
Sebagai Crimson Lord, kekuatan Friagne jauh lebih kuat dari rata-rata Crimson Denizen. Dengan kekuatannya yang menduduki peringkat lima besar Crimson Lord terkuat di jaman modern ini, ditambah dengan koleksi Treasure Tool (Hogu) miliknya, Friagne memiliki kemampuan bertarung yang mampu membunuh banyak Flame Haze.
Orang dengan kekuatan seperti itu, kini hatinya telah dipenuhi amarah yang membara.
Walau begitu, wajah Friagne masih tetap memasang senyuman yang manis. Tak lama kemudian, ia berbisik dengan sedikit penekanan, "Aku akan membunuh kalian berdua."
Seketika itu, aura membunuh yang mengerikan menyeruak dari tubuh Friagne.
Energi dan aura membunuh yang kejam bercampur menjadi satu, mengguncang seluruh bagian dalam Fuuzetsu hingga bergetar bagaikan gempa.
Sesaat setelahnya, Friagne yang masih melayang di atas mengulurkan tangan dan menjentikkan jarinya.
Klik
Bersama dengan suara jentikan jari, api putih pucat mengelilingi tubuh Friagne. Api putih pucat ini lalu pecah menjadi banyak nyala api kecil.
Nyala api kecil itu kemudian satu persatu berubah menjadi pasukan boneka.
Setelah tubuh boneka itu stabil, bagaikan peluru, boneka-boneka tersebut langsung meluncur dengan keras ke arah Ryan dan Shana yang ada di bawah.
Merasakan munculnya banyak Power of Existence di langit, Ryan dan Shana langsung menoleh ke atas secara bersamaan.
Begitu Shana melihat banyaknya Rinne berbentuk boneka yang datang ke arahnya, Shana tertegun sesaat.
Namun, dalam sekejap, tubuhnya berubah menjadi seperti pita merah dan bergerak menghindari semua serangan boneka-boneka tersebut. Butiran api pun berterbangan mengiringi pergerakan Shana.
Berbeda dengan Shana yang memilih untuk menghindar, Ryan memilih menyerang. Bagaikan roket yang menusuk angkasa, Ryan terbang dengan kecepatan tinggi. Menghadapi banyaknya Rinne di udara, tubuh Ryan berubah menjadi kilatan cahaya, dan membuat putaran bolak-balik di angkasa.
Setiap Ryan melewati pasukan boneka yang menutupi langit, semua boneka yang ia lewati dalam sekejap langsung menghilang menjadi abu hanya dalam satu tebasan.
Sambil terus-menerus bergerak ke kanan dan ke kiri, Ryan membasmi semua Rinne yang ada di depan. Walau gerakan Ryan terlihat acak, namun dalam setiap gerakannya, jarak Ryan dengan Friagne semakin dekat.
__ADS_1
"Apa?!" Friagne terkejut.
"Orang itu …” Shana juga ikut terkejut melihat aksi Ryan.
Tak butuh waktu lama, Ryan telah tiba di depan Friagne. Dengan senyum menyeringai, Ryan berbisik, "Flashing Dash: One Deer (Sensō: Shika Ittō)!"
Tendangan bagai kilat dilepaskan oleh Ryan. Seperti meteor jatuh yang akan menghantam bumi, angin di sekitar Ryan bersiul dengan keras.
Swoosh
Dalam sepersekian detik, benak Friagne dipenuhi rasa ketidak percayaan. ‘Bagaimana mungkin manusia biasa bisa seperti ini?!’
Tak sempat menggunakan Mantra Tak Terbatas untuk berlindung, Friagne menggunakan kedua tangannya dan juga selendang putih yang terbang di sekitar lehernya untuk memblokir serangan Ryan.
Tak butuh lama, tendangan bagaikan meteor menghantam kain selendang Friagne.
Boom
Suara hantaman yang sangat berat terdengar keras.Tak lama kemudian, berpusat pada tendangan lurus Ryan, gelombang kejut yang kuat meledak. Hal ini membuat Ryan melepaskan kekuatan yang mengerikan dalam menembus pertahanan selendang putih Friagne,.
Namun, Ryan memiliki Peralatan (Equipment) Sarung Tangan Heavy Silver, dimana Peralatan (Equipment) ini memiliki efek meningkatkan bobot sarung tangan sampai batas tertentu dan juga dapat menyebabkan kerusakan ganda.
Selama Ryan mendaki Menara Reinkarnasi, Ryan menemukan bahwa efek kerusakan ganda Sarung Tangan Heavy Silver tidak hanya berlaku dalam serangan berwujud pukulan saja, melainkan semua serangan yang menggunakan Atribut STR.
Maka dari itu, tendangan Ryan kali ini memiliki efek kerusakan ganda. Yang artinya, serangan Ryan tadi setara dengan nilai STR 124 Poin.
Akibatnya, kekuatan tendangan Ryan menjadi sangat kuat dan menghantam kain putih itu seperti batu meteor.
Seketika itu, tubuh Crimson Lord yang memiliki julukan Hunter itu, langsung terpental ke belakang seperti peluru meriam yang membelah langit.
“Ugh…” Friagne merasa kesemutan pada kedua tangannya. Ia lalu menggertakkan giginya untuk menahan suara erangan kesakitan yang keluar dari mulutnya. Dengan cepat, ia berhasil mengendalikan tubuhnya yang terpental di udara dan menghentikan lajunya.
Kebalikan dari Friagne yang tampak menahan rasa sakit, Ryan melayang di udara dengan santai. “Hei, apa kamu nggak apa-apa? Aku kira kamu sangat kuat, tapi ternyata kemampuanmu hanya segini, maaf ya …”
__ADS_1
Mendengar ucapan Ryan yang sangat meremehkannya, ditambah dengan kekuatan yang baru saja Ryan perlihatkan, senyum di wajah Friagne benar-benar menghilang.
Dengan ekspresi wajah yang tidak enak dipandang, Friagne bertanya pada Ryan, “Siapa kamu sebenarnya?”
Mendapat pertanyaan seperti ini, Ryan tersenyum hangat. “Aku cuma manusia biasa kok.”
Sembari mengatakan hal ini, Ryan mengangkat belatinya. Perlahan, senyuman di wajah Ryan menghilang. Kini, ekspresi Ryan menjadi sangat tenang.
Namun, bertentangan dengan ekspresinya yang tenang, aura membunuh yang sebelumnya teredam, mulai menyeruak dari tubuh Ryan.
Konsentrasi aura membunuh yang sangat pekat ini membuat mata Friagne terbelalak. Ekspresinya pun berubah menjadi semakin jelek. Akan tetapi, Friagne dengan cepat menyingkirkan semua ekspresi itu dan berusaha bersikap tenang.
Setelah ketenangannya kembali, akhirnya Friagne sadar, bahwa Ryan jauh lebih berbahaya dari Flame-Haired Burning-Eyed Hunter. Apalagi, identitas Ryan masih misterius di mata Friagne.
“Kamu bilang bahwa kamu cuma manusia biasa?” Friagne berkata dengan sungguh-sungguh, “Kalau kamu memang cuma manusia biasa, bagaimana mungkin kamu bisa bergerak di dalam Fuuzetsu?”
Fuuzetsu adalah Mantra Tak Terbatas yang memanipulasi Ruang dan Waktu. Dengan menggunakan semacam penghalang, Mantra ini dapat memotong hukum sebab antara ruang di luar penghalang dengan ruang yang ada di dalam penghalang. Akibatnya, waktu di dalam penghalang akan berhenti.
Di dalam penghalang ini, hanya ada dua macam makhluk yang dapat bergerak bebas. Yang pertama adalah Flame Haze, dan yang kedua adalah Crimson Denizen.
Selain dua macam makhluk tersebut, tidak ada yang dapat bergerak di dalam Fuuzetsu, kecuali makhluk tersebut memiliki Kemampuan Khusus yang berhubungan dengan waktu atau makhluk tersebut adalah Pelayan Crimson Lord seperti Rinne.
"Tidak, ada cara lain agar manusia sepertimu bisa bergerak bebas dalam Fuuzetsu." Friagne menatap lurus ke arah Ryan dan berkata, "Kamu memiliki Treasure Tools (Hogu) khusus yang dapat mengatasi efek Fuuzetsu!"
Perkataan Friagne ini membuat Ryan tertawa. "Hahahaha … kamu benar!"
Setelah itu, Ryan perlahan mengangkat tangan kirinya. Tepat di atas telapak tangan kirinya, terdapat sebuah Aksesoris yang melayang di atasnya.
"Itu?!"
Dari arah bawah, tepatnya dari liontin yang dikenakan Shana, suara terkejut Alastor terdengar jelas.
Di saat yang sama, Friagne juga memandang benda di tangan Ryan dengan mata penuh keterkejutan. Akan tetapi, tatapan mata itu perlahan berubah menjadi tatapan penuh keserakahan.
__ADS_1
"Reiji Maigo!"