
Dalam ruangan besar ini, terdapat dua baris pilar batu tinggi di kedua sisi, mirip seperti ruang audiensi di Kuil Naga Kuning, memanjang ke depan dan mengarah ke pintu besar.
Lantai ruangan ini dilapisi karpet merah. Sebuah lampu kristal besar tergantung di atas.
Jika dilihat sekilas, tempat ini hampir seperti tempat upacara penobatan, memberi perasaan bahwa ini adalah tempat Kaisar memberikan perintah.
Di ruangan ini, ada beberapa pintu yang masing-masing terhubung ke sebuah lorong. Ryan sendiri masuk melalui salah satu lorong tersebut.
Pada saat yang sama, Rinne yang tak terhitung jumlahnya juga muncul dari sisa pintu lainnya, menghalangi pintu yang akan dituju Ryan..
Melihat semua ini, Ryan menghentikan langkahnya.
Di saat yang sama, para prajurit Rinne tersebut juga berhenti. Melihat target ada di depan mereka, dengan segera para Rinne tersebut langsung mengepungnya.
"..."
Ketegangan mulai menyeruak dan memenuhi seisi ruangan.
Ryan mengamati para Rinne yang mengepungnya. Tak lama kemudian, ia mengangkat kepalanya.
Di depan pasukan yang menghalangi pintu tujuan Ryan, berdiri sosok monster bertubuh tinggi yang sangat berbeda dengan para Rinne di sekitarnya.
Monster bertubuh besar setinggi dua meter itu memiliki bentuk menyerupai kumbang bertanduk segitiga.
Monster kumbang ini berdiri dua kaki dan memiliki dua tangan layaknya manusia. Hanya saja, kepalanya berwujud kumbang. Tubuhnya juga terlihat sangat kekar, kuat, dan bertenaga.
Untaian bola-bola kristal merah tergantung di leher monster kumbang humanoid itu.
Aura yang sangat kuat mengalir dari tubuh monster kumbang humanoid itu dan langsung menutupi pasukan yang berdiri di sekitarnya.
Tidak ada keraguan lagi, monster kumbang humanoid itu adalah seorang Crimson Lord.
Apalagi, berdasarkan pengamatan Ryan, kekuatan tempurnya cukup bagus, setidaknya tidak lebih lemah dari Crimson Lord Friagne.
Tentu saja, Crimson Lord seperti itu berada di sini adalah hal yang wajar. Bal Masqué adalah organisasi besar dan kuat, jadi mereka pasti memiliki banyak Crimson Lord sebagai anggotanya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, di ruangan yang luas ini, suara dari monster kumbang humanoid itu terdengar. "Aku adalah Wanderers, Ribesal!"
Itu adalah suara yang terdengar dalam dan jujur. Walau begitu, suara Crimson Lord bernama Ribesal itu dapat menggetarkan udara di seluruh ruangan.
Ribesal lalu menundukkan kepalanya. Meskipun penglihatan Kumbang tidak terlalu jelas, tapi Ribesal dapat dengan jelas melihat tubuh Ryan. Ia terus menatap Ryan dengan tatapan penuh penghinaan.
"Apakah kamu manusia yang ditangkap oleh Bel Peol-sama?"
Mendengar ini, Ryan mengedipkan matanya.
Dalam Bal Masqué, keanggotaan di organisasi ini dibagi menjadi empat kelas, dengan tugasnya masing-masing.
Waches, itu adalah kelas yang bertugas untuk menjaga Seireiden dari serangan luar.
Jaegers, itu adalah kelas yang bertanggung jawab untuk mendeteksi, mengintai dan melacak target buruan.
Wanderers, itu adalah kelas yang bertugas untuk melawan, menangkap, dan membunuh target.
Sementara Herolds, adalah kelas bagi Crimson Denizen non-petarung yang tugasnya adalah menyalurkan informasi dari satu tempat ke tempat lain.
Dalam misi penangkapan Ryan, Fecor, sang Manajer telah memerintahkan Jaegers dan juga Wanderers untuk menangkapnya.
Akan tetapi, lain halnya dengan Wanderers. Mereka memiliki kekuatan tempur yang kuat. Dan anggota kelas ini biasanya diisi oleh Crimson Lord.
Karena Jaegers biasanya tidak memiliki kemampuan bertarung yang kuat, mereka akan dipasangkan dengan Wanderers dalam menyelesaikan suatu misi.
Namun, bagi Ryan, hal tersebut tidaklah masalah. Entah itu Wanderers atau bukan, selama lawannya adalah Crimson Lord, maka Ryan tidak akan segan untuk melawan mereka dengan serius.
“Aku tidak tahu mengapa Bel Peol-sama menahan manusia sepertimu di sini. Bukankah lebih baik menelanmu secara langsung daripada menangkapmu kembali?”
Ribesal berkata dengan suara yang sangat tidak sabar, "Dan juga, demi hanya untuk menangkap manusia sepertimu, aku yang baru saja kembali dari misi harus ikut mencarimu. Ini sangat menyebalkan!”
Ribesal sangat marah dengan hal ini. Suaranya yang keras dan berat, menggetarkan udara di sekitarnya, membuat para Rinne yang ada di dekatnya gemetaran ketakutan.
Ribesal yang baru saja kembali hari ini, tiba-tiba saja mendapat perintah untuk mencari dan menangkap seorang manusia. Maka wajar saja jika ia sangat marah.
Apalagi, bagi para Rinne dan Crimson Denizen, manusia hanyalah sumber makanan dan juga makhluk yang sangat lemah.
__ADS_1
Jadi, setelah Ribesal menggerutu dengan keras, tanpa melihat Ryan, ia melambaikan tangannya.
Di saat yang sama, para Rinne di ruangan tersebut langsung berbaris membentuk beberapa jalan yang terhubung dengan pintu masuk ke ruangan ini. Mereka berbaris dengan rapi selayaknya sekumpulan prajurit kerajaan yang berbaris menyambut kedatangan rombongan bangsawan.
Dari pintu-pintu tersebut, satu persatu masuklah Crimson Denizen dengan berbagai bentuk. Ada yang mirip manusia, ada yang setengah hewan, dan lain sebagainya. Makhluk-makhluk yang seperti itu, berjalan ke depan melewati pasukan Rinne yang telah berbaris dengan rapi.
Para Crimson Denizen tersebut jelas berasal dari kelas Wanderers.
Akan tetapi, tidak seperti Ribesal, mereka tidak memiliki aura yang cukup kuat. Bisa dibilang mereka bukanlah seorang Crimson Lord, melainkan Crimson Denizen biasa.
Sayangnya, para Crimson Denizen yang baru saja masuk ini juga memandang rendah Ryan. Mereka semua menatap Ryan dengan pandangan penuh penghinaan, seakan-akan manusia yang ada di depan mereka ini hanya serangga kecil yang mudah untuk diinjak.
Mereka kemudian saling bercakap-cakap dengan nada meremehkan.
"Ini pertama kalinya aku menggunakan manusia lemah sebagai lawanku."
"Hei, benarkah manusia itu menjadi lawan kita?"
"Ini benar-benar lelucon."
"Selama aku membuka mulutku, manusia itu pasti akan langsung aku telan."
"Sayangnya kita tidak bisa melakukannya. Pak Manajer memerintahkan kita menangkapnya hidup-hidup."
Suara olok-olok tersebut terdengar dari segala arah.
Walau begitu, Ryan sama sekali tidak tersinggung atau marah. Ia malah tersenyum menyeringai dengan semua ini.
Tanpa memperdulikan ekspresi aneh Ryan, Ribesal berteriak, "Hei, kalian yang baru masuk! Aku butuh satu orang untuk maju dan bawa tubuh manusia itu kepadaku!"
Ribesal beranggapan bahwa untuk menangkap Ryan, ia sama sekali tidak perlu turun tangan secara langsung. Baginya, Crimson Lord seperti dirinya tidak sepantasnya mengotori tangannya untuk hal-hal kecil seperti ini.
Begitu suara Ribesal jatuh, terdengar suara lain yang merespon perintah Ribesal. "Biarkan aku yang menangkap dan memberi pelajaran manusia lemah itu!"
Suara itu berasal dari seorang Crimson Denizen berwujud Orang Utan dengan tubuh yang lebih tinggi dari Ribesal.
Dengan sombongnya, Crimson Denizen berwujud Orang Utan itu tertawa dan berjalan perlahan ke arah Ryan seakan-akan ia telah memastikan kemenangannya.
__ADS_1
Saat Crimson Denizen berwujud Orang Utan itu tiba di depan Ryan, tanpa ragu ia langsung mengayunkan tangannya.