
Pertanyaan penuh rasa ketidak percayaan terus bermunculan dalam pikiran Ribesal. Ia tidak ingin percaya bahwa semua adegan yang dimainkan di depannya saat ini adalah nyata.
"Brengsek!"
Dengan kesal, ribesal menarik kalung bola-bola kristal merah yang tergantung di lehernya bersamaan dengan raungan penuh kemarahan
Wuuuush
Bola-bola kristal pada kalung yang ditarik Ribesal dengan keras, mendadak terpencar dan melayang di sekeliling Ribesal. Dengan sedikit nyala api, bola-bola itu berputar mengelilingi Ribesal, membuat udara di sekitarnya berfluktuasi.
Perlahan, bola-bola kristal merah seukuran telapak tangan manusia itu berubah menjadi bola api berukuran cukup besar dan membentuk sosok tinggi besar yang penampilannya menyerupai wujud Ribesal.
Ribesal berukuran besar yang berjumlah lebih dari dua ini tiba-tiba meraung dan melihat ke arah Ryan.
Ryan yang sedang bergerak di tengah kerumunan bagaikan ikan berenang di tengah kolam, merasakan beberapa aura kuat muncul dalam waktu yang sama.
Reflek, Ryan langsung menoleh dan melihat ke arah aura kuat tersebut dengan Mystic Eye of Death Perception.
Melihat beberapa sosok besar yang menatap ke arahnya, Ryan pun sadar, bahwa itu adalah serangan pamungkas milik Ribesal dengan memanfaatkan bola-bola kristal merah di tubuhnya.
Bola kristal merah itu tidak hanya bisa terbang dan melakukan serangan jarak jauh. Akan tetapi bisa diubah menjadi avatar dengan kekuatan serang yang sama dengan tubuh asli. Dengan begitu, Ribesal dapat memanfaatkan jumlah avatar yang ia buat untuk mengeroyok lawan.
Ribesal memiliki tangan yang dapat dengan mudah merobek tubuh kuat Flame Haze.
Dengan cara ini, jika avatar Ribesal memiliki kekuatan serang yang setara dengan tubuh aslinya, maka begitu mereka mengepung dan mengeroyok lawan, bisa dibayangkan betapa sulitnya lawan untuk bertahan dari serangan ini.
Oleh karena itu, kekuatan ini menjadi kartu As Ribesal.
Dulu, dengan trik ini, Ribesal telah mengalahkan banyak lawan kuat. Bahkan jika yang dilawan adalah musuh dalam jumlah besar dia tidak pernah gagal untuk mengalahkan mereka.
Sekarang, di hadapan seorang manusia yang dipandang rendah oleh dirinya, Ribesal terpaksa menggunakannya. Ia tidak lagi memiliki sedikitpun rasa malu untuk menggunakan kartu As-nya.
"Grooooooar!"
Ketika suara raungan itu jatuh, satu demi satu avatar bergerak menghantam deru udara seperti sebuah kereta perang dan bergegas pergi ke arah Ryan.
Ryan yang sedang membunuh, sedikit tertegun melihat semua avatar itu bergerak satu persatu ke arahnya.
Detik berikutnya, salah satu avatar bola kristal merah itu melompat tinggi. Dengan memanfaatkan tubuhnya yang berat, ia jatuh menghadap Ryan di bawah, dan meluncurkan pukulan berat
Pukulan itu membuat udara di sekitar lengannya meledak menjadi semburan bunga api dan mengeluarkan suara menusuk telinga.
Itulah kekuatan tangan yang sangat dibanggakan Ribesal.
Bahkan kekuatan pukulan Orang Utan dan Gorilla yang memiliki ukuran besar itu masih kalah jauh dari Ribesal.
__ADS_1
Menghadapi pukulan ini, Ryan melontarkan pandangan Mystic Eye of Death Perception.
Bukannya mundur dan menghindar serangan sengit itu, Ryan malah melompat menyambut pukulan yang datang, dan kemudian melepaskan tendangan yang sangat menggelegar.
Boom
Benturan antara pukulan berat dengan tendangan keras, menciptakan fluktuasi angin yang kencang.
“Apa?” Ribesal terkejut. Ini adalah kekuatan pukulan yang sangat dibanggakan Ribesal. Tapi Ryan dengan mudahnya menahan serangannya.
Tentu saja Ribesal tidak tahu, bahwa manusia yang tampak lemah di matanya itu adalah manusia yang telah berhasil bertarung dengan seimbang melawan Thousand Changes.
Meski atribut STR Ryan tidak begitu tinggi, tapi dengan menggunakan Prana, ia dapat memperkuat serangannya.
Ditambah dengan Efek Sarung Tangan Heavy Silver yang memiliki efek kerusakan ganda, dan juga penguatan kekuatan kaki yang dibawa atribut AGI, serta penggunaan Flashing Dash, jelas tendangan Ryan tidak lebih lemah dari kekuatan serang seorang Crimson Lord.
Di bawah konfrontasi dahsyat itu, Ryan yang melompat tinggi masih tertahan di udara. Sementara sosok avatar Ribesal, ia terpental ke atas dan menabrak langit-langit dengan keras.
Langit-langit itu langsung retak, membuat debu dan kerikil yang tak terhitung jumlahnya jatuh ke bawah bersama avatar Ribesal
Tiba-tiba saja, sebuah kilatan cahaya pisau dingin datang menghampiri tubuh avatar Ribesal yang sedang dalam posisi jatuh bebas.
Slash
Dengan suara tebasan yang tajam, avatar Ribesal terpotong menjadi dua. Tubuh yang telah terpotong itu terbakar dan kembali berubah menjadi bola kristal merah.
Bola kristal merah itu segera pecah menjadi banyak serpihan yang tak terhitung jumlahnya.
Ini adalah hal yang wajar. Di bawah kekuatan Mystic Eye of Death Perception, garis kematian dari bola kristal merah itu langsung terpotong, dan membawanya ke akhir.
"Beraninya kamu menghancurkan Treasure Tool (Hogu) milikku!"
"Aku akan menjatuhkan hukuman mati untukmu!"
Tiga avatar Ribesal segera meraung dan terbang mengelilingi Ryan yang masih melayang di udara dengan formasi segitiga.
Melihat ini, Ryan menyeringai. Ia kemudian berbalik dan melakukan putaran 360 derajat. Belati di tangannya berubah menjadi kilatan cahaya pisau dingin yang tajam, dan memotong semua yang ada di sekelilingnya.
"Flashing Seath: Moon Flower (Sensa: Tsuki no Hana)!"
Di bawah cahaya dingin yang menyilaukan, tebasan cahaya dingin memotong ruang dan mendarat di tubuh ketiga avatar Ribesal.
Slash
Suara tebasan merdu membelah udara terdengar indah.
__ADS_1
Begitu avatar Ribesal itu bahkan belum sempat menjangkau Ryan cukup dekat, tapi mereka sudah terpukul oleh roda bulan terlebih dahulu.
Sontak, ketiga tubuh avatar Ribesal itu langsung terpotong. Tubuh mereka bertiga langsung berubah menjadi nyala api dan menghilang tak berbekas, bersama dengan bola kristal merah.
Dalam sekejap mata, Ribesal telah kehilangan empat avatarnya di tangan Ryan.
Di udara, Ryan menundukkan kepalanya dan menatap Ribesal dengan Mystic Eye of Death Perception.
"!!!"
Hawa dingin menusuk tulang tiba-tiba datang menyerang Ribesal. Hal ini pun membuat Ribesal mau tidak mau mundur selangkah. Ia bahkan merasa bahwa langkahnya ini adalah langkah terakhir di hidupnya.
Boom
Detik berikutnya, Ryan turun dari langit dan menukik ke bawah dengan cepat, menghancurkan penghalang angin hingga menciptakan suara ledakan yang menggelegar.
"Flashing Seath: Eight Stabs (Sensa: Yattsu-zashi)!"
Seperti guntur yang jatuh dari langit, Ryan mencapai ke depan mata Ribesal dengan kecepatan yang sangat mengerikan.
Di tangannya, belati tajam tiba-tiba bergerak.
Jleb Jleb Jleb
Dengan suara tusukan yang dalam, Ryan melewati tubuh Ribesal dan mendarat di belakangnya.
Hanya kilatan cahaya dingin saja yang tersisa, dan perlahan menghilang di udara.
Kilatan cahaya pisau itu baru saja melewati leher, kedua lengan, dada, perut, dan kedua kaki Ribesal.
Tak lama setelah kaki Ryan menapak di tanah, tubuh Ribesal langsung termutilasi menjadi beberapa bagian. Tiap bagian yang putus, terdapat bekas luka tusukan yang amat dalam dan tajam, sehingga mampu memotong beberapa bagian tubuh dengan mudah.
Tap
Suara benda berat yang jatuh ke tanah terdengar. Kepala mirip kumbang beserta potongan tubuh lainnya jatuh dengan sangat brutal. Perlahan, semua potongan tersebut terbakar menjadi abu dan menghilang tertiup angin.
Kali ini, para penonton benar-benar diam.
Crimson Denizen dan Rinne yang tersisa hanya bisa menatap kosong ke arah Ryan. Setelah beberapa detik, emosi yang kuat mulai muncul di wajah mereka.
Dan itu adalah ketakutan.
"Aaaaaah!"
Kesedihan dan jeritan ketakutan berlalu satu demi satu.
__ADS_1
Semua Crimson Denizen dan Rinne yang tersisa langsung melarikan diri ke berbagai pintu lorong.
Tak lama kemudian, hanya ada tinggal Ryan saja yang berdiri sendirian di ruangan ini.