Reincarnation Room

Reincarnation Room
Akademi Arlequint


__ADS_3

Suara gadis itu membuat Ryan menoleh ke samping. Seketika itu juga, Ryan terkejut, karena jarak wajah Ryan dengan gadis itu hanya berjarak lima centimeter saja.


Akan tetapi, gadis itu tidak peduli. Dia kemudian berkata dengan bahagia, "Tidak aku duga kita akan bertemu di tempat seperti ini, benar-benar sebuah kebetulan."


Nada suara gadis itu terdengar lincah serta ceria. Dia tampak seperti orang yang sembrono dan juga tidak peka. Ini terlihat dari bagaimana gadis itu berada sangat dekat dengan Ryan, tapi dia sama sekali tidak mempedulikannya.



Melihat temannya seperti itu, gadis berkulit coklat di sampingnya melangkah ke depan dan bertanya, "Ernesta, ada apa?"


Dibandingkan dengan gadis berjas lab putih, gadis berkulit coklat itu jelas orang yang sangat tegas dan serius. Kepribadiannya benar-benar kontras dengan gadis berjas lab putih itu.



Dalam hal ini, gadis yang dipanggil Ernesta itu hanya tersenyum kepada gadis berkulit coklat. "Camilla, pria ini adalah murid Jie Long. Kalau tidak salah namanya Ryan."


"Ryan?" Gadis berkulit coklat, yang dikenal sebagai Camilla, mau tidak mau mengangkat alisnya, dan kemudian melihat ke arah Ryan. 


"Jadi ini orangnya …" gumamnya.


Walau kepribadian mereka berdua berbeda, namun Ernesta dan Camilla saat ini sama-sama sedang melihat Ryan untuk menilai dan mengumpulkan informasi seolah-olah Ryan adalah objek penelitian.


Ini bukan hal yang aneh. Karena kedua gadis itu mengenakan seragam Akademi Arlequint, sekolah yang berkonsentrasi pada bidang penelitian dan teknis.


“Jadi begitu.” Ryan mundur beberapa langkah, menjauh dari Ernesta sambil tersenyum.


"Aku juga nggak menyangka bertemu dengan perwakilan dari Akademi Arlequint Faksi Pygmalion dan Faksi Ferrovious di sini."


Kata-kata Ryan ini membuat Camilla diam. Tapi, lain halnya dengan Ernesta. "Nee~ nee~ Nii-chan, apakah kamu mengenal kami?"


"Tentu saja." Ryan menatap Ernesta dan berkata, "Kedua Faksi tersebut adalah Faksi yang berkuasa di Akademi Arlequint."


Dalam beberapa hal, Akademi Arlequint mirip dengan Institut Ketujuh Jie Long. Di dalamnya juga terdapat Faksi-Faksi.


Jika di Jie Long, hanya ada Faksi Air dan Faksi Kayu, berbeda dengan Arlequint. Di sana ada lima Faksi dengan riset yang berbeda, yaitu Pygmalion, Ferrovius, Sonnet, Methuselah, dan Tenorio.


Di antara lima Faksi itu, Faksi Pygmalion dan Faksi Ferrovius adalah yang terkuat.


Faksi Pygmalion lebih berkonsentrasi dalam pengembangan Boneka Android dengan kecerdasan buatan yang menyerupai manusia.


Sementara Faksi Ferrovius, mereka berkonsentrasi dalam pengembangan Lux berkekuatan tinggi, yang mudah digunakan oleh siapapun.


Dan wakil dari kedua faksi ini adalah Ernesta Kühne dan Camilla Pareto.


Ernesta Kühne merupakan pimpinan Faksi Pygmalion. Dengan pengamatan yang tajam dan kekuatan komputasi yang kuat, ia menjadi salah satu ilmuwan berbakat di dunia.


Dengan kemampuannya, Ernesta mengubah posisi Faksi Pygmalion, dari yang terlemah, menjadi yang terkuat di Arlequint.


Untuk Faksi Ferrovius, mereka dipimpin oleh Camilla Pareto. Dengan kejeniusan dan semangat pantang menyerahnya yang kuat, dia dan timnya berhasil menciptakan Lux yang digunakan dalam Final Phoenix Festa sebelumnya, dimana Cecily Wong dan Zhao Hufeng kalah.


Dengan identitas seperti itu, tidak mungkin orang tidak mengenal mereka berdua.

__ADS_1


"Dibanding dengan kalian, aku berpikir bahwa aku bukan termasuk orang yang terkenal. Jadi ini adalah sebuah kehormatan bisa dikenal oleh kedua Nona cantik ini." ucap Ryan pada Ernesta dan Camilla sambil tertawa


Mendengar ini, Camilla tetap diam dengan tatapan tajamnya. Sementara Ernesta, ia tertawa dengan mata yang melengkung seperti bulan sabit.


“Ma ma ,,,  jangan merendah begitu. Bagaimanapun juga, kamu adalah pengguna Seraph, jadi wajar saja aku mengetahui informasi tentang dirimu.”


Sebagai murid Arlequint dan juga pimpinan Faksi, sudah sewajarnya mereka berdua tahu tentang Seraph. Informasi tentang Seraph sangatlah berharga bagi orang-orang seperti mereka.


“Aku mendengar bahwa sudah hampir seratus tahun terakhir, Seraph belum menemukan penggunanya dan terus berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Namun sayang, tidak satupun sekolah yang berhasil menelitinya.”


Ernesta berkata demikian dengan mata yang berbinar-binar. Ia lalu membungkuk menghadap pinggang Ryan dan melihat Seraph yang masih terbungkus dalam sarungnya.


“Aku sangat ingin melihatnya! Aku ingin menelitinya!”


Melihat sikap Ernesta yang tampak seperti maniak ini, Ryan jadi sedikit cemberut.


Beberapa saat kemudian, Camilla membuka mulutnya. “Ernesta, jangan bertingkah tidak sopan.”


Setelah mengatakannya, Camilla melihat ke arah Ryan. Dengan wajah dinginnya, ia berkata, "Meskipun kekuatan Seraph misterius dan membuat banyak orang ingin menelitinya, tetapi Seraph adalah sebuah Orga Lux.”


“Hal ini sungguh berbeda dengan prinsip Faksi Ferrovius, di mana kami ingin menciptakan Lux kuat yang dapat digunakan oleh siapapun dan tanpa efek samping. Maka dari itu, aku sangat tidak tertarik.”


Kata-kata Camilla ini membuat suasana di antara keduanya menjadi tegang.


“ca~ mi~ lla ~" Ernesta menggembungkan pipinya dengan mata melotot ke arah Camilla. “Kenapa kamu berkata seperti itu?!”


“Aku hanya berkata yang sesungguhnya.” Camilla dengan hati-hati berkata. "Kami Ferrovius sangat tidak menyukai sikap Orga Lux yang sombong. Belum lagi, beberapa efek samping Orga Lux sangatlah membahayakan penggunanya. Maka dari itu, kami bercita-cita dapat membuat Lux yang lebih kuat, aman, dan cocok untuk semua orang.”


“Aku tidak menyangkalnya. Dalam hal informasi, aku juga tertarik untuk menggalinya.” Camilla menghela nafas singkat, dan melanjutkan perkataannya. "Tapi, tetap saja Seraph adalah Orga Lux. Hal ini tidak cocok untuk kami, Faksi Ferrovius.”


Dua ilmuwan berbakat Akademi Arlequint saling berdiskusi tanpa memperdulikan siapapun, termasuk Ryan.


Ryan pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dan segera pergi meninggalkan kedua ilmuwan tersebut.


Saat Ryan mulai berjalan. Tiba-tiba suara Ernesta terdengar di telinga Ryan. “Nii-chan, kami juga berpartisipasi dalam Phoenix Festa lho …”


Ucapan ini, membuat langkah kaki Ryan berhenti.


Jika ada orang lain yang mendengarnya, mereka pasti akan terkejut. Karena jumlah murid petarung di Akademi Arlequint sangat sedikit. Jadi, mereka hampir tidak pernah berpartisipasi dalam Festa manapun.


Namun, Ryan sama sekali tidak terkejut. Sebab, Ryan sudah tahu apa yang sedang terjadi.


"Sepertinya kamu juga mengerti, bahwa Phoenix Festa tahun ini telah mengizinkan boneka untuk berpartisipasi menggantikan penciptanya.” Camilla menatap punggung Ryan dan berkata, "Kami akan menggunakan keahlian kami. Alih-alih kami bertarung dengan tubuh sendiri, kami bertarung menggunakan boneka buatan Ernesta dan lux buatanku.”


Dengan kata lain, Ernesta telah mengembangkan Robot Android yang bisa digunakan dalam kompetisi, sebagai pengganti mereka berdua.


"Jika kamu bertemu anak-anakku, kamu harus memperlakukan mereka dengan baik." ucap Ernesta dengan senyumannya yang cantik.


Senyuman itu tidak lagi seperti sebelumnya yang tampak licik, melainkan dengan perasaan yang dalam.


"Kalau begitu, mari kita lihat seperti apa kekuatan pengguna Seraph nanti."

__ADS_1


Meninggalkan kata-kata seperti ini, Ernesta dalam suasana hati yang baik pergi meninggalkan Ryan.


Camilla juga sedikit mengangguk pada Ryan dan segera pergi mengikuti Ernesta.


Setelah Ryan tidak lagi merasakan aura dari Camilla dan Ernesta, Ryan tidak bisa menahan tawanya lagi. “Hahahahaha …”


"Ini menarik sekali … aku jadi penasaran, seberapa kuat robot buatan mereka."


Setelah itu, Ryan kembali melangkah dan perlahan pergi dari tempat itu.


Babak penyisihan Phoenix Festa tidak semuanya diselenggarakan di Sirius Dome. Akan tetapi dipisah berdasarkan grup.


Berdasarkan Grup yang telah dibagi, tempat bertanding tim Cecily Wong dan Ryan adalah Sirius Dome.


Tentu saja, tim Cecily Wong dan Ryan bertanding di stadion utama ini karena Cecily Wong adalah Runner Up Phoenix Festa sebelumnya. Maka dari itu, timnya mendapat kehormatan untuk bertanding di Sirius Dome.


Dan berdasarkan jadwal, tim Ryan dan Cecily Wong akan bermain di pertandingan pertama.


~***~


Arena Utama, Sirius Dome.


Sorakan demi sorakan telah bergema di tribun Sirius Dome, membuat antusiasme penonton semakin meledak.


Di ruang siaran, dua wanita berbicara di depan mikrofon, membiarkan suara mereka menyebar ke segala arah.


"Halo semuanya, selamat datang di Phoenix Festa musim ke-24!"



"Dan kini, kami menyiarkan secara langsung pertandingan pertama babak penyisihan dari Sirius Dome. Dengan saya, Yanase Miiko sebagai komentator, dan juga rekan saya, Pham Thi Tram, alumni Institut Ketujuh Jie Long!"


"Kepada Pham Thi Tram, silahkan menyapa para penonton."


"Halo semuanya …" sapa Pham Thi Tram.



Di atas arena, terdapat layar super besar. Dan dua wanita yang menjadi komentator hari ini terlihat pada layar tersebut.


"Nah, sebelum dimulainya permainan, kami akan menjelaskan peraturannya. Pemenang pertandingan akan ditentukan jika dua lencana sekolah lawan hancur, kehilangan kesadaran, ataupun lawan telah menyerah."


"Lencana sekolah akan mengawasi dan menilai pertandingan ini. Jadi ketika salah satu dari peraturan itu terjadi, maka Lencana Sekolah akan otomatis mengumumkan pemenangnya."


"Lagi pula, di dalam Lencana Sekolah siswa terdapat chip yang telah dilengkapi AI, yang artinya Lencana Sekolah memiliki kemampuan seperti wasit." 


"Jadi, kita hanya perlu berharap para kontestan hari ini akan memberikan pertunjukan yang menarik!" jelas Yanase Miiko kepada para penonton.


"Aku jadi tidak sabar melihat para kontestan keluar." sahut Phim Thi Tram.


"Kalau begitu mari kita segera mulai pertandingan pertama hari ini!"

__ADS_1


__ADS_2