkata, “Aku sudah menduga kamu belum mengeluarkan semua Teknik Membunuhmu. Tapi aku tak menyangka kamu akan menggunakannya sebagai Kartu As.”
“Aku jadi penasaran, apakah Teknik yang kamu banggakan ini lebih kuat dari Kemampuan Khusus yang tadi kamu gunakan, atau hanya sebuah gertakan?”
“Hump! Lihat dan saksikan, teknik tertinggi dalam Teknik Membunuh Nanaya!” Begitu Ryan mengatakannya, aura membunuh yang keluar dari tubuh Ryan semakin pekat.
Merasakan aura ini, sebuah pedang tiba-tiba muncul di tangan Sherlock. Sebagai harta karun milik Inggris, sudah sewajarnya jika pedang suci itu memiliki Kemampuan Khusus. Dan sepertinya, Kemampuan Khususnya adalah Pemanggilan Instan (Instant Summon).
Sambil menggenggam erat pedang ini, Sherlock mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ryan dengan sepasang mata butanya.
Shiiiiiii
Di saat yang sama, di belakang Sherlock, pintu masuk ke pesawat roket terbuka. Menurut prediksi Cognis, Sherlock saat ini seharusnya sudah masuk ke dalam pesawat. Namun sayang, kemunculan Ryan telah mematahkan prediksi Cognis.
Di hadapan aura membunuh yang pekat itu, Sherlock mengakui bahwa satu-satunya cara yang dapat ia tempuh sekarang hanyalah mengalahkan Ryan dan segera kabur dari IU.
Tak jauh dari tempat Sherlock berdiri, Ryan yang tadi diam tiba-tiba memutar tubuhnya berkali-kali seperti gasing. Dengan sangat keras, Ryan langsung melempar belati di tangannya ke arah Sherlock.
Shiiiiiing
Belati tersebut menjelma menjadi kilat cahaya dengan suara mencicit, seolah-olah itu adalah aurora spiral yang melesat ke depan dengan keras.
Menangkap adanya perubahan pada aliran udara, Sherlock sadar dengan kedatangan serangan Ryan. Ia pun mengangkat pedangnya ke depan untuk menangkis serangan Ryan.
Swooosh
Di bawah angin menderu yang tajam, belati yang telah berubah menjadi peluru spiral melesat seperti api dan menghantam dengan keras pedang Sherlock.
Clang
Suara nyaring tabrakan kedua senjata memancarkan gelombang suara yang menggema ke segala arah.
“Ini?!” Sherlock terkejut dengan betapa kuatnya serangan ini. Seolah-olah, ada kereta yang menabraknya.
Belati yang menghantam pedang Sherlock terus berputar seperti spiral. Percikan api yang ganas muncul ke permukaan bersamaan dengan kekuatan yang mengerikan.
“Argghhh!” Sherlock berteriak sambil memegang pedangnya dengan erat dan mati-matian mempertahankan diri dari kekuatan serangan ini. Tangan Sherlock pun mulai mati rasa, tapi dengan gigihnya ia tetap teguh mempertahankan pedangnya dengan pose bertahan.
Sedikit saja ada kesalahan, maka belati tersebut akan melesat menembus tubuh Sherlock. Maka dari itu, Sherlock tidak boleh sampai melepas pedangnya.
Swiiiiiiish
Angin kencang bertiup dari tubuh Sherlock.Di bawah tekanan angin yang kuat, tubuh Sherlock tampaknya ditutupi dengan pelindung angin yang tak terlihat.
Moon Blade yang berubah menjadi peluru spiral akhirnya terpaksa berhenti dan rotasinya menjadi semakin lemah.
Ting
Di bawah suara jentikan kecil dan juga percikan api, Sherlock berhasil menangkis keluar belati Ryan.
Namun, pada waktu yang hampir bersamaan, ekspresi Sherlock berubah.
"Aku tahu bahwa tidak ada cara lain untuk mengalahkanmu selain ini."
Bersamaan dengan suara ini, Ryan secara tiba-tiba sudah berada tepat di depan Sherlock. Ia juga telah mengambil kembali belati yang diterbangkan Sherlock.
Tanpa ada jeda, Ryan menebas perisai udara Sherlock dan menghancurkannya.
Croot
Suara semburan darah memercik ke langit terdengar seperti melodi yang indah. Akan tetapi, tebasan ini bukanlah akhir dari serangan Ryan.
__ADS_1
"Extreme Death: Nanaya (Kyokutan'na shi: Nanaya) …"
Jleeb
Belati Ryan dengan mudah menembus perut Sherlock, membiarkan darah hangat berceceran ke lantai.
Dengan serangan ini, tubuh Sherlock terdorong masuk ke dalam kabin pesawat roket bersama Ryan dan membentur keras dinding kabin.
Di saat yang sama, pesawat roket tersebut terbang ke udara membawa Ryan dan Sherlock dengan pintu yang masih terbuka.
Darah hangat mulai mengalir membasahi lantai kabin. Rasa sakit pun memenuhi benak Sherlock.
Keheningan menyeruak di antara keduanya, seakan waktu telah berhenti sesaat.
Beberapa detik kemudian, dengan mulutnya yang darah, Sherlock bergumam, "Extreme Death … Nanaya (Kyokutan'na shi: Nanaya) ya?"
"Benar, teknik ini disebut Extreme Death: Nanaya (Kyokutan'na shi: Nanaya)." jawab Ryan dengan ekspresi acuh tak acuh.
Extreme Death: Nanaya (Kyokutan'na shi: Nanaya) adalah teknik tertinggi dari Teknik Membunuh Nanaya.
Dalam teknik ini, hanya ada dua gerakan. Gerakan pertama adalah melempar senjata ke lawan, dan yang kedua adalah mendekati lawan dalam sekejap.
Gerakan pertama memang tampak sederhana. Akan tetapi, melakukannya tidaklah mudah. Penggunanya harus mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya dan melempar pisau di tangannya dengan keras.
Serangan lempar yang diluncurkan kali ini cukup kuat untuk menghancurkan organ dalam siapa pun. Bahkan Vampir, yang memiliki tubuh abadi, harus menghadapinya dengan luka berat.
Pada saat yang sama, pengguna yang telah bergerak mendekati lawan, akan menggunakan teknik Flashing Seath untuk menyerang lawan dengan tangan kosong.
Maka dari itu, teknik ini setara dengan dua orang yang menyerang secara bersamaan.
Jika lawan berhasil bertahan dari serangan ini, maka pengguna teknik ini dapat langsung menusuk titik vital lawan.
Hanya saja, Ryan masih belum bisa menggunakan teknik ini sepenuhnya.
Ryan masih belum memiliki cara untuk melempar dengan kekuatan penuh dan langsung bergerak ketempat lawan dalam sekejap.
Yang Ryan tunjukkan tadi adalah ia melempar belatinya terlebih dahulu, ketika belati sampai mengenai Sherlock beberapa saat, barulah Ryan tiba di depannya.
Padahal, Teknik yang asli mengharuskan senjata dan penggunanya tiba di depan lawan di saat yang bersamaan, sehingga lawan tidak dapat bertahan dari serangan ini.
"Jika ini adalah versi sempurna Extreme Death: Nanaya (Kyokutan'na shi: Nanaya), mungkin aku tidak akan repot seperti ini."
"Dan kali ini aku menang, Sherlock." ucap Ryan dengan nada berbisik. Setelah itu, Ryan mencabut Moon Blade dari perut Sherlock.
Darah semakin mengalir deras dari perut Sherlock setelah Ryan mencabut belatinya. Walau begitu, Sherlock tetap tersenyum. "Ini adalah hadiah perpisahan yang indah."
Meski Sherlock sudah terluka separah ini, namun ia masih belum mati. Maka dari itu, Ryan memanfaatkan ini untuk segera kembali sebelum Sherlock benar-benar mati.
"Sistem, cepat kembalikan aku ke Reincarnation Room!" bisik Ryan.
Ding
[Selamat, nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan misi sampingan tingkat A+, -Menyerang Organisasi Kriminal IU-]
[+20.000 poin]
Ding
[Sistem mendeteksi nomor serial 124.888 telah berhasil menyelesaikan semua misi utama]
[Anda dapat memilih untuk kembali ke Reincarnator Room, atau menetap di dunia ini]
[Jika anda memilih untuk kembali ke Reincarnation Room, maka anda akan menjalani evaluasi dan perhitungan hadiah]
__ADS_1
[Jika anda memilih untuk menetap di dunia ini, anda dapat tinggal di dunia ini selama 3 hari]
Tanpa ragu, Ryan memilih untuk secepatnya kembali.