
Normalnya, seorang gadis biasa akan ketakutan ketika melihat sekelompok orang berpenampilan preman mengepungnya.
Namun, sebaliknya gadis itu terlihat sangat tenang, seakan sudah terbiasa dengan semua hal ini.
Dengan santainya, gadis itu berkata, "Ryan-san, apakah menurutmu kita bisa kabur dari sini?"
Mendengar pertanyaan ini, Ryan langsung menjawab, "Kabur adalah hal yang sangat mudah. Tapi aku nggak akan melakukannya."
"Hee~" Gadis itu penasaran dengan jawaban Ryan. "Kenapa begitu?"
Ryan tersenyum dan berkata, "karena aku nggak suka yang namanya kabur. Lagipula, kapan lagi aku bisa menunjukkan kejantananku di depan seorang gadis cantik."
Ucapan tak biasa dan sangat jujur ini membuat gadis itu sedikit membungkuk menahan tawa. "Pffft …"
"Hahahaha … kamu benar-benar sangat menarik!"
"Dan juga, bagaimana kamu yakin kalau aku memiliki paras yang cantik? Padahal dengan penampilan seperti ini, aku seharusnya terlihat seperti gadis pada umumnya?" tanya gadis itu penuh keingintahuan.
"Karena kecantikan naturalmu nggak akan pernah bisa disembunyikan." jawan Ryan seakan ini adalah hal yang wajar
Gadis itu pun kembali tertawa bahagia. "Hahahahaha …"
Melihat interaksi mereka berdua, para preman yang mengepung mereka naik pitam.
"Tangkap mereka berdua!" Perintah seorang Pria berkepala plontos dengan nada penuh amarah. Pada lengan pria yang sepertinya adalah pimpinan dari kelompok ini, terdapat tato bergambar harimau.
"Kita akan menjual mereka dengan harga yang sangat mahal. Namun, sebelum itu, kita bisa mencicipi gadis kurang ajar itu, hehehehe …” Bos preman yang dibuat kesal oleh gadis itu pun tertawa sambil menjulurkan lidahnya, seakan-akan sedang melihat makanan yang sangat lezat.
Di dunia, jumlah Genestella tidak sebanyak manusia biasa. Kemunculannya pun hanyalah 2 banding 10 kelahiran. Maka dari itu, ada banyak ilmuwan gila yang bersedia membayar mahal membeli Genestella secara ilegal dan melakukan eksperimen tidak manusiawi untuk mempelajari konstitusi Genestella.
Akibatnya, para preman yang mengepung Ryan dan gadis itu satu persatu menunjukkan mata penuh keserakahan serta nafsu yang kuat.
Mereka perlahan mengeluarkan sebuah alat yang memiliki bentuk seperti gagang senjata. Dalam alat-alat tersebut, terlihat ada sebuah batu berwarna hijau yang terpasang di sana.
Batu tersebut adalah Manadyte. Dengan kata lain, alat kecil yang menyerupai gagang senjata tersebut adalah sebuah Lux.
Weeeng
Suara seperti aktifnya sebuah lightsaber terdengar samar-samar ketika mereka mengaktifkan Lux.
Satu persatu Lux para preman itu berubah menjadi berbagai jenis senjata. Ada yang berbentuk pedang, kapak, dan ada juga yang berbentuk senapan serbu.
Mereka kemudian menodongkan senjatanya ke arah Ryan dan gadis misterius itu.
__ADS_1
Dor Dor Dor Dor
Bersamaan dengan suara letusan senapan ini, peluru yang terbuat dari mana ini meluncur keluar dari moncong senapan.
Kekuatan peluru Mana ini tidaklah kalah dengan peluru biasa. Bahkan, kekuatannya bisa jauh melebihi kekuatan peluru biasa, tergantung bagaimana Genestella mengatur output energinya.
Menghadapi serbuan peluru Mana ini, Ryan dan gadis misterius itu sama sekali tidak panik.
Dengan sigap, Ryan memeluk gadis misterius itu dan melakukan gerakan dansa sambil menghindari semua terjangan peluru tersebut.
“Ini?!” Gadis tersebut cukup terkejut dengan aksi Ryan. Tapi ia tidak menolak walau Ryan menyentuhnya. “Ini sangat menarik …”
Pada saat Ryan dan gadis misterius itu berdansa, para preman yang memegang senjata jarak dekat lainnya langsung maju ke depan menyerang mereka berdua.
Melihat para preman itu datang, Ryan hanya tersenyum. Sambil terus berdansa menghindari peluru, Ryan melepaskan tendangan ke semua preman yang ada di dekatnya.
Selama melakukan semua ini, Ryan sama sekali tidak melepas tangannya dari pinggul gadis misterius ini. Pemandangan ini tampak elegan sekaligus lucu.
Boom Boom Boom Boom
Di bawah suara hantaman keras, satu per satu preman diterbangkan oleh Ryan dan menabrak dinding bangunan terbengkalai.
Meskipun para preman ini adalah seorang Genestella, orang-orang yang bersembunyi di Distrik Pembangunan Kembali ini sangatlah lemah di mata Ryan.
"Sial!" Bos preman berkepala plontos itu menjadi sangat kesal. Ia lalu berteriak kepada anak buahnya yang tersisa, "Cepat tembak mereka! Cepat!"
Namun, tidak ada satupun anak buahnya yang merespon perintah Bos preman tersebut.
"Hei! Apa yang kalian lakukan?! Cepat tembak!"
Namun, saat Bos preman tersebut melihat sekelilingnya, ia sangat tercengang.
Di depan mata Bos preman, semua anak buahnya yang memegang Lux berjenis senapan serbu telah tergeletak di tanah tak sadarkan diri.
Tanpa disadari Bos preman, gadis misterius yang sejak tadi berdansa dengan Ryan telah menghilang.
Gadis itu mendadak telah berada tak jauh dari Bos Preman dengan satu kaki menginjak tubuh salah satu preman yang terkapar di tanah. Ia tampak menepuk tangannya sendiri seolah-oleh gadis itu baru saja melakukan pekerjaan mudah.
"Maaf, sepertinya mereka semua kelelahan."
Mendengar suara merdu gadis misterius itu, Bos preman itu menoleh ke samping dengan wajah penuh amarah. "Kamu!"
Dalam hal ini, gadis misterius itu hanya memberinya senyuman manis dan menunjuk ke samping.
__ADS_1
Bos itu menoleh tanpa sadar dan melihat ke depan.
Di sana, Ryan sudah tepat berada di depan Bos preman. Ia tersenyum menyeringai dan melancarkan serangan cepat.
Boom
Tanpa sempat bereaksi, satu lutut Ryan menghantam keras perutnya, membuatnya membungkuk dan muntah dengan ludahnya. Tak lama kemudian, Bos preman tersebut pingsan.
"Wow!" Gadis misterius itu bertepuk dangan dan berkata dengan nada kagum. "Ini adalah serangan tanpa belas kasih sedikitpun. Orang tersebut pasti tidak akan sanggup bangun besok."
"Kalau kamu nggak ada, mereka semua sudah pasti mati. Jadi aku sudah sangat berbelas kasih pada mereka." ucap Ryan seakan semua itu hal biasa.
Dunia ini memiliki peraturan untuk tidak sembarangan dalam membunuh. Maka dari itu, saat ada saksi mata seperti gadis misterius itu, Ryan tidak bisa sembarangan membunuh orang.
Ryan kemudian menggaruk hidungnya dan berkata, "Lagipula, kamu ternyata hebat juga. Aku merasa malu bertindak seperti tadi untuk melindungimu. Padahal seharusnya itu nggak perlu."
"Hehehe … tidak apa-apa kok. Lagipula, ini adalah pengalaman pertamaku mendapat perlindungan dari seorang pria." Gadis itu tersenyum dan berjalan menuju Ryan.
"Kalau begitu, ayo kita segera pergi dari sini."
Ketika gadis itu berjalan melewati Ryan, ia berceletuk, "Sylvia Lyyneheym, bukankah begitu?"
Begitu mendengar ucapan Ryan, gadis itu berhenti dan melihat ke arah Ryan sambil tersenyum. "Sejak kapan kamu menyadarinya, Ryan-san?"
"Sejak kamu pertama kali berbicara padaku, aku sudah mulai menebak identitasmu. Walau kamu menggunakan samaran, tapi kecantikanmu sebagai seorang Diva nggak akan bisa ditutupi." jelas Ryan.
Sylvia lalu bertanya, "Kalau kamu sejak awal tahu bahwa aku adalah Sylvia, kamu seharusnya tidak perlu sampai memelukku saat kita ditembaki kan? Dengan kekuatanku, aku juga bisa dengan mudah menghindarinya."
Sylvia saat ini telah menduduki peringkat satu dalam Page One Akademi Putri Queenveil. Jadi sudah sewajarnya ia memiliki kekuatan yang dahsyat.
"Aku hanya nggak bisa membiarkan seorang gadis cantik seperti dirimu terluka. Maka dari itu, tubuhku bergerak secara reflek untuk melindungimu."
"Maafkan aku jika perbuatanku ini malah terlihat merendahkanmu." Ryan membungkukkan badannya pada Sylvia.
"Sudah, sudah … tidak apa-apa kok. Walau begitu, aku tetap berterima kasih padamu karena kamu telah bersedia dengan sigap menolongku."
Dari respon Sylvia ini, Ryan sadar bahwa cara biasa tidak akan mempan untuk mendapatkannya. Dia sangat berbeda dengan gadis-gadis naif yang ditemuinya di dunia sebelumnya.
"Terima kasih Sylvia-san."
"Tapi omong-omong, dari mana kamu tahu namaku?"
"Perasaan aku belum memperkenalkan diriku sejak tadi." tanya Ryan dengan penuh kebingungan.
__ADS_1
Karena bagi Ryan, dirinya yang baru saja tiba di dunia ini dan mengurung diri di sekolah selama satu bulan, tidak mungkin akan menarik perhatian Diva.