Reincarnation Room

Reincarnation Room
Melawan Sydonay (III)


__ADS_3

Shiiiiiii


Cahaya putih murni sekali lagi mekar dari Urm Manadyte, dan bilah pedang Orga Lux putih murni tiba-tiba menyusut menjadi belati.


Pada saat yang sama, di tangan Ryan yang lain, muncul belati dengan simbol bulan sabit.


Kini, Ryan menggenggam Seraph di tangan kanan, dan Moon Blade di tangan kiri. Dengan kedua belati tersebut, Ryan berjalan perlahan ke depan,


Sepasang Mystic Eye of Death Perception berwarna biru sedingin es menatap lurus ke arah tubuh Sydonay.


Garis kematian seperti retakan mulai muncul di tubuh binatang buas menyerupai chimera itu.


Dari tubuh Ryan, Prana yang sempat tertidur mulai bangkit dan memancarkan cahaya bintang. Meski sisa Prana Ryan berada dibawah 30%, dengan kontrol yang baik, Ryan masih sanggup bertarung menggunakannya dalam waktu yang lama.


Melihat kekuatan asing yang Ryan perlihatkan, Sydonay yang sedang dalam wujud chimera, berjalan selangkah demi selangkah menyamping membentuk sebuah kurva selayaknya singa yang sedang berkonfrontasi dengan singa lainnya.


Di saat yang sama, Prana yang keluar dari tubuh Ryan mulai berkumpul di bawah telapak kakinya. Tak butuh waktu lama, sekumpulan Prana itu berubah menjadi kekuatan pendorong layaknya sebuah pegas.


Tap


Di bawah suara tajam ini, tubuh Ryan terdorong ke depan dengan sangat keras. Dalam sekejap, sosok Ryan telah berubah menjadi kilatan cahaya yang langsung meluncur ke arah Sydonay.


"Cepat sekali!" Sydonay begitu terkejut dengan kecepatan Ryan. Hal ini membuat pupil mata Sydonay sedikit bergidik melihatnya. 


Dengan bantuan Prana, kecepatan Ryan kali ini memang jauh lebih cepat dari yang pernah ia perlihatkan sebelumnya saat menghindari serangan membabi buta Sydonay.


Detik berikutnya, sosok Ryan telah tiba tepat di depan wajah Sydonay. Mystic Eye of Death Perception memancarkan cahaya biru yang terasa sangat dingin.


Tanpa ada jeda, Seraph yang ada di tangan Ryan langsung berubah menjadi garis lurus putih yang memotong ruang.


Slash


Tebasan ini membuat aliran udara di sekitarnya terputus, menimbulkan suara samar yang membelah langit.


Belati putih murni dengan kecepatan ekstrim itu langsung bergerak ke arah kepala harimau Sydonay.


Merasakan angin dingin dari depan, tubuh besar Sydonay masih tetap diam tak bergerak. Tidak terlihat adanya gerakan penghindaran sama sekali darinya.


Akan tetapi, di belakangnya, sebuah ekor ular Python raksasa memecut dengan keras, membawa gelombang angin yang bersiul, dan berubah menjadi bayangan buram.


Clang

__ADS_1


Ekor ular python dengan berat menghantam belati di tangan Ryan. Tabrakan ini menghasilkan suara yang keras, bagaikan suara logam yang menghantam lonceng raksasa.


Hanya saja, cambuk ekor Sydonay tidak bertabrakan dengan Seraph, melainkan dengan Moon Blade yang ada di tangan kiri Ryan.


Namun, Ryan tampaknya sengaja menghalau serangan Sydonay menggunakan Moon Blade.


Sebagai Reincarnator, Ryan hanya memiliki satu slot saja untuk menggunakan senjata beserta efek dari senjata tersebut.


Walau begitu, tapi bukan berarti Ryan tidak bisa menggunakan dua senjata sekaligus. Ryan tetap bisa menggunakan dua senjata sekaligus, namun hanya satu senjata saja yang efeknya dapat digunakan. Sementara efek senjata lainnya tidak bisa digunakan.


Tapi itu tidak masalah bagi Ryan. Karena Ryan hanya membutuhkan satu senjata saja untuk memotong Garis Kematian. Sementara efek senjata itu sendiri tidak begitu penting.


Oleh karena itu, Ryan memilih Seraph sebagai senjata utama, sehingga dengan Kemampuan Khusus yang dimiliki Seraph, Ryan dapat mengubah bentuk bilah Seraph yang awalnya sebuah pedang panjang, menjadi bilah belati. 


Sementara efek Moon Blade sendiri, Ryan sampai sekarang belum pernah berhasil memicunya. Jadi Ryan tidak peduli ada atau tidaknya efek Moon Blade.


Dalam keadaan seperti itu, belati berwarna putih bersih menembus ruang dan menyerbu ke arah tenggorokan Sydonay dengan kecepatan yang mencengangkan.


"Jangan mimpi serangan seperti ini bisa membunuhku!"


Mendapat serangan seperti ini, bukannya mundur, Sydonay malah membanting tubuhnya ke depan.


Clang


Detik berikutnya, raut wajah Sydonay berubah.


Klatak


Tanpa disangka-sangka, tanduk di kepala Sydonay putus dengan sangat rapi dan jatuh ke tanah.


Tentu saja, sebagai Crimson Lord luka seperti ini sangat tidak signifikan dan dapat dipulihkan dengan cepat. Tapi, serangan yang dilancarkan Ryan ini membuat Sydonay terkejut.


"Ini?! Bagaimana mungkin?!"


"Aku tidak bisa memperbaikinya!"


Benar, Sydonay tidak bisa memulihkan tanduknya yang terputus. Sydonay telah mencoba menggunakan banyak Power of Existence untuk memulihkan tanduknya, akan tetapi hal itu sama sekali tidak membuahkan hasil.


"Apakah itu kekuatan dari Treasure Tool (Hogu)?"     


Dengan sedikit raungan, Sydonay menatap Ryan dengan napas tertegun. Sayap kelelawar di belakangnya tiba-tiba terangkat, dan sosok chimera itu langsung membanting tubuhnya ke depan.

__ADS_1


Dalam sekejap, Sydonay langsung tiba di depan tubuh Ryan yang masih berusaha menstabilkan dirinya pasca terlempar akibat sundulannya tadi.


Swiiish


Suara angin bersiul terdengar tajam.


Itu adalah suara dari cakar Sydonay yang merobek ruang di depannya bersama angin kencang. Dengan keras, cakar tersebut bergerak menghantam tubuh Ryan.


Walau cakar Sydonay belum mengenai tubuh Ryan, akan tetapi angin kencang  yang datang bersamanya telah meniup tubuh Ryan terlebih dahulu. Bagaikan pisau, angin ini terasa tajam dan menyakitkan, membuat pipi Ryan tergores mengeluarkan darah. 


'Anjir, baru anginnya aja sudah seperti ini!' batin Ryan.


Tanpa ragu, Ryan yang belum sempat menstabilkan dirinya langsung melakukan gerakan berputar. Dengan putaran aneh itu, ia berbelok ke arah kiri.


Boom


Di bawah suara tabrakan, cakar Sydonay mendarat dengan keras di tanah, dan membuat tanah di bawahnya hancur.


Guncangan keras ini menimbulkan fluktuasi yang membuat Ryan kembali terpental ke samping.


Meski tubuh Ryan terdorong beberapa meter, tapi Ryan tetap fokus menatap tubuh Sydonay dengan Mystic Eye of Death Perception. 


Saat Ryan telah berhasil menstabilkan dirinya dan akan menyerang balik menggunakan Teknik Membunuh Nanaya, tiba-tiba saja Sydonay menoleh ke arah kiri, dan membuka mulut besarnya.


Saat berikutnya, api ungu keruh meledak dengan keras dari mulut Sydonay, berubah menjadi bola api kesuraman yang padat, dan menyembur ke arah Ryan.


Dengan Mystic Eye of Death Perception, Ryan dapat dengan jelas melihat garis kematian bola api ini. Ryan lalu segera mengayunkan Seraph di tangan kanannya.


Slash


Di bawah suara tebasan, api ungu keruh yang ada di depannya langsung terpotong menjadi dua bagian dan padam.


Namun, detik berikutnya, ekspresi wajah Ryan berubah.


Dari balik api keruh yang telah Ryan bunuh, tiba-tiba muncul dua ular Python. Dengan cepat, kedua ular Python itu membuka mulutnya dan langsung menggigit Ryan.


Croot Croot


Bersamaan dengan suara darah yang muncrat, kedua ular Python itu telah menggigit lengan kanan dan kiri Ryan dengan gigi tajam mereka.


Seketika itu, darah mulai bercucuran dari kedua lengan Ryan, membasahi pakaian dan juga tanah di bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2