Reincarnation Room

Reincarnation Room
Alasan Butei Killer


__ADS_3

Riko menarik dua buah pistol dari sarungnya yang ada pada bagian paha mulusnya.


Kedua pistol yang digunakan Riko adalah Walther P99. Pistol tersebut merupakan pistol semi-automatic yang diproduksi oleh  perusahaan asal Jerman, Carl Walther GmbH Sportwaffen di kota Ulm.


Riko lalu mengarahkan kedua pistol di tangannya ke arah Aria, dan menatap aria dengan tajam seolah-olah ia telah melihat mangsanya.


Di saat yang sama, dari tubuh Riko, mulai keluar aura membunuh yang kuat.


Tatapan matanya yang tajam seperti binatang buas dan juga aura membunuh, semua itu adalah hal yang tidak pernah Riko perlihatkan sebelumnya. Ia seakan-akan telah berubah menjadi orang yang berbeda.


Sebagai Butei Inquesta peringkat A, Riko dikenal sebagai penggali informasi yang handal, bukan sebagai seorang petarung garis depan.


Namun, jika dilihat dari aura membunuh yang dikeluarkan Riko saat ini, sudah sangat jelas bahwa Riko selama ini telah menyembunyikan kekuatannya sendiri dan tidak pernah memperlihatkannya, bahkan saat tes masuk Assault.


Begitu merasakan aura membunuh yang kuat, Aria secara refleks mengangkat kedua pistol Colt di tangannya dan mengarahkannya pada Riko.


Ryan yang masih terkejut dengan semua ini, mulai berbicara. "Riko, apakah kamu benar-benar Butei Killer?"


Ucapan Ryan ini membuat Aria sadar, bahwa partner dan juga pacarnya ini memiliki hubungan istimewa dengan keturunan Phantom Thief.


"Ryan …" Aria hanya bisa berbisik sambil memandang Ryan dengan penuh kekhawatiran.


Bahkan Riko yang semenjak tadi menatap Aria dengan tajam, tiba-tiba mengalihkan pandangannya pada Ryan dengan tatapan riang saat mendengar ucapannya.


"Lama tak jumpa, Ri-Ri … apakah kamu merindukan Riko?" ucap Riko dengan ekspresi dan nada yang penuh kegembiraan, sama seperti yang ia perlihatkan di sekolah.


Ini benar-benar kontras dengan yang Riko perlihatkan tadi. 


"Aku sangat merindukanmu, Riko … aku baru menyadarinya setelah kamu menghilang." ucap Ryan dengan perasaan yang berkecamuk.


"Aku tidak akan bertanya apakah selama ini kamu telah menipuku atau nggak, aku sama sekali nggak memperdulikannya.” 


“Semua orang memiliki rahasianya masih-masing. Jadi aku nggak akan mempermasalahkannya.”


“Tapi, aku ingin tahu satu hal.” Ryan terdiam menundukkan kepala sejenak, seakan sedang mengumpulkan energi untuk melanjutkan ucapannya.


Ryan lalu mengangkat kepalanya dengan tatapan penuh gejolak. “Kenapa kamu melakukan semua ini?”

__ADS_1


Riko tersenyum, tapi matanya tidak tersenyum sedikitpun. “Alasan Riko sudah sangat jelas.”


"Yaitu kamu, Kanzaki Holmes Aria."


"Alasanku melakukan semua ini adalah demi mengalahkanmu!"


Dari kata-kata Riko, Ryan dapat merasakan perasaan yang kuat di dalamnya. Dengan kata lain, Riko sangat serius. Ia benar-benar berdedikasi untuk mengalahkan Aria.


"Lebih dari seratus tahun yang lalu, Sherlock Holmes dan Arsene Lupin saling berhadapan. Akan tetapi, mereka berakhir seri." 


Riko terus mengawasi Aria dan berkata, "Tapi bukankah itu aneh? Mengapa mereka bisa seri? Aku benar-benar tidak mengerti!"


"Akan tetapi, hal ini adalah kesempatan untukku." Riko tiba-tiba tertawa dan tersenyum menyeringai. 


"Karena kakek buyut kita seri, jika aku bisa mengalahkanmu sebagai keturunan Olmes, bukankah itu cukup untuk membuktikan bahwa aku melampaui kakek buyutku dan melampaui generasi pertama Lupin?!"


“Apa?!” Aria benar-benar terkejut sekaligus tidak percaya dengan alasan tidak masuk akal ini. "Kamu … kamu menjadi Butei Killer hanya demi alasan seperti ini?!"


"Alasan semacam ini?" Senyum Riko di wajahnya langsung menghilang. 


"IU." Aria menangkap nama ini dengan jelas dari ucapan Riko.


Riko lalu menatap Ryan dan berkata, "Kamu tahu? Sebenarnya, aku tidak pernah benar-benar ingin memberikanmu pada Aria."


"Jujur saja, saat aku melihatmu bersama Aria, hatiku menjadi sedikit sakit. Karena perasaanku padamu itu nyata, Ryan."


Mendengar hal ini, Ryan merasa masih ada kesempatan untuk menghentikan Riko. Namun, belum sempat berkata-kata, Riko kembali berbicara.


"Akan tetapi, aku terpaksa merelakanmu untuk meraih tujuanku!"


"Olmes adalah keluarga yang membutuhkan partner untuk dapat menggunakan kekuatannya secara penuh."


"Bahkan Olmes generasi pertama memiliki partner yang baik sehingga membuat nama Olmes menjadi legenda."


"Maka dari itu, Riko akan mengalahkan Olmes yang memiliki kekuatan penuh, bukan Aria yang disebut produk cacat."


"Jadi, untuk mencapai tujuan ini, Aria harus mencari pasangan terlebih dahulu." 

__ADS_1


Riko berkata pada dirinya sendiri. "Tapi di SMA Butei, tidak banyak orang yang bisa menjadi partner Aria. Riko pun hanya memiliki dua kandidat."


"Dua kandidat itu, satu adalah kamu, Ryan Herlambang. Dan satunya lagi adalah Tohyama Kinji." 


Riko menatap lurus ke arah Ryan. "Kalian semua adalah Butei dengan peringkat S saat tes masuk kelas Assault. Jika itu kalian, Riko yakin kalian akan dapat memenuhi persyaratan untuk menjadi partner Aria."


"Setelah Riko menyelidiki kalian, Riko menemukan bahwa Ri-Ri jauh lebih baik dari Tohyama Kinji. Entah itu dalam kecerdasan maupun kekuatan." Mulut Riko sedikit tersenyum saat mengatakannya.


“Dalam hal ini, Riko menilai Ri-Ri lah kandidat partner Aria yang paling cocok. Dengan keberadaanmu, maka Aria bisa menggunakan kekuatan penuhnya." 


"Dan untuk membuat itu terjadi, Riko sengaja membuat Ri-Ri dan Aria bertemu dengan memasang bom pada bus yang mengangkut banyak murid Butei."


Mendengar semua ini, Aria hanya diam. Entah apa yang ada dipikirannya, namun dari raut wajahnya, ia masih berusaha mencerna ucapan Riko.


Berbeda dengan Aria, Ryan akhirnya paham tentang jawaban atas banyaknya keganjilan pada insiden bus. 


"Pantas saja bom itu tidak langsung meledak saat Aria menemukannya!"


Dalam insiden penanaman bom dalam bus, tujuan Butei Killer adalah untuk memancing Ryan ke dalam bus dan meledakkan bom untuk membunuhnya.


Alasan mengapa bom itu tidak diledakkan pada pertama kalinya ketika Ryan naik bus adalah karena mobil Remote Control yang dilengkapi kamera pengintai telah hancur. Hal ini membuat Butei Killer tidak dapat mengetahui bagaimana status Ryan di dalam bus dan salah menilai waktu meledakkan bom.


Ryan selama ini beranggapan bahwa itulah alasan mengapa Bom tidak langsung meledak.


Tapi ternyata, semua deduksi Ryan salah. Insiden bus itu hanyalah sebuah panggung drama yang telah dipersiapkan oleh Riko.


"Jika kamu ingin memperdalam ikatan antara pria dan wanita, maka tentu saja kamu harus menjadi sosok pahlawan bagi wanita tersebut.” 


“Dan salah satu caranya adalah membuat sang tokoh pria menyelamatkan tokoh wanita dari marabahaya yang menimpanya!"


"Dengan begitu, Riko dapat membuat Aria jatuh cinta pada Ri-Ri. Demi mencapai hal itu, Riko sudah bekerja sangat keras. Bahkan sampai mengorbankan perasaan Riko sendiri. Bagaimana menurut kalian?" ucap Riko seakan semua ini hanya sebuah gurauan.


"Kamu!" Emosi Aria memuncak. Ia pun sekali lagi mengacungkan pistolnya pada Riko. "Apakah semua itu hanya lelucon bagimu?!!"


Dengan suara yang dingin, Riko menjawabnya secara singkat. "Ya."


"Jadi, seharusnya kamu berterima kasih padaku. Tanpa panggung yang sudah aku siapkan, kamu hanyalah produk cacat."

__ADS_1


__ADS_2