Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kekuatan Sherlock


__ADS_3

Tap Tap Tap


Dengan sedikit suara, Sherlock maju selangkah demi selangkah menggunakan sebuah tongkat kayu.


Pipa kayu tembakau yang tadi ada di mulutnya telah menghilang.


Sherlock benar-benar terlihat seperti orang tua yang sebenarnya. Yang membedakan hanyalah wajah Sherlock masih tampak terlihat muda.


Namun, saat Sherlock semakin dekat, sebuah aura menakutkan muncul dari sekujur tubuhnya.


Merasakan aura tidak biasa ini, Ryan membelakkan matanya. "Hysteria Savant Syndrom?!"


"Itu benar …" Sherlock tertawa dan berkata, "IU adalah tempat untuk berbagi teknologi dan kekuatan. Dan aku mendapat Kemampuan ini dari Tohyama Kinichi."


"Tapi, bagaimana bisa kamu masuk ke mode ini? Setahuku, untuk masuk ke mode Hysteria Savant Syndrom, diperlukan sebuah pemicu." tanya Ryan dengan waspada.


"Hysteria Savant Syndrom keluarga Tohyama memiliki banyak varian, termasuk salah satunya adalah kematian mendadak yang dimiliki Vlad." 


Sherlock tersenyum tanpa rasa takut dan berkata, "Dan seperti yang kamu lihat, walau aku terlihat muda, tapi aku sudah tua dan sekarat. Dalam keadaan seperti ini, aku dapat memasuki mode Hysteria Savant Syndrom kapan saja."


"Selain itu, aku sudah mempelajari semua teknik dan juga Kemampuan Khusus anggota IU."


Mendengarnya saja, Ryan dapat memastikan bahwa Sherlock lebih kuat dari Dyaus Pita (Heavenly Father) di dunia God Eater. Itu artinya, Sherlock setara dengan Reincarnator Tingkat Authority 4.


'Pantas saja tingkat kesulitan misi sampingan ini adalah A+. Padahal aku masih berada di Tingkat Authority 5, tapi musuhku di tiap dunia selalu satu tingkat di atasku.' pikir Ryan sambil tersenyum kecut dalam hatinya.


Melihat Sherlock menatap dirinya sambil tersenyum, Ryan menjadi lebih waspada.


Tiba-tiba, Sherlock berbicara kembali. "Aku ingin kamu menggunakannya."


Deg


Jantung Ryan sedikit berdebar dengan perkataan ini. 'Apakah dia tahu kalau aku masih belum menggunakan Stigma?'


"Kenapa? Apa kamu tidak mau menggunakannya?" Sherlock berkata sambil tersenyum tipis. "Aku tahu kamu memilikinya, sebuah kartu As yang sangat kuat."


Mata Ryan menjadi lebih dingin lagi begitu mendengarnya.


"Menurut Deduksi Penalaranku tentangmu, seharusnya kamu masih mempunyai sebuah kartu As yang hanya dapat digunakan di saat genting."


"Hanya saja, setelah kartu As ini digunakan, kami akan menerima efek samping yang kuat." jelas Sherlock dengan santainya.


Tangan Ryan langsung mencengkeram Moon Blade dengan sangat erat. Ia tidak menyangka Sherlock dapat menguliti rahasia yang Ryan miliki. 


Apalagi, selama di dunia ini, Ryan belum pernah menggunakan Stigma. Akan tetapi, Sherlock dapan menebaknya.


"Tidak apa-apa, gunakan saja jika kamu ingin menggunakannya." Senyum Sherlock berlanjut, dan berkata, "Ini adalah pertempuran terakhir kita. Jika kamu tidak berusaha semaksimal mungkin, kamu pasti akan menyesalinya."


"Mungkin itu benar. Akan tetapi, untuk saat ini, aku yakin sekali, jika aku menggunakan Stigma, aku akan menyesalinya." Ryan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.


Ryan kemudian melanjutkan perkataannya dengan nada acuh tak acuh. "Dengan Kemampuan Khusus Cognis yang kamu miliki, aku yakin kamu sudah memprediksi dan melakukan pencegahan terhadap Stigma."


"Dan sekarang, aksimu ini semakin membuatku yakin dengan hal itu." Ryan mengangkat belatinya dan menunjuk ke arah Sherlock.


"Walau tanpa Stigma, aku tetap akan serius dan menggunakan seluruh kekuatanku untuk melawanmu!"


"Pilihan bijak … seperti yang diharapkan dari Butei peringkat S." Senyum Sherlock berangsur-angsur menjadi terlihat berbahaya.


"Kalau begitu, ijinkan aku juga untuk serius." Setelah mengatakannya, Sherlock mencabut sebilah pedang dari tongkat kayunya.


Ternyata tongkat kayu hanyalah sebuah kamuflase. Di dalamnya, terdapat sebilah pedang panjang bermata dua yang biasa dipakai oleh Ksatria eropa jaman dahulu.

__ADS_1


"Ini adalah senjata yang aku pinjam dari Ratu Inggris. Konon katanya, ini adalah pedang yang pernah digunakan oleh Raja Ksatria."


Sherlock tersenyum dan berkata, "Akan tetapi aku tidak akan memberitahu apa nama pedang ini. Karena aku takut kamu akan kehilangan kepercayaan diri saat mendengar nama pedang ini."


"Tenang saja … nggak peduli seberapa kuat senjata yang kamu miliki, aku akan kehilangan kepercayaan diriku."


Ryan lalu menutup matanya sebentar. Ketika ia membukanya, pupil matanya telah berubah menjadi biru es.


"Di dunia ini, nggak ada yang nggak bisa kubunuh, entah itu dirimu, ataupun pedangmu!"


"Menarik …" Sherlock mengangkat pedangnya ke arah Ryan. "Kalau begitu cobalah."


Setelah Sherlock berkata seperti itu, Ryan dan Sherlock bergerak bersamaan.


Swiiiish


Dalam suara angin yang menderu, keduanya menghilang dalam sekejap dari tempat mereka berdiri.


Begitu mereka muncul, mereka berdua telah berada di tengah ruangan.


Ting


Dalam suara yang tajam, belati tajam dan Pedang Suci yang terkenal itu saling bertabrakan dengan keras, membangkitkan percikan api di antara keduanya.


Ting Ting Ting


Bilah belati yang tajam itu terus berdansa mengincar garis kematian pada pedang Sherlock.


Benturan belati dan kilatan perak terus menerus terjadi, sehingga percikan demi percikan api yang dahsyat memercik ke angkasa.


Itu adalah pemandangan yang luar biasa indah.


Namun, di bawah pemandangan yang mempesona ini, aura membunuh dari Ryan dan Sherlock memenuhi seluruh ruangan.


Secara tiba-tiba, sosok Ryan langsung berakselerasi dengan kecepatan maksimum dan menjelma menjadi bayangan yang terus bergerak di sekitar Sherlock.


Dengan Mystic Eye of Death Perception, Ryan menatap Sherlock dan juga pedang sucinya.


Ryan lalu bergerak mendekati Sherlock dengan lintasan yang tidak beraturan. 


Belati di tangannya bergerak seperti hembusan angin yang mendesis, dan terus menyerang Sherlock hingga muncul banyaknya kilatan cahaya menyerupai pedang di sekitar tubuh Sherlock.


Ting Ting Ting Ting


Suara tabrakan yang sangat sengit telah dimulai.


Di hadapan serangan bertubi-tubi dari segala arah ini, Sherlock dapat menangkisnya dengan mudah. Bahkan ia hanya memerlukan gerakan kecil untuk menangkisnya. 


Sherlock seakan memiliki mata yang dapat melihat 360 derajat, ia sama sekali tidak memiliki titik buta.


Dalam situasi seperti ini, mulut Sherlock selalu menunjukkan senyuman tipis, seakan ia sedang bermain dengan anak kecil.


Di sisi lain, Ryan, ekspresi Ryan menjadi semakin dingin dan serius.


'Ini benar-benar nggak masuk akal!' batin Ryan.


Di bawah kemampuan Mystic Eyes of Death Perception, Ryan dapat dengan jelas melihat garis kematian dari objek tersebut.


Tidak hanya Garis Kematian Sherlock, tetapi bahkan Garis Kematian, senjata di tangan Sherlock, dapat dilihat dengan jelas oleh Ryan.


Maka dari itu, sejak awal pertarungan, Ryan berencana untuk membunuh pedang di tangan Sherlock.

__ADS_1


Namun, hasilnya adalah gagal total. Di sinilah Ryan sangat terkejut.


Sejak awal pertarungan hingga sekarang, Ryan sudah mengeluarkan banyak tebasan belati. Akan tetapi, tak satupun dari serangannya yang mengenai garis kematian dari senjata yang digunakan Sherlock.


Sherlock dengan mudah memprediksi arah serangan Ryan. Bahkan semua gerakan kecil Sherlock menyebabkan garis kematian yang diincar Ryan bergeser.


'Anjir, dia benar-benar musuh alamiku. Dengan Cognis, dia dapat memprediksi semua gerakanku!' teriak Ryan dalam hati.


Di saat Ryan sedang berpikir, tawa Sherlock terdengar lagi. "Hahaha …"


"Jika Deduksi Penalaranku benar, maka kamu memiliki kemampuan khusus yang istimewa."


"Aku tidak tahu kemampuan khusus seperti apa itu, tapi seharusnya, kemampuan khusus itu membutuhkan serangan secara langsung agar bisa bekerja."


Mendengar ucapan Sherlock, mata biru Ryan bergetar. Tebasan di tangannya pun sedikit melambat.


Merasa serangan Ryan menjadi lebih lambat, Sherlock tersenyum dan berkata, "Jika kamu bertanya bagaimana caranya aku bisa mengetahuinya, itu karena kamu punya kebiasaan tertentu."


"Sejak awal, kamu selalu memiliki pandangan yang eksplisit. Kamu selalu menatap tempat tertentu sebelum melakukan serangan."


"Hal ini membuatku berpikir, kenapa kamu selalu menyerang titik tersebut tanpa ada keraguan. Dari sini, aku pun sadar, bahwa Kemampuan Khususmu ada hubungannya dengan mata."


Walau Sherlock telah menjadi orang buta, namun semua indera dan intuisinya sangatlah tajam. Maka dari itu, Sherlock dengan mudahnya melakukan Deduksi Penalarannya dan membongkar Kemampuan Khusus Ryan.


Setelah berbicara panjang lebar seperti itu, Sherlock terus bertahan dari berbagai serangan Ryan. Hingga akhirnya, saat Sherlock berusaha menangkis serangan Ryan, tiba-tiba Sherlock melakukan kesalahan.


Tak mau menyia-nyiakan hal ini, Ryan langsung menebas pedang tersebut sekuat tenaga dan membuat tangan Sherlock yang memegang pedang terhempas ke belakang.


Clang


Untuk pertama kalinya, Ryan dapat memukul mundur pertahanan Sherlock.


Namun, tiba-tiba pedang di tangan Sherlock bersinar bagaikan aurora, dan langsung melepaskan serangan super cepat ke arah Ryan.


Kecepatan tusukan ini, tidak hanya sangat cepat, tetapi lintasannya juga sangat rumit.


Ryan yang akrab dengan kisah Sherlock Holmes tahu bahwa ini adalah salah satu Teknik Pedang Barat yang dikuasai Sherlock.


Melihat serangan yang menyerupai badai itu datang ke arahnya, bagaikan fatamorgana, Ryan bergerak untuk menghindari serangan agresif Sherlock.


"Aku sudah lama mengatakannya bukan? Bahwa hanya dengan aliran udara, aku dapat merasakan di mana posisimu berada."


Di saat yang sama, serangan Sherlock menjadi lebih cepat. Ujung pedang suci tersebut bergerak bagaikan laser dan dengan keras menembak ke arah Ryan.


Ting


Ryan akhirnya mengangkat belatinya dan menangkis serangan Sherlock.


Sriiiiing


Akan tetapi, dengan lihainya, Sherlock mengontrol pergerakan pedangnya dan dengan cepat menusuk ke arah dada Ryan.


Sreek


Suara kain yang robek terdengar di telinga Ryan.


Dalam kesempatan yang sempit ini, Ryan mencoba bergerak menyamping untuk menghindari serangan Sherlock. Pedang suci itu pun dengan mudahnya menusuk pakaian Ryan. Akan tetapi, tusukan ini gagal menembus dada Ryan.


Blitz


Namun, tiba-tiba saja tubuh Sherlock bersinar.

__ADS_1


Blitz Blitz


Bersamaan dengan suara sengatan listrik ini, petir yang sangat kuat menyeruak keluar dari tubuh Sherlock.


__ADS_2