Reincarnation Room

Reincarnation Room
Menolong Dari Balik Layar


__ADS_3

Belati yang meluncur dengan kencang bagai bintang jatuh ini, tidak hanya bergerak lurus, tapi juga berputar secara spiral.


Hal ini menyebabkan udara di sekitar belati berputar keras, membentuk angin tornado yang mengelilingi tubuh belati.


Dalam sekejap, cahaya putih dingin spiral ini jatuh dengan keras menghantam pilar api biru yang turun dari surga.


Itu adalah pemandangan yang sangat spektakuler.


Di satu sisi ada nyala api besar yang akan turun dari langit. Dan sisi satunya adalah sebuah belati yang berputar sangat cepat hingga menghasilkan angin tornado.


BOOM


Detik berikutnya, suara ledakan bergema memenuhi bagian dunia penuh warna merah ini.


Benturan antara pilar api biru tua dan angin tornado tajam bagaikan tumbukan meteor dan angin topan. Tumbukan ini memicu badai gelombang ledakan yang mencengangkan, membiarkan gelombang kejut disertai api biru tua meluas ke segala arah.


Hal ini menyebabkan ruang dalam radius ratusan meter terguncang bahkan dinding Fuuzetsu sedikit bergetar.


"Apa?!" Margery dan Marchosias yang sedang melayang di langit mengeluarkan suara penuh keterkejutan.


Shana yang terkena dampak badai gelombang kejut ini kembali terlempar.


Swiiiish


Siulan angin terdengar di telinganya. Serbuk api teratai merah berkibar di udara.


Shana jatuh menghantam aspal dengan sangat cepat, dan akhirnya berhasil berhenti setelah beberapa puluh meter.


Karen seluruh tubuhnya terlindungi jubah Yogasa, Shana tidak mengalami luka yang berarti. Ia lalu berdiri menstabilkan tubuhnya, dan berbalik menatap ke arah jembatan Misaki yang telah kacau balau.


Pada saat yang sama, sebuah belati jatuh dari langit dan mendarat tepat di sisi Shana.


Sriiing


Dalam suara yang tajam, belati tajam itu langsung menusuk menembus jalan beraspal dan menancap dengan kokoh.


Melihat kilatan cahaya dingin jatuh di sampingnya, Shana langsung mengarahkan pandangannya pada belati yang tertancap di dalam aspal di dekat kakinya.


"Belati itu …" Suara keterkejutan Alastor terdengar dari dalam liontin.


Sementara Shana, ia benar-benar tercengang melihatnya. Ia pun sadar, siapa pemilik belati tersebut.


Pasalnya, belum lama ini, setelah berakhirnya pertarungan melawan Sydonay, Shana lah yang membawa belati itu kembali.


Shiiing


Kilauan busur dingin terpantul dari bilah belati dengan pegangan berlambang bulan sabit tersebut.

__ADS_1


Nama belati tersebut adalah Moon Blade.


Saat memahami hal ini, Shana mencengkeram erat pegangan Nietono no Shana.


Di wajahnya yang lembut, senyuman penuh kehangatan keluar dari hatinya yang terdalam, menggantikan ekspresi serius sebelumnya.


Detik berikutnya, energi api yang berkobar-kobar mulai memenuhi tubuh Shana.


Di atas langit, manusia serigala bernama Toga itu melayang sembari melihat ke sekelilingnya dengan penuh kewaspadaan. 


“Siapa yang menggangguku?! Cepat Keluar!” teriak Margery menggunakan mulut Toga.


“Aku tidak merasakan adanya aura apapun di sekitar kita kecuali Flame Haze kecil itu. Mungkinkah ini perbuatan Lamies?” gumam Marchosias dari dalam tubuh Toga.


Namun, tiba-tiba saja, suara kekanak-kanakan terdengar dengan lembut dari belakang manusia serigala.


“Permisi, bisakah aku meminta perhatianmu lagi sekarang?”


Mendengar ini, hati Margery terasa sesak. Ia kemudian berbalik dengan tajam, dan segera melihat ke depan.


Di sana, Shana berdiri dengan tangan kanan memegang Nietono no Shana, dan tangan kirinya memegang Moon Blade, melemparkan cahaya yang menyilaukan ke mata margery.


Di belakang Shana, kini ada sepasang sayap yang terbuat dari api teratai merah.


Shana kemudian mengacungkan ujung Nietono no Shana di tangannya ke arah Margery dengan rasa penuh percaya diri yang belum pernah muncul sebelumnya.


~***~


Di dunia merah cerah, Api Teratai Merah dan api biru tua sekali lagi terbakar di tengah medan perang, dan menghasilkan tumbukan yang kuat.


Tak jauh dari lokasi pertarungan kedua Flame Haze, tepatnya di atap sebuah gedung yang sangat dekat dengan jembatan Misaki, ada dua orang yang dengan tenang menonton pertarungan tersebut.


Salah satunya adalah Ryan. Sedang orang yang satunya lagi adalah seorang pria tua dengan mengenakan setelan tua layaknya seorang Gentleman's Inggris.



Kedua pria itu berdiri berdampingan sembari menyaksikan api teratai merah dan api biru tua terus bertikai dengan sengit, seolah-olah mereka berdua adalah seorang juri pertandingan.


“Seperti yang diharapkan dari Flame-Haired Burning-Eyed Hunter.” Pria tua itu berkata dengan decak kagum, “Meskipun Flame-Haired Burning-Eyed Hunter generasi ini masih muda, tetapi dia dapat menekan Chanter of Elegies setelah kegagalannya tadi. Itu benar-benar tidak biasa.”


Seperti yang dikatakan pria tua itu, setelah pertempuran ronde kedua berjalan, seluruh situasi telah berubah total. Sekarang, Shana menjadi lebih unggul dari Margery dan menekannya secara sepihak.


Dari atap gedung, Ryan dan pria tua itu dapat melihat bahwa Toga, yang merupakan hasil penggabungan Margery dan Marchosias, terbang bolak-balik ke sana-kemari dengan sangat luwes menghindari serangan Shana.


Sembari terus melakukan manuver di udara, Margery menembakkan banyak bola api ke arah Shana.


Bukannya menghindar, dengan memanipulasi sayap teratai merah di belakangnya, Shana bergerak menghampiri semua bola api tersebut. Nietono no Shana dan Moon Blade dengan sigap berdansa memusnahkan semua bola api yang datang ke arahnya 

__ADS_1


Slash Slash Slash


Melihat bahwa serangan bola apinya tidak efektif untuk Shana, Margery segera mengubah cara bertarungnya. Ia lalu mulai bersenandung dengan Puisi Pembantaian Improvisasi (Improvisational Poem of Slaughter) yang dibanggakan.


Seketika itu juga, muncul beberapa bayangan (klon) yang langsung mengelilingi Shana untuk membuatnya bingung.


Akan tetapi, Shana sama sekali tidak panik. Ia justru menutup matanya. Tak lama setelahnya, aura api berwarna merah berkobar lebih panas dari tubuhnya.


Bagaikan meteor, Shana bergegas ke salah satu bayangan (klon) dan langsung menebasnya dengan Nietono no Shana serta Moon Blade di tangannya


Slash Slash


Manusia serigala bernama Toga itu langsung dipotong.


Dari dalam tubuh Toga, Margery muncul sembari menginjak buku hardcover berukuran besar dan terbang menggunakannya seperti sedang berselancar.


Melihat Margery mundur, Shana mengejarnya dan menyerangnya secara bertubi-tubi.


Margery yang telah kehilangan wujud manusia serigalanya tidak bisa menang melawan Shana dalam pertarungan jarak dekat dan hanya bisa terus mengelak.


Dalam hal ini, Shana benar-benar lebih unggul daripada Margery.


Menonton semua adegan aksi ini, Ryan merasa bahwa sudah seharusnya Shana menang. Dan semua ini bukanlah sebuah kebetulan.


"Tentu saja, dalam hal kekuatan, Shana tidak lebih lemah dari lawannya. Sekarang Shana telah mulai belajar menguasai dasar mengendalikan apinya sendiri. Jadi sudah seharusnya Shana dapat menekan lawannya."


Ryan berkata, "Dalam beberapa hari, Shana akan sepenuhnya terbiasa dengan kekuatannya sendiri. Aku yakin dia bisa menjadi lebih kuat dari hari ini."


"Benarkah?" Pria tua itu mengangguk, dan dia menyadari sesuatu. Dengan ekspresi bingung, ia bertanya, "Shana?"


"Itu adalah nama Flame-Haired Burning-Eyed Hunter." Ryan mengangkat bahu dan berkata, "Aku baru saja memberikannya."


“Ternyata begitu.” Pria tua itu terkejut.


Jika ada orang lain di tempat itu, melihat Ryan berbicara dengan sosok pria tua, mereka pasti akan berpikir bahwa keduanya sudah lama saling mengenal.


Padahal, keduanya baru pertama kali bertemu.


Saat Ryan menggunakan Teknik Membunuh Nanaya tertinggi, Extreme Death: Nanaya, untuk memblokir pilar api Margery, pria tua itu diam-diam muncul di sampingnya.


Walau begitu, Ryan sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan dan tidak menunjukkan sedikitpun kewaspadaan. 


Ryan hanya tahu ada orang di sampingnya. Mereka tidak saling memandang, dan hanya menonton pertarungan yang ada di depan mereka.


"Harus aku katakan, kamu cukup berani untuk datang kemari, padahal orang yang sedang mencarimu juga ada di sini." ucap Ryan sambil tertawa.


"Oh iya, dengan nama apa aku boleh memanggilmu? Lamies? Atau Corpse Retriever?"

__ADS_1


__ADS_2