Reincarnation Room

Reincarnation Room
Pesan Dari Sylvia


__ADS_3

Akademi Putri Queenvail merupakan sekolah dengan jumlah murid paling sedikit di antara enam sekolah di Kota Akademi Asterisk.


Hal ini karena kondisi masuk Queenvail jauh lebih sulit daripada sekolah lainnya. 


Pertama, murid yang boleh mendaftar hanyalah berjenis kelamin perempuan. Jika tidak, mereka tidak akan disebut Akademi Putri.


Kedua, murid yang masuk sekolah ini harus memiliki paras cantik, kalau tidak mereka juga tidak akan bisa masuk sekolah.


Kedua kondisi inilah yang membuat jumlah murid sekolah ini sangat kecil.


Namun, meskipun skalanya paling kecil, tapi jika menyangkut popularitas, maka sekolah ini tidak akan kalah dengan sekolah lain.


Sekolah ini merupakan panggung besar untuk membina bintang idol. Dan salah satu idol terkenal dari Queenvail adalah Sylvia Lyyneheym.


Sylvia tidak hanya terkenal sebagai seorang Diva. Ia juga terkenal sebagai Strega yang berhasil menduduki peringkat pertama Akademi Putri Queenvail.


Bisa dikatakan, entah itu penampilan, kekuatan, dan juga bakat, Sylvia memiliki semuanya 


Paling tidak, di kota Asterisk, hampir tidak ada yang bisa mengalahkan Sylvia.


Pasalnya, di Lindwurm Festa sebelumnya, dengan kekuatannya sendiri, Sylvia berhasil menembus babak Final dan menjadi juara kedua.


Lindwurm Festa adalah pertarungan individu. Tidak seperti Phoenix Festa dan Gryps Festa yang merupakan pertandingan tim. Dari sini saja, sudah dapat dipastikan bahwa kemampuan individu Sylvia sangatlah kuat. 


Secara teori, Sylvia adalah orang terkuat kedua di kota Asterisk. Tentu saja Fan Xinglou tidak termasuk, karena secara usia ia belum memenuhi untuk ikut Festa apapun.


Sekarang, gadis yang luar biasa berbakat itu sedang berjalan perlahan di koridor Asrama Akademi Putri Queenvail.


Rambut ungu dan panjang berkibar tertiup angin. Seragam putih Queenvail yang ia kenakan tampak bersih bercahaya.


Sylvia terus berjalan santai ke depan sembari memakai headset.


Lantai kamar Sylvia terletak di lantai paling tinggi. Hanya murid-murid peringkat atas saja yang tinggal di lantai ini.


Sebagai peringkat pertama, kamar Sylvia jelas juga ada di sini.


Saat Sylvia bersiap untuk kembali ke kamarnya, sebuah layar hologram tiba-tiba muncul di depannya.


"Oya?" Sylvia berhenti dan menunjukkan ketertarikannya.


Sebab, di layar hologram yang melayang tepat di depan Sylvia, terdapat profil seorang murid Institut Ketujuh Jie Long.


Tidak ada peringkat dan catatan yang signifikan. Hanya satu bulan yang lalu, dia diterima masuk Jie Long, dan tak lama kemudian, dia diterima sebagai murid Banyuu Tenra.


"Apakah ini informasi terbaru?"

__ADS_1


Selain seorang Diva dan Strega terkenal di dunia, Sylvia juga seorang Ketua OSIS dari Akademi Puteri Queenvail. Hanya saja, dibandingkan dengan Ketua OSIS dari sekolah lainnya, keistimewaan Sylvia di area ini sebenarnya sedikit canggung.


Orang-orang di dunia luar selalu percaya bahwa di Kota Akademi Asterisk, OSIS memiliki kekuatan yang sangat kuat di dalam masing-masing sekolah.


Akan tetapi, faktanya tidak begitu. Berbeda sekolah, keistimewaan yang dimiliki OSIS juga berbeda.


Misalnya, di Akademi Arlequint. Di sana, sebagian murid memiliki Faksi yang berbeda. Jadi, peran OSIS di sini hanya sebagai mediator.


Rewolf juga termasuk dalam kategori ini. Di OSIS Rewolf, sebagian besar anggotanya direkrut dari Integrated Enterprise Foundation sebagai induk operasional. Jadi, bisa dibilang yang berkuasa di Rewolf adalah Integrated Enterprise Foundation, bukan OSIS.


Institut Ketujuh Jie Long juga memiliki OSIS dengan tingkat otoritas yang cukup tinggi. Hanya ketika Banyuu Tenra muncul, barulah semua hak istimewa OSIS akan dicabut. Bahkan tak satu pun dari Enterprise Foundation yang mampu mengkritisi Banyuu Tenra.


OSIS Akademi Seidokan dan Akademi Saint Galahadworth memiliki kekuasaan yang cukup besar di sekolahnya.


Sementara Akademi Putri Queenvail, kekuasaan berada di tangan Inspektur Pengawas. Bisa dibilang, keberadaan OSIS di sini hanya seperti hiasan saja.


Walau begitu, Sylvia tetaplah seorang Ketua OSIS. Oleh karena itu, ketika informasi penting muncul, organisasi rahasia yang bersembunyi dalam bayang-bayang Kota Akademi ini akan menyampaikan informasi tersebut kepada Sylvia.


Dan baru saja, Sylvia telah memperoleh informasi terbaru dari Ryan.


Setelah melihat-lihat informasi tersebut, Sylvia terkejut. “Dia berhasil mendapatkan Seraph?”


Ini benar-benar informasi yang sangat penting.


Karena di antara Orga Lux lainnya, status Seraph sangat tinggi dan sangat dihargai oleh Integrated Enterprise Foundation.


“Aku tidak menyangka, Orga Lux yang tidak memiliki pengguna selama hampir 100 tahun itu, benar-benar diambil alih olehnya."


Sylvia pun kembali mengingat sosok Ryan.


“Kira-kira apa Kemampuan yang dimiliki Seraph?”


“Apakah Kemampuannya bisa digunakan untuk menemukan Ursula?”


Memikirkan hal ini, Sylvia membulatkan keputusannya.


Tanpa Sylvie sadari, ada beberapa pasang mata yang mengawasinya dari celah pintu salah satu kamar.


~***~


Hari ini, Ryan telah menyelesaikan latihan pagi dan juga latihannya dengan Cecily Wong. Sambil bersiap melanjutkan jadwal latihan berikutnya, secara mendadak suara notifikasi ponselnya berbunyi.


Telolet Telolet


“Hmm?” Tanpa ragu, Ryan segera membuka ponselnya. Di sana, ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal.

__ADS_1


“Nomor siapa ini?” Selama Ryan di dunia ini, Ryan hanya membagi nomor ponselnya dengan Cecily Wong dan Zhao Hufeng. Maka dari itu, keberadaan nomor tidak dikenal ini sedikit mencurigakan.


Ryan lalu membuka pesan tersebut dan membacanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Segera temui aku di tempat sebelumnya, dan temani aku mencari sesuatu. 


– Sylvie –


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Melihat pesan ini, Ryan mau tidak mau terkejut. “Sylvie?"


“Kenapa dia tiba-tiba menghubungiku?”


“Nggak-nggak, yang lebih penting, bagaimana cara Sylvie mendapatkan nomor ponselku?” gumam Ryan dengan ekspresi penuh keraguan,


“Tapi, apa yang bisa aku bantu?”


Ryan sama sekali tidak memiliki hak istimewa di Kota Akademi Asterisk. Walau ia memiliki seorang Guru yang kuat, tapi Fan Xinglou tidak akan pernah bergerak kalau hal tersebut tidak menarik.


Maka dari itu, Ryan cukup bingung dengan permintaan ini. Apalagi, dengan identitas Sylvia, dia seharusnya bisa menggunakannya untuk meminta bantuan pada orang yang lebih baik.


“Sepertinya, apapun yang dicarinya itu, dia tidak ingin orang lain tahu …” 


Setelah berpikir sejenak, Ryan akhirnya memutuskan untuk membantu Sylvia. Terlebih lagi, ini adalah kesempatan baik untuk bisa lebih akrab dengan Sylvia.


“Lagi pula, aku bisa menyelesaikan sisa latihanku nanti.”


Dengan pemikiran seperti itu, Ryan berjalan keluar dari kamarnya. Saat berjalan di lorong, tanpa sengaja Ryan bertemu dengan Zhao Hufeng.


"Kakak Senior Zhao?" Ryan mengangkat alisnya.


“Adik Seperguruan." Zhao Hufeng berhenti di depan Ryan dan mengepalkan tangan. "Apakah kamu sudah menyelesaikan latihanmu hari ini?"


“Aku akan menyelesaikannya nanti malam.” Ryan sedikit memalingkan matanya dan tersenyum. "Aku sedikit urusan, jadi aku harus segera keluar."


“Benarkah?” Zhao Hufeng mengangguk dan berkata, “Baru-baru ini, karena masalah Seraph, namamu telah menjadi perhatian berbagai kubu. Meski informasi ini belum menyebar di antara orang biasa, namun semua tingkat atas di enam sekolah telah mendapat informasi ini. Jadi, aku harap kamu lebih berhati-hati.”


“Oke.” Ryan mengangguk atas nasehat Zhao Hufeng.


Tak lama kemudian, Zhao Hufeng pergi meninggalkan Ryan


Melihat punggung Zhao Hufeng, Ryan tidak bisa menahan tawa. “Kalau aku memberi tahu Kakak Senior Zhao bahwa aku menemui idolanya, pasti ekspresi wajahnya akan sangat menarik, hehehehe …”

__ADS_1


Setelah mengatakannya, Ryan segera berbalik dan meninggalkan Kuil Naga Kuning.


__ADS_2