
Di dunia merah terang ini, ledakan demi ledakan telah muncul di pinggiran sungai Mana. Ledakan api putih pucat ini menciptakan gelombang kejut yang bercampur dengan debu dan angin dalam jumlah besar.
Skala ledakannya memang tidak seberapa besar, tapi kekuatannya tidak buruk. Setidaknya ledakan beruntun itu telah membuat sebuah lubang di area pinggiran sungai.
Friagne melayang di atas sungai Mana, memegang tangannya seperti orang kelas atas yang sedang menonton film. Mulutnya selalu tersenyum dangkal, cukup untuk membuat wanita manapun jatuh hati.
Di sekeliling tubuhnya, pasukan boneka dengan berbagai ukuran melayang seperti sebuah parade.
Klik
Dengan satu jentikan jari, gelombang kedua pasukan boneka bom bunuh diri kembali meluncur ke bawah seperti air hujan.
Boom Boom Boom Boom
Satu persatu boneka tersebut meledak, membuat angin ledakan menyapu ke segala arah.
Setelah beberapa saat, akhirnya ledakan beruntun itu berhenti. Pasukan boneka yang ada di sekitar Friagne juga tidak ada lagi yang meluncur ke bawah
Di pinggiran sungai Mana, gelombang api yang semenjak tadi terus tercipta akhirnya mulai menghilang secara perlahan. Hantaman debu tebal dan angin juga mulai melambat.
Melihat ke pinggiran sungai yang penuh lubang di bawah, ekspresi Friagne sama sekali tidak berubah sedikit pun. Para boneka di sampingnya juga tetap melayang tak berdaya.
“Ini hanyalah permulaan. Bisa dibilang, ini adalah salam hangat dariku. Aku harap, kamu senang menerimanya.”
Setelah Friagne berkata seperti itu, dari arah bawah, di dalam asap debu yang belum sepenuhnya menghilang, suara tawa terdengar keras. “Hahahahahahaha …”
“Ya, aku menerima salam darimu dengan baik, Hunter. Namun sayang, aku kurang menikmatinya. Terima kasih telah memperlihatkan kemampuanmu yang lemah itu. Jujur saja, aku sedikit kecewa.”
Dengan suara keras yang menggema itu, sebuah garis putih tiba-tiba muncul membelah asap debu yang masih memenuhi pinggiran sungai Mana.
Ryan perlahan menarik belatinya, mengangkat kepalanya, dan melihat ke atas sembari tersenyum tipis di sudut mulutnya.
Setelah asap debu yang mengelilingi Ryan menghilang, kini terlihat adanya banyak lubang bekas ledakan di sekitar Ryan. Namun, anehnya, hanya tanah tempat Ryan berpijak saja yang masih utuh.
“Apakah dia berhasil memblokir semua seranganku?” Friagne mengedipkan matanya dan bergumam, “Tidak! Dia tidak memblokirnya, tapi menghindari semua seranganku!”
__ADS_1
Benar, Ryan sama sekali tidak menyentuh boneka yang meluncur ke arahnya. Akan tetapi, ia hanya bergerak menghindari semua boneka tersebut.
“Kamu benar-benar bukan manusia biasa.” Friagne berkata sambil tertawa, “Kamu bisa menghindari semua serangan beruntun dariku secara sempurna. Bahkan bocah Flame-Haired Burning-Eyed Hunter itu tidak akan bisa melakukannya.”
“Tidak juga. Aku dan dia memiliki gaya bertarung yang sangat berbeda.” Ryan mengangkat bahu, dan berkata, "Shana adalah tipe damage dealer, di mana serangan langsung darinya akan sangat berbahaya. Sangat berbeda denganku yang merupakan speedster, di mana gaya bertarungku lebih menitikberatkan kecepatan."
“Maka wajar saja jika semua seranganku dapat aku hindari. Apalagi, semua seranganmu sangat lambat.”
“Sejak tadi, ucapanmu penuh sekali dengan ketidaksopanan. Aku pastikan, aku akan menutup mulutmu yang kotor itu selamanya.” Friagne berkata dengan nada yang santai, tapi ada sedikit kemarahan yang tersembunyi dalam ucapannya. “Begitu aku menemukan kesempatan, aku tidak akan ragu untuk melakukan serangan fatal.”
Setelah berbicara panjang lebar seperti itu, Friagne mengangkat tangannya dan menjentikkan jari manisnya.
Klik
Begitu suara jentikan jari terdengar, hampir semua boneka yang ada di sekeliling Friagne langsung meluncur ke arah Ryan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Kini, hanya tersisa kima boneka saja yang ada di samping Friagne, termasuk Marianne.
Tubuh semua boneka yang meluncur ke bawah langsung mengeluarkan cahaya putih menyilaukan. Seketika itu, boneka-boneka itu meledakkan api putih pucat.
Boom Boom Boom Boom
Namun, di detik berikutnya, dalam rangkaian ledakan tak berujung, sesosok bayangan melintas mengendarai gelombang api dan menemui para boneka lainnya yang belum meledak dan masih meluncur ke arahnya.
Tak lama kemudian, sosok tersebut berubah menjadi sekelebat bayangan hantu, dan bayangan tersebut, seakan membelah diri, jumlahnya bertambah hingga mencapai seribu bayangan.
"Flashing Sheath: Instan Prison (Sensa: Sokuseki keimusho)!"
Masing-masing bayangan tersebut terbang ke langit menyambut boneka yang datang dengan belati tajam di tangannya. Kilatan cahaya pedang muncul dari bayangan-bayangan itu dan langsung menebas boneka yanga ada di depannya dengan cepat.
Slash Slash Slash
Dalam suara tebasan yang tajam, bagian demi bagian tubuh boneka dipotong dengan sangat halus dan presisi. Berbagai bagian tubuh boneka pun mulai berceceran di udara.
Setelah membasmi semua boneka yang menyerang Ryan, seribu bayangan tersebut lalu bergabung menjadi satu sosok yang dengan cepat tiba di depan Friagne.
Melihat semua ini, ekspresi wajah Friagne sedikit berubah.
__ADS_1
"Mencari kesempatan untuk melancarkan serangan fatal padaku?" Suara Ryan terdengar dengan jelas di telinga Friagne. "Seharusnya perkataan itu cocok untuk dirimu sendiri, orang mesum pecinta boneka!"
Setelah itu, belati tajam di tangan Ryan berubah menjadi kilatan cahaya pedang yang mengarah ke tubuh Friagne.
"Flashing Seath: Seven Nights (Sensa: Shichiya)!"
Tebasan bagaikan aurora yang indah menembus penghalang suara seperti cahaya bulan.
Tebasan yang sangat cepat itu, membuat Friagne tertegun tak bisa menghindar. Bahkan jika Friagne telah menduga serangan Ryan, tetap saja ia tidak akan bisa menghindarinya dengan sempurna.
Seperti yang dikatakan Ryan, ini adalah serangan fatal dari Ryan untuk Friagne yang telah sesumbar bahwa ia akan melakukan serangan fatal pada Ryan.
Akan tetapi, Friagne tidak akan dipanggil Hunter jika ia tidak memiliki trik cadangan.
Jadi, tepat sesaat sebelum Ryan melakukan tebasan yang sangat cepat, Friagne menggerakkan lengan kananya.
Klinting
Suara dering lonceng yang menyenangkan tiba-tiba berbunyi.
Ternyata itu adalah suara dari sebuah lonceng kaca yang terpasang di lengan Friagne. Lonceng itu terlihat sangat indah.
Saat suara bel di lengan Friagne terdengar, keempat boneka yang bersiaga di sekitar Friagne tiba-tiba memancarkan cahaya putih pucat.
Segera setelahnya, keempat boneka tersebut meledak.
Boom Boom Boom Boom
Suara ledakan tersebut terdengar begitu keras, seperti ada gemuruh guntur yang menyambar.
Keempat ledakan tersebut lalu bergabung menjadi satu dan menyebabkan terciptanya gelombang api putih yang menyebar dengan dahsyat.
Area di sekitar Ryan dan Friagne pun langsung menjadi sedikit terguncang dengan hal seperti itu.
Tak lama kemudian, tubuh Ryan terlempar keluar dari pusat ledakan.
__ADS_1
Setelah tubuh Ryan terlempar sebanyak beberapa meter, Ryan akhirnya berhenti. Sambil terus melayang di udara, Ryan menatap Friagne yang ada di depannya dalam keadaan baik-baik saja.