
Claudia Enfield, nama ini sangatlah tidak asing lagi bagi Ryan.
Terlepas dari animenya, Ryan juga banyak mendengarnya saat ia berlatih di Jie Long.
Claudia terkenal bukan hanya karena dia adalah Ketua OSIS Akademi Seidokan, tapi karena gadis muda yang memiliki kharisma tinggi ini adalah orang yang menempati peringkat kedua dalam Page One Seidokan.
Dengan kata lain, setidaknya secara teori, gadis ini adalah murid terkuat kedua di seluruh Akademi Seidoukan.
Terlebih lagi, gadis ini telah menjadi pengguna Orga Lux.
Dengan Urm Manadyte sebagai intinya, ia memiliki kekuatan yang tidak dapat dikeluarkan oleh Lux biasa. Dan juga, Orga Lux miliknya memiliki Kemampuan Khusus.
Semua Orga Lux pada dasarnya dikelola oleh Integrated Enterprise Foundation.
Namun, untuk membuat Festa lebih meriah, Integrated Enterprise Foundation akhirnya memberikan sebagian Orga Lux yang mereka miliki ke enam sekolah untuk digunakan para murid.
Bahkan jika murid yang menggunakan Orga Lux tidak berpartisipasi dalam Festa, mereka juga dapat digunakan untuk mengumpulkan data Orga Lux.
Faktanya, Integrated Enterprise Fondation mengalami kesulitan dalam meneliti dan mengambil data Orga Lux. Hal ini karena Orga Lux memilih penggunanya sendiri.
Maka dari itu, selain untuk Festa, mereka sengaja membagikan sebagian Orga Lux ke sekolah-sekolah demi mengidentifikasi penggunanya dan juga untuk penelitian.
Dan Claudia adalah salah satunya. Ia adalah pemilik Orga Lux bernama Pan-Dora.
Sebagai Orga Lux, Pan-Dora memiliki Kemampuan Khusus untuk memprediksi masa depan.
Dengan menggunakan Pan-Dora, Claudia menjadi tidak terkalahkan di Seidokan. Meski ia belum bisa menang melawan peringkat pertama, namun pihak lain juga tidak bisa menang melawan Claudia.
Bisa dibilang, peringkat satu dan dua Seidokan memiliki kekuatan yang sama.
Alhasil, Claudia duduk di posisi Ketua OSIS dan mendapat alias Parca Morta.
Berhadapan dengan seorang anak seperti Fan Xinglou, Claudia tetap berbicara dengan sopan dan hormat padanya.
"Jika memungkinkan, bolehkah saya bertanya? Mengapa kamu tiba-tiba berkunjung ke Seidokan?"
"Apakah kamu benar-benar tidak tahu?" Fan Xinglou tersenyum dan berkata, “Seharusnya Integrated Enterprise Foundation sudah memberitahu tujuan kami. Apakah kamu belum mempersiapkan apapun?"
"Tentu saja kami sudah mempersiapkannya. Hanya saja semua ini terlalu mendadak." ucap Claudia.
Tatapan mata Claudia kemudian berpindah ke arah Ryan. Ia kemudian menempelkan jarinya ke pipi dan memiringkan kepalanya sambil tersenyum. "Apakah yang di sebelahmu adalah Ryan-san?"
Mendengar ini, Ryan mengangkat alisnya.
"Hoo~" Fan Xinglou berkata dengan sedikit euforia, "Jadi kamu telah mengumpulkan informasi mengenai murid baruku ini?"
"Bagaimanapun juga, dia adalah murid dari Banyuu Tenra. Tidak satu orang pun yang tidak tertarik menggali informasi tentangnya." senyum Claudia.
"Belum lagi, jika tujuan kunjunganmu telah tercapai, maka reputasi Ryan-san pasti segera menyebar di antara para murid."
Mendengar percakapan mereka, Ryan hanya bisa terdiam. Namun jauh di dalam hatinya, ia sangat bingung.
'Apakah Fan Xinglou benar-benar memiliki tujuan tertentu untuk datang ke Seidokan ini?'
'Dan sepertinya, tujuan ini ada hubungannya denganku.'
'Jadi, apa yang sebenarnya Fan Xinglou inginkan?' pikir Ryan.
Saat Ryan sedang berpikir, Claudia berbalik menghadap Ryan dan mengulurkan tangannya. "Halo, Ryan-san."
"Saya akan memperkenalkan diri lagi. Saya adalah Ketua OSIS Seidokan, Claudia Enfield. Salam kenal …"
Mendengar ucapan Claudia, Ryan menyimpan keraguan di hatinya dan melihat ke arah Claudia. Sambil tersenyum, ia berkata, "Aku Ryan … sungguh sebuah kehormatan bisa mengenal gadis secantik dirimu."
__ADS_1
Setelah mengatakannya, Ryan juga mengulurkan tangan dan mengecup tangan Claudia.
Seketika itu juga, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
Buzzz Buzzz
Sebuah suara dengungan muncul dari tubuh Claudia.
"Apa yang terjadi?"
"Hmm?"
"Oh?"
Ryan, Fan Xinglou, dan Claudia terkejut pada saat yang bersamaan.
Tak lama setelah itu, Claudia sepertinya memikirkan sesuatu, dan kemudian mengambil dua buah alat seukuran telapak tangan dari sakunya.
Pada alat tersebut, terdapat batu berwarna merah. Karena semua Manadyte berwarna hijau, maka sudah dapat ditebak bahwa batu merah tersebut adalah Urm Manadyte.
Jadi, kedua alat itu adalah Orga Lux.
“Mungkinkah itu …” Fan Xinglou juga sepertinya memikirkan sesuatu. Dia menatap Orga Lux dengan ekspresi penuh ketertarikan dan berkata, "Apakah ini Pan-Dora?"
"Iya, ini adalah Pan-Dora." Claudia menggenggam sepasang Orga Lux, dan senyum sempurna di wajahnya untuk pertama kalinya menghilang.
Sebaliknya, muncul keraguan yang mendalam di wajah Claudia.
"Akan tetapi, anak ini …" bisiknya.
Tidak seperti Lux biasa, Orga Lux memiliki kesadaran.
Dengan kata lain, fenomena yang terjadi saat ini tidak diragukan lagi disebabkan oleh Pan-Dora itu sendiri.
Apalagi, reaksi ini muncul ketika Ryan mengecup tangan Claudia.
Fan Xinglou dan Claudia segera mengarahkan pandangan mereka ke arah Ryan.
Sementara itu, alis Ryan berkerut melihat Urm Manadyte merah yang menyala di tangan Claudia.
Saat Ryan terus memperhatikan Pan-Dora, Ryan seakan melihat ilusi sebuah bola mata memandang ke arahnya sambil tersenyum.
Ilusi semacam itu sudah cukup untuk membuat siapa pun merasa ngeri.
Namun, hal ini tidak berlaku untuk Ryan.
'Ini sangat menarik …' batin Ryan sambil tersenyum.
Orga Lux jauh lebih kuat dari Lux biasa. Apalagi, tiap Orga Lux memiliki Kemampuan Khususnya masing-masing. Ryan pun sangat tertarik untuk memiliki Orga Lux.
Namun, untuk bisa meminjam Orga Lux, caranya tidak mudah.
Di enam sekolah, hanya murid yang berperingkat tinggi, memiliki kemampuan yang lebih menonjol, dan kemungkinan besar memenangkan Festa lah yang dapat meminjam Orga Lux.
Tentu saja, meski aplikasi tersebut lolos, calon pengguna juga harus lolos seleksi dari Orga Lux.
Menurut orang yang berhasil mendapatkan persetujuan Orga Lux, mereka akan melihat ilusi yang diperlihatkan Orga Lux. Ilusi tersebut memperlihatkan Orga Lux menertawakan pengguna yang dipilihnya.
Dan kali ini, hal tersebut terjadi pada Ryan.
Orga Lux bernama Pan-Dora itu memperlihatkan ilusi sedang tersenyum pada Ryan. Tubuh Orga Lux itu juga bergetar, dan mengeluarkan cahaya merah menyala pada Urm Manadyte.
Setelah melihat semua ini, Ryan mengalihkan pandangannya pada Claudia. "Nona Enfield, bisakah Nona meminjamkan Pan-Dora padaku? Aku hanya ingin melihatnya lebih dekat."
__ADS_1
Mendengar permintaan Ryan, Claudia terdiam.
"Bukankah itu bagus?" Fan Xinglou tampaknya sangat tertarik dengan situasi ini. "Biarkan anak ini melihatnya. Aku juga penasaran apa yang Ogre Lux-mu akan lakukan padanya?"
Claudia menutup matanya untuk berpikir. Beberapa saat kemudian, ia membuka matanya dan tersenyum pada Ryan.
Akan tetapi, senyuman tersebut tidak lagi terlihat sempurna dan elegan seperti sebelumnya, melainkan senyuman rumit.
"Saya harap anda berhati-hati, Ryan-san."
Claudia berkata dengan persuasif, "Orga Lux memiliki kesadaran. Karena ada kesadaran itulah, dia memiliki perasaan. Jika dia marah, itu sangat berbahaya."
Meskipun Orga Lux sangat kuat, mereka semua memiliki Kemampuan khusus yang bisa berbahaya pada saat bersamaan.
Selain itu, saat menggunakan Orga Lux, pengguna harus membayar harga tertentu, sebagai imbalan untuk menggunakan kekuatan Orga Lux.
Beberapa dari biaya ini sangat berbahaya, sementara yang lain masih dalam lingkup normal.
Pan-Dora adalah tipe yang pertama. Harga yang harus dibayar pastinya cukup untuk membuat rata-rata Genestella pingsan.
Namun, Ryan tidak ragu untuk mengulurkan tangan dan mengambil sepasang Orga Lux dari tangan Claudia.
Shiiiiii
Seketika itu juga, Urm Manadyte pada Orga Lux langsung menyala merah menyilaukan. Bahkan ini lebih terang dari biasanya.
Dalam cahaya, tubuh Orga Lux melayang sedikit, dikelilingi oleh kubus tiga dimensi yang dibangun seperti balok, secara bertahap membentuk gagang dan bilah, hingga akhirnya tubuh Orga Lux berubah menjadi sepasang pedang panjang.
Setelah transformasinya selesai, Pan-Dora jatuh ke telapak tangan Ryan.
Weeeeeng
Dengan cepat, kedua bilah pedang panjang yang terbentuk dari Mana itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan dan juga tajam.
Ini adalah Pan-Dora, sebuah Orga Lux yang dapat memprediksi masa depan.
Jika penggunanya tidak cocok dengan Orga Lux, maka Orga Lux tidak akan mau disentuh, bahkan tubuh penggunanya akan terlempar.
Namun, kali ini, Pan-Dora dengan patuh tetap berada di tangan Ryan dan tidak menunjukkan penolakan apapun.
"Oya?" Fan Xinglou membuat suara terkejut. Ia kemudian tersenyum dan berkata dengan semangat. "Sepertinya dia telah dipilih!"
"Luar biasa!" Claudia berkata dengan nada agak rumit, "Secara umum, jika Orga Lux sudah memiliki pengguna, maka Orga Lux tidak akan lagi mengizinkan orang kedua untuk menggunakannya. Tapi Pan-Dora tampaknya sangat senang dengan Ryan-san. Bahkan terlihat sangat menurut."
Saat Ryan ingin mengatakan sesuatu, sesuatu terjadi lagi.
Shiiiiii
Sinar cahaya dari Urm Manadyte kembali muncul dan cahaya jauh lebih intens.
Baik Fan Xinglou dan Claudia sedikit terkejut. Mereka mengangkat tangan tanpa sadar dan melindungi mata mereka.
Setelah cahaya tersebut memudar, Fan Xinglou dan Claudia bergandengan tangan dan melihat ke arah Ryan.
Hanya saja, di sana, Ryan tampak sedang memejamkan mata, seolah-olah ia sedang tertidur.
Melihat kondisi Ryan ini, Fan Xinglou belum sempat mengatakan apapun, namun ekspresi Claudia berubah drastis dan sangat terkejut.
"Mungkinkah itu …" Claudia membuat suara kaget. "Dia diseret oleh Pan-Dora ke dalam mimpi?"
"Mimpi?" Mata Fan Xinglou berkedip. Tak lama kemudian ia tersenyum sambil melihat Ryan yang berdiri dalam keadaan tidur
__ADS_1
"Sepertinya sesuatu yang menarik telah terjadi."