
Dengan dikalahkannya Vlad, insiden Kapal Tanker Ocean Cradle pun berakhir. Ryan lalu meminta Riko untuk menghentikan keempat speedboat yang bergerak mengelilingi kapal, agar tidak menembaki lagi para penumpang.
Sementara Aria, ia bergegas menuju ruang mesin untuk mengamankan bom. Setelah berhasil menjinakkan bomnya, Aria segera memberitahu Nakhoda bahwa Kapal Tanker Ocean Cradle sudah aman.
Dengan begitu, Kapal dapat kembali berlayar menuju pelabuhan Pulau Akademi.
Tak lama setelahnya, helikopter penyelamat yang dikirim oleh Biro Butei dan Departemen Kepolisian Metropolitan atas laporan Reiki tiba di atas Kapal Tanker Ocean Cradle.
Dengan sigap, anggota Biro Butei dan Departemen Kepolisian Metropolitan menangkap Riko dan Sayonaki. Mereka juga mulai mengamankan para penumpang yang menjadi tamu Pesta Dansa Ocean Cradle.
Banyak tamu yang trauma dan ketakutan dengan semua kejadian ini. Para tamu tersebut mengecam tindakan Ryan dan Aria.
Mereka menyalahkan Ryan dan Aria karena dianggap tidak memperingatkan penyelenggara Pesta Dansa ini sebelumnya untuk membatalkan Pesta Dansa tersebut, dan akhirnya membuat mereka semua mengalami hal yang mengerikan.
Hal ini membuat Aria kesal. "Kami sudah mengirimkan surat peringatan secara resmi pada pihak penyelenggara. Sayangnya, mereka sama sekali tidak memperdulikan peringatan kami! Jika kalian berencana menuntut kami, silahkan saja!”
“Kami sama sekali tidak takut! Karena ini adalah salah dari pihak penyelenggara itu sendiri!”
Begitu mendengar penjelasan yang meledak-ledak dari Aria, para tamu pun terdiam. Jika memang itu masalahnya, maka yang patut disalahkan adalah penyelenggara Pesta Dansa ini, bukan Ryan dan Aria.
Namun, hal ini tidak membuat para tamu itu memuji penyelamatan yang dilakukan ryan dan Aria. Karena sifat Butei yang hanya bergerak ketika ada uang, maka otomatis para tamu ini harus membayar biaya penyelamatan yang dilakukan Ryan dan Aria.
Akibatnya, para masyarakat kelas atas ini hanya bisa menelan pil pahit karena mereka harus membayar kompensasi obyektif atas fakta di mana Ryan dan Aria telah berhasil menyelamatkan mereka.
Dengan banyaknya jumlah korban, maka akumulasi jumlah kompensasi yang Ryan dan Aria terima sangatlah besar.
Karena suasana hati Aria sedang buruk, ia memberikan semua uang yang dibayarkan mereka pada Ryan, yang menyebabkan rekening bank Ryan jadi memiliki beberapa angka nol secara instan.
Dengan kata lain, dalam misi kali ini, Ryan mendapat banyak uang. Sedangkan Aria, ia mendapatkan ikan besar seperti Vlad, dan juga Butei Killer asli. Hal ini tentu dapat mengurangi, bahkan membebaskan ibunya dari semua hukuman, bergantung dengan sikap para jaksa nanti.
__ADS_1
Tapi untuk sekarang, atas perlindungan Ryan, Riko tidak langsung dipenjara, akan tetapi dirawat ke Rumah Sakit milik Butei.
Keesokan paginya, Ryan dan Aria berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Riko.
“Aria, bisakah kamu memberiku waktu untuk berbicara dengan Riko? Untuk masalah Butei Killer, bisakah kamu menunggunya?”
Mendengar permintaan Ryan, Aria berpikir sejenak, Tak lama kemudian, ia setuju dengan permintaannya.
"Meskipun Butei Killer adalah alasan utama mengapa Ibuku dipenjara, aku tidak akan menekan Riko untuk sementara waktu.”
“Lagipula, dengan tertangkapnya ikan besar seperti Vlad, kemungkinan pengadilan akan memberi banyak remisi pada Ibuku.”
"Selain itu, aku juga kasihan dengannya. Aku dan Riko sama-sama mendapat julukan produk cacat. Tapi, kondisi kita jauh berbeda. Maka dari itu, kamu harus berbicara dengannya baik-baik, Ryan.”
Setelah mengatakannya, Aria meninggalkan rumah sakit dan segera menghubungi pengacaranya untuk menangani masalah ibunya.
Ryan lalu masuk ke dalam kamar tempat di mana Riko dirawat. Di dalam kamar, Ryan melihat Riko sedang duduk di atas tempat tidur seolah-olah dia tidak memperhatikan kedatangan Ryan dan melihat pemandangan di luar jendela.
Untung saja, cedera yang dialami Riko tidaklah berat. Dengan adanya seragam anti peluru, rasa sakit yang diakibatkan hantaman peluru akan setara dengan pukulan tongkat besi.
Sebagai seorang Butei, ini adalah hal biasa. Bahkan saat menjalani pelatihan di Assault, banyak sekali peluru nyasar yang tidak sengaja mengenai tubuh murid-murid kelas Assault.
Dan hal ini juga seharusnya berlaku untuk Riko. Ia hanya perlu satu jam untuk memulihkan dirinya. Jadi, cedera yang dialami Riko sebenarnya tidak sampai harus dirawat di Rumah Sakit.
Tapi, demi menunda proses hukum yang akan Riko jalani, Ryan mengatur semuanya agar Riko bisa dirawat di Rumah Sakit.
Saat Ryan akan berbicara, Riko tiba-tiba membuka mulutnya terlebih dahulu.
"Ri-Ri, apakah kamu ingat perkataanku bahwa setelah aku berumur delapan tahun, tidak ada yang pernah membantuku untuk merayakan ulang tahunku?"
__ADS_1
Ryan mengangguk atas pertanyaan ini.
"Saat aku berumur delapan tahun, kedua orang tuaku meninggal dunia akibat kecelakaan."
Sambil terus melihat ke luar jendela, Riko kembali melanjutkan ucapannya seakan ia sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
"Setelah itu, Vlad datang ke rumahku dan mengaku sebagai teman orang tuaku. Dia berkata bahwa dia akan mengadopsiku. Aku yang sebatang kara saat itu, mengiyakan tawarannya.”
Mendengar hal ini, dahi Ryan berkerut. Ryan dapat menebak bahwa Vlad mengadopsi Riko hanya demi mendapatkan gen keluarga Lupin.
Dan benar saja, kata-kata Riko berikutnya telah mengkonfirmasi pemikiran Ryan.
"Vlad hanya ingin mendapatkan genku. Seperti yang dikatakan Sayonaki sebelumnya, aku sama sekali tidak mewarisi semua kemampuan Kakek Buyutku. Aku hanyalah sebuah produk cacat."
Riko memunggungi Ryan dan berkata dengan suara lirih, "Untuk mendapatkan gen yang superior, Vlad telah mengurungku di dalam kandang dan bermaksud menggunakanku sebagai hewan peliharaan dan alat penghasil keturunan agar bisa mendapatkan gen superior dari keturunanku.”
"Di tahun-tahun berikutnya, aku selalu berada di kandang." Riko mengambil seragamnya di samping tempat tidur dan tertawa sendiri.
"Kata Vlad, hewan ternak tidak butuh pakaian, jadi dia tidak memberiku pakaian sama sekali. Aku hanya bisa memakai kain lap untuk menutupi tubuhku.”
“Ketika aku di sana, aku selalu berharap ada sosok pahlawan yang menyelamatkanku, seperti yang ada dalam dongeng pengantar tidur. Dengan keyakinan itu, aku selalu menunggu dan menunggu, namun tidak ada orang yang datang menyelamatkanku.”
Ryan menghela nafas ketika mendengar semua. Hati Ryan terasa sakit dengan pengalaman pahit Riko.
‘Jadi karena itu lah, Riko sangat tertarik dengan pakaian yang cantik dan lucu. Sampai-sampai ia memodifikasi seragamnya agar terlihat imut dan cantik.’ batin Ryan.
"Sampai pada akhirnya, aku dapat melarikan diri dari kandang. Untuk bisa lolos dari Vlad, aku bergabung dengan IU.”
“Akan tetapi. Vlad ternyata adalah anggota IU. Bagaikan arwah penasaran, Vlad terus menghantuiku, bahkan ia sama sekali tidak ingin melepaskanku." Riko menggigitnya bibir begitu ia mengingat ironi yang Riko alami.
__ADS_1
"Vlad lalu berjanji kepadaku, jika aku dapat membuktikan bahwa diriku mampu melampaui kakek buyutku dan berhasil melewati batas dari genku, maka dia akan membebaskanku."