Reincarnation Room

Reincarnation Room
Pembukaan Phoenix Festa


__ADS_3

Mendengar hal ini, Sylvia merasa malu dan juga sedikit kesal. 'Aku sengaja menunggu selama satu bulan lebih untuk tidak menghubungimu supaya kamu melupakan semua itu. Tapi kenapa kamu sekarang malah mengungkitnya?!'


Kalau bukan karena masalah Ursula, Sylvia enggan untuk menghubungi Ryan lagi.


Bagi Sylvia, menemukan Ursula adalah hal yang paling penting.


Apalagi, sebelumnya Ryan pernah berkata bahwa dia akan membantunya menemukan Ursula. Maka dari itu Sylvia menelan rasa malunya dan menghubungi Ryan setelah satu bulan lebih berlalu.


Sekarang, Sylvia hanya bisa tersenyum kecut dan dengan agak marah berkata, "Tolong jangan ungkit lagi kejadian itu … ”


"Siapa suruh kamu menggodaku?" senyum Ryan.


Sylvia menggembungkan pipinya. "Dasar pria berpikiran sempit! Awas lho, nanti kamu tidak akan pernah memiliki pacar!" 


"Tenang saja." Ryan berkata dengan nada bercanda, "Aku akan menjadikanmu sebagai pacarku!"


Sylvia hampir tersedak oleh napas saat mendengarnya. "Apakah ini pernyataan cinta?"


Akan tetapi, Ryan yang sejak tadi bergurau dengannya, tiba-tiba terdiam dan tampak sedih.


Melihat keadaan Ryan yang aneh, Sylvia malah merasa sedikit gelisah. "Apa yang terjadi padamu?"


Ryan menghela nafas dan kemudian tersenyum. "Nggak apa-apa kok." 


Kali ini, giliran Sylvia terdiam. Saat ini, hanya satu yang terngiang di hati Sylvia.


'Sepertinya Ryan juga memiliki cerita yang tidak biasa.'


Di saat yang sama, Sylvia akhirnya menyadari, bahwa dirinya tidak cukup mengenal Ryan.


Sylvia hanya mengenal Ryan berdasarkan informasi yang ia dapat sebagai Ketua OSIS. Ia tidak benar-benar mengenal Ryan secara personal.


Tapi, sekarang Sylvia akhirnya sadar. 'Aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang dia …'


Saat sedang memikirkan hal ini, tiba-tiba Ryan mengganti topik pembicaraan. "Apakah kamu menghubungiku karena masalah Gurumu?"


"Ya … kalau kamu memiliki petunjuk, aku harap kamu bisa memberitahuku."


Mendengar konfirmasi Sylvia, Ryan menjawab, "Aku memang memiliki petunjuk untuk menemukan gurumu."


"Bahkan aku tahu alasan mengapa gurumu tiba-tiba menghilang."


Mendengar ucapan Ryan, jantung Sylvia berdetak kencang.


Ursula adalah orang yang mengajarinya bernyanyi dan juga dunia. Akan tetapi, dia tiba-tiba menghilang.


Untuk itu, Sylvia datang ke kota Asterisk untuk mencari gurunya.


Hanya saja, pada saat yang sama, Sylvia juga memiliki keraguan, mengapa Ursula yang telah menghilang, sama sekali tidak ditemukan jejaknya. Ini adalah hal yang sangat tidak wajar.


"Jika Gurumu dalam kondisi baik dan sehat, dia pasti tahu keberadaanmu. Terlebih lagi kamu adalah seorang Diva terkenal di dunia, dia pasti akan mengenalimu. Tapi karena alasan tertentu, dia tidak bisa menemuimu.” ucap Ryan


Sylvia menarik napas dalam-dalam, nadanya dengan serius bertanya: "Apakah Guruku sedang mengalami kesulitan? Atau terjadi sesuatu padanya?”


Ryan lalu menjawab dengan serius. "Yang terakhir …"

__ADS_1


Telapak tangan Sylvia mengepal dengan keras.


Tak lama kemudian, Ryan langsung berkata, "Namun, kamu nggak perlu khawatir. Untuk sementara ini, Gurumu tidak dalam bahaya. Dia hanya sedang dalam kondisi pasif dan belum terbangun.”


"Kondisi pasif? Belum terbangun?" gumam Sylvia.


‘Apa yang terjadi di sini?’


"Untuk saat ini, aku nggak akan memberitahumu dulu tentang apa yang sebenarnya terjadi." Ryan melirik Sylvia dan berkata, "Jika aku memberitahumu, aku yakin kamu akan berkeliaran di sekitar Distrik Pembangunan Kembali seperti yang kamu lakukan sebelumnya.”


Alasan sang Diva berkeliaran di Distrik Pembangunan Kembali bukanlah untuk berjalan-jalan, melainkan untuk mencari Ursula.


“Singkatnya, aku akan membantumu menangani hal ini. Jadi, untuk sementara ini, kamu bisa melakukan pekerjaan Idolmu seperti biasa.”


Mendengar ucapan Ryan ini, Sylvia akhirnya mau tidak mau berbicara.


"Mengapa?" Sylvia bingung. "Mengapa kamu membantuku seperti ini?"


Mendengar ini, Ryan tersenyum hangat pada Sylvia. "Karena aku mencintaimu.”


Setelah mengatakannya, Ryan langsung memutus sambungan video call-nya.


Melihat layar ponselnya yang gelap, Sylvia duduk terdiam di tempat dengan ekspresi linglung.


Setelah beberapa menit, Sylvia tersenyum. “Benar-benar orang yang sangat menarik. Aku jadi semakin ingin tahu tentangmu, Ryan-san …”


~***~


Cahaya mentari hangat telah naik dan menyinari kota yang terletak di tepi danau ini. Tampak, Suasana kota hari ini jauh lebih energik daripada sebelumnya.


Di antara keempat stadion, Sirius Dome yang merupakan stadion terbesar di kota Asterisk, telah menjadi tempat upacara pembukaan Phoenix Festa dilaksanakan.


Saat ini, auditorium Sirius Dome telah dipenuhi dengan lautan penonton.


Dan di tengah arena Sirius Dome, upacara pembukaan Phoenix Festa sedang berlangsung.


Para murid yang menjadi peserta Festa, tampak mengenakan seragam dari masing-masing sekolah mereka dan berbaris dengan rapi sesuai dengan sekolahnya.


Hanya saja, Integrated Enterprise Foundation tidak mengharuskan para peserta Festa untuk menghadiri upacara pembukaan. Biasanya, sekolah hanya akan mengirimkan perwakilannya.


Ryan sendiri juga tidak menghadiri upacara pembukaan.


Di lounge khusus peserta Festa, Cecily sedang berbaring di sofa sambil menguap. Hanya Ryan yang menonton upacara pembukaan melalui layar hologram.


Suara sorak-sorai penonton terdengar bagaikan ombak yang bergelombang penuh luapan emosi.


Keadaan yang meriah dan tingkat antusiasmenya telah jauh melampaui skala konser Sylvia.


Dan dalam situasi seperti itu, di tengah arena, seorang pria dewasa dengan ditemani oleh salah satu staf, berjalan naik ke podium dan memberi isyarat kepada penonton di sekitarnya dengan senyum tampan di wajahnya.


Melihat pria itu, Ryan menyipitkan matanya. "Apakah dia Madiath Mesa?" 



Madiath Mesa, dia adalah Ketua Komite Operasi Festa, dan juga produser eksekutif Festa. 

__ADS_1


Integrated Enterprise Foundation telah sepenuhnya mempercayakan penyelenggaraan Festa pada Madiath Mesa. Bisa dibilang, dia memiliki jabatan yang tinggi, bahkan jauh melebihi Toudou Kouichirou.


Selain itu, Madiath Mesa juga pernah menjadi juara Phoenix Festa bersama Yachigusa Akari, Ibu kandung Amagiri Ayato, sang protagonis asli dunia ini.


Saat menyandang status sebagai murid Seidokan, Madiath Mesa memiliki kekuatan yang sangat kuat. Bahkan sekarang pun, para peserta yang menghadiri upacara pembukaan masih merasakan tekanan yang kuat dari tubuhnya. 


“Aku jadi penasaran, seberapa besar Prana yang dimilikinya.” gumam Ryan sambil termenung.


Di saat yang sama, Madiath mulai berbicara. "Saya ketua Komite Operasi Festa, Madiath Mesa. Bagaimana kabar kalian semuanya?”


Di bawah kharisma Madiath, ucapan biasa ini justru tampak mempesona. Tak ayal, hal ini mengundang banyak tepuk tangan dan sorakan.


Dalam keadaan seperti itu, Madiath mulai memberikan sambutan hangat.


Tapi kali ini, Ryan sudah mematikan layar hologram yang ada di depannya.


Alasan Ryan menonton acara pembukaan hanyalah untuk melihat seperti apa Madiath Mesa itu.


“Ryan-kun, apakah kamu sudah selesai?” tanya Cecily wong sambil menguap.


“Sudah kok kak …” Ryan tersenyum pada Cecily Wong, dan berkata, "Maaf ya Kak, telah membuatmu menemaniku melakukan hal-hal yang membosankan ini.” 


“Tidak apa-apa, tidak masalah.” Cecily Wong melambai, tidak peduli. “Meskipun sangat membosankan, tapi karena kita adalah partner, wajar juga untuk bertindak bersama.” 


“Dan juga, jika kita memenangkan pertandingan hari ini, temani aku malam ini.” senyum genit Cecily Wong.


“Beres kak, akan aku buat Kakak nggak berdaya malam ini, hehehe …” 


Setelah itu, Ryan berdiri dari sofa dan melihat ke arah Cecily Wong. "Kalau begitu, aku mau jalan-jalan dulu di sekitar sini. Kakak istirahat saja di sini."


"Oke …" Cecily Wong langsung berbaring dan dalam sekejap pergi ke alam mimpi.


Melihat hal ini, Ryan tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak lama kemudian, ia meninggalkan ruang lounge.


~***~


Tidak banyak orang yang berkeliaran di area peserta dalam Sirius Dome. Hal ini dikarenakan upacara pembukaan Festa sedang berlangsung.


Ryan, berjalan di salah satu koridor dan berencana untuk pergi ke mesin penjual otomatis. Ia ingin membeli minuman untuk menghilangkan rasa hausnya.


Dari arah depan berjalan dua orang gadis yang agak aneh. 


Salah satu dari gadis itu memiliki kulit coklat, dengan sudut mata uang ramping dan mulut yang tertutup rapat, memberikan kesan sedikit dingin.


Sementara gadis yang ada di sampingnya, memiliki ekspresi bahagia yang sangat kontras dengan temannya. Ia terlihat mengenakan jas putih lab di atas seragamnya.


 Kedua gadis itu berbicara satu sama lain saat mereka berjalan ke samping.


Ryan tidak memberikan perhatian khusus pada kedua gadis itu dan berjalan dengan santai melewati mereka.


"Eh?"


Tiba-tiba saja, gadis berjas putih itu mengeluarkan suara terkejut. 


"Bukankah pria itu murid Jie Long?"

__ADS_1


__ADS_2