Reincarnation Room

Reincarnation Room
Misi Kedua


__ADS_3

Saat ia tiba di depan Pilar Langit, sebuah pintu dengan nomor 124.888 muncul pada permukaan Pilar. Tapi sebelum Ryan masuk, Ryan mengkonfirmasi ulang Status Atribut yang ia miliki.


______________________________________________________________________


Nama : Ryan Herlambang


Ras : Manusia


Gelar : First Rookie


Tingkat Authority : 5


STR : 18 (+17)


VIT : 18 (+17)


AGI : 33 (+17)


INT : 18 (+17)


______________________________________________________________________


Kedua aksesoris yang dimiliki Ryan memberikan efek peningkatan semua nilai atribut sebanyak 7 poin. Selain itu, Ryan juga mengalokasikan 10 poin atribut yang ia dapatkan dari misi sebelumnya pada atribut AGI. Maka dari itu, nilai atribut AGI Ryan meningkat menjadi 33 poin.


Pertimbangan Ryan melakukan hal ini adalah karena Ryan menginginkan spesialisasi. Ryan ingin membangun tubuh yang bertumpu pada kecepatan. Apalagi batas atribut dari Reincarnator dengan Tingkat Authority 5 adalah 100. Jadi Ryan berpikir bahwa ia lebih baik mengumpulkan semua poin ke dalam satu atribut, dari pada membaginya.


Dengan adanya Mystic Eye of Death Perception, Ryan bisa melancarkan serangan tanpa memperdulikan pertahan lawan. Makanya ia tidak membutuhkan kekuatan serangan yang tinggi. Yang ia butuhkan hanyalah kecepatan dan akurasi.


Setelah selesai mengkonfirmasi Status Atributnya, Ryan masuk ke dalam Pilar Langit.


Ding


[Mendeteksi Reincarnator dengan nomor serial 124.888 telah menghabiskan waktu istirahatnya]


[Saatnya memberikan misi]


[Melakukan pencarian misi yang cocok]


Mendengar notifikasi dari sistem, ekspresi Ryan pun menjadi serius. "Aku berharap, total partisipan misi kali ini hanya 1 orang saja."


Jumlah partisipan dalam setiap misi berbeda-beda. Kadang ada yang hanya 1 partisipan saja, kadang ada yang lebih dari 2 partisipan. Semua ditentukan secara acak oleh sistem pengendali Reincarnation Room.


Jika misi yang diberikan sistem memerlukan partisipan lebih dari satu, maka Reincarnator wajib mencari anggota tim untuk menyelesaikan misi bersama. Jika tidak, maka anggota tim lainnya akan dipilih secara acak.


Ryan tidak mau hal seperti ini terjadi. Ryan takut jika anggota timnya akan menusuknya dari belakang ketika menjalankan misi. Semua bisa terjadi demi mendapatkan lebih banyak poin.


"Suatu saat, aku pasti akan merekrut salah satu plot karakter dari dunia anime yang aku kenali menggunakan Surat Kontrak."


"Dengan adanya Surat Kontrak, aku bisa membuat plot karakter menjadi anggota timku. Kalau sudah begini, aku nggak perlu takut lagi akan ditusuk dari belakang."

__ADS_1


Setelah 1 menit, akhirnya sistem pengendali Reincarnation Room memberikan notifikasi.


Ding


[Misi telah ditentukan]


______________________________________________________________________


Dunia : God Eater


Tingkat Kesulitan : Easy


Jumlah Peserta : 1


Jumlah Misi Utama : 3


Misi 1 :


Bunuh Aragami dan ikut serta dalam perang melawan Aragami yang digagas oleh Fenrir Cabang Timur Jauh. Hadiah akan ditentukan berdasarkan jumlah Aragami yang berhasil dibunuh.


Misi 2 :


Dapatkan inti (core) Aragami. Hadiah akan ditentukan berdasarkan jumlah inti (core)  yang Anda dapatkan.


Misi 3 :


Dapatkan 5000 poin. Akan ada penilaian tambahan jika melebihi target poin.


Setiap misi utama yang gagal, anda akan dikenakan denda sebesar 1000 poin per misi.


Hadiah :


Akan diperhitungkan setelah misi berakhir.


______________________________________________________________________


Melihat jumlah partisipan dalam misi ini hanya 1, Ryan akhirnya dapat bernafas lega. "Syukurlah, misi kali ini memiliki  batas 1 partisipan saja."


Beberapa detik kemudian, tubuh Ryan bercahaya dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


~***~


"Ughh … kepalaku pusing sekali …" keluh Ryan. Seperti pada saat misi pertamnya, Ryan juga mengalami sakit kepala setelah melakukan transfer ke dunia lain. Namun kali ini, Ryan tidak muntah seperti saat misi pertama.


Setelah penglihatan Ryan kembali, ia terkejut melihat tempat kini ia berada. Jika sebelumnya, ia berada di sebuah ruangan sempit bertembok bata, kali ini Ryan mendadak telah berdiri di sebuah barisan penuh tentara yang telah berseragam lengkap. Bahkan Ryan sendiri sekarang telah memakai seragam tentara.


Walau Ryan kini memakai seragam tentara, namun Ryan juga tetap mengenakan Perlengkapan (Equipment) yang sudah ia beli di Reincarnation Room. Hanya saja, Perlengkapan (Equipment) seperti baju, celana, sarung tangan, dan baju, memiliki opsi bentuk digital, dimana Ryan bisa memilih untuk tidak memperlihatkannya, tapi efek Perlengkapan (Equipment) tersebut tetap aktif.


'Sepertinya identitasku kali ini adalah salah satu tentara biasa dari Fenrir cabang Timur Jauh.' pikir Ryan.

__ADS_1


'Berdasarkan misi yang diberikan Reincarnation Room, dunia tempatku berada sekarang adalah dunia God Eater.' Ryan kemudian mencoba mengingat-ingat mengenai setting dunia God Eater.


Sama seperti dunia Kabaneri The Iron Fortress, manusia di dunia ini juga sedang bertahan hidup di balik dinding yang melindungi mereka dari serangan Aragami.


Aragami adalah monster yang tiba-tiba saja muncul pada tahun 2050. Monster-monster ini dapat melahap apapun yang ada di depannya.


Ada bermacam-macam jenis dan bentuk Aragami. Tapi, mereka semua memiliki karakteristik yang sama, yaitu rakus. Sifat rakusnya itu membuat Aragami dapat memakan apapun, baik itu organik, non organik, makhluk hidup, dan juga benda mati. Akhirnya, dunia ini pun di ambang kehancuran. 


Senjata biasa tidak bisa melukai Aragami. Sebuah perusahaan bioteknologi bernama Fenrir, berhasil mengembangkan sel Aragami menjadi senjata biologi yang disebut God Arc. Dengan adanya God Arc, manusia akhirnya memiliki senjata dan kekuatan untuk melawan Aragami.


Di era seperti ini, perusahaan besar semacam Fenrir lah yang mendominasi dunia. Melalui pengambangan God Arc, Fenrir membuat sebuah pasukan khusus yang bertugas untuk bertarung dengan Aragami dan melindungi umat manusia.


Kini, di depan Helikopter yang berada di depan barisan, berdiri 2 orang pria dan 1 orang wanita. Dengan cepat, Ryan mengenali identitas ketiga orang tersebut. 


Pria muda dengan rokok di mulutnya, Amamiya Lindow. Ia merupakan Kapten dari Unit Pertama pasukan khusus Fenrir cabang Timur Jauh.


Kemudian di sebelahnya, ada seorang remaja dengan rambut putih menggunakan jaket hoodie, Schicksal Soma. Ia adalah anggota Unit Pertama pasukan khusus. Soma sudah terbiasa bertarung melawan Aragami sejak masih kecil. Bisa dibilang dia adalah seorang genius.


Dan yang terakhir, seorang wanita dewasa berambut pendek yang terlihat sangat ramah, Tachibana Sakuya. Ia adalah wakil kapten Unit Pertama pasukan khusus.


Mereka bertiga merupakan pengguna God Arc. Orang yang menggunakan God Arc, biasa disebut sebagai God Eater. 


Sakuya melihat semua pasukan telah berbaris dengan rapi. "Sepertinya semua sudah berkumpul di sini …"


Kemudian Sakuya melihat ke arah Lindow. "Kapten, bisakah kamu menjelaskan misi kita kali ini?"


Lindow hanya diam dan menghembuskan asap rokoknya. Lalu ia melihat ke arah Soma. "Soma, apakah ada yang mau kamu katakan?"


"Tidak ada. Hanya saja, aku tidak paham. Mengapa dalam misi ini, kita membawa tentara biasa? Apakah kita akan membiarkan mereka mati sebagai umpan?" 


Ucapan Soma membuat suasana menjadi canggung. Namun tidak ada satupun tentara yang protes. Mereka semua tetap memasang wajah serius mereka. Para tentara biasa sadar, bahwa apa yang diucapkan soma itu benar.


Tanpa memperdulikan hari para tentara, Soma memperjelas maksud ucapannya. "Hanya seorang God Eater lah yang bisa membunuh Aragami. Sedangkan tentara biasa seperti mereka, bisa apa coba?"


"Soma! Hentikan!" tegas Sakuya. "Menghadapi Aragami adalah tugas kita. Tapi itu hanyalah salah satu bagian dari misi ini. Misi kita kali ini memang sedikit spesial. Dan kita membutuhkan bantuan tentara biasa untuk menyelesaikan misi ini. Jadi tolong hargai mereka!"


"Cukup Sakuya, Soma sebenarnya sudah paham. Hanya memang cara bicaranya selalu seperti itu. Kamu harus membiasakan diri, Sakuya …" Lindow paham dengan apa yang dilakukan Soma. Ia hanya ingin memperingatkan para tentara atas apa yang akan terjadi nanti. Hanya saja, pemilihan kata Soma selalu berujung seperti ini.


Setelah itu, Lindow maju menghadap para tentara yang sudah sedari tadi berbaris. "Walau sebenarnya ini tidak perlu, tapi aku akan tetap memperkenalkan diri."


"Perkenalkan, namaku Amamiya Lindow, Kapten Unit Pertama Pasukan Khusus milik Fenrir cabang Timur Jauh."


"Sangat disayangkan, tapi kita semua harus pergi ke medan pertempuran!"


"Dan misi kita kali ini berada di Fenrir cabang Rusia!"



__ADS_1



__ADS_2